Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Jangan Nilai orang dari Covernya


__ADS_3

Happy reading


Berbeda dengan Viola dan Galaksi yang hari ini pulang ke rumah dan sedang berpelukan mesra di kamar.


Saat ini Clara berada di kantor, membawakan makan siang untuk pacar tercintanya. Untunglah hari ini kelas cuma sampai jam 11 siang saja jadi ia bisa langsung ke kantor sebelum makan siang.


Mereka yang ada disana menyambut anak pemilik perusahaan itu dengan sopan. Dan hal itu dibalas senyuman oleh Clara.


Clara yang sudah tahu tempat pacarnya itu langsung masuk tanpa menegtuk pintu.


"Ayang," panggil Clara setelah masuk.


Yah, mereka sudah sepakat untuk memanggil 'Sayang' jika hanya berdua tapi Clara lebih memilih kata 'Ayang'.


Satya yang duduk di kursinya itu dengan cepat mengangkat kepalanya dan bangkit.


"Kok gak bilang sih?" tanya Satya menghampiri sang pacar dan mengunci pintu ruangan itu.


"Sengaja, karena aku tahu kamu belum makan siang!"


Satya hanya terdiam dan tersenyum, dirinya memang belum ada rencana makan walau jam istirahat sudah tiba.


Satya mengajak pacarnya untuk duduk di sofa, Clara mengeluarkan makanannya dan meminta sendok pada Satya.


Dengan cepat Satya berlalu menuju dapur dan mengambil sendok dan minuman untuk mereka.


"Aku terlalu banyak ngerepotin kamu ya yank?" tanya Satya menikmati suapan Clara.


"Gak ada yang direpotin kok, Ay. Aku malah seneng karena bisa datang ke kantor dan bawakan kamu makanan gini. Tapi lain kali kalau aku gak kesini harus makan siang ya," ucap Clara menyuir ayam yang masih utuh itu.


"Iya."


"Jangan cuma iya iya dong Ayang, aku tahu kamu mengabaikan pesanku kan. Kalau aku gak kesini kamu juga gak mau makan," ujarnya menatap Satya yang tampak memeluk pinggangnya.


"Aku gak ada waktu, yank. Aku terlalu sibuk buat memenuhi standar untuk kamu. Aku ingin cepat menghalalkan kamu," jawabnya dengan manja. Sungguh ini bukan sifat Satya.


"Kamu gak harus kerja keras Ay. Kamu juga harus jaga kesehatan apalagi kamu itu punya asam lambung, jadi jangan sampai telat makan."

__ADS_1


"Iya."


Satya tetap memeluk Clara walau mulutnya masih mengunyah nasi. Hingga makanan itu habis dan Clara memberikan air minum untuk Satya.


"Udah kenyang?" tanya Clara mengelus pipi pacarnya.


"Kenyang."


"Kamu udah makan belum yank?" tanya Satya seketika ingat. Apa pacarnya ini sudah makan atau belum.


"Aku udah makan bakso tadi sebelum kesini," jawabnya dengan senyum.


Satya yang mendengar itu mengangguk, untunglah sang pacar sudah makan jika belum mungkin ia akan merasa bersalah karena makan sendiri.


"Kamu mau langsung pulang atau gimana?" tanya Satya yang seakan tak rela jika pacarnya ini pulang.


"Kamu maunya aku pulang atau tetap disini?" tanya Clara menatap Satya yang masih memeluknya.


"Disini temani aku," jawabnya dengan nada melas. Ia butuh penyemangat saat ini, bukan hanya saat ini saja tapi setiap hari.


"Ya sudah aku temani kamu sampai selesai, tadi aku juga sudah izin sama Papa buat pulang malam," jawab Clara yang membuat Satya bersorak senang karena pacarnya bisa menemaninya.


Clara yang memang pendek itu hanya bisa memeluk tubuh Satya dan menyadarkan kepalanya di dada bidang Satya dengan lembut. Sedangkan Satya fokus pada layar laptop dan keyboard itu.


