
Happy reading
"Jadi kamu diusir karena..."
"Hiks aku gak tahu kak, aku cuma diminta buat nganterin makanan sama Sania. Dan tiba tiba Galaksi masuk ke kamar aku dan hiks," cerita layanan dengan tangis.
"Sudah jangan menangis hmm. Sekarang kau adikku, ayah dan ibuku adalah ayah dan ibumu juga ya."
"Makasih kak."
Viola memeluk Reno yang notabene adalah sekretaris pacarnya dan kini entahlah masih menjadi pacar atau tidak setelah tadi pagi.
"Pasti Tuan Galaksi sangat menyesal dengan apa yang telah di lakukannya jika dia ingat," batin Reno mengelus punggung Viola.
Entah kenapa Reno sangat dekat dengan pacar Tuannya ini. Seakan ada tali yang mengikat perasaan mereka yang beda. Bukan cinta tapi entahlah Reno tak tahu apa nama rasanya ini.
"Kak," panggil Viola.
"Ada apa?" tanyanya.
"Jangan bilang apapun tentang aku pada Clara atau Galaksi ya. Aku gak mau hubungan mereka dengan orang tuanya memburuk hanya karena aku," pintanya yang membuat Reno tak setuju.
"Tapi Nona.."
"Vio panggil aku Vio."
"Baiklah, Vio bagaimana jika nanti kamu hamil? Jika Tuan Galaksi ingat maka dia tak akan lelah untuk mencarimu."
"Dan yah, Nona Clara sangat menyayangimu sebagai kakak iparnya. Mereka akan sangat sedih Vio, pikirkan hal itu," lanjutnya yang membuat Viola berfikir.
"Hamil?"
"Aku tak akan hamil kok kak. Jika pun aku hamil, aku akan menjaganya," jawabnya tak yakin.
"Aku tak mau Galaksi menyalahkan orang tuanya dan berakhir mereka akan jauh dari Mama dan Papanya."
"Aku pernah tahu bagaimana rasanya ditinggalkan orang tua jadi aku tak mau Galaksi dan Clara menjadi durhaka karena aku. Aku tak mau, biar mereka bahagia tanpa aku."
Reno menatap Viola yang mengusap air matanya itu dengan sendu, walau bagaimanapun Viola adalah Nonanya.
"Kakak, janjilah padaku," ucapnya.
"Baiklah, tapi aku tak janji jika suatu saat nanti dia akan ingat semuanya."
"Tak apa, dan aku boleh minta tolong kak."
__ADS_1
"Apa?"
"Tolong jaga Galaksi dari wanita ular itu, aku tak mau terjadi sesuatu pada Galaksi karena Sania."
Entah kenapa setelah kejadian tadi, Viola sangat membenci Sania. Viola tahu jika yang memberi obat itu Sania tapi ia tak bisa melawan karena tak ada bukti.
Tapi ia sedikit bersyukur walaupun Galaksi terpengaruh obat dan sudah membuatnya kecewa, Galaksi tak melakukan hubungan badan dengan Sania. Mungkin jika yang berhubungan tadi Sania dan Galaksi, Viola akan membenci Galaksi apapun yang terjadi.
"Sekarang jangan nangis lagi ya."
Viola hanya tertawa sumbang, ia tak mau cengeng tapi mau gimana lagi air matanya terus ngalir.
"Terima kasih sudah menyelamatkan Ibuku dan juga sudah mendonorkan darahmu untuk ibuku pasalnya dalam keluarga kami darah yang sama seperti ibu tidak ada. Aku bersyukur kamu memiliki darah yang sama dengannya," ujarnya dengan tulus.
"Gak apa-apa, selagi aku bisa bantu."
____
Malam harinya, Galaksi yang terbangun dari tidur panjangnya itu duduk dan memegang kepalanya yang berdenyut sakit.
"Argghh sakit sekali," gumamnya.
"Sa-yang."
Deg
Galaksi tak menemukan pacarnya di sampingnya, ia hanya melihat ponsel yang berada di nakas itu.
"Sayang kamu dimana?" teriak Galaksi.
