
Happy reading
Hari sudah malah hingga membuat kedua pasangan yang menikah di hari yang sama itu sudah siap untuk memasuki tempat acara. Pernikahan 2 pasangan sekaligus ini cukup banyak menyita perhatian, banyak yang patah hati karena primadona kampus mereka sudah menikah dengan pria yang bukanlah tandingan mereka. Pegawai di rumah sakit yang sangat mengidolakan Aulia untuk menjadi istrinya karena kelembutan gadis itu pun turut andil dalam sana.
Jangan lupakan karyawan kantor yang diam di atau bahkan terang terangan menyukai bos dan asisten bos itu ikut patah hati saat menerima undangan via online yang dikirim atasannya. Pupus sudah harapan mereka memiliki seorang suami dengan bibit unggul yang kaya.
Mereka berempat duduk di tempat yang sudah disediakan sebelumnya. Ada Tiga keluarga disana keluarga Ryano, Keluarga Reno, dan Keluarga Aulia.
Sedari jam 7 malam tadi acaranya resepsi mereka sudah di mulai banyaknya tamu yang hadir membuat Viola yang sedari tadi mengeluh lemas mau tak mau harus duduk.
Galaksi yang melihat wajah pucat istrinya itu khawatir, tatapan yang tadi siang hangat malamnya menjadi sayu. Entah kenapa istrinya itu menjadi lemas seperti ini.
"Sayang mau ke kamar aja? Aku gak tega lihat kamu lemes gini!" ujarnya dengan sedih.
"Aku gak apa-apa kok By, nanti juga bakal fit lagi," jawabnya dengan senyumnya.
Viola tak enak melihat banyak orang yang mengantri untuk bersalaman dengan mereka. Lagi pula ia hanya lemas saja mungkin karena belum makan.
Sedangkan disisi lain, Satya memperhatikan Cara yang sedang duduk bersama teman temannya itu. Ia baru tahu jika gadis yang mencuri perhatiannya sejak pertemuan pertama adalah anak bungsu dari pemilik perushaan yang saat ini tempat ia mencari uang.
Satya merasa tak pantas untuk Clara jika seperti ini, apalah dia yang hanya pria sederhana yang hidup dengan kesederhanaan.
Satya juga tak banyak memiliki teman, tapi bukan berarti Satya tak memiliki teman. Satya juga bari tahu jika Viola adalah adik tingkatnya dulu, wanita yang menjadi idola banyak pria di kampus. Satya menyukai Viola hanya saja pria itu tahu Viola.
Lagi lagi ia merasa kalah dengan semua itu, keluarga Ryano adalah orang orang yang berpendidikan dan berada tak mungkin ia bisa masuk ke lingkup keluarga itu.
Clara yang melihat Satya itu langsung bangun dari duduknya dan pamit pada teman temannya untuk menemui Satya.
"Kak Satya," panggil Clara dengan senyum manisnya.
"Iya Nona?"
"Nona?"
"Anda adalah anak atasan saya Nona," jawabnya sopan.
"Tapi aku lebih suka dipanggil dek loh kak!" jawabnya cemberut.
__ADS_1
Satya yang melihat raut wajah Clara itu menahan tangannya agar tak mencubit pipi Clara.
"Maaf Nona."
"Panggil aku dek, pokoknya kamu harus memanggil aku dek!"
"Baiklah jika itu keinginan Nona.. ehh Dek," ujarnya meralat panggilannya saat Clara memelototi dirinya bukanya garang tapi malah imut.
"Kakak gak bawa temen cewek gitu? Lihat tu semua pada bawa cewek!"
"Kakak belum ada pacar dek, masih mementaskan diri buatnya," jawab Satya yang membuat hati Clara sakit. Siapa dirinya yang dimaksud Satya.
"Owhh gitu, semangat ya kak. Aku yakin wanita itu langsung luluh sama kakak. Karena kakak itu selain tampan juga baik," ucap Clara tersenyum paksa seraya menyemangati Satya.
"Iya dek, makasih ya."
"Kalau gitu Clara balik ke meja Clara dulu," ucapnya menunjuk teman temannya. Satya mengangguk. Walau ia tak suka dengan teman laki laki Clara.