Satya senang melihat pacarnya anteng seperti ini, ia bagaikan mengasuh anaknya yang masih kecil jika begini.


"Kamu bosen?" tanya Satya menatap pacarnya dengan lembut.


"Enggak, aku lagi main ponsel nih jadi gak terlalu bosen."


"Kalau bosen bilang ya," ujarnya mengelus rambut belakang Clara dan mengecup pucuk kepalanya.


"Heemm."


"Jangan manis manis ya Ay sama aku," ucap Clara tiba-tiba.


Satya yang mendengar itu hanya bingung dan menatap pacarnya yang sedang menonton video di apk.

__ADS_1


"Kenapa gak boleh manis manis sama kamu yank? Kan kamu pacar aku, masa aku cuekin," tanyanya dengan bingung.


"Nanti aku diabetes dikasih yang manis manis mulu. Udah wajah kamu manis ucapan kamu manis juga," gombal Clara dengan tawanya.


Satya yang mendengar gombalan pertama kali dari Clara itu terkekeh pelan. Pacarnya ini ada ada saja, sampai membuat gombalan seperti ini. Bukannya Satya tak bisa membalas gombalan Clara tapi pekerjaannya masih banyak jika dibuat untuk meladeni gombalan Clara bisa bisa tak akan ada habisnya.


"Ayang, tadi aku lihat mbak mbak yang gandeng kamu saat itu," cerita Clara seraya meletakkan ponselnya di nakas.


"Mbak mbak siapa yank?" tanya Satya menatap Clara yang tampak asik memainkan kancing kemejanya.


"Mbak yang gandeng kamu ke kafe tempat Nana kerja itu. Tadi sebelum aku ke sini aku lihat dia jalan sama om om, Ay. Aku pikir sih itu om dia, tapi mesra banget. Dia juga gak pakai hijab loh, malah terkesan seksi banget. Roknya mini, dan bajunya juga ketat banget. Aku pikir itu bukan dia tapi, itu memang dia."


Satya berfikir sebentar dan hingga ia sadar orang yang dimaksud Clara adalah Hanin. (Bab 105)


Satya yang mendengar cerita Clara itu hanya bisa menghela nafas, untung ia tak sempat jatuh ke lembah dosanya Hanin. Benar kata orang jangan lihat orang dari covernya saja. Wanita berhijab mungkin itu hanya sebagai topeng untuk menutupi kebusukannya.


Satya menatap Clara yang masih anteng bercerita itu hingga ide jahil itu muncul dari otak Satya.


"Owh wanita yang kamu cemburuin itu hmmm? Tepat hari dimana kita saling mengutarakan cinta itu?"


Clara yang mendengar itu langsung menutup telinganya. Bisa malu lagi saat ingat dulu ia yang terlebih dulu mengutarakan isi hatinya pada satya.


"Jangan bahas itu lagi, aku malu tahu gak!!"


Satya tertawa mendengar itu. Baginya menggoda Clara adalah aktivitasnya yang sangat menyenangkan setiap harinya.


"Tapi aku bersyukur, karena dengan adanya kejadian itu kamu bisa mengutakan isi hati kamu dulu. Dan di tanggal itu juga kita jadi pasangan kekasih."


Sebenarnya Clara tak menyesali atas apa yang sudah ia ucapkan saat itu tapi jika diungkit lagi ia akan malu.


"Hmmm."


"Tapi kok bisa ya, Ay. Kata kamu Hanin itu orangnya sangat alim dan pandai menjaga aurat. Tadi aku lihat dia gak ada alim alimnya tuh, kelihatan banget mereka mesra gitu. Hijab nya juga sudah di buka."


"Udah sayang jangan ngomongin orang gak baik, lebih baik kamu anteng dan aku akan menyelesaikan pekerjaanku ini agar kita bisa cepat pulang. Kata kamu hari ini twins pulang kan dari rumah sakit?" tanya Satya mengecup kening Clara.


"Oh iya ya, nanti kamu juga ikut mampir."

__ADS_1


"Kita lihat aja nanti."


Bersambung


__ADS_2