
Happy reading
"Sayang sudah jangan marah lagi," ujar Galaksi menggenggam tangan Viola.
"Aku tak marah, buat apa aku marah. Apa hak ku? Toh itu juga uangmu," ujarnya dengan ketus.
"Sayang.... Aku melakukan ini juga untuk kamu. Mulai saat kita pacaran, uangku adalah uangmu. Kamu juga berhak atas aku."
Galaksi masih saja mencoba merayu Viola, Viola tak marah atas apa yang dilakukan pacarnya itu tapi ia hanya tak suka sifat Galaksi yang dengan mudahnya membeli sesuatu dengan seenak jidat. Uang 50 juta itu bukan uang yang sedikit, baginya uang 50 juta itu sangat amat banyak.
"Aku tak mau, kamu membuang uang 50 juta hanya untuk aku."
"Iya sayang, tapi jika bukan untuk kamu. Uangku juga tak akan habis," jawabnya dengan santai.
"Terserahmu!"
Galaksi yang tak kehabisan ide itu mulai menghentikan mobilnya dan melepas sabuk pengamannya.
Pria itu menarik tengkuk leher Viola dan mencium bibir Viola dengan lembut. Ciuman yang tadinya hanya untuk membuat Viola tak marah itu malah berganti menjadi luma tan yang semakin menuntut. Galaksi senang walau tadi Viola marah, kini wanita itu juga ikut membalas ciumannya.
Setelah beberapa saat ciuman itu terlepas, Galaksi yang merasa puas itu mengecup singkat bibir Viola dan mengusap bibir basah Viola dengan ibu jadinya.
"Sudah jangan marah, aku cinta sama kamu. Titik gak pakek koma," ujarnya yang membuat Viola tersenyum malu. Pacarnya itu selalu saja bisa membuat dirinya salting dan akhirnya baikan.
"Yang tadi marah marah gak jelas sekarang malah salting, calon istri siapa nih," goda Galaksi mencolek dagu Viola seperti jamet menggoda mangsa.
"Apaan sih Gal, jangan colek colek deh."
"Kayak lagunya Ayu Ting Ting yank," ucap Galaksi masih asik menggoda Viola.
Viola tak menjawab, ia masih malu. Sedangkan Galaksi hanya tertawa melihat sikap pacarnya yang malu malu kucing. Galaksi menjalankan mobilnya menuju rumahnya. Di perjalanan Galaksi tak ada hentinya untuk menggoda Viola.
Hingga akhirnya mereka sampai di rumah besar itu pada pukul 5 sore. Viola yang kembali melihat rumah besar itu menatap Galaksi dengan takut.
"Jangan takut, Mama dan Papa udah jinak," ucap Galaksi melepaskan sabuk pengamannya dan sabuk pengaman Viola.
"Bener ya!"
"Iya sayang, yuk keluar," ajaknya.
__ADS_1
Galaksi keluar dari mobil itu membukakan pintu mobil untuk Viola. Mereka berjalan beriringan menuju pintu utama rumah itu.
"By gimana nanti? Gue harus gimana?" tanya Viola pada Galaksi.
"Jadi diri kamu sendiri, intinya jangan mau ditindas," ujarnya dengan senyum mrmberi kekuatan untuk Viola.
Kenapa pacarnya jadi gugup seperti ini padahal kan sudah pernah ketemu orang tuanya sebelumnya.
Galaksi masuk dan menyuruh Viola untuk duduk di sofa dulu. Ia akan ke kamar dulu karena badannya sudah lengket ingin segera menyentuh air.
"Duh gimana nih, gue mesti gimana?" tanya Viola gugup. Bahkan ia sudah berkeringat dingin disana.
Tanpa sengaja ada seorang pelayan yang melihat Viola duduk di sofa itu. Dia menghampiri Viola dengan angkuhnya.
"Eh pelayan gak tahu diri!! Kenapa lu balik ke rumah ini lagi? Apa lu mau goda Tuan Galaksi lagi dengan tubuh kotor lu itu?" tanya pelayan itu paan Viola.
"Enggak!"
"Cih, jangan ngelak lu ye. Gue tahu disini lu mau goda Tuan Galaksi lagi dan lu bisa jadi nyonya rumah disini. Cih jangan mengharap, gue gak sudi punya majikan kek lu," ucapnya dengan kasar.
Viola yang dasarnya bodo amat itu hanya dia mendengarkan ocehan tak berguna dari pelayan ini. Viola tahu pelayan yang satu ini tak suka padanya dari dia bekerja sebagai pelayan pribadi Galaksi yang notabene adalah pacarnya sendiri.
