Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Bersepeda


__ADS_3

Happy reading


Tak terasa jam sudah menujukkan pukul setengah lima sore. Dan Viola juga sudah sempat tertidur setengah jam di atas dada suaminya. Yah, setelah mendapat gendongan gratis dari suaminya tadi Viola langsung saja terlelap dengan nyamannya dalam gendongan suaminya. Hingga akhirnya Galaksi pun ikut tertidur bersama sang istri.


Seperti yang di janjikan Galaksi tadi siang, sore ini setelah mandi mereka akan bersepeda sekitar mansion ini. Tapi lagi lagi Viola dibuat kesal dengan Galaksi yang sangat lelet.


"Ayo Mas, kamu nih lama deh," rengek Viola pada suaminya yang masih saja berbaring di atas kasur.


"Nunggu kamu lama yank, jadi aku baring deh. Dah yuk kita sepedaan."


Galaksi bangun dari baringannya dan menggandeng tangan Viola menuju garasi.


"Wuuu masih new, pasti sweet kalau kita boncengan," ucap Viola membantu melepaskan plastik yang masih menempel di sepeda baru itu.


"Kalau kamu gak hamil aku bisa bonceng kamu setiap hari. Tapi saat ini kamu sedang mengandung jadi gak bisa sering-sering ya sayang," ucapnya mencoba dulu sepeda itu.


"Gak apa-apa yang penting aku bisa nikmati sore ini sama kamu," jawabnya dengan senyum. Ia tak sabar ingin naik sepeda itu bersama Galaksi.


Galaksi dan Viola keluar dari garasi itu membawa sepeda yang masih baru itu.


"Duduk di depan aku sayang, jangan di belakang," ujar Galaksi pada istrinya.


Sepeda itu memang di desain untuk berdua, di belakang bisa di depan juga bisa.


"Emm oke tapi kalau aku bosen di depan aku pindah ke belakang," ucap Viola seraya duduk di depan suaminya. Tangan Viola mengalung pada leher Galaksi.


"Siap?" tanya Galaksi pada sang istri.


"Siap Mas, yuk jalan," jawabnya dengan senyum.


Galaksi mulai mengayuh sepeda itu sesekali ia mengecup kening Viola yang ada di depannya itu. Ia merasa bagai ABG yang sedang kencan bersama pacarnya dengan menaiki sepeda.

__ADS_1


"Nanti beli sate ya Mas, aku pengen," ujarnya dengan manja.


"Iya sayang, apa sih ya enggak buat kamu. Asal jangan minta suami baru aja," jawabnya dengan tawa.


"Ishh aku gak setega itu ya mau buat Mas frustasi karena aku minta suami baru," ujar Viola menanggapi candaan suaminya.


"Kalau sampai itu terjadi, aku gak akan pernah lepasan kamu. Mas akan kurung kamu di kamar, biar cuma Mas aja yang nikmati wajah, hati dan tubuh kamu."


Viola yang mendengar itu hanya bergidik ngeri, ia tahu suaminya itu tak pernah bermain main dengan ancamannya. Ia pernah ingat saat dimana ada seorang karyawan yang menghadang dulu, Galaksi marah hingga memecat karyawan itu dan mengurung dirinya di apartemen selama seminggu. Untungnya ia cedas jadi tak perlu lama ia menggoda Galaksi untuk membebaskannya.


Tangan Viola terulur untuk mengelus rahang suaminya, wajah tampan sang suami memang tak pernah pudar kadang ia takut akan banyak wanita yang mendekati Galaksi karena wajah suaminya ini.


"Tetap bersamaku dan anak kita ya Mas, aku gak mau kayak yang di novel novel. Suaminya selingkuh saat istrinya udah gak bisa puasin suaminya lagi atau enggak saat suami udah bosan sama istrinya," ujar Viola dengan lembut.


"Korban novel kamu ya, mulai saat ini kamu gak boleh sering sering baca novel yang membuat kamu jadi berfikir negatif tentang aku. Aku gak akan melakukan apa yang dilakukan lelaki bodoh yang ada di novel itu," jawab Galaksi dengan serius.