"Oh astaga, apa dia yang membalut lukaku? Yah dia yang membalutnya. Pasti dia sangat marah padaku," gumamnya menatap balutan tangannya itu.
Galaksi mengambil celananya yang ada dilantai itu dan memakainya. Ia mencari Viola keseluruhan area kamar itu tapi nihil ia tak mendapatkan apapun.
"Vio," teriaknya.
Clara yang mendengar teriakan kakaknya itu keluar dari kamar, dan memeluk tubuh kakaknya yang masih telanjang dada.
"Dek kenapa?"
"Kak Vio diusir dari rumah kak, kata Mama dia udah berusaha celakain kakak," ujarnya yang membuat Galaksi meradang dibuatnya.
"Kamu tahu dimana dia dek?" tanyanya dengan suara datarnya.
"Gak tahu, aku sudah menghubungi kak Reno untuk mencari Kak Vio tapi sampai sekarang belum ada kabar," jawabnya dengan tangis.
__ADS_1
Galaksi melepaskan pelukan itu dan berlalu menuju kamarnya. Clara sedih akan perginya sang kakak ipar tapi ia juga bahagia karena kakaknya sudah bisa berjalan.
Galaksi berganti pakaian dan mengambil kunci mobilnya, tak lupa ia mengambil ponselnya pacarnya yang ada di nakas itu dan juga mengunci kamar yang tadi pagi mereka gunakan itu untuk ituan.
Saat melewati ruang keluarga, Mama Audi dan Papa Bara yang melihat Galaksi berjalan itu kaget tapi juga bahagia.
"Galaksi sayang kamu sudah bisa jalan nak?" tanya Mama Audi memeluk tubuh Galaksi.
"Hmm."
"Kamu mau kemana nak? Ini sudah malam," ujar Papa Bara pada putranya.
"Galaksi mau tanya sama mama, kenapa Mama usir Viola dari rumah ini?" tanya Galaksi dingin.
Mama dan papa yang mendengar nada dingin dari Galaksi itu terkejut.
"Kenapa kamu tanya wanita tak tahu diri itu, dia mencoba untuk menjadi Nyonya rumah ini Gal. Dia menjebakmu agar bisa menjadi istrimu. Untung ada Sania yang melaporkan hal ini pada kami," jawab Mama Audi yang membuat Galaksi marah.
"Karena Viola memang calon Nyonya rumah ini mah, dia pacarku. Dia yang sudah merawatku selama aku lumpuh, sedangkan kalian apa?"
"Sayang kamu."
"Aku ingat semuanya, aku sudah menyakitinya Mah. Aku menyakitinya, dan kenapa dengan seenaknya Mama ngusir dia dari rumah ini?"
"Apa karena Sania? Sania mah, coba Mama ingat ingat lagi apa yabg sudah Sania lakukan pada keluarga kita."
Mama Audi yang mendapat pertanyaan itu seketika termenung, tanpa menunggu lama Galaksi keluar tanpa berpamitan pada orang tuanya.
"Gal mau kemana kamu?" teriak Papa Bara tapi tak ditanggapi oleh Galaksi.
"Lihat! Lihat apa yang sudah kamu lakukan pada putra kita Mah."
Mama Audi terdiam, ia menatap kepergian putra dan suaminya yang sudah hilang dari pandangan matanya.
"Apa aku salah? Tapi aku tak mau Galaksi mendapat wanita yang jahat. Apa aku bodoh sudah mempercayai Sania?"
Tanpa sengaja Mama Audi melihat CCTV yang ada di rumah ini, entah kenapa otaknya menjadi bodoh saat ini.
Dengan cepat Mama Audi berlalu menuju tempat dimana ia bisa menemukan jawaban dari apa yang ia pikirkan selama ini. Jika benar Viola tak bersalah ia akan meminta maaf dengan gadis itu karena sudah menyakiti hatinya.
"Sialan, Sania kau sudah menghancurkan kepercayaanku lagi. Maafkan aku Viola," batinnya.
Mama Audi keluar dari ruangan itu dengan langkah lemas, ia berjalan menuju kamarnya dan meminta maaf pada suaminya.
Bersambung
__ADS_1
Lagi capek maaf kalau cerita di bab ini tidak memuaskan🙏