
Happy reading
"Tangannya," lirih Viola.
Galaksi tak menghiraukan Viola yang mati matian menahan rasa aneh di bawah sana. Galaksi pun termakan apa yang ia lakukan sendiri. Merasa milik istrinya sangatlah menantang membuat dirinya panas.
Galaksi menarik tangannya dan melepaskan pu*ut*nnya dari buah segar itu. Viola yang merasa kecewa itu menatap suaminya yang hanya tersenyum.
Galaksi mulai mencium bibir Viola lagi, dengan tangan yang sudah meremmas buah dada Viola dengan lembut hingga membuat wanita itu mele guh di sela-sela ciumannya.
Ciuman yang awalnya hanya di bibir kini beralih kebawahnya, dan entah bagaimana caranya Galaksi sudah berada di atas