
Happy reading
Singkat cerita mereka sudah sampai di mansion pada malam hari. Pukul 7 malam, tadi mereka juga sudah makan malam di sebuah kafe.
Sampai rumah mereka langsung pamit pada orang tua mereka yang ada di ruang tamu untuk langsung istirahat tak lupa membawa barang belanjanya tadi.
"Sayang aku mandi dulu ya," ucap Galaksi mengecup kening istrinya.
"Oke aku juga masih mau membuka belanjaanku tadi," jawabnya dengan senyum. Sebenarnya ia juga gerah tapi ia akan membiarkan suaminya itu untuk mandi dulu.
Violet mulai membuka satu persatu belanjaannya. Ia langsung menggantung gaun berwarna putih itu di lemari pakaiannya.
Tak lama Galaksi keluar dari kamar mandi dan memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"Udah aku siapin air hangat, buruan gih mandi. Nanti malah dingin airnya," ucapnya dengan lembut. Tangannya mengelus perut tubuh istrinya .
"Harusnya kan aku yang nyiapin air buat kamu Mas, bukan kebalik," ujarnya dengan nada tak enak. Walau bagaimana pun ia adalah seorang istri yang harus memenuhi kebutuhan suami termasuk menyiapkan air mandi.
"Gak apa-apa, aku tahu kamu capek seharian keluar rumah. Jadi kamu bisa rileks di kamar mandi," jawabnya.
"Ya sudah aku mandi ya Mas."
"Iya sayang, Mas ke ruang kerja dulu ya. Kalau kamu mau cari Mas ada disana," ucapnya melepaskan pelukannya.
"Iya nanti Viola nyusul," ujarnya dengan senyum mengangguk.
Viola masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Galaksi berlalu menuju ruang kerja yang terhubung dengan kamar mereka jadi mudah jika ingin bekerja.
Di dalam kamar mandi Viola menatap tubuhnya di cermin, Viola memang sangat memperhatikan kesehatan tubuhnya apalagi dada dan bokongnya. Viola melakukan itu untuk suaminya, siapa lagi kalau bukan Galaksi.
"Perut aku udah kelihatan aja tonjolannya, tapi tetep sih kalau pake baju gak akan nampak," gumamnya memiringkan badannya.
"Apa kalau aku gendut Galaksi akan tetap suka? Atau malah bosen sama badanku yang makin melar," ujarnya dengan gugatan khawatir.
"Tapi katanya dia setia kok sama aku. Ya Tuhan bagaimana jika suamiku bosan denganku."
Tak mau berlama lama di depan kaca, Viola berlalu menuju bath tup yang sudah diisi air oleh suaminya. Ia menuangkan sabun cair dan aroma terapi agar membuat badannya sedikit tenang hingga tak memikirkan yang tidak tidak.
__ADS_1
"Nyamannya setelah seharian di luar, tapi dadaku kok ngilu ya. Apa karena...."
Viola tak melanjutkan ucapannya, ia malu sendiri jika mengingatnya.
Tak sampai 40 menit Viola di kamar mandi, wanita itu keluar dari kamar mandi memakai jubah mandi berwarna putih itu. Rambutnya yang basah membuatnya menjadi lebih fresh.
Viola berlalu menuju meja rias dan mengeringkan rambutnya. Setelah selesai mengeringkan rambut, Viola menatap suaminya yang fokus pada layar laptopnya.
Jangan lupakan pemandangan saat suaminya itu hanya memakai celana pendek saja. Tanpa atasan hingga membuat tubuh atasnya terekspos jelas.
"Apa sebanyak itu sampai dibawa pulang?" tanya Viola pada dirinya sendiri.
Merasa kasihan pada suaminya, Viola menyelesaikan sisirannya dan berlalu menuju dapur untuk membuat teh untuk suaminya.
Untung disana tak banyak kok atau pelayan yang lalu lalang kalau iya bisa mati berdiri karena ia hanya memakai jubah mandi saja.
Setelah membuat teh, Viola juga mengambil beberapa buah dan makanan ringan lainnya.
Viola kembali ke kamar, dan berjalan menuju ruang kerja sang suami. Galaksi yag melihat istrinya datang membawa minuman itu senang walau disana juga ada air mineral.
