Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Mie Ayam Buatan Daddy


__ADS_3

Happy reading


Untungnya tadi Viola meminta untuk belanja bahan makanan, karena ia tak mau suaminya terlalu banyak makan makanan siap saji.


Tadi sore, Viola dan Galaksi membeli bahan makanan yang tahan lama saat disimpan.


"Sayang mie nya dimana?" tanya Galaksi pada istrinya yang duduk di kursi itu.


"Di lemari no 3," jawabnya dengan senyum.


Viola melihat suaminya memakai apron berwarna hitam itu membuatnya tampak lebih seksi dari biasanya apalagi saat suaminya itu tak memakai atasan.


Setelah mendapat mie yang ada di lemari itu, Viola terus memberi arahan suaminya tentang membuat bumbu dan ayam yang harus di masak dulu.


"Ternyata membuat mie ayam tak semudah membuat mie rebus instan," batin Galaksi menatap antara merica dan tumbar bubuk yang hampir sama.


"Sayang ini yang mana?" tanya Galaksi memperlihatkan kedua benda itu.


"Yang warnanya agak pucat Mas, coba Mas rasa. Kalau pedas itu namanya merica tapi kalau yang agak gurih itu namanya tumbar. Nah Mas ambil yang agak gurih itu, aromanya juga gak seperti merica yang tajam," ucap Viola dan dianggap oleh sang suami.


Galaksi terus meminta arahan dari sang istri. Sedangkan Violet yang melihat wajah suaminya yang sepertinya sangat kesulitan itu hanya bisa tersenyum bangga. Galaksi sangat berusaha keras untuk membuatkan mie ayam untuknya.


"Daddy sangat tampan kan nak? Dia juga sangat pengertian, Daddy segalanya buat kita sekarang. Nanti kalau kamu besar harus kayak Daddy ya, jangan kasar sama wanita," gumamnya seraya mengelus perutnya yang sedikit terlihat.


Akhirnya setelah setengah jam lebih Galaksi berkutat di dapur minimalis itu, mie ayam ala Galaksi itu jadi. Walau penampilannya tak meyakinkan tapi ia cukup bangga karena ini adalah hasil tangannya.


Dengan bangga Galaksi membawa mangkuk mie itu kehadapan sang istri. Sedangkan Viola yang sedari tadi sudah menunggu itu langsung mencium aroma mie itu.


"Aromanya enak, gak tahu rasanya," ucap Viola mengambil garpu dan mulai menyuapkan mie ayam itu ke mulutnya.


Sedangkan Galaksi yang melihat itu hanya bisa menelan ludahnya kasar. Bagaimana rasa mie ayam itu, jujur ia tak bisa masak selain bubur dan air.


"Emmm enak, walau sedikit asin. Tapi aku suka, anak anak juga sepertinya menyukainya," ujarnya jujur hingga membuat Galaksi bernafas lega.


Galaksi bisa melihat lahapnya sang istri saat makan mie ayam itu, sedangkan ia melepas apron hitam itu dan mengambil buah apel yang ada di atas meja dan mengupasnya. Selain untuknya makan, istrinya juga menyukai buah yang sedikit masam bahkan yang masam pun.


"Mas jago bikinnya, padahal ini yang perdana," ujar Viola memuji Galaksi hingga membuat pria itu tersenyum bangga karena dipuji istri cantiknya itu.


"Itu juga demi kamu dan anak anak, kalau buat orang lain aku juga gak mau sayang," jawabnya.


"Ohh gitu, jadi Mas mau dong kapan aja buatin aku mie ayam."


Skak

__ADS_1


Ia kemakan omongannya sendiri, kenapa tadi ia bilang begitu pada Viola. Bisa bisa anak anaknya nanti pada minta yang aneh aneh padanya, apalagi memasak adalah hal yang sulit baginya. Apa nanti ini menjadi karma karena ia sering meminta masakan Viola yang sangat pas di lidahnya.


"Bo-boleh, tapi jangan sering ya sayang. Aku gak sanggup," jawabnya dengan melas.


Sedangkan Viola berusaha menahan tawanya mati matian, melihat wajah melas suaminya ini membuatnya senang. Ia sudah menyelesaikan makannya dan minum air mineral itu.


Viola mengambil tisu yang ada di meja itu dan mulai mengelap keringat di kening dan leher suaminya. Padahal udara di apartemen ini cukup sejuk tapi kenapa Galaksi berkeringat banyak seperti ini.


