
Happy reading
Setelah pekerjaannya selesai, Galaksi memutuskan untuk pulang walau ini masih jam 5 sore. Ia tiba tiba saja pusing karena pekerjaannya hari ini. Pria itu ingin mendekap dan mencium istrinya sekarang juga, ia merasa rindunya ini sudah tak tertahan.
"Aku pulang dulu. Jika masih ada pekerjaan yang memerlukan aku, kamu kirim saja lewat email," ujar Galaksi pada Reno yang saat ini ada di ruangannya.
"Baik Tuan," jawabnya sopan.
Galaksi yang mendengar itu hanya menepuk pundak Reno.
"Jika seperti ini kamu bisa panggil aku nama, kamu kakak iparku saat ini," ujarnya dengan tegas.
"Hmmm."
"Padahal aku juga ingin pulang cepat, aku ingin bertanya bagaimana keadaan Aulia saat ini," batinnya menatap punggung bosnya.
Reno mengambil ponselnya dan menghubungi sang istri yang masih berada di rumah sakit. Aulia masih memiliki kontrak kerja di rumah sakit itu jadi ia tak bisa melarangnya, padahal tanpa Aulia bekerjapun ia mampu menafkahi istrinya itu bahkan anak anaknya nanti.
***
Sedangkan Galaksi yang sedang mengendarai mobilnya itu tiba tiba menghentikan mobilnya saat mencium aroma aneh dari pinggir jalan itu.
"Kenapa aromanya sangat aneh, tapi ini cukup wangi dihidungku," gumamnya menatap ke sebuah warung yang tak pernah ia datangi sebelumnya.
Galaksi yang dulu sangat anti dengan yang namanya pinggir jalan menjadi terbiasa karena Viola itu sering sekali mengajaknya untuk kencan atau jalan jalan mencari makanan dipinggir jalan. Seperti sate, bakso, mie ayam, pentol, seblak, batagor, bahkan sampai makanan yang sangat ia hindari yaitu seafood.
Ia keluar dari mobil itu dan berjalan menuju warung itu, tiba-tiba perutnya ingin sekali memakan makanan yang sedang dimasak itu. Padahal ia tak tahu apa itu, bau yang aneh tapi wangi dihidungnya membuatnya bingung.
"Itu apa ya pak?" tanya Galaksi pada pembeli disana.
"Oh itu jengkol Mas, semur jengkol. Rasanya enak saya aja sampai nambah," ujarnya dengan memakan semur jengkol pesanannya.
"Jengkol? Semur jengkol? Apa semacam semur ayam?" tanya Galaksi dengan bodohnya.
"Iya hampir sama, tapi ini lebih enak untuk saya," jawab bapak itu dengan terkekeh.
Setelah mendapatkan pertimbangan yang akurat akhirnya Galaksi memutuskan untuk memesan satu porsi semur jengkol dengan rasa orisinal.
"Selamat menikmati Mas ganteng," ucap sang istru penjual pada Galaksi. Jarang jarang mereka mendapat pembeli yang ganteng seperti Galaksi.
"Terima kasih," ucapnya datar. Ibu itu hanya tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
"Ibu balik jangan godain pembeli Bapak," teriak sang suami yang masih fokus pada semurnya.
"Ya Allah pak, jarang jarang ada yang ganteng kayak Mas ini? Mau gak ya pak sama anak kita?" tanya Ibu itu tanpa malu.
"Mana mau bu, mau dikasih makan ana Mas ini?Lagian ibu ada ada aja sih," ujarnya dengan nada yang terdengar biasa.
"Maaf bu, saya sudah punya istri," jawab Galaksi yang sepertinya tahu apa yang mereka bicarakan.
Sontak saja jawaban Galaksi membuat mereka yang ada disana tertawa dengan kencang. Sedangkan Ibu hanya mrengut.
"Halah Mas, nanti kalau nikah sama anak saya. Saya kasih jengkol gratis buat Mas," ucapnya dengan senyum. Tampaknya Ibu itu belum menyerah.
"Maaf bu, saya sangat mencintai istri saya. Apalagi sekarang dia sedang mengandung," jawab Galaksi tanpa raut wajah yang ramah.
Akhirnya Ibu itu menyerah dan membiarkan pembelinya makan dengan tenang. Walau bagaimanapun anaknya juga belum mau menikah karena masih kelas 2 SMP.
