
Happy reading
Setelah makanannya siap, Viola dan Bibi Eni memanggil para Nyonya dan Tuan di rumah itu.
Mereka semua turun, Galaksi dan Reno juga sudah rapi dengan pakaian kantornya. Tak lupa juga Ayah Sandi yang sudah tampan dengan jas hitam yang ia pakai.
"Padahal ada Bibi loh, jadi kamu gak perlu masak," ujar Reno yang membuat Viola tak enak.
"Gak apa-apa kakak, udah biasa. Lagian Vio gak ngapa ngapain lagi, lebih baik bantu Bibi kan," jawab Viola mengambilkan makanan untuk pacarnya.
"Makasih pacar." Viola mengangguk, ternyata perilaku Viola di amati oleh Bu Lana.
"Kalian ada hubungan?" tanya Bu Lana yang membuat Viola dan Galaksi saling tatap.
"Emm, ada Bu. Kita udah pacaran 2 tahun lebih," jawab Viola.
"Hmm ternyata Tiara nya Ibu sudah besar ya, udah punya calon saja. Siapa namanya nak?" tanya Bu Lana menatap Galaksi.
"Galaksi, Bu," jawab Galaksi dengan senyum.
"Ibu titip putri ibu ya, tolong jaga dan sayangi dia. Ibu gak mau dia hilang lagi," ucap Bu Lana dengan serius. Galaksi mengangguk tak kalah tegasnya, ia hanya memikirkan bagaimana nanti orang tuanya. Mendapat restu dari orang tuanya, pikirnya tak mudah.
"Kenapa aku semakin yakin jika Viola adalah anak Ayah Sandi dan Bu Lana ya. Melihat tatapan Bu Lana pada Viola sangat lembut seperti anaknya sendiri," batin Galaksi menatap Bu Lana yang menatap Viola dengan tatapan hangatnya.
Sarapan mereka berlangsung nikmat, sedikit cendaan di meja makan itu membuat suasana lebih hidup. Galaksi jadi merindukan adik kesayangannya di rumah.
"Apa aku jemput Clara saja ya nanti, aku merindukannya," batin Galaksi.
Setelah selesai sarapan, mereka semua berlalu menuju kantor masing masing. Viola mengantarkan para laki laki sampai depan pintu. Ayah Sandi dan Reno yang sudah masuk mobil masing masing itu menyisakan Galaksi dan Viola disana.
"Udah kayak suami istri yank, kamu antar aku sampai depan pintu gini," ujar Galaksi memeluk tubuh pacarnya.
"Nanti juga kesampaian jika kita berjodoh. Tiap hari malah."
"Mungkin malam ini aku gak bisa menginap disini lagi sayang, aku rindu dengan Clara. Gak apa-apa kan?" tanya Galaksi.
"Gak apa-apa lagian aku juga gak suruh kamu buat ikut aku kan!!"
Galaksi mengangguk, ia mengelus rambut pacarnya dan mencabut sedikit rambut pacarnya.
__ADS_1
"Sakit By, kenapa dicabut?" tanya Viola memegang kepalanya yang agak sakit.
"Ada daun sayang eh malah kepleset," jawab Galaksi dengan dusta.
Cups
Cups
"Aku berangkat dulu ya, kamu baik baik di rumah."
Galaksi mengecup kening dan bibir Viola dengan lembut yang memuat wanita itu tertawa singkat. Ia rindu semua ini.
"Hahaha iya iya aku baik kok."
Galaksi pamit dan berjalan menuju mobilnya, disana sudah ada Reno yang stay di depan.
"Nih."
"Apaan?"
"Rambut pacar gue , gue yakin deh Viola itu adik lu," ucapnya memberikan berberapa helai rambut itu.
"Hmm."
Reno meletakkan rambut itu di plastik kecil dan menyimpannya. Reno mulai menjalankan mobil itu meninggalkan area rumahnya dengan senang. Setelah pulang kantor nanti ia akan mengecek rambut Viola dan Ibunya sekaligus mengajak Aulia untuk ke rumah nanti.