Galaksi tahu apa yang ada dipikiran sang istri, semakin hari istrinya itu semakin posesif dan cemburuan itu karena faktor kehamilannya. Kenapa ia bisa tahu? Karena ia sudah pernah bertanya pada dokter. Dan hal itu adalah hal biasa bagi wanita hamil.


"Bener."


"Iya sayang, karena aku cinta sama kamu dan Baby. Aku udah bahagia banget sama wanita cantik yang satu ini. Wanita hebat yang saat ini sedang mengandung anak aku," jawabnya dengan senyum manis.


Viola yang mendengar itu langsung tersenyum, lagi lagi ucapan Galaksi bagaikan magic yang membuatnya tersenyum senang.


Viola memeluk perut sang suami hingga membuat orang orang yang melihat itu hanya bisa menggigit jari karena iri menjadi seorang wanita yang sangat disayangi oleh suaminya.


Setelah puas bersepeda, Galaksi menghentikan sepeda itu di taman bunga dan mendudukkan bokong mereka di kursi panjang itu.


Tiba-tiba Galaksi menutup mata Viola hingga membuat wanita itu terkekeh. Kenapa lagi suaminya ini.


Galaksi memetik bunga mawar putih dan meletakkannya di depan wajah Viola. Galaksi mulai melepaskan tangannya dari mata Viola.

__ADS_1


"Setangkai bunga mawar cantik untuk wanita cantik di hidup aku," ucap Galaksi.


"Wahh kamu ambil dimana ini bunga?" tanya Viola menerima bunga itu.


Bukannya berterima kasih atau terharu akan apa yang dilakukan Galaksi tapi wanita hamil itu malah tertawa melihat tangkai yang baru saja dipetik itu. Mungkin bagi orang lain itu sweet tapi untuknya itu berbeda.


"Sayang, kamu mah gitu. Harusnya kamu bilang makasih atau terharu karena ucapan aku yang romantis tadi. Bukannya nanya aku petik ini bunga dimana. Kamu kalau diajak romantis gak paham yank, " ujar Galaksi dengan cemberut. Niatnya ingin ber romantis ria dengan istrinya walau dengan bunga yang ia petik di taman itu.


"Ulululu suaminya Vio ngambek ya, iya iya Mas. Violet makasih banget karena Mas udah bersikap romantis sama Viola. Tapi jangan petik bunga sembarangan ya Mas," ucap Viola mengecup rahang suaminya dengan lembut.


"Hmmm."


Akhirnya mereka menikmati sore menjelang malam itu di sana, walau sudah banyak yang pulang karena malam.


"Minggu depan kamu periksa lagi kan yank?" tanya Galaksi seraya mengelus perut Viola.


"Iya Mas, kenapa?" tanya Viola pada suaminya. Tangan wanita itu mengelus pipi suaminya yang kini bersandar di bahunya.


"Gak apa-apa cuma tanya, biar Mas gak lupa aja," jawabnya menatap istrinya yang juga menatapnya.


Tatapan mereka saling beradu, hingga sadar atau tidak jika bibir keduanya sudah menempel dengan lembutnya. Mata Viola terpejam, ia menikmati ciuman lembut suaminya itu apalagi cuaca sore itu mulai mendingin.


Setelah beberapa saat ciuman itu terlepas, Galaksi mengusap bibir istrinya yang mulai membengkak itu dengan lembut.


Galaksi melepas jaket tebal miliknya dan memakaikan ke tubuh Viola agar istrinya itu tak kedinginan. Apalagi Viola sedang hamil, dan angin sore ini sangat dingin baginya. Tak apa dirinya dingin yang penting istrinya itu hangat.


"Kita cari sate ya yank, di makan di tempat aja ya," ajaknya dan dianggap oleh Viola.


Mereka berjalan kembali mencari sate kelinci yang diinginkan Viola, kini posisi Viola ada di belakang dengan memeluk perut suaminya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2