Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Membawa Kembali


__ADS_3

Happy reading


Setelah mandi, Clara langsung mendapat pesan dari Satya jika pria itu sudah sampai rumah bersama Nana.


Anda


Jangan lupa mandi dan langsung tidur.


My Love


Siap sayang, kamu juga. Nih aku cium😚


Anda


Hahaha, good night😙


My Love


Good night baby


"Sumpah deh bisa awet muda gue kalau gini terus," gumam Clara mengganti pakaiannya dan mulai membaringkan badannya di kasur.


***


"Cup cup cup, Abang kenapa sih belum tidur? Lihat Adik nih, udah nyenyak dari tadi," ujar Galaksi menenangkan sang putra yang masih melek matanya.


Viola yang melihat putranya sedang menatap dirinya itu hanya tersenyum. Walau dia juga ngantuk tapi putranya tak mau tidur.


"Abang tidur ya, Mommy capek," ucap Viola memeluk tubuh Bima dengan lembut. Kemudian dia mengelus pipi anaknya yang tampak hangat itu.


Seolah mengerti apa yang diucapkan Viola, Bima langsung menguap dan memejamkan matanya.


Galaksi yang melihat itu hanya menggeleng, putranya ini bisa saja menjadi saingannya saat bersama sang istri. Apalagi nanti kalau Bisma bangun, tambah lagi saingannya.


"Sepertinya kedua anak kita ini sangat menyayangi Mommynya daripada Daddynya ," ucap Galaksi menatap orang orang yang ia sayang.


"Jelas dong sayang, kan aku Mommynya. Mereka juga pasti sayang sama kamu, secara kam Daddynya," jawab Viola mengelus pipi suaminya dengan lembut.


Ia tak mau Galaksi cemburu dengan anak anaknya yang saat ini masih berusia 3 hari. Kasih sayang mereka sama tak akan ada yang berubah, dan Viola harap suaminya juga makin mencintainya.


Setelah Bima terlelap, Galaksi dan Viola mulai memindahkan mereka di ranjang bayi khusus pemberian Mama Audi yang ada jauh jauh hari. Harganya juga tidaklah murah, sekitar 40 jutaan. Tapi uang segitu tak ada artinya untuk keluarga mereka.


Setelah memastikan anak anak aman di ranjangnya. Galaksi mulai menatap Viola dengan tak biasa.

__ADS_1


"Sekarang gantian aku yang harus kamu urus," ucap Galaksi meng ungkung tubuh Viola yang terlihat lelah.


"Mas aku lelah banget," ujarnya dengan nada lemas.


"Emang aku ngapain? Kan cuma minum. Kalau kamu mau tidur ya tidur aja yank," ucap Galaksi mulai membuka baju atas istrinya.


Yah Viola sudah sangat jarang jika tidur hanya memakai tank top dan celana pendek. Semenjak hamil Viola selalu memakai pakaian tertutup karena ia lebih cepat kedinginan.


"Mas ahh, jangan sampai ketelan ya. Anak-anak masih butuh loh," ujar Viola saat suaminya itu sudah memposisikan dirinya seperti bayi ingin ehem.


"Gak janji yank, aku suka khilaf soalnya," jawab Galaksi sudah mulai memasukkan satu buah itu ke mulutnya.


Memang si Galaksi ni bandel kali orangnya, gak akan ngaruh cuma dibilangin gitu doang.


Viola yang sudah sangat mengantuk itu mulai menarik selimut dan menutupi tubuh keduanya. Bahkan kepala Galaksi pun ikut ia selimuti.


"Aku tidur dulu Mas, capek."


"Hmmm."


Galaksi sudah berasa lelah itu mulai menutup matanya, tetapi mulutnya masih mengemut buah idola itu.


***


Suara tangisan dari kedua bayi itu membuat Viola yang pada dasarnya sangat peka. Langsung terbangun, dan ia masih melihat suaminya yang masih meny usu di dadanya. Bahkan saat terlelap pun Galaksi masih berusaha meny esapnya.


"Sepertinya aku harus menyiapkan satu botol susu lagi," gumam Viola meletakkan kepala suaminya di bantal.


Viola mulai melangkahkan kakinya di lantai, menuju dispenser tempat ia menyimpan ASI tadi malam untuk anak-anaknya.


