
Happy reading
Keesokan harinya, Galaksi yang pertama kali bangun tidur itu langsung menatap istrinya yang masih terlelap di dadanya itu.
"Perjalanan kita dua tahun ini tak berakhir sia sia sayang, sekarang kamu milikku begitupun aku milikmu," gumam Galaksi.
"Wanita yang dulu sangat sulit untukku taklukkan kini menjadi wanita yang mencintaiku. Bahkan kamu sudi untuk mengandung anakku."
"Terima kasih sayang, kamu sudah hadir dalam rahim Mommymu."
Tangannya terulur untuk mengelus perut Viola dengan lembut. Sedangkan Viola yang mulai terusik akan elusan sang suami itu mulai mengerijabkan matanya.
"Pagi sayang. Bagaimana tidurmu?" tanya Galaksi dengan nada serak serak basah yang mengalun di telinga Viola.
"Nyenyak, kan sama kamu," jawab Viola meletakkan tangannya di dada Galaksi.
Galaksi membiarkan apa yang dilakukan sang istri saat jari jari lentik itu mulai menari di atas sana.
"Nanti ke rumah sakit?" tanya Viola menatap Galaksi.
"Iya sayang tapi agak siang gak apa-apa kan? Aku mau berdua sama kamu dulu sebagai pengantin baru," jawabnya.
"Gak apa-apa, emang kamu cuti berapa hari?" tanya Viola.
"2 minggu," jawabnya.
"Kak Reno?" tanya Viola lagi.
"10 hari yank, katanya dia juga perlu uang untuk istrinya," jawab Galaksi. Viola mengangguk paham, ia bertanya mau kemana saja dua minggu.
"Kita honeymoon?"
"Kamu maunya gimana hmm? Kalau kandungan kamu masih lemah, aku tak akan mengajakmu honeymoon. Bukan karena aku pelit sama kamu ya sayang, cuma aku gak mau kamu kenapa napa," ujarnya mengelus perut istrinya dengan lembut.
"Aku paham, lagian masih ada tempat honeymoon didekat sini. Jadi gak perlu jauh jauh," jawabnya menumpuk tangannya di atas tangan Galaksi.
"Aku janji jika nanti kandungan kamu sudah kuat, aku akan mengajakmu babymoon kemanapun yang kamu mau," ucapnya dengan senyum manisnya.
"Janji ya."
"Iya sayang janji," jawabnya seraya mengecup kening dan bibir Viola.
Setelah beberapa saat berbincangan mereka di ranjang itu, mereka berdua berlalu menuju kamarnya untuk melakukan ribuan mandi mereka.
__ADS_1
Tak lama Viola keluar dari kamar mandi terlebih dahulu sedangkan Galaksi masih ada di dalam entah apa yang di lakukan pria yang baru satu hari menjadi seorang suami itu.
Tok! Tok! Tok!
Viola yang mendengar suara ketukan itu langsung membuka pintu kamar itu dan ternyata yang ada disana adalah Reno.
"Ada apa kak? Gimana tadi malam lancar?" tanya Viola menggoda kakaknya saat ia melihat satu bekas merah di leher Reno.
"Kepo aja sih! Emm aku mau tanya nih. Kamu dulu pas pertama ngelakuin itu sama Galaksi sakit kan? Apa yang buat itunya gak sakit lagi?" tanya Reno malu tapi mau gimana lagi.
"Pake salep kak, bentar nih pasti kakak ipar aku udah bolong kan ya sama kakak. Dah pasti sakit secara kakak Aulia masih ting ting."
Reno hanya mengangguk malu, kemudian Viola masuk kedalam kamar dan mengambil salep yang selalu ia bawa saat pergi lalu memberikannya pada Reno.
"Yakin bisa sembuh?" tanya Renovasi dan dianggukkan oleh Viola.
"Gak sekali sembuh kak, tapi berangsur," jawabnya.
"Oke thanks, btw lu kok baik baik aja? Galaksi gak apa apain lu?" tanya Reno menatap adiknya yang tampak biasa saja.
"Lah emang Viola harus kenapa? Lagian suami Viola perlakuan aku dengan baik."
Reno yang mendengar itu hanya mengangguk dan pamit pada Viola untuk kembali ke kamarnya. Istrinya masih tertidur tadi saat ia tinggal bagaimana jika nanti bangun saat ia tak ada.
"Kenapa gak pakai baju?" tanya Viola mengambil handuk yang ada di tangan Galaksi dan menariknya agar duduk di sofa single itu.
Dengan telaten Viola mengeringkan rambut Galaksi dengan sesekali pijatan di kepala pria itu hingga membuatnya rileks.
