
Happy reading
Seperti yang diucapkan Galaksi tadi di kantor, ia pulang jam 4 sore dan sampai di rumah jam 5 lebih seperempat. Tak lupa pesanan kanjeng ratu yaitu martabak manis dengan toping komplit.
"Daddy pulang," ucap Galaksi saat ia sampai di dalam kamar.
Ternyata saat ini ia melihat anak-anaknya sudah wangi karena habis mandi, begitupun dengan istrinya yang masih sedikit basah rambutnya.
Melihat majikannya datang dia baby sister itu keluar karena Tuannya tak mau di ganggu jika sudah bersama istri dan anak-anaknya.
"Anak anak Daddy sudah wangi, hmmm. Mommy juga udah wangi, tinggal Daddy nih yang belum," ujar Galaksi ingin mengecup putra putra ya tapi langsung di tahan oleh Viola.
"Mandi dulu, nanti anak-anak terkena virus kamu dari luar," perintah sang kanjeng ratu dengan tegasnya.
"Dikit aja sayang, aku udah kangen banget sama mereka," jawab Galaksi menatap istrinya yang menggelen.
"Ya sudah kalau anak-anak gak boleh aku cium, biar Mommynya aja yang Daddy cium," ucap Galaksi mengecup singkat bibir pink Viola dan berlalu begitu saja menuju kamar mandi.
"Daddy kalian ini ada ada saja kan? Tapi Mommy bangga punya Daddy Galaksi."
"Myy mmm oh."
"Adik mau apa nak?" tanya Viola mengelus pelan tangan putranya.
"Nnnn."
"Hahaha, Adik Bisma mau minum hmmm. Udah mulai haus ya, tadi siang gak minum. Karena di habiskan Abang?" tanyanya menggoda anak anaknya.
Viola langsung membuka bajunya dan mulai menyu sui putra keduanya yang memiliki kemiripan 70% dengannya itu dengan lembut.
"Minum yang banyak ya, Nak. Biar cepat besar. Nanti kita naik moge kalau Abang sama Adik sudah bisa bawa. Boncengin Mommy oke," ucap Viola menepuk bokong Bisma.
"Abang juga mau apa, Nak? Kenapa emutin jempol hmmm?" tanya Viola menarik jari jempol Bima dari mulut kecinya itu.
Viola mulai mengambilkan dot milik putranya dan memberikan pada Bima.
"Abang tenang tenang dulu, Mommy lagi nyusui Adik nih," ucap Viola mengelus pipi putranya dengan lembut.
Tak lama akhirnya Galaksi keluar hanya dengan memakai boxer berwarna biru itu tampan atasan dan handuk
__ADS_1
Viola yang melihat itu langsung menutup mata anak-anaknya. Ia tak mau mata suci dan bersih anak anaknya itu ternodai karena ulah bapak mereka.
"Cepat pakai baju!!"
Lagi lagi Galaksi nurut apa kata sang istri, pria itu langsung berlalu menuju walk in Closed dan memakai kaosnya.
"Martabaknya gak di makan? Nanti dingin loh," tanya Galaksi seraya duduk di ranjang itu dan mulai mengecup kening anak-anaknya.
"Mas gak lihat apa aku lagi susuin anak kita. Adik dari tadi gak mau minum, eh pas kamu pulang tadi dia minta nen."
"Oh jadi anak Daddy nunggu Daddy pulang hmmm?" tanya Galaksi menatap Adik yang tampaknya tersenyum seraya meminum sumber makanannya itu.
Setelah selesai menyu su, Adik dan Abang mereka titipkan pada baby sister yang khusus menjaga mereka.
Galaksi dan Viola turun untuk ikut makan malam, seperti biasa Clara pun sudah pulang dari pantai jam 6 sore tadi.
"Tadi gimana jalan jalannya dek?" tanya Galaksi pada Clara.
Mereka semua yang ada disana itu langsung menatap Clara dengan muka yang sudah memerah karena malu.
"Kak."
"Oh ya, Mama sampai lupa tadi kamu kemana?" tanya Mama Audi pada putri tercintanya.
"Clara sudah besar Mah, dia sudah ada yang jaga," ujar Papa Bara.
