
Happy reading
Sania berjalan keluar dari rumah dengan marah, bahkan banyak yang mengira Sania adalah orang gila.
"Viola brengsek!! Lihat aja Viola, Galaksi. Gue berjanji akan membuat hidup kalian hancur sebagaimana kalian menghancurkan hidup gue dan keluarga gue. Aku bersumpah!!"
Sumpah itu terlontar dari bibir Sania yang setengah frustasi karena kehidupannya yang sekarang. Orang tuanya menyalahkannya, tak ada satu teman dari dunia modelnya yang membantunya. Bahkan lelaki yang selalu ia beri kepuasan itu hilang bagai ditelan bumi.
Di malam yang ramai itu membuat Sania bagai orang gila, berteriak tak jelas dan melemparkan benda yang ada disana.
Beralih dari Sania yang gila di desa kumuh itu.
Pagi harinya semua orang sudah mulai dengan aktivitasnya masing masing. Tadi malam Reno pulang sekitar pukul 12 lebih sedikit, karena harus mengantarkan Aulia dulu ke rumahnya.
Di kantor, Galaksi mulai memikirkan cara yang diberikan Mama Audi tadi malam. Tak ada salahnya untuk dilakukan, karena ia pun sedikit was was ada janin di perut Viola jadi ia membuat ia terpaksa melakukan ini.
"Ren," panggil Galaksi saat ia melewati ruangan sekretaris sekaligus asistennya itu. Tak ada alasan untuk Reno menolak jabatan yang selalu diidamkan oleh setiap orang di perusahaan besar itu.
"Ya Tuan?" Reno menghentikan pekerjaannya dan menatap atasannya.
"Apa hari ini Viola ada di rumah?" tanya Galaksi.
"Ada, kenapa ya Tuan?" tanya Reno.
"Mau ajak jalan habis itu nikah," jawabnya santai hingga membuat Reno menatap Galaksi dengan tajam.
"Tunggulah sampai hasil tes DNA itu keluar baru kamu boleh menikahinya," ujar Reno tak terlalu formal.
"Berapa lama?" tanya Galaksi.
"4 hari lagi kalau enggak 5 hari lagi," jawabnya dan dianggukkan oleh Galaksi.
"Oke aku akan menunggu 5 hari lagi," jawabnya.
Tanpa permisi Galaksi keluar dari ruangan itu, Reno yang sudah sangat paham akan sikap bosnya itu hanya menggeleng. Bos emang seenaknya begitulah pikir Reno.
Reno kembali mengerjakan tugasnya dengan cepat, Reno sudah sangat terlatih untuk ini. Bekerja selama 5 tahun di Ryano Group membuatnya paham akan semua yang harus ia kerjakan. Bahkan Reno adalah orang ke tiga yang perlu di segani di perusahaan Ryano. Selain Galaksi dan Papa Bara.
Tak terasa jam sudah menujukkan pukul setengah 6 sore, seperti biasa ia akan pulang lebih awal daripada Reno dan melimpahkan sisa pekerjaannya pada sekretarisnya itu.
__ADS_1
Reno yang mendapat tugas-tugas hanya bisa menghela nafasnya panjang. Jika begini terus ia akan sangat jarang mendapat waktu untuk Aulia.
Galaksi melajukan mobilnya menuju rumah Reno, sebelumnya ia sudah memberitahukan pada Viola bahwa ia akan datang ke rumah.
Setelah sampai di rumah Reno, ia keluar dari mengetuk pintu rumah itu. Setelah dibukakan pintu oleh Bibi, Galaksi masuk dan melihat pacarnya sedang duduk bersama Ibu Lana di ruang tamu itu.
"Ibu..." Galaksi menyalami Ibu Lana.
"Nak Gala ya," ujarnya membalas selaman Galaksi.
"Iya Tante, saya mau izin buat ngajak Viola keluar boleh tidak tan?" tanya Galaksi pada Ibu Lana.
Mendengus ada seseorang yang ingin mengajak putrinya keluar membuat Ibu Lana khawatir. Trauma akan kehilangan Tiara membuat Ibu Lana was was.
Seakan tahu Apa yang ada dipikiran Ibu Lana, Galaksi langsung meyakinkan jika ia akan membawa pulang Viola sebelum pukul 10 malam, dan akhirnya hal itu disetujui oleh Ibu Lana walau harus menunggu Ayah Sandi pulang kerja.