"Di minum Mas," ucap Viola meletakkan nampan yang ia bawa.
"Nanti Vio ganggu Mas kerja lagi," ucap ya mengambil buah anggur itu lalu memakannya.
"Enggak sayang, Mas kerja juga butuh penyemangat," ucap Galaksi dengan senyum. Tentu saja istrinya itu tak mengganggunya karena yang terganggu mungkin yang bawah.
Viola pun nurut, wanita hamil itu mulai berjalan kearah kursi suaminya dan mendudukkan bokong bulatnya di paha suaminya.
"Masih lama?" tanya Viola seraya mengecup pipi kiri suaminya.
"Kamu tunggu ya yank, cuma beberapa aja kok," jawabnya dengan senyum.
Pekerjaan ini adalah pekerjaan yang Reno kirimkan tadi sore, harusnya besok tapi besok juga ada acara di kantor hingga Galaksi menyelesaikannya hari ini.
Sedangkan Viola yang sedikit paham itu hanya bisa melihat wajah serius suaminya.
"Aku pengen ikut kerja," celetuk Viola yang membuat Galaksi menghentikan ketikannya. Galaksi menatap istrinya dengan raut tak suka.
__ADS_1
"Gak! Kamu cukup di rumah nunggu aku pulang. Kamu gak boleh kerja sampai kapanpun."
Mendengar penolakan suaminya itu membuat ia sedikit sedih, ia hanya takut jika suaminya ini tergoda dengan wanita lain. Tapi ia kembali meyakinkan dirinya sendiri bahwa suaminya itu orang yang setia.
"Ikut kerja di ranjang loh, emang gak boleh. Ya sudah gak ada jatah buat seminggu kedepan," elak Viola pura-pura merajuk.
"Eh..."
"Kalau yang satu itu boleh kok yank, aku malah seneng. Jangan stop jatah malamku ya sayang."
Viola kembali tak menjawab tapi ia menyadarkan kepalanya di dada Galaksi.
"Mas, kalau nanti aku gendut kamu akan tetap suka kan. Kamu gak akan cari yang baru kan mas?" tanya Viola dengan lirih.
Entah kenapa rasa insecure dalam diri viola tiba tiba hadir dengan sendirinya tanpa di jemput ataupun dipanggil.
"Berapa tahun kita kenal?" tanya sang suami pada istri tercintanya.
"Dua tahun lebih," jawabnya.
"Kamu tahu aku selama itu, apa pernah aku menduakan kamu. Bahkan sosial media pun kamu tahu semuanya," ucapnya memeluk tubuh perut istrinya dengan tangan kiri sedangkan tangan kanannya masih ada diatas keyboard.
Viola menggeleng, karena selama ini ia tak pernah melihat suaminya membalas atau berniat menduakannya. Walau banyak chat masuk dari mulai dari karyawan sampai model terkenal sekalipun. Galaksi selalu memblokir nomor itu dan hanya membalas pesannya, bahkan foto profil pria itu adalah sketsa wajah Viola waktu kecil.
"Jangan berfikir yang aneh aneh, mau kamu langsing ataupun gendut aku akan tetap mencintai kamu yank. Kan kalau kamu subur berarti kamu bahagia hidup sama aku."
"Aku juga yang membuat kamu gendut hmmm, bahkan kamu makin hari makin montok aja yank. Makin empuk juga," lanjutnya seraya mengelus pipi Viola dengan lembut.
"Mas..." rengeknya malu.
Galaksi hanya tertawa seraya mendaratkan ciuman sangat pada bibir Viola. Lalu ia kembali pada tugasnya.
Bersambung
Note: Maaf ya kakak kakak kalau banyak Typo. Yang Clara jadi Cara, yang Viola jadi Violet sama Biola, yang Mama Audi jadi Mama Audio. Karena jujur Tya juga pake koreksi otomatis jadi susah kalau masalah nama. Nanti deh coba di benahi ya kak. Tya sibuk sama tugas dunia nyata juga soalnya😊
Makasih yang sudah komen, maaf gak bisa balas satu persatu. Tapi komen kalian Tya baca kok, selalu. Komen kalian juga membangun tua buat tetap melanjutkan cerita acakan ini.
__ADS_1
Tya sayang banyak banyak kalian😊😊😊