Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Terusir


__ADS_3

Happy reading


Tak terasa hari sudah sore. Viola yang terbangun dari pingsannya, ia yang melihat tangan kekar memeluknya erat itu langsung menatap wajah Galaksi dengan kecewa.


Viola memang kecewa dengan perlakuan dan tuduhan Galaksi tadi pagi. Tapi ia juga tak membencinya lagi-lagi rasa cintanya mengalahkan rasa bencinya.


"Kenapa kamu mengingkari janjimu sih? Aku memang tak membencimu By, sungguh. Tapi aku kecewa, aku tak apa melajukan dosa kedua kalinya tapi kalimat yang kamu lontarkan itu membuatku sakit hati," ucapnya seraya mengelus pipi merah Galaksi.


"Kenapa kedua pipimu memerah? Dan rambutnya acak acakan seperti ini?"


Viola mengelus pipi Galaksi hingga membuat pria itu terus memeluk tubuh Viola dengan erat. Senang karena pacarnya memeluknya tapi ia sedih kenapa di saat Galaksi tak sadar?


Viola yang tak tahan dengan pelukan ini mulai menyingkirkan tangan Galaksi hingga ia terkejut saat melihat tangan pria itu berdarah, luka di tangannya tak bisa dibiarkan begitu saja. Kenapa tangannya berdarah? Begitulah pikirannya.


Viola mengambil kotak P3K yang ada di nakas dan mengobati tangan Galaksi dengan telaten. Tak terasa air matanya jatuh melihat itu. Apa Galaksi menyiksa dirinya sendiri.


Setelah selesai, Viola turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya. Rasa sakit disekujur tubuhnya tak bisa hilang karena Galaksi benar benar mengempurnya berulang kali tadi pagi.


"Hikss, maafkan aku. Ayah, Ibu... Maafkan Vio yang tak bisa menjaga diri untuk kedua kalinya," tangis Viola saat mendapati banyak kiss mark di dada, paha, dan apalagi lehernya.


Setelah berdebat dengan hati dan pikirannya di kamar mandi. Viola keluar dari kamar mandi dengan mata sembabnya. Tak lupa baju pelayan yang sudah ia pakai.


Brak


Saat ingin mengoleskan make up nya tiba tiba pintu kamar itu dibuka dengan kasar dari luar.


"Ini nih Tante, Om... cewek yang udah buat Galaksi kayak gini!! Masa tadi aku lihat dia memberikan obat perangsang dan bersetubuh dengan Galaksi di kamar ini," adu Sania menujuk Viola.


Mama Audi dan Papa Bara yang melihat itu terkejut bukan main karena perempuan asing yang ada dikamar pelayan pribadi Galaksi itu.


"Siapa kamu?"


"Kenapa memakai baju pelayan pribadi putraku?"


"Dimana Viola?"

__ADS_1


"Dimana wanita itu, JAWAB!!"


Mama Audi mencengkeram pipi Viola hingga membuat wanita itu meringis.


"Saya Viola," jawabnya lirih.


"APA!!! Jadi selama ini kau menyamar sebagai pelayan putraku. Dasar licik, kau yang membuat putraku melepas kelajangannya sialan."


Mama Audi murka melihat putranya yang masih terlelap dengan tubuh polosnya.


"Tenang mah, kita dengarkan dulu apa maksud dia," ujar Papa Bara pada istrinya.


"Gak bisa Pa, dia sudah berusaha mencelakai Galaksi. Lihat putraku, dia lumpuh tapi masih saja dimanfaatkan oleh wanita sialan ini," ucapnya.


Mama Audi menarik tangan Viola keluar dari kamar itu, Viola menangis saat tangannya ditarik paksa oleh Mama Audi. Dalam diamnya Sania tersenyum puas, ia sedikit terkejut ternyata wanita itu adalah pelayan Galaksi.


Brak


Mama Audi mendorong tubuh Viola disana hingga tangan Viola tergores oleh ujung kursi yang ada disisinya.


"Pergi kamu dari rumah saya, mulai hari ini kamu saya pecat!"


"Kak... Mama apa-apaan sih, kenapa dorong kak Viola?" tanya Clara membantu Viola untuk bangun.


"Kenapa kamu menolong perempuan tak tahu diri ini? Dia sudah menjebak kakak kamu hingga Hahaha entahlah Mama bingung mau menjelaskan bagaimana. Intinya Mama gak mau wanita ini ada di rumah ini!!!"


"Mah jangan gini, apa Mama gak ingat apa yang sudah kak Viola lakukan selama ini demi kak Gala?" tanyanya.


"Dia penipu Clara, dia sudah memberi obat perangsang pada kakak kamu!!" teriak Mama Audi yang membuat Clara menatap Viola yang menggeleng.


"Enggak aku tak melakukan itu Clara, bukan aku," jawabnya lirih.


Entahlah ia mau percaya atau tidak tapi yang pasti ia masih ragu, ia melihat bekas merah di leher kakak iparnya yang membuat Clara yakin jika terjadi sesuatu dengan kakak kakaknya ini.


"Sekarang kamu pergi ke kamar kamu dan biarkan Mama usir dia dari rumah kita!"

__ADS_1


"Gak! Clara gak mau Kak Viola pergi," balas Clara tak kalah berteriak.


Viola yang melihat Clara membelanya itu hanya tersenyum tipis.


"Maaf Nyonya, Tuan... Saya memang bukan seorang pelayan, tapi saya ikhlas menjadi pelayan Tuan muda. Saya bukan orang jahat, dan saya tidak memberikan obat apapun pada makanan Tuan Galaksi."


"Jika kalian memang memecat saya tak apa, tapi saya mohon jangan buat Tuan Galaksi tertekan dengan penyakitnya."


Mereka terdiam saat ucapan itu keluar dari bibir Viola yang bergetar karena tangisan.


"Clara maafkan kakak yang tidak bisa menemanimu lagi. Kakak titip Galaksi ya," ucap Viola sedikit rendah pada Clara yang menggeleng.


"Kakak tak sejahat itu memberikan obat perangsang pada Galaksi, tapi kakak yang kena imbasnya."


Mama Audi yang mendengar itu tertawa sinis, ia semakin yakin jika Viola sangat menginginkan jabatan Nyonya di rumah ini.


"Sudah selesai bicaranya? Sekarang keluar dari rumah ini."


Mama Audi melepas pegangan tangan Clara dengan Viola dan menarik tangan Viola keluar dari rumah ini.


"Pergi dan jangan pernah kembali!!"


Mama Audi mendorong Viola anda berlalu masuk, Clara yang ingin menolong Viola itu ditahan oleh Mamanya hingga membuat gadis itu pasrah.


"Kakak!!"


"Clara masuk! Bahkan Sania lebih dari apapun!!"


Viola yang melihat itu hanya bisa menangis, kenapa nasibnya sesial ini. Apa dia memang ditakdirkan untuk menderita.


Viola bangun dari duduknya nya dan mengusap air matanya. Wanita itu menatap sudut kamarnya dan Galaksi yang bersebelahan.


"Aku pergi Gal, jaga dirimu ya. Biar aku yang pergi, tapi aku tak murahan seperti yang kau katakan," ucapnya dengan sedih.


Viola berlalu meninggalkan area rumah itu dengan kacau, intinya masih sakit karena tadi pagi. Rambutnya yang acak acakan hingga membuatnya seperti orang stress.

__ADS_1


Tujuan utamanya kini hanya apartemennya, apartemen yang dulu memberikan banyak kenangan untuknya dan Galaksi.


Bersambung


__ADS_2