Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Calon Kakak Ipar


__ADS_3

Happy reading


Sedangkan pasangan baru yang baru saja pacaran mereka di rooftop besar Ryano Group itu saat ini masih saja betah untuk saling bincang.


gedungPadahal jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, tapi sepertinya kedua orang ini belum ada niat mengakhiri panggilan video itu walau keduanya sudah saling berbaring.


"Kak," panggil Clara.


"Panggil sayang dulu," jawab Satya pada sang pacarnya dengan senyum.


Clara menggigit bibir bawahnya dengan pelan, ia terlalu malu untuk memanggil Satya dengan kata sayang. Oh ayolah Clara masih terlalu awal dalam menjalin kisah kasih sebagai sepasang kekasih.


"Ayolah sayang," ujarnya dengan penuh harap.


"Sayang," panggil Clara dengan pelan.


Satya yang mendengar itu tak bisa lagi menahan senyum tampannya. Rasanya ia ingin sekali ia memeluk tubuh Clara ke dalam dekapannya.


"Ya sayang," jawab Satya tak kalah dengan lembut.


Clara yang mendengar jawaban dari Satya itu tambah malu. Lihat saja wajah merah dari Clara yang membuat Satya gemas dengan pacarnya ini. Aih pacar ya bang.


"Kakak tidur gih udah malam, besok kan Kakak harus kerja," ujar Clara menatap Satya yang sepertinya sudah sangat mengantuk. Clara tak mau Satya sampai bangun telat besok pagi.


"Tapi aku gak mau VC nya dimatikan, biarin gini aja. Kamu juga tidur, besok ada kuliah pagi kan?" tanyanya dengan lembut.


"Belum ngantuk kak," jawabnya melebarkan matanya pertanda ia belum mengantuk.


"Kalau begitu aku gak mau tidur," jawabnya dengan membuka matanya paksa.


"Gak boleh gitu kak, nanti kalau kakak ngantuk gimana? Aku gak mau kakak di marahi Kak Galaksi dan Kak Reno karena tidur di kantor," ujarnya mulai memeluk guling yang ada di depannya dengan erat.


"Biarin aja, nanti aku jawab kalau kamu yang udah buat aku gak bisa tidur. Lagipula besok kamu juga ada kuliah, tidur sana," balas Satya dengan santainya. Padahal di dalam hati dia sudah was was jika hal itu benar terjadi.


"Ya sudah kita sama sama tidur," ujar Clara menatap Satya.


"Kamu duluan sayang, aku mau lihat kamu tidur," jawabnya dengan lembut. Ia sudah menarik selimutnya tanpa sepengetahuan Clara.


"Oke bareng aja 1... 2... 3... tutup mata," ucap Clara yang langsung menutup matanya agar bisa tertidur.


Satya yang melihat Clara sudah menutup mata itu hanya tersenyum.


"Aku mencintaimu Clara."


Setelah mengucapkan itu Satya ikut terlelap dengan nyamannya. Clara yang sebenarnya belum tidur itu hanya bisa berteriak girang di hatinya.

__ADS_1


"Aku juga mencintai kakak," jawabnya dengan pelan.


Clara yang awalnya ingin menjauh dari Satya yang tak kunjung memberi kepastian itu, sekarang malah tak bisa jauh karena mereka sudah berpacaran. Tahu gini dari dulu Clara sudah mengatakan jika dia mencintai Satya.


***


Keesokan harinya, Clara bangun dengan tergesa gesa menuju kamar mandi. Lihat saja sekarang sudah pukul berapa, kalau begini ia bisa telat kekampus.


"Pagi semua," sapa Clara duduk di kursinya dan menikmati sarapannya. Walau hanya roti saja.


"Pagi sayang."


"Tumben kakak ikut sarapan bareng? Emang keponakan aku gak rewel hingga mau di bawa keluar?" tanya Clara mengelus perut Viola yang menjadi aktivitasnya setiap hari.


"Aman dek, ada Daddynya jadi mau ikut sarapan bareng. Sama Oma, Opa, Buyut buyut, dan Auntienya yang cantik ini," jawab Viola mencubit pipi Clara hingga memerah.


"Uhhh makin pintar aja ya sekarang, eh twins kalian di dalam lagi ngapain? Jangan pada bentrok ya kasihan Mommy kalian," tanya Clara seakan berbicara dengan anak-anak Viola dan Galaksi.


