
Happy reading
"Sayang sudah dong marahnya," ucap Galaksi yang tak tahan melihat sang istri merujuk karena kejadian tadi siang di kantor.
"Mas mah mesumnya gak tahu tempat, Viola malu sama kak Reno. Pokoknya Viola gak mau lagi ke kantor," ucapnya dengan ketus. Tak lupa dengan tangan yang bersedekap dada.
Falshback On
Setelah serah jabatan tadi, Galaksi langsung membawa sang istri ke ruangannya. Ruangan yang dulu sangat di sukai Viola jika ke kantor, karena dari ruangan itu ia bisa melihat pemandangan bagus dari sana.
Hingga pukul 2 mereka tak beranjak dari ruangan itu, Viola yang mulai bosan itu menghampiri suaminya dan merengek meminta untuk keluar.
"Mas aku mau keluar," ucap Viola merengek pada suaminya.
"Gak boleh sayang," jawabnya seraya menutup laptopnya.
"Kenapa?"
"Gak apa-apa pagi pengen aja," jawabnya mendudukkan sang istri di atas meja itu.
"Mas ini kantor loh!!"
"Terus kalau ini kantor kenapa yank? Lagian ini ruangan aku," jawab Galaksi dengan senyum. Melihat istrinya cantik seperti ini tentu Galaksi tak akan membiarkannya begitu saja.
"Kamu masih kerja."
"Udah selesai kok, tadi cuma beberapa aja. Aku masih mau main sama kamu boleh ya yank, janji gak akan lama kok," ujarnya dengan nada melas.
Tanpa menunggu jawaban dari sang istri, Galaksi langsung mengecup bibir pink milik Viola dengan lembut.
"Kamu lebih cantik kalau gak pake lipstik sayang," ujarnya dengan lembut.
"Ini lip blam Mas, bukan lipstik," jawabnya dengan cemberut.
"Sama aja yank, sama-sama dipakai di bibir kan," ujarnya dengan lembut kembali menekan tengkuk leher Viola dengan lembut kemudian ia mencium bibir Viola.
Sepertinya Galaksi tak akan melepas ciuman panas ini sampai ia benar benar puas. Viola yang awalnya menolak itu ikut terbuai dan membalas ciuman suaminya. Tangannya ia kalungkan ke leher sang suami.
"Sekali gak apa-apa kan yank?" tanya Galaksi setelah puas dengan bibir Viola.
"Oke sekali, awas aja kalau sampai ingkar," ujar Viola dengan pasrah. Ia juga sudah terbakar gair*hnya sendiri sejak kiss kiss manja itu.
Dengan senyum mengembang Galaksi mulai menurunkan segitiga milik sang istri. Pria itu tak membuka dress Viola karena malas untuk mandi di siang hari sepeda ini.
__ADS_1
Viola melihat Galaksi bermain di bawah sana itu langsung membuka pahanya lebar agar mempermudah apa yang dilakukan suaminya.
"Ouhh mass.."
Galaksi yang melihat istrinya akan melakukan pelepasan itu terus bermain dan memasukkan dua jarinya kedalam sana. Hingga cairan hangat itu keluar dari inti Viola dengan lancar hingga membuat Galaksi tersenyum senang.
Untungnya tak mengenai gaun yang dipakai istrinya. Karena sudah ia singkat tadi.
"Mas kotor ih."
"Gak apa-apa aku menyukainya," jawab Galaksi.
Galaksi menurunkan res**ting celana dan menurunkan sampai paha, ia juga sangat malas untuk mandi siang ini.
Viola yang melihat itu malu, tapi ia tak munafik jika ia juga sangat menginginkan benda perasaan itu masuk ke miliknya.
"Siap sayang?" tanya Galaksi menatap wajah sang istri yang mengangguk.
Galaksi membuka paha Viola dengan lebar, saat ujung beda itu sudah hampir masuk tiba tiba pintu di buka oleh Reno hingga membuat pria itu terkejut melihat apa yang terjadi di depan sana. Untung posisi Viola membelakangi pintu jadi tak terlihat sepenuhnya. Reno cukup tahu apa yang dilakukan bos sekaligus adik iparnya itu. Melihat Viola seperti ng*n*ka*g di atas meja.
"Oh astaga, aku tak melihat apapun. Aku permisi," ucap Reno yang langsung pergi dari ruangan 8tu tak lupa menutup rapat pintu ruangan itu.
