
Happy reading
"Anak anak Mommy udah wangi. Udah mandi ya nak."
Viola mencium pipi gembul anak-anaknya dengan lembut. Kemudian menatap suster yang sedang tersenyum padanya.
"Terima kasih ya sus, kalian boleh pergi," ujar Viola pada mereka dengan senyum ramahnya.
"Baik Nya."
"Panggil dokter Bella kesini," perintah Galaksi sebelum kedua suster itu keluar.
"Baik Tuan."
"Mas jangan suka perintah gitu deh, gak baik. Harusnya minta tolong dulu," ujarnya dengan nada kesal.
Viola sangat tak suka dengan kepribadian suaminya yang surah suruh orang tanpa minta tolong dulu.
"Maaf sayang, aku lupa."
Galaksi menyengir saat ditegur oleh Viola, lelaki itu sudah terbiasa memerintahkan orang saat di kantor. Hal itu kadang yang membuat Viola tak suka dengan sifat suaminya yang sangat tak baik jika di sifat itu diikuti oleh anak anak mereka.
"Jangan sama aku minta maafnya, sama suster tadi dong," jawabnya dengan menggendong putra pertamanya yang saat ini sedang menatapnya dengan lembut.
"Orangnya gak ada," ujarnya menatap sang istri yang sudah duduk di ranjang.
Dalam pikiran Galaksi apa inti istrinya sudah tak sakit. Karena kata dokter juga inti Viola harus dijahit sedikit.
"Nanti kalau ketemu orangnya kamu harus minta maaf ya."
"Hmmm."
Keduanya berada disana dengan fokusnya yang tertuju pada putra mereka yang sedang memainkan matanya.
Hingga pintu ruangan itu di buka oleh dokter Bella datang dengan suster tadi. Sesuai dengan ucapan Viola untuk meminta maaf pada suster tadi.
Setelah itu dokter Bella melakukan pengecekan pada Viola yang terlihat sudah sehat. Dokter Bella juga heran kenapa bisa secepat ini sembuhnya, bahkan dulu ada yang sampai seminggu belum beranjak dari ranjang setelah melahirkan.
"Keadaan Nyonya sudah baik baik saja, hanya tinggal inti Nyonya saja. Jangan digosok terlalu kuat dulu ya," ujar sang dokter dengan nada ramah.
"Iya dok."
__ADS_1
"Apa ASI nyonya juga sudah lancar?" tanya dokter Bella.
"Lancar kok dok," jawab Viola dengan jujur.
Dokter hanya mengangguk dan menatap Galaksi, ia mulai memberitahukan apa yang boleh dimakan dan tak diperbolehkan untuk dimakan Viola. Dan Galaksi mengiyakan hal itu.
Setelah itu dokter keluar bersama suster, meninggalkan Galaksi dan Viola yang masih ada disini.
"Aku mau lihat Ibu Mas," ucap Viola menatap suaminya.
Karena anak anak mereka juga sudah tertidur kembali setelah menyusu tadi. Entahlah kenapa anak anak mereka gampang sekali tidur.
Sebelum Galaksi menjawab, tiba-tiba pintu kamar di buka dan memperlihatkan Ayah Sandi dan Ibu Lana yang sepertinya sudah sehat.
Ibu Lana yang melihat itu langsung berlari dan memeluk Viola dengan erat. Ia belum tahu jika putrinya sudah bangun dari tidurnya.
"Kamu gak apa-apa Nak?" tanya Ibu tak bisa menahan air matanya. Ia seorang ibu yang sangat merindukan anaknya bangun kemarin.
"Viola baik baik saja kok Bu, aku cuma kelelahan aja. Ibu sama Ayah lihatkan Viola sudah bangun," ujarnya dengan nada lembutnya membalas pelukan sang ibu dan mengelus punggung Bu Lana.
"Ibu sama Ayah takut sayang, tapi syukurlah jika kamu sudah bangun dan kamu sudah lihat anak anak kamu nak?" tanya Ayah Sandi yang hari ini sengaja izin kantor karena ingin menemani istrinya dan juga putrinya.
"Sudah Yah, mereka semua sangat lucu. Apalagi wajah mereka yang beda membuat aku dan Mas Galaksi juga mudah buat bedain mereka," jawab Viola dan dianggukkan oleh Galaksi.
