
Happy reading
Keesokan harinya Viola sudah siap dengan gaun berwarna putih yang kemarin dibeli. Galaksi pun demikian, pria berusia 26 tahun itu juga sudah siap dengan kemeja dan jas berwarna hitam yang sengaja Viola pilihkan kemarin.
"Mas aku udah cantik belum?" tanya Viola pada suaminya. Viola sengaja menyanggul rambut panjangnya dan hanya menyisakan sedikit di sebelah kanan dan kirinya. Hal itu membuat penampilannya menjadi sempurna apalagi kulit putihnya yang membuat orang orang betah memandangnya.
"Kamu cantik, tapi aku gak suka rambut kamu di sanggul gini. Leher kamu kelihatan sayang, kamu tahukan aku tak akan membiarkan orang lain melihat leher jenjangmu ini," ujarnya dengan pelan melepas sanggul istrinya hingga rambut panjang bergelombang itu terurai.
"Tapi bagus di sanggul Mas," ucapnya meraih sisir dan menyisir rambutnya.
"Mas tahu sayang, tapi Mas gak suka."
Akhirnya Viola pasrah, Galaksi mengambil sisir dari tangan istrinya dan menyisir rambut Viola dengan pelan.
"Emang kamu mau kalau Mas telanjang dada saat ke kantor?" tanya Galaksi pada sang istri.
"Gak boleh, dada Mas Galaksi cuma milik Viola," jawabnya memeluk tubuh Galaksi dengan posesif.
"Nah begitulah perasaan aku saat kamu ingin memperlihatkan leher putih kamu ini," ucapnya mengelus leher sang istri.
Viola mengerti sekarang, bagi Galaksi apa yang ia miliki adalah miliknya dan memperlihatkan leher jenjangnya adalah salah satu aset Galaksi saat ini.
Setelah selesai bersiap, mereka berdua turun dan ternyata Mama dan Papanya sudah berangkat terlebih dahulu setelah sarapan tadi. Hingga akhirnya mereka hanya bisa menikmati sarapan berdua saja.
"Mas mau apa?" tanya Viola.
"Roti aja yank, pakai selai nanas," jawabnya menunjuk selai yang ada di sudut meja.
"Mas sih ngomong selai nanas lagi, kan aku jadi pengen juga," ucap Viola dengan cemberut.
__ADS_1
"Maaf sayang tapi Mas lagi pengen makan roti dengan selai nanas," ujarnya dengan rasa sesal.
"Gak apa-apa mungkin baby ingin Daddynya yang harus makan itu. Lagian Vio gak pengen pengen banget kok," ucapnya mengambilkan selai nanas itu.
Akhirnya mereka sarapan berdua, walau suasana ruang makan itu tak pernah sepi karena keduanya terus saja berceloteh.
Setelah selesai makan mereka berlalu menuju mobil sport keluaran terbaru yang baru saja Galaksi beli beberapa minggu lalu sebelum menikahi Viola. Rencananya ingin memberikannya pada Viola sebagai hadiah pernikahan tapi wanita itu menolak, Viola lebih suka jika dibonceng dengan sepeda hanya berdua dengan Galaksi. Hingga membuat Galaksi hanya bisa pasrah akan keinginan sang istri, Galaksi juga sudah membeli sepeda yang belum pernah mereka pakai.
"Mas nanti sore kita sepada an ya, aku pengen ya Mas ya," pinta Viola dengan imutnya hingga membuat Galaksi sendiri.
"Iya sayang, tapi kamu temani Mas di kantor ya hari ini," ujarnya seraya mengelus rambut Viola dengan lembut.
"Oke siap, gak sabar mau jalan-jalan sama kamu nanti."
Galaksi memang seperti ini dengan istrinya sangat bikin dan lembut, beda lagi jika di kantor nanti ia akan berubah menjadi sangat datar dan menunjukkan wibawanya sebagai seorang direktur.
Sampainya mereka di kantor, ternyata sudah banyak wartawan di depan sana menunggu kehadiran Galaksi.
"Kenapa banyak sekali wartawan? Kamu melakukan apa sampai banyak wartawan seperti ini?" tanya Viola dengan nada bergetar. Ia takut suaminya melakukan sesuatu yang membuat mereka jauh nanti.