Di rumah, Viola kembali masuk dan berjalan menuju Bu Lana yang saat ini ada di depan televisi. Wanita itu membawa album foto yang terdapat banyak sekali kenangan mereka waktu kecil.
"Ibu lagi ngapain?" tanya Viola pada Bu Lana.
"Lagi lihat foto-foto kamu waktu kecil. Lucu deh, sini lihat," ucapnya yang membuat Viola mendekat kearah sang Ibu.
"Ini adalah foto Tiara dan Reno dari bayi, lihatlah dirimu yang hanya memakai pampers."
Viola tertawa melihat lucunya anak anak di dalam foto itu. Lembar demi lembar dibuka hingga di lembar terakhir memperlihatkan foto dua anak kecil dan orang tuanya. Itu adalah foto Tiara, Reno, Ayah, dan Ibu.
Viola jadi ingat ia tak memiliki foto bayi bahkan fotonya yang ada hanya dari umur 7 tahun. Foto ulang tahun yang ke 6 juga belum ada. Dimana miskinnya mereka dulu.
"Andai aku memiliki foto masa kecil, bahkan bayi. Pasti akan imut," batin Viola menatap foto foto itu.
__ADS_1
"Kamu hilang dengan boneka barbie hadiah dari Reno nak, tapi Ibu bersyukur kamu sudah kembali," ujar Ibu Lana memeluk Viola.
"Bagaimana jika ibu tahu aku bukan Tiara," batin Viola membalas pelukan hangat itu.
Setelah puas melihat foto foto itu, mereka berjalan menuju halaman. Melatih kembali otot otot kaki Ibu Lana karena kecelakaan kemarin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tak terasa hari sudah sore, jam sudah menujukkan pukul 3 sore hari. Galaksi yang mengingat ingin menjemput adiknya itu terpaksa izin pulang terlebih dahulu.
Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, seraya menikmati sorenya pulang kantor. Galaksi tahu jika hari ini adiknya ada ekstrakurikuler hingga membuatnya pulang lambat dari biasanya.
Sampainya di sekolah Clara, ia tak melihat adiknya di pos satpam. Biasanya adiknya itu ada di pos satpam jika menunggu sopir atau dia.
"Permisi Pak, apa Clara sudah di jemput ya?" tanya Galaksi pada pak satpam.
"Non Clara belum keluar pak, kan hari ini ada ekstra. Tapi tadi ada sebagian siswa yang sudah keluar kok pak," jawabnya dengan ramah.
"Saya boleh masuk pak? Mau lihat adik saya," pinta Galaksi dan dianggukkan oleh sang satpam.
Galaksi membawa mobilnya masuk ke dalam sekolah itu dan keluar untuk mencari keberadaan adiknya.
Para siswi yang belum pulang dan melihat Galaksi itu terpesona bahkan dengan terang terangan ada yang ingin meminta foto dan no ponsel.
Tapi Galaksi hanya cuek menanggapi bocah bocah baru gede itu, baginya tak ada yang lebih menarik daripada Viola di hatinya dan itu berlaku untuk selamanya.
"Kalian ada yang lihat Clara?" tanya Galaksi pada salah satu wanita disana.
"Biasanya sih dia di kelas, tapi pas ekstra biasanya ada di bangku lapangan," jawab wanita itu sedikit gugup.
Tanpa mengucapkan terima kasih, Galaksi berlalu menuju kelas 12 MIPA 2 tapi disana tak ada siapapun. Pintu kelasnya juga sudah di kunci jadi adiknya itu ada di lapangan.
Dengan cepat Galaksi berlalu ke lapangan yang ada di sekolah itu, kenapa Galaksi tak kesusahan mencari keberadaan Clara di sekolah besar itu? Karena sekolah ini juga sekolahnya dulu begitupun dengan Reno dan Viola hanya saja beda angkatan.
Sampainya di lapangan Galaksi dibuat meradang dengan apa yang di lihatnya saat ini.
"STOP!"
Bersambung
__ADS_1
Ada apa kira kira? Entahlah Tya juga gak tahu. Kita lihat bab selanjutnya.