"Tapi Mama takut, kejadian 16 tahun yang lalu terulang lagi."
"Kejadian apa Mah?" tanya Galaksi yang kepo akan hal ini. Sedangkan Viola hanya bisa menyimak karena ia tak tahu apa apa tentang hal ini.
"Adik kamu dulu pernah tenggelam di pantai saat usianya masih 4 tahun. Nyawanya hampir aja melayang kalau saja saat itu Papa gak cepat nolong Clara," ceritanya dengan sedih.
Sungguh saat itu ia tak siap jika harus kehilangan Clara, tapi Tuhan masih berbaik hati dengannya dan juga Clara.
"Tenggelam?"
"Iya sayang, oleh sebab itu Mama kamu paling gak bisa lepasin kamu buat ke pantai sendiri," jawab Papa mengelus punggung istrinya.
Oh ya, Oma dan Opa kini sedang ada di Amerika ya gaes ya. Sejak Twins umur 2 bulan Oma dan Opa memutuskan untuk pulang, dan kembali saat sudah kangen dengan cuci dan buyut mereka.
__ADS_1
"Maafin Clara ya Mah."
"Iya sayang, yang penting kamu gak apa-apa. Jangan pernah berenang di pantai, kamu gak akan tahu apa yang akan terjadi jika tiba tiba ada ombak," jawab Mama Audi.
Tiba tiba Clara teringat akan kekasihnya yang juga melarangnya berenang. Apa karena ini? Oh, memikirkan Satya, Clara jadi malu sendiri.
Dalam pikirannya kapan kekasihnya itu akan datang melamarnya di depan Mama dan Papa.
"Sudah selesaikan ceritanya, sekarang kita makan malam. Kasihan ikannya nanti berenang lagi," ajak Viola mengambilkan nasi untuk suaminya.
Walau sekarang ia jarang masak tapi masalah menyiapkan makan ia tetap nomor satu. Walau Galaksi juga kangen masakan khas dari istrinya itu.
"Mana bisa ikan udah di masak balik berenang lagi?" tanya Mama Audi dengan tawa.
"Ya kali aja, Mah."
Akhirnya mereka menikmati makan malam mereka dengan nikmat. Clara yang sedang chating dengan Satya itu juga ikut tersenyum saat mengetahui jika pacarnya kini sedang bermain gitar di depan rumah.
"Nak, kembar boleh ya tidur sama Mama dan papa," pinta Mama dan diangguki oleh Galaksi.
"Tapi gak ngerepotin mama dan papa kan?" tanya Viola dengan nada tak enak.
"Gak ngerepotin kok sayang, lagipula Mama malah seneng kalau anak-anak bisa main sama kita."
"Kamu siapin susu aja buat anak anak kamu, biar kalau bangun gak ribet," ujar Papa Bara dan diangguki oleh keduanya.
Jika begini Galaksi akan banyak waktu dengan istri tercintanya tanpa harus di rusuhi oleh anak anaknya.
Setelah selesai makan, Viola dan Galaksi pamit menuju kamar. Nanti Mama dan papa yang akan mengambil kembar di kamar.
Sedangkan Clara yang sudah dimabuk cinta itu, langsung pergi ke kamar setelah mengecup kening kedua keponakannya dengan singkat.
"Sayang sakit banget ya dipompa gitu?" tanya Galaksi pada Viola yang sedang memompa ASI nya agar bisa dimasukan ke dispenser.
"Enggak kok Mas, udah biasa jadi gak terlalu sakit," jawabnya dengan lembut.
Setelah mendapatkan dua botol susu itu, Viola menghentikan memompanya. Di dispenser masih ada 2 botol susu jadi ia tak perlu khawatir jika anaknya tiba-tiba bangun nanti malam.
Tak lama Mama dan Papa datang untuk mengambil putra putra mereka. Walau sedikit tak tega tapi, Viola dan Galaksi tetap memberikan kedua putra mereka pada Mama Audi dan Papa Bara.
__ADS_1
Kini tinggal Viola dan Galaksi yang ada di kamar itu. Kini giliran Galaksi yang menjalankan rencana untuk membuat kejutan untuk istrinya.
Bersambung