"Ada apa ini?" tanya seseorang dari belakang mereka.
Dia adalah Mama Audi yang turun bersama Papa Bara karena suruhan Galaksi tadi. Dan sampainya mereka di depan lift mereka berdua melihat Viola dan pelayan lama mereka sedang berbicara disana.
"Ini Tuan, Nyonya... Wanita yang dulu jebak Tuan Galaksi, kenapa sekarang ada disini? Saya hanya mau mengusirnya agar tak berani lagi masuk rumah ini," jawab pelayan itu dengan sopan pada majikannya.
"Apa hak kamu mengusir calon istri anak saya? Kamu tidak tahu saja jika Viola adalah pacar sekaligus calon istri anak saya. Galaksi!!"
"Sekarang kamu balik ke tempat kamu, dan jangan pernah ikut campur urusan keluarga ini!! Kamu dibayar untuk bekerja bukan mengurusi hidup orang," usir Mama Audi pada pelayan itu.
Dengan hormat pelayan itu berlalu menuju dapur, mereka mengerjakan pekerjaan rumah besar itu.
"Heran deh, punya banyak pelayan suka urusin idup orang aja," gunanya dengan tak biasa.
"Sabar Mah," ucap Papa Bara mengelus punggung istrinya.
Mereka duduk di sofa yang tak jauh dari Viola. Viola yang kembali melihat wajah Ayah dan Ibu Galaksi itu ada rasa takut tapi mencoba ia lawan.
__ADS_1
"Tuan, Nyonya..."
Dengan gugup Viola menyalami kedua orang tua Galaksi dengan senyumnya.
"Maafin Vio ya Nyonya, Tuan..."
Mama Audi menghampiri Viola dan memeluknya, Mama Audi sebenarnya bisa melihat jika Viola orang baik tapi entah kenapa saat itu ia membenci wanita ini.
"Maafin Mama ya sayang, maafkan Mama selama ini. Mama terlalu ambisius untuk memilih yang terbaik untuk Galaksi tapi malah seperti itu. Maafkan Mama ya nak. Mama minta maaf banget sama kamu, makanya maafin Mama?" tanya Mama Audi pada Viola yang tersenyum.
"Viola juga yang salah, Viola yang nyamar jadi pelayan hanya untuk dekat dengan Galaksi. Maafin juga Viola yang menyebabkan Galaksi lumpuh dan melupakan ingatannya," jawab Viola menatap Mama Audi dan Papa Bara.
"Kami juga minta maaf yang dulu sempat menuduh kamu penyebab Galaksi kecelakaan. Tapi itu semua murni kecelakaan yang dilakukan oleh suruhan pesaing bisnis kami. Galaksi sudah menjelaskan yang sebenarnya terjadi," ujar Papa Bara dengan wajah ramahnya.
Yah, Papa Bara berbeda dengan Mama Audi yang keras. Walau ia akan sangat menakutkan bagi orang yang mengganggu keluarganya.
"Saya juga salah Tuan," jawab Viola.
"Panggil kami Papa dan Mama," pinta Mama Audi yang dianggukkan oleh Viola.
"Kamu sudah berapa lama pacaran sama anak Mama?" tanya Mama Audi mengelus rambut Viola dengan sayang.
"Jalan dua tahun Ma," jawab Viola jujur.
"Wah selama itu kamu disembunyikan sama anak Mama?" tanya Mama Audi pada Viola yang mengangguk.
"Sepertinya kita pernah bertemu ya Nak? Kalau gak salah kamu anak magang dari kampus X kan? Yang baru 20 tahun uang magang?" tanya Papa Bara.
"Iya Pa, Anda yang menerima saya walau telat itu kan? Saya berterima kasih sangat karena Papa sudah menyelamatkan saya dari amukan Galaksi," ucap Viola pada papa Barat yang mengangguk.
"Mah, ini adalah mahasiswi yang pernah Papa ceritakan sama kamu."
"Iya Mama udah ingat kok," jawabnya dengan senyum.
Ternyata pilihannya dulu tak salah ingin menjodohkan Galaksi dengan perempuan yang kata suaminya itu adalah mahasiswi yang sangat pintar hingga diusianya yang baru 20 tahun sudah magang di kantor besar itu.
Galaksi yang melihat interaksi antara Viola dan orang tuanya itu tersenyum saja. Ia bahagia ternyata pacarnya itu sudah bisa mengatasi takut dalam dirinya sendiri.
Bersambung
__ADS_1