"Mau mandi gak Mas, keringetan banget loh ini," ujarnya seraya membuang tisu kotor itu.


"Gak sayang males, Mas mau langsung tidur aja," jawabnya dengan lemas.


Walau hanya setengah jam di depan kompor tetap saja membuat pria itu lemas karena panas kompor itu. Jika disuruh milih, ia lebih memilih untuk lembur di kantor daripada di dapur.


"Ya sudah aku mau bawa ini ke washtafel dulu, kamu tunggu disini dulu," ujarnya membawa mangkuk kotor itu ke dapur.


Setelah beberapa saat Viola kembali danengajak suaminya untuk kembalinya kamar.


"Sayangnya Daddy udah kenyangkan nak? Daddy udah turuti kemauan kalian tapi kalau mau minta lagi jangan yang susah ya nak. Daddy gak sanggup," ujarnya seraya mengelus perut Viola dengan lembut.


Viola yang merasakan hangat elusan suaminya itu hanya tersenyum dan mengangguk, mereka berbaring di kasur empuk itu dengan posisi saling memeluk Viola menyembunyikan wajahnya di dada suaminya. Ia tak masalah dengan bau keringat suaminya ini apalagi bau badan Galaksi juga tak asem malah wangi baginya. Mereka tidur dengan posisi itu.


***


Keesokan harinya mereka berdua terbangun dari tidurnya dengan pelan. Padahal ini masih pukul setengah lima pagi. Biasanya mereka bangun jam setengah enam atau jam enam.


"Kalau kita tua nanti kamu akan tetap seperti ini atau berubah?" tanya Viola pada suaminya.


"Entah nanti, kalau kamu menginginkannya aku seperti ini ya aku akan tetap seperti ini. Tapi kalau kamu tak menginginkannya ya biar aku saja yang manja sama kamu," jawabnya seraya mengecup tengkuk leher suaminya.


"Ishh geli tahu, kamu kebiasaan deh suka cium cium leher."


"Emang selain leher kamu mau dicium yang mana lagi?" tanya Galaksi menggoda sang istri.


"Lip," gumamnya tapi masih didengar oleh Galaksi. Hingga membuat pria itu tersenyum, ia masih harus menyelesaikan tugasnya sebagai seorang suami.


Setelah selesai mengeringkan rambut sang istri, Galaksi bangkit dan mengeringkan rambutnya sendiri.


Cups


"Eh," kaget Viola saat mendapat kecupan singkat dari suaminya itu.


"Kamu maunya dicium di bibir kan, itu udah aku kabulin," ujarnya dengan senyum mesum.

__ADS_1


Viola yang ketahuan ingin dicium oleh sang suami itu hanya bisa mengulang senyum malu.


Drrttt


"Siapa Mas pagi-pagi telepon?" tanya Viola menatap benda pipih itu menyala.


"Oma," jawabnya dengan malas. Pasti omanya itu akan meminta mereka untuk cepat pulang. Karena itulah watak Oma yang tak mau jauh dari cucu cucunya.


"Angkat Mas siapa tahu penting," ujar Viola dan diangguki malas oleh Galaksi.


Oma: Kemana saja kau baru angkat telepon Oma?


Galaksi: Apartemen Oma.


Oma: Ck apa kau tak senang Oma dan opa ada di Indonesia hah! Oma datang karena ingin melihat cucu mantu Oma tapi kamu malah bawa pergi.


Galaksi: Maaf Oma, tapi kemarin habis cek kandungan langsung ke apartemen. Nanti kita pulang kok


Oma: Aku tak mau nanti. Pokoknya pagi ini kamu dan Viola harus apa di meja makan bersama.


Galaksi: Tapi ini masih pagi Oma.


Oma: Maka dari itu. Sudahlah cepat pulang kalau tidak awas saja kau.


Galaksi: Iya iya. Dasar nenek tua.


Oma: Cepat.


Galaksi: Iya sebentar lagi kita pulang. Jangan marah marah nanti cepat tua.


Oma: Aku memang sudah tua, dasar bocah.


Galaksi: Iya juga kan Oma sudah tua.


Viola yang mendengar itu hanya menggeleng dan merapikan selimut kamar itu.


Tuttt


"Kenapa mas?" tanya Viola.


"Oma suruh kita pulang," jawabnya dengan malas.


"Ya sudah kita pulang," ucap Viola.

__ADS_1


Akhirnya di pagi itu mereka berdua pulang ke mansion sebelum sarapan nanti.


Bersambung


__ADS_2