"Kami lagi main Onty, mau ikut?" jawab Viola seakan menjawab pertanyaan Clara.


"Gak deh, kalau Onty ikut main nanti gak jadi kuliah."


Mereka yang melihat itu hanya tersenyum. Galaksi memang tak salah memilih istri, selain cantik Viola juga sangat sopan pada yang tua. Tak banyak menuntut itulah yang menjadi nilai plusnya.


"Mas kalau mau kerja juga gak apa-apa, kan di rumah banyak temannya," ujar Viola saat suaminya itu sedang memakan buah apel yang tadi ia kupas.


"Gak mau, aku malas kalau udah berurusan sama kertas lagi. Untuk saat ini aku mau nikmati waktu berdua sama kamu dan anak-anak kita," jawabnya dengan senyum hangat.


"Yuk siap siap, katanya mau jalan jalan pagi biar sehat."


Viola tersenyum dan mengangguk, dengan pelan ia mulai bangkit dan menuju lift bersama Galaksi.


Rencananya hari ini mereka akan melakukan jogging dekat mansion saja. Hal itu ia lakukan karena badannya mulai pegal jika hanya di kamar saja.


***


Sedangkan Clara yang sudah sampai di kampus itu dengan bahagia memeluk sahabatnya yang baru keluar dari mobil itu.


"Kenapa lu?" tanya Nana dengan bingung sedangkan Satya yang belum menjalankan mobilnya itu hanya tersenyum dan mengirimkan kiss jauh untuk Clara.


"Lagi seneng," jawab Clara dengan senyum.


"Ya sudah dek, kakak berangkat kerja dulu ya."


"Iya kak hati hati," jawab Nana.

__ADS_1


"Gak pamit sama aku?" tanya Clara seolah dibuat cemberut.


"Iya sayang, kakak berangkat ya."


Nana yang mendengar kata sayang dari bibir kakaknya itu kaget.


"WHAT!"


"Heem, kakak hati hati. Semangat kerjanya," balas Clara dengan malu. Mereka mengabaikan Nana yang masih syok akan apa yang sedang terjadi saat ini.


"Kami juga belajar yang benar, kakak cinta kamu," ucapnya dengan lirih diakhir kalimat.


"Siap."


Setelah itu Satya menjalankan mobilnya menuju perusahaan. Sedangkan Clara kini harus berhadapan dengan Nana yang bersedekap dada karena meminta penjelasan pada Clara.


"Kami pacaran," ucap Clara yang seakan menjawab semua pertanyaan yang ada di otak Nana.


"What!! Sejak kapan? Kenapa kalian gak bilang?" tanya Nana pada Clara.


"Emm kemarin sore," jawabnya dengan malu.


Clara masih mengingat kemarin sore, dimana ia terlebih dahulu mengucapkan cinta pada Satya, untung Satya membalas 5 jika tidak mungkin ia akan malu tujuh turunan, tujuh tanjakan dan tujuh belokan.


"Udah jangan dibahas aku malu," ujarnya dengan menutup matanya dengan malu.


"Tapi lu utang penjelasan sama gue ya," ujar Nana pada Clara saat ia mendengar bunyi lonceng yang sudah berbunyi.


"Hmmm."


Keduanya kini berlalu menuju kelas, untungnya mereka satu jurusan jadi bisa bersama masuk kelas.


Kedatangan mereka itu menjadi daya tarik tersendiri oleh para laki-laki yang masih ada di luar. Selama menjadi mahasiswi di kampus ini, Clara dan Nana menjadi idola para lelaki. Selain paras mereka yang cantik, Clara dan Nana memiliki kepribadian yang unik.


"Makin lama makin banyak aja fans kita," ujar Nana dengan gaya tomboynya masuk ke dalam kelas.


"Berasa kek artis, tapi percaya atau enggak kita bakal di bully," balas Clara dengan sedih.


Bayangan ia dibully saat SMA membuatnya sedikit takut akan kejadian lagi.


"Tenang aja gue ada, gak akan gue biarin calon kakak ipar gue dibully lagi," ujarnya dengan senyum.


Bersambung


Memang gitu harusnya, adik ipar harus melindungi kakak iparnya.

__ADS_1


__ADS_2