
Happy reading
Setelah ajakan Galaksi di pesta saat itu, akhirnya terwujud juga. Dengan segala bujukan dari Galaksi akhirnya Viola mau bulan madu tapi anak anak harus diajak.
Sempat Galaksi menolak syarat dari sang istri, tapi hal itu malah membuat Viola menolak ajakan suaminya untuk bulan madu.
Dua hari setelah pernikahan Clara dan Satya, keluarga kecil itu melakukan liburan keluarga ke bali. Destinasi wisata yang sangat indah di pulau Dewata itu menjadi objek tujuan keluarga kecil mereka.
Lain lagi dengan Clara dan Satya yang ber honeymoon ke korea. Tempat yang selalu menjadi idaman Clara sejak dulu.
Sedangkan Nana dan Ilham memutuskan untuk ke Aceh, sekaligus mengunjungi keluarga Ayah Ilham yang masih ada di Aceh.
***
"Yank, kalau begini caranya kita gak bisa program buat adik Raya dong," ucap Galaksi bermanja di atas paha Biola seraya mengamati anak anaknya yang bermain di dalam kamar hotel.
"Sabar, Mas. Lagipula aku belum siap buat hamil lagi. Emang Mas mau anak berapa sih dari aku?" tanya Viola pada suaminya seraya mengelus rambut tebal sang suami.
"Banyak, Yank. Selagi aku bisa dan kamu masih mampu buat hamil lagi," jawabnya menggenggam tangan Viola kemudian mengecupnya.
"Lahiran itu sakit loh, Mas. Aku harus bertaruh nyawa. Mas gak kasihan sama anak anak kalau aku kenapa napa saat melahirkan? Bukan aku tak ingin memiliki anak lagi, tapi saat aku mengingat rasa sakit yang aku rasakan saat melahirkan Raya dulu membuatku seraya difase saat setelah melahirkan si kembar," ucap Viola menghapus air matanya yang akan jatuh.
Galaksi yang mendengar itu langsung merasa bersalah, bukan ia memaksa sang istri untuk memiliki anak lagi. Ia juga tak mau kehilangan istrinya yang sudah banyak berjuang selama ini.
"Maafkan aku sayang, aku salah."
Galaksi memeluk perut istrinya dengan erat, sedangkan Viola hanya tersenyum dengan lembut kemudian mengecup pucuk kepala suaminya.
"Aku gak apa-apa kalau hamil lagi, tapi gak secepat itu. Aku tahu kamu sangat menginginkan rumah besar itu ramai kan?" tanya Viola seakan tahu apa yang ada dipikirin sang suami.
"Heem."
Karena dulu mereka hanya berdua dengan adiknya saja di rumah besar itu membuat rumah yang besar itu menjadi sepi. Hingga ia ingin rumah itu hidup dengan canda dan tawa dari anak anaknya yang akan membuat suasana rumah jadi lebih nyaman.
__ADS_1
"Tiga udah cukup?" tanya Viola pada suaminya.
"Belum."
"Ya sudah nanti kita pikirkan lagi, tapi untuk saat ini belum dulu ya," ujarnya dengan senyum manisnya kemudian mengecup kening dan hidung suaminya.
"Mom, lapar."
"Kakak juga lapar Mom," timpal Bisma.
Mendengar ucapan dari kedua buah hatinya itu langsung membuat Galaksi menyuruh salah satu staf membawakan makanan untuk keluarga mereka.
"Raya, juga mau minum nak?" tanya Viola pada putrinya yang tampak lelah di pelukannya.
"Cuu," tangan kecil Raya mulai memegang dada Viola yang masih saja kencang seperti dulu.
Viola tersenyum dan mengecup hidung putrinya, walaupun anak perempuannya ini terlihat nakal tapi Viola sangat menyayanginya.
Wanita itu mulai membuka kancing atas bajunya hingga keluarlah satu benda yang selalumenjadi idola anak-anaknya.
Raya yang melihat Daddynya jahil itu mulai menatap wajah Galaksi dengan tajam. Raya tak suka jika kesenangannya meminum susu diganggu oleh siapapun.
"Hahaha, masih kekeuh minta anak lagi?" tanya Viola menatap suaminya dengan lembut.
Galaksi menatap istri yang sedang meledeknya itu, ia teringat saat Viola mengandung Raya dulu.
Dimana Viola sangat suka menjahili Galaksi, bahkan mengidam yang sangat aneh dan susah untuk di dapatkan.
Pernah beberapa kali, Viola menyuruh Galaksi untuk tidur di luar sedangkan Viola bersama dua putranya tidur di kamar katanya bau.
Ternyata anaknya yang memiliki sifat itu, walau Raya sangat nurut apa katanya. Tapi tak menutup kemungkinan bocah kecil sangat menyayangi Mommynya. Raya ataupun si kembar akan sangat marah jika Daddynya itu membuat Mommy mereka menangis.
"Tunggu sampai anak anak gak manja lagi lagi sama kamu," jawabnya dengan lemas.
__ADS_1
Ia juga cemburu saat istrinya dikuasai anak anaknya seperti saat ini. Tapi ia juga ingin memiliki banyak anak, salahkah Galaksi.
Tak menunggu lama, makanan yang dipesan Galaksi datang. Pria itu berdiri dan mengambil makanan dari staf hotel itu.
"Makanannya datang, sini yuk makan," ajak Galaksi meletakkan makanan itu di meja.
Anak anak yang melihat makanan. Mereka sudah datang itu langsung berjalan menuju meja. Begitupun dengan Viola.
"Raya, bobok ya sayang. Kamu belum tidur loh dari tadi," ucap Viola mengecup kening putrinya dengan lembut.
Dan benar saja tak menunggu lama, Raya sudah terlelap dengan nyamannya tapi gadis kecil itu masih menyusu.
"Udah gak apa-apa, aku suapin sini," ucap Galaksi mengambilkan makanan untuk sang istri dan menyuapinya.
"Emm, aku letakkan adil di ranjang dulu ya, Mas. Sayang kalian makananmu aja gak apa-apa," jawabnya dengan senyum manisnya.
Viola berlalu menuju kasur dan menidurkan sang putri di kasur empuk itu. Tak luapan guling disebelah kanan dan kirinya.
"Bobo yang nyenyak ya sayang," bisiknya kembali mengecup kening putri.
Dan Viola kembali ke tempat makan tadi, dan tiba tiba Viola terhenti saat melihat putra putranya makan dengan lahap tanpa bantuan dari Galaksi dan Viola. Kenapa ia baru sadar.
"Makanannya enak sayang?" tanya Viola pada Bima dan Bisma.
"Enak kok, Mom. Walau masih enak masakan Mommy," jawab Bima dan diangguki oleh Bisma.
"Masakan Mommy memang tak ada yang bisa lawan, Bang."
"Ya sudah pulang dari Bali, Mommy akan masakkan makanan kesukaan kalian semua," ucap Viola dengan senyum manisnya.
"Asikk makan masakan Mommy, thank you Mom."
"You are wellcome, twins."
__ADS_1
Galaksi yang melihat kebahagiaan kedai buah hatinya itu tersenyum. Tak ada yang lebih indah daripada melihat orang orang yang ia sayangi senang. Dan hal yang paling ia banggakan adalah istrinya, Viola adalah istri yang pengertian, sekalipun tak pernah menuntut ia untuk menjadi seperti yang Viola mau.
Mereka selalu berunding jika ingin memutuskan sesuatu.