"Ulu ulu ulu anak Mommy bangun lagi hmmm, pasti haus ya Nak?" tanyanya.


Viola mulai mengangkat si Abang dan meletakkannya di ranjang. Kemudian Adik juga dipindahkan ke ranjang agar ia mudah memberikan susu untuk anak-anaknya.


"Mas Galaksi pasti capek banget sampai lelap banget gitu tidurnya," gumam Viola menatap sang suami seraya memberikan susu untuk anak-anaknya.


Viola dengan lembut mengelus rambut putra putranya bergantian. Ia tak mungkin membiarkan anak-anaknya minum tanpa ada yang jaga.


"Boy, saat Mommy tak sadar saat itu. Mommy bertemu kalian loh, Abang sama Adik berlari kearah Mommy dan menyeret Mommy untuk keluar dari cahaya putih itu menuju taman yang disana ada Daddy. Saat itu kalian tampan sekali, Mommy pikir itu bukan kalian berdua."


"Mommy pikir, Mommy sudah tak bisa lagi bertemu kalian. Mommy pikir, Mommy akan bertemu dengan Oma dan Opa kalian yang sudah tiada. Tapi Tuhan sangat baik sama Mommy dan kita sayang."


"Terima kasih karena sudah membuat Mommy kembali, kalian penyelamat Mommy," lanjutnya seraya menghapus air matanya dengan cepat.

__ADS_1


Tampak sekali kedua bocah itu menatap Mommynya dengan sedikit senyum.


"Terima kasih."


Tanpa Viola sadari Galaksi ikut terbangun saat mendengar cerita istrinya itu. Apa itu berarti saat Viola tak sadarkan diri saat itu, Viola akan pergi? Meninggalkannya bersama kedua buah hati mereka? Apa katanya tadi anak-anak yang membawa Viola kembali.


"Jadi kamu dulu ingin meninggalkan aku dan anak-anak?" tanya Galaksi dengan suara seraknya.


Deg!


Jantung Viola berdetak kencang saat mendengar hal itu, Viola menatap suaminya yang sudah duduk bersandar di head board dengan menatapnya tajam.


"Mati aku," gumam Viola dengan cepat memalingkan wajahnya dari Galaksi.


"Tatap aku Mommy!"


Viola yang mendapat panggilan Mommy dari suaminya itu langsung menatap Galaksi dengan takut. Bukan ia tak mau menceritakan hal ini, tapi ia belum siap menceritakan apa yang dia impikan saat tak sadar itu.


"Maaf Dad."


Viola pun ikut memanggil Galaksi dengan sebutan Dad, hal itu cukup membuat Galaksi geli tapi ia akan tetap mempertahankan wajah tegasnya itu di hadapan sang istri.


"Kenapa kamu gak pernah cerita soal ini sama aku? Kamu ada rencana buat ninggalin aku sama anak anak?" tanya Galaksi dengan tegas walau suaranya itu terdengar lembut di telinga Viola.


"Aku gak ada niat buat ninggalin kalian, aku hanya takut kamu akan marah saat aku bercerita. Lagipula kan aku sudah kembali tak perlu khawatir tentang aku," jawab Viola kembali menatap anak anaknya.


"Maafkan aku sayang," ucap Galaksi.


"Tak apa lagipula aku sudah sehat kan," ujarnya dengan nada lembut.


Galaksi mengangguk dan ikut menatap bayi bayi mereka yang tampak sangat lahap meminum susu yang ada di botol itu.


"Dada kamu sakit gak yank?" tanya Galaksi dan dijawab gelengan oleh Viola.


"Hanya ngilu sedikit, kamu jangan sering sering nen ya Mas. Kasihan juga anak anak kalau sampai kurang," ujar Viola dengan lembut. Dia tak mau suaminya terlalu banyak mengambil jatah anak anaknya.


"Heem."


Mereka menjaga putra putra mereka hingga terlelap kembali, menyisakan Galaksi dan Viola yang masih terjaga dan menatap mereka.


"Anak anak kita sangat lucu."


"Sama seperti Mommynya."

__ADS_1


"Daddynya juga kok," balas Viola dengan tawa.


Bersambung


__ADS_2