"Iya ya Bu, aku juga bakal punya keponakan," jawabnya dengan senyumnya.
"Apalagi jarak mereka gak jauh sama twins," timpal Galaksi pada mereka yang mengangguk.
"Kamu sudah kasih nama anak anak kalian nak?" tanya Ayah Sandi pada anak dan menantunya.
"Sudah Ayah, bahkan nama ini sudah jauh jauh hari. Aku sama Mas Galaksi siapkan untuk anak anak kita," jawab Viola dengan senyum.
"Ibu kepo dong siapa nama anak anak imut ini?" tanya Ibu mengelus pipi lembut putra putra anaknya.
"Abang namanya Bima Candra Ryano, kalau si adik namanya Bisma Candra Ryano," jawab mereka berdua bersama.
"Panggilan mereka Abang Bima dan Adik Bisma," tambah Galaksi duduk di samping sang istri dengan pelan.
"Nama yang bagus sebagus anak anaknya, kalian juga pintar mencari nama untuk anak kalian," ujar Ayah Sandi dengan senyum manisnya tatapannya kini mengarah ke bayi yang masih anteng di box bayi.
"Terima kasih Kakek," jawab Viola membahasakan anak anaknya.
__ADS_1
"Hahahaha Kakek dan Nenek, ternyata kita sudah tua ya Bu."
"Iya Yah, tapi Ibu malah seneng karena nanti rumah kita jadi rame. Ibu kadang bosan di rumah cuma sama Bibi."
"Nanti kita sering sering ke rumah ya Nek, Kek," jawab Galaksi ikut ikutan sang istri.
"Iya nak, nanti nenek sama kakek siapin makanan yang enak buat kalian," canda Ibu Lana.
"Bima sama Bisma masih bayi Bu, masa dikasih makan jagung bakar?" tanya Ayah Sandi dengan menahan tawanya.
Galaksi dan Viola pun yang mendengar itu hanya bisa tertawa dengan pelan. Ayah Sandi ini ada ada saja bercandanya.
"Terima kasih sudah memberikan aku kesempatan kedua melihat keluarga ini ya Tuhan," batin Viola dengan bersyukur.
Saat tak sadar Viola sedikit bermimpi buruk tentang apa yang akan terjadi. Jujur dalam hati Viola takut jika suatu saat anak-anaknya memiliki ibu sambung yang tak menyukai anak kembarnya. Bagaimana jika wanita yang akan menjadi ibu sambung anak anaknya nanti hanya mencintai suaminya tanpa mau merawat anak anaknya.
Hal itu yang membuat Viola berusaha keras untuk bangun dari tidurnya yang sangat buruk itu.
Setelah hal itu, Ibu Lana dan Ayah Sandi pamit pada mereka berdua. Mau bermain dengan cucu cucu juga mereka masih tidur.
"Nanti kalau anak-anak kalian sudah bangun jangan lupa telepon Ibu biar bisa main," ujarnya dengan senyum manisnya.
"Iya bu pasti, ibu juga harus cepat sehat," jawab Viola memeluk ibunya dengan sayang.
"Iya sayang, pasti dong. Kan kamu juga sudah sembuh."
"Emang Viola kenapa bu?"
"Kamu gak sadar sampai satu hari sayang, sebagai seorang ibu tentulah ibu khawatir. Takut kamu kenapa napa," jawabnya dengan nada sendunya.
"Tapi Viola kan gak apa-apa bu," jawab Viola dengan lembut.
"Iya sayang. Ya sudah Ibu sama Ayah keluar dulu ya," ujar Ibu pada Viola dan Galaksi.
"Iya Bu. Makasih sudah jenguk Viola sama anak-anak," ucap Viola pada orang tuanya.
"Iya sayang. Jaga anak anak juga sayang, nanti kalau mereka bangun. Telepon Ibu ya."
Mereka mengangguk dengan senyum, tak masalah jika orang tua mereka saling akrab pada anak-anak mereka.
Kini hanya tinggal berdua saja di kamar itu, Galaksi yang mengecek email yang masuk dari Reno dan Satya di ponselnya. Sedangkan Viola asik bermain game di ponselnya.
__ADS_1
Bersambung