"Shitt!" umpat Galaksi yang melihat istrinya sudah malu itu.
"Mas..."
Galaksi kesal karena kesenangannya diganggu oleh asisten yang notabene adalah kakak iparnya. Sedangkan Viola malu karena kakaknya tahu apa yang akan melakukan itu.
Dengan kesal Galaksi mengunci pintu itu beserta kedap suaranya. Ia kembali menatap istrinya yang sudah turun dari meja itu.
"Yank....."
Mendengar rengekan dari suaminya membuat Viola tak tega tapi juga malu, gai**hnya juga sudah hilang semangat Renovasi datang tadi.
"Aku mau pulang," ucap Viola. Wajahnya masih merah karena malu karena Reno masuk tiba tiba tadi.
"Yank, sakit kalau gak tersalurkan emang kamu mau milikku gak berfungsi lagi?" tanya Galaksi dengan melas.
"Tapi aku udah gak pengen!"
"Gak mau tahu pokoknya kita harus main," ujarnya menarik sang istri ke sofa panjang yang ada disana. Padahal ada kamar tapi kenapa mereka memilih di sofa kecil itu.
Viola yang memang belum memakai kain segitiga itu langsung saja memasukkan benda besarnya yang belum mau bobo itu ke milik sang istri.
__ADS_1
"Ahh mas maksa," pekik Viola saat milik suaminya sudah masuk kemiliknya.
"Sekali kok yank," ucapnya dengan senyum.
Akhirnya Viola pasrah akan apa yang dilakukan suaminya, Galaksi senang mendapat jatuhnya siang hari ini. Walau nanti ia harus menerima kemarahan sang istri.
Sekali sih sekali tapi Galaksi tak mau melepaskan sang istri hingga mereka kembali mengulanginya sampai jam setengah 4 sore.
Flashback off
"Mas gak boleh main kuda kuda nanti malam, aku capek mau langsung tidur," titah Viola yang membuat nafas Galaksi tercekik. Mana bisa ia tidur tanpa menyentuh istrinya saat ini.
"Tapi yank..."
"Gak ada tapi tapian, kamu harus sekali kali gak dapat jatah," ujar Viola.
Akhirnya mereka sampai rumah, Viola tak menunggu sang suami dulu. Wanita itu masih kesal dengan suami tampannya yang dengan seenak udel mengempurnya tadi iya kalau hanya sekali langsing cabut tapi ini udah keluar eh malah dilanjut aja.
Galaksi hanya bisa terdiam melihat istrinya yang marah padanya itu, ia harus mencari cara agar sang istri itu tidak ngambek lagi padanya.
Galaksi masuk kedalam mansion dan mencari keberadaan sang istri yang tadi sudah masuk terlebih dahulu.
"Sayang kamu dimana?" teriak Galaksi memasuki lift menuju kamarnya. Tanpa Galaksi tahu jika wanita itu naik tangga, entah karena kesal atau apa tapi ia lupa jika ada lift.
Viola yang saat ini ada di tangga itu seketika tersadar akan kebodohannya jika di mansion ini ada lift.
"Astaga nak, kenapa Mommy jadi bodoh gini ya karena marah. Mommy cuma kesal sama Daddy kamu yang seenaknya jenguk kamu nak. Kalau di kamar Mommy gak masalah tapi masalahnya tadi paman kamu lihat apa yang Daddy lakukan," menolong Viola mengelus perutnya lembut.
Ia memutuskan untuk duduk di sana seraya menunggu suaminya setelah mengirimkan pesan tadi. Tak lama Galaksi turun dari tangga dan melihat istrinya yang duduk di sana seraya mengelus perutnya.
Galaksi yang khawatir langsung menghampiri sang istri. Viola yang melihat suaminya itu langsung meminta gendong.
"Kamu gak apa-apa kan yank?" tanya Galaksi dan dijawab gelengan oleh Viola.
"Nanti kita sepedaan ya yank, biar kamu bisa menikmati waktu sore dengan nyaman," ucapnya menggendong Viola ala koala menuju kamar yang harus menaiki banyak tangga lagi.
"Nanti sore ya, janji."
"Iya sayang janji. Tapi nanti malam jatah tetap lancar ya," ujarnya dan dianggukkan oleh Viola.
"Yes gak jadi anyep," sorak Galaksi dalam hati.
Bersambung
__ADS_1
Hai hai, jangan lupa mampir ke novel teman tya dengan judul kamulfase cinta CEO, karya kak Age Nairie