"Baju kamu dimana?" tanya Viola, Galaksi menujukan koper yang ada di dekat ranjang.
Viola berlalu mengambil koper itu dan membukanya, Viola yang melihat itu langsung mengambil pakaian suaminya tak lupa boxer dan kaos dalam suaminya.
Viola memberikan semua itu pada Galaksi dan tanpa tahu malunya pria itu berganti di depan Viola yang langsung berlalu pergi.
"Sayang, kamu gak mau bantu suamimu pakai baju?" tanya Galaksi dengan manja. Ia masih memakai boxer saja.
"Kamu sudah besar, gak perlu dibantuin kan. Jangan manja!!"
"Gak mau!"
Susah memang memiliki suami yang manjanys tak ketulungan seperti ini. Kenapa sih cowok kalau udah bikin pasti manja, apa Viola harus merubah kemanjaan ini?
Dengan cepat Viola memakaikan pakaian suaminya, tapi dengan kejahilan Galaksi yang memegang bokong sang istri dan meremmasnya.
__ADS_1
"By," rengek Viola menatap suaminya yang hanya acuh dan merapatkan bagian bawah mereka hingga membuat Viola merasakan sesuatu yang ah sudahlah kalian pasti tahu.
Setelah selesai, Viola mengajak Galaksi sarapan dan setelah itu mereka akan ke rumah sakit.
Sarapan yang biasa karena ini bulan masakan istrinya bagi Galaksi, tapi mau gimana lagi. Ia harus menghabiskan makanan yang ada di depannya ini.
Setelah sarapan, mereka mengirim pesan pada Reno dan Aulia jika mereka keluar dulu. Untung saja Papa Bara menyuruh supir untuk membawakan mobil Galaksi ke tempat ini.
_____
"Bisa di lihat Tuan, Nyonya. Titik kecil di tengah sana, itu adalah anak kalian. Usianya masih muda sekitar 2 atau 3 minggu."
Viola yang melihat kearah layar itu dan menitikkan air matanya, sedangkan Galaksi tak percaya jika sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah.
"Apa kandungan istri saya tak apa apa dok? Sebab kemarin dia sempat pingsan," tanyanya dengan raut khawatir.
"Sejauh ini kandungan istri Tuan baik baik saja, mungkin karena terlalu kelelahan hingga membuat Nyonya. Tapi kandungan Nyonya cukup kuat hingga membuat janin yang masih berkembang itu tak kenapa napa."
Jawab dokter itu seraya membersihkan gel di perut rata Viola. Dan mengajak mereka untuk duduk di kursi itu.
"Pesan saya, Nyonya jangan banyak pikiran apalagi sampai stres karena itu tidak baik untuk perkembangan janin. Banyak makan makanan yang bergizi dan juga minum susu hamil."
"Tapi dok, saya tak merasakan jika sama hamil. Harusnya kan mual atau muntah tapi saya tidak merasakan itu," ujar Viola yang seperti tak hamil.
"Syukurlah jika Nyonya tak mengalami gejala itu, memang banyak kasus ibu hamil itu mengalami morning sickness tapi bukan berarti yang tidak mengalami itu tidak hamil."
"Saya juga tak mengalami morning sickness saat mengandung anak pertama," lanjutnya yang membuat mereka mengangguk.
"Oh begitu ya dok," ucapnya dengan paham.
"Oke Tuan, dan Nyonya apakah masih ada yang ingin ditanyakan?" tanya sang dokter pada mereka.
"Apakah selama istri saya hamil, kami masih bisa berhubungan badan?" tanya Galaksi tanpa malu. Tapi Viola yang malu karena pertanyaan dari sang suami.
"Tak apa Nyonya, pertanyaan ini memang lumrah ditanyakan para calon ayah. Boleh kok Tuan, selama itu tak sering, jika kandungan masih di trimester pertama kandungan itu sangat rentan jadi bisa lebih dikurangi. Dan jangan menelurkan sper*a di dalam ya Tuan," jawab dokter itu tersenyum pada pasangan ini.
Jawaban dokter cukup membuat hati Galaksi bungah, walau tak sering tapi ia bisa kembali menikmati madu istrinya.
Setelah mendapat arahan dari sang dokter, mereka memutuskan untuk keluar dari ruangan itu, menebus obat mual dan vitamin untuk mereka di apotik.
Bersambung
Hai hai kakak kakak jangan lupa mampir ke novel senior Tya ya judulnya Cewek Tomboy Jadi Ratu, karya Icha_Violet.
__ADS_1