Kembali ke pengantin yang ada di atas sana, Aulia yang melihat kondisi adiknya terlihat pucat itu menyuruh mereka istirahat lagipula acara hampir selesai.
"Maaf semua, akurasi istriku sedang kurang sehat. Jadi aku mohon undur diri dulu, selamat menikmati pestanya," tegas Galaksi menggendong tubuh berisi Viola keluar dari tempat itu.
"Sayang apa yang sakit kenapa kamu meringis seperti ini?" tanya Galaksi tak tega melihat wajah istrinya yang sedang menahan tangis.
"Perutku sakit," gumamnya nyaris tak terdengar saat mereka hampir sampai di kamar mereka.
Galaksi membaringkan tubuh Viola yang sudah tak sadarkan itu di ranjang. Galaksi yang melihat sang istri tak sadarkan diri itu langsung menelepon dokter pribadinya yang kebetulan hadir dalam resepsi kali ini.
"Sayang sadarlah kenapa kamu jadi pingsan sih?" tanyanya.
Dengan lembut pria itu melepaskan riasan yang dipakai di kepala istrinya agar tak menyakitinya.
Tak lama dokter pribadi keluarga Bara itu datang membawa peralatannya. Dokter tampan itu langsung ditatap tajam oleh Galaksi.
"Kemana saja kau ha, lama sekali!!"
"Santai bos, aku harus ambil ini ke mobil sebelum sampai sini," jawabnya mulai memeriksa tubuh Viola.
__ADS_1
"Sepertinya di kelelahan, apa dia istrimu belum makan sedari siang?" tanya Dokter Andra pada sahabatnya.
Dokter Andra adalah kembaran Dokter Andre yang nikah saat itu, Andra sudah terlebih dahulu memiliki istri dan anaknya sudah 2.
"Dia bilang masih kenyang, kamu makan jam 2 siang tadi."
"Astaga kau ini, kau itu kaya tapi tak memberi makan istrimu dengan benar. Walaupun bilang kenyang seharusnya kau paksa dia untuk makan. Ini sudah jam 9 lebih."
"Hei seenaknya kau bilang aku tak memberi makan istriku hah?" tanyanya dengan garang. Ia tak terima jika Andra mengatakan ia tak memberi makan Viola.
"Nyatanya begitu bodoh! "
"Dan aku merasa istrimu ini hamil, apa kalian sudah melakukannya sebelumnya?" tanya Andra dengan muka seriusnya.
"What!!! Viola hamil?"
"Perkiraanku begitu, apa dia terlihat aneh akhir akhir ini?" tanya Andra menuliskan resep untuk di tebus Galaksi.
"Yahh."
"Setelah dia sehat kalian bisa mengeceknya ke rumah sakit."
"Ganti pakaian istri dengan yang lebih longgar, dan saat ia sadar beri dia makan dan vitamin ini."
"Thanks, bro."
"Sudah menjadi kewajibanku, lain kali kau harus peka dengan mood orang hamil. Jangan membuatnya kelelahan, aku tak mau dengar kau mengeluh lagi soal istrimu," ucapnya dengan dengan tegas. Galaksi dan Clara sudah ia anggap sebagai saudaranya sendiri sejak ia menjadi dokter pribadi di rumah besar itu.
Kini tinggallah Galaksi dan Viola yang tak bisa menyembunyikan senyumnya. Pria itu akan sangat bahagia jika benar dia perut istrinya ini ada makhluk kecil yang tumbuh sejak kejadian itu.
Galaksi tak berhenti tersenyum saat menggantikan pakaian sang istri dengan cekatanya. Walau ia tergoda tapi Galaksi tak mau mengambil kesempatan dalam kesempitan.
Galaksi juga sudah menyuruh pelayan untuk membawakan makanan yang bergizi dan juga buah untuk istrinya walau Viola belum juga bangun.
"Sayang ayo bangun, kamu tak kasihan melihat suamimu ini sedih hmmm? Baby bilang pada Mommymu untuk bangun!" tanya Galaksi mengelus perut Viola yang sedikit menonjol. Galaksi dan Viola mengira jika ini adalah lemak tapi ia salah ini ada janin mereka.
Bersambung
__ADS_1
Hai hai, jangan lupa mampir ke novel senior Tya ya, judulnya Bu Guru AKU PADAMU, karya LichaLika.