Seraya menunggu Ayah Sandi, Viola naik ke kamarnya anda berganti pakaian. Tak mungkin ia jalan memakai pakaian sederhana seperti ini. Apalagi yang menjadi teman jalannya adalah seorang Galaksi Ryano lagi, seorang direktur utama di perusahaan Ryano Group. Dan pewaris kekayaan itu, tentu Viola tak akan mempermalukan dirinya dan juga Galaksi.
Setelah Ayah Sandi pulang, mereka berdua pamit pada orang tua itu.
"Yah, gimana kalau Tiara hilang lagi?" tanya Ibu Lana.
"Ayah kenal sama Nak Galaksi kok Bu, jadi jangan khawatir ya. Nak Galaksi orangnya baik, dia sangat cinta dengan Tiara," ujarnya mengelus punggung sang istri.
"Iya Bu, dah yuk masuk. Anginnya dingin, Ayah pingin diangetin," ajak Ayah Sandi memeluk pinggang Ibu Lana.
"Mau Ibu buatin teh hangat aja bir hangat," tawarnya pada suaminya.
"Mau pakai tubuh Ibu aja," jawabnya tersenyum mesum.
Yah setelah bertahun-tahun akhirnya Ayah Sandi bisa menikmati tubuh dan pelukan hangat istrinya lagi.
Disisi lain, Viola yang sudah ada di mobil itu menatap Galaksi dengan tanya seolah bertanya akan kemana kita?
"Mau kemana?"
"Suatu tempat," jawabnya dengan santai.
"Ya kan ada namanya By," ujar Viola dengan penasaran.
__ADS_1
"Nanti kamu juga tahu sayang," jawabnya mengecup punggung tangan Viola.
"Manut kalau begitu," balas Viola memeluk lengan Galaksi hingga dada itu menempel pada lengan Galaksi.
"Jadi gemes sama dadamu deh yank, kenyal, empuk, enak gimana gitu," ucap Galaksi tanpa filter.
"Kamu mau?" tanya Viola menggoda Galaksi.
"Mau."
"Kalau udah sah!"
Galaksi yang mendengar itu langsung cemberut, ia sangat gemas dengan pacarnya ini hingga membuatnya memeluk tubuh Viola.
Mobil yang di kendarai Galaksi masuk ke sebuah kawasan elit yang dimana ternyata itu adalah hotel bintang lima. Dalam pikiran Viola kenapa pacarnya mengajak ke hotel apa ada sesuatu yang tak ia ketahui atau pacarnya ini ingin berbuat sesuatu.
"Kenapa ke hotel?" tanya Viola dengan takut.
"Udah jangan banyak tanya, yuk," ajaknya yang membuat Viola tak tahu harus apa.
Galaksi keluar dari mobil dan memutari mobil itu untuk membuka pintu mobilnya. Viola yang di perlakukan bak seorang putri itu hanya bisa menahan senyumnya.
Galaksi membawa sang pacar untuk chek in, ia mengambil kunci kamar yang ada di resepsionis hotel itu.
"Kamu udah siapin ini sebelumnya?" tanya Viola yang mulai takut akan hal ini. Galaksi tak pernah mengajaknya ke hotel seperti ini apalagi berdua..
"Cuma buat kamu," ucapnya menggengam tangan Viola dan akhirnya lift itu sampai di lantai atas.
Galaksi menggendong tubuh Viola yang makin seksih itu dengan cepat membuat Viola memekik karena kaget.
"By, turunin aku bisa kalangan sendiri," ucapnya mengalungkan tangannya di leher Galaksi agar tak jatuh.
"Udah sayang ini hampir sampai kamar kok," ujarnya dengan senyum seraya mengecup bibir pink itu.
Akhirnya mereka sampai dikamar, Galaksi menurunkan Viola di ranjang itu dan mengunci pintu kamar itu.
Galaksi membuka jasnya dan dasi yang seharian ini mencekik lehernya itu lalu di buang begitu saja.
Galaksi mengambil benda yang ada di jas itu dan berlutut di bawah Viola. Galaksi membuka benda bludru itu.
__ADS_1
"Ayo menikah...."
Bersambung