"Gak ada sayang, Mama dan Papa pasti sudah menunggu di dalam," jawab Galaksi melepaskan sabuk pengaman sang istri.
Galaksi membukakan pintu untuk istrinya, mereka semua yang ada disana itu hanya bisa terpana melihat atasannya dan istrinya sempurna bagai raja dan ratu itu.
Sorot kamera beralih pada mereka, Galaksi yang dasarnya cuek hanya bisa diam dan berlalu menuju podium yang sengaja disiapkan untuk mereka. Viola hanya menurut saat Galaksi memeluk perutnya dengan erat itu. Walau ia malu tapi Galaksi pasti tak akan melepaskannya.
Sampainya mereka di sana, Galaksi dan Viola duduk di kursi yang sudah di siapkan untuk mereka itu bersebelahan dengan Mama dan papa.
"Oke karena putra saya sudah sampai di tengah-tengah kita. Kita mulai saja pada intinya," ucap Papa Bara dengan tegas sangat berbeda dengan Istri dan anak-anaknya jika di rumah.
__ADS_1
"Saya selaku pemimpin perusahaan ini merasa sudah tua untuk mengemban posisi ini. Jadi pada hari ini jabatan itu saya turunkan pada putra saya yakni Galaksi Ryano," titah Papa Bara yang mendapat sambutan tepuk tangan dari mereka semua.
Kini giliran Galaksi yang berbicara di depan karyawan dan wartawan yang ada di depan mereka.
"Halo semuanya, kalian pasti sudah kenal dengan saya. Bagi yang belum kenal, saya adalah Galaksi Ryano anak sulung dari Tuan Bara Ryano dan Nyonya Audi Ryano."
"Dan wanita yang ada di sebelah saya ini adalah istri tercinta saya, mungkin sebagian dari kalian sudah tahu, perkenalkan namanya Viola Angelista Ryano. Menantu keluarga Ryano atau Nyonya baru di keluarga Ryano."
Mereka yang belum tahu siapa wanita yang di gandeng Galaksi tadi akhirnya terjawab. Mereka sangat serasi, Viola dengan aura keibuannya sedangkan Galaksi dengan aura tegasnya.
"Sebelumnya terima kasih kepada Papa saya karena sudah memberikan kepercayaan kepada saya sejauh ini. Untuk Mama saya yang saya sayangi juga terima kasih banyak, tak lupa juga adik saya yang saat ini masih sekolah."
"Dan wanita yang saat ini sedang mengandung anak saya, terima kasih banyak sayang. Terima kasih sudah mau menerima suamimu yang penuh akan kekurangan ini. Terima kasih sudah memberikan maafmu dulu dengan tulus. Aku mencintaimu," lanjut Galaksi dengan lantang.
Tentu saja Viola sangat bahagia mendengar ucapan sang suami yang begitu mencintainya hingga memperkenalkannya pada publik. Walau itu sudah seharusnya terjadi sejak lama.
"Ya Tuhan suami aku kok sweet gini ya, apa tadi habis makan gula ya?" tanya Viola dalam hati.
Galaksi mengecup kening dan bibir Viola hingga membuat mereka berteriak histeris, karena belum pernah mereka melihat Galaksi se romantis itu dengan wanita.
Tapi ternyata sekarang Galaksi sangat mencintai istri tercintanya yang saat ini.
Mama dan papa yang melihat anak dan menantunya itu tersenyum senang, ia bisa melihat pancaran cinta itu di mata Galaksi untuk Viola.
"Oke cukup sekian dari saya, silahkan menuju tempat masing masing. Terima kasih pada wartawan yang sudah hadir dalam serah jabatan sederhana di kantor ini," ucap Papa Bara membubarkan para karyawan dan wartawan.
Mereka semua bubar dan kedua pasangan itu menuju ruangan masing masing, berbeda dengan Reno yang saat ini juga harus membagi waktunya dengan sang istri yang sedang hamil muda.
Bersambung
__ADS_1
Hai hai, balik lagi nih rekomendasi buat kalian dengan judul My Love Forever, karya kak Ummu Salamah