
Happy reading
"Mas," panggil Viola saat ia merasa perutnya bergerak.
"Kenapa yank? Kamu mau apa bilang sama Mas?" tanya Galaksi yang baru saja selesai mandi dan hanya memakai boxer miliknya.
"Pegang deh Mas," ujarnya menuntun tangan suaminya agar mengelus perutnya yang buncit.
"Mereka bahagia di dalam sana. Kamu sakit gak yank ditendang gini?" tanya Galaksi pada sang istri yang kadang meringis saat tendangan keduanya membuat Viola sakit.
"Sedikit tapi aku udah biasa kok Mas, lagipula aku senang anak anak kita aktif di dalam perut aku," jawabnya dengan senyum.
Sejak hamil besar, Viola juga jarang memakai dalaman. Mungkin hanya baju hamil saja hingga membuat Galaksi kadang tak bisa menahan hasratnya sebagai seorang istri.
"Anak anak Daddy kuat kuat ya di dalam perut Mommy. Nanti kalau kalian sudah melihat dunia dan besar, Daddy akan ajari kalian bergulat," bisiknya yang langsing mendapat tendangan dari sang bayi.
"Mas jangan yang aneh aneh, aku gak mau anak anak jadi anak yang gak baik."
"Aku cuma mau ajarin mereka bela diri sayang, bukan gulat di ring. Biar bisa jaga diri mereka dan menjaga kamu jika aku tak ada."
"Jangan ngomong gitu aku gak suka, Mas akan selalu ada buat kita semua," jawabnya dengan lembut.
"Iya sayang aku janji, tapi kamu juga harus janji kalau kamu juga bakal bertahan buat aku dan anak-anak," pintanya dengan lembutnya.
Galaksi tak bisa membayangkan nanti jika wanita yang ada di depannya ini tiada. Hidupnya juga ikut hancur jika sampai itu terjadi.
"Aku tak akan membiarkan kamu pergi sayang, aku akan melakukan apapun agar kamu baik baik saja," batin Galaksi menatap mata Viola yang selalu membuat ia tenang.
"Semua tergantung takdir," ujarnya dengan lembut menyadarkan kepalanya di head board.
Galaksi menatap istrinya dan ikut naik ke kasur empuk itu. Pria yang tak lama akan menjadi seorang ayah itu tampak sedang memeluk tubuh berisi itu dengan manja.
"Aku yakin semua akan baik baik saja," ujarnya seraya mengelus perut buncit itu.
__ADS_1
"Kalian juga harus baik baik saja hmm, Daddy akan melakukan apapun agar Mommy tetap bersama kita. Jujur Daddy tak bisa tanpa Mommy," batin Galaksi seolah berbicara pada anaknya.
Viola yang melihat air mata sudah mengembun di pelupuk mata. Dengan lembut Viola menghapus air mata itu.
"Aku akan baik-baik aja, tapi seumpama aku gak bisa bertahan tolong jaga dan rawat anak anak kita. Jangan sampai kamu membencinya," ujar Viola dengan lembut tak lupa kecupan di kening ia layangkan untuk sang suami.
"Jangan bicara lagi," lirihnya dan diangguki oleh Viola.
Karena hari sudah mulai malam, Viola dan Galaksi mulai merebahkan kepala mereka di bantal empuk dan nyaman itu.
"Mas," panggil Viola.
"Hmmm."
"Gak mau minum? Rasanya udah berat banget deh," tanya Viola memperlihatkan dadanya yang memang sangat padat.
Viola merengek karena sakit dibagian d**anya dan diangguki dengan senang hati oleh Galaksi. Galaksi tak munafik jika ia juga sangat menginginkan d**a itu.
"Nanti kalau aku kebablasan gimana?" tanya Galaksi mulai membuka baju hamil itu membuat Viola menjadi polos.
"Emm."
Galaksi memulai aktivitasnya dengan sangat bersemangat.
Viola mendesis pelan saat tangan suaminya juga ikut membelai l***** kesukaan Galaksi yang ada di bawah sana. Galaksi mengiyakan tapi bibirnya masih mengemut permen yang selalu membuat candu itu.
Akhirnya cairan itu keluar dari inti Viola, yang membuat Galaksi semakin bersemangat.
"Kita pakai gaya yang biasanya ya sayang, aku gak mau anak anak kenapa napa lagi gara gara aku," ujarnya melepas dada yang sudah memerah akibat ulahnya.
"Hhah iya aku mau,," rengek Viola dan diangguki oleh Galaksi.
Pria itu melepas apa yang masih ia pakai dan melakukan itu dengan posisi sp***.
__ADS_1
Viola maupun Galaksi cukup menikmati permainan tubuh mereka. Walau sedikit susah karena perut buncit Viola tapi Galaksi bahagia setidaknya ia masih bisa menikmati tubuh istrinya yang sangat seksih itu menurutnya.
Akhirnya setelah beberapa menit mereka selesai melakukan pergulatan panas itu. Mereka maling terlentang dengan tangan Galaksi yang mengelus perut buncit sang istri.
"Maaf jika aku tak bisa memuaskanmu Mas," ujarnya dengan sedih. Ia merasa suaminya itu tak puas dengan pelayanannya disaat hamil besar.
"Siapa bilang kamu tak bisa memuaskan Mas? Mas puas sayang, apalagi kamu makin hari makin hot aja. Jangan bicara kayak gitu hmm."
"Soalnya aku juga gak bisa banyak gerak karena perut aku makin besar. Mau bangun aja harus nungguin kamu," ujarnya menatap sang suami lalu beralih pada perutnya yang buncit.
"Aku terlalu banyak menyusahkanmu," ujarnya memiringkan badannya dengan pelan.
"Aku gak merasa di susahkan, aku kan suami kamu. Yang kamu kandung juga anak anak aku, buah cinta kita. Kalau aku lepas tangan itu sangat tak adil. Sebagai suami istri kita harus saling bahu membahu sayang."
"Tapi aku terlalu banyak menyusahkan kamu," ujarnya dengan pelan.
Cups
"Kamu gak pernah nyusahin aku atau siapa pun. Kamu itu udah menjadi tanggung jawab aku, mau susah, senang."
Viola yang mendengar itu hanya tersenyum dan meminta Galaksi untuk memeluknya.
Tapis sebelum memeluk tubuh istrinya, pria itu menarik selimut tebal itu agar tubuh istrinya tak kedinginan.
"Udah, yuk tidur. Aku gak mau anak anak marah sama Daddynya karena membuat Mommy mereka tidur terlalu larut," ujarnya dengan lembut mengelus perut buncit itu dengan lembut.
"Selamat malam Daddy, selamat malam anak-anak Mommy," ucapnya sebelum memejamkan matanya.
"Selamat malam Mommy," jawab Galaksi dengan lembut tak lupa kecupan hangat itu ia berikan untuk sang istri dan anak anak mereka yang masih ada di dalam perut.
Akhirnya mereka berdua saling berpelukan dengan tangan kanan Galaksi menjadi bantal Viola.
"Aku mencintai kalian," ucap Galaksi sebelum menutup matanya menuju alam mimpi.
__ADS_1
Bersambung
Kenapa sih Viola bilang gitu, Tya kan gak suka kalau kamu kenapa napa.