Galaksi yang sudah lapar itu langsung melahap sepiring nasi dengan jengkol itu. Rasanya memang enak dimulutnya, tak kalah dengan ayam yang ada di mansion. Tapi tetap enak makanan istrinya, baginya masakan sang istri yang paling enak.
"Apa aku harus membawa pulang makanan ini? Tapi aku tak mau Viola memakan makanan yang kurang gizi. Sebaiknya aku makan disini saja," batin Galaksi menghabiskan makan sorenya dengan jengkol itu.
Setelah selesai makan, Galaksi membayar makanan itu dan kembali melanjutkan perjalanan menuju mansion. Setelah perutnya kenyang ia ingin cepat memeluk istri cantiknya dengan erat.
Viola yang memang ada di dekat air mancung itu melihat suaminya langsung menghampirinya.
"Kok udah pulang? Masih jam 6 loh," tanya Viola mengecup rahang suaminya dengan lembut.
"Mau peluk istri cantikku ini," jawabnya dengan senyum.
"Kenapa magrib magrib ada di luar hmmm? Angin sore gak terlalu baik buat ibu hamil sayang," ujarnya dengan khawatir. Apalagi Viola hanya memakai baju dengan bahan tipis.
"Lagi pengen lihat ikan ikan ini aja," jawabnya dengan senyum. Tapi sepertinya ia mencium sesuatu yang tidak asing.
"Kamu habis makan jengkol ya?" tanya Viola menjauhkan diri dari suaminya.
"Heem, ternyata rasanya enak. Aku menyukainya," jawab Galaksi dengan senyum.
"Cepat gosok gigi sana, aku gak mau mulut kamu bau jengkol. Awas aja kalau masih bau aku gak mau tidur sama kamu," ancamnya berlalu menuju mansion meninggalkan Galaksi di luar sendiri.
"Kenapa dia jadi seperti itu?" tanya Galaksi dengan bingung.
Ia mulai mencium aroma mulutnya dan ternyata baunya sangat tak enak. Pantas saja Viola sampai seperti itu.
__ADS_1
"Tapi rasanya enak kok, kenapa baunya seperti ini?" tanyanya lagi.
Galaksi langsung masuk dan menuju kamarnya agar bisa cepat mandi dan menggosok giginya. Sedangkan Viola sedang berada di dapur membuat jus lemon untuk Galaksi.
"Dasar suami, bisa bisanya makan makanan bau itu."
Viola masih teringat saat dulu saat MOS di SMA ia dapat hukuman untuk memakan jengkol, walau rasanya enak tapi ia trauma akan baunya yang tak mau hilang berhari hari. Pernah ia dijauhi teman temannya karena hal itu, dan itu adalah hal yang memalukan.
Setelah selesai membuat minuman untuk Galaksi, Viola berlalu menuju lift yang akan mengantarkannya ke kamar.
Ting
"Astaga Oma, Opa, Viola kaget," ucap Viola saat melihat Oma dan Opa keluar dari lift.
"Maaf sayang, kamu bawa apa itu?" tanya Oma pada cucunya.
"Air lemon Oma buat Mas Galaksi," jawabnya dengan senyum.
Mereka mengangguk tanpa bertanya lebih, kemudian Viola masuk kedalam lift danenekan lantai kamarnya.
Sampainya di kamar ia meletakkan gelas itu di nakas dan menyiapkan pakaian sang suami.
Ceklek
Galaksi keluar dari kamar mandi dan berjalan kearah sang istri.
"Sayang masih bau gak?" tanya Galaksi pada istrinya.
"Sedikit, tapi aku udah buat jus lemon. Supaya baunya gak nyebar, semoga aja bisa hilang," ujarnya memberikan pakaian suaminya.
Tanpa malu Galaksi memakai pakaiannya di depan Viola dan mulai meminum minuman asam itu demi istrinya. Atau bisa dibilang demi sang istri agar tak mengusirnya daripada karena bau.
"Asam sayang, aku gak suka," ujarnya setelah menghabiskan setengah gelas minuman itu.
"Minum atau tidur di luar?" ancamnya.
Hingga Mau tak mau Galaksi harus menghabiskan minuman itu.
Bersambung
Padahal jengkol itu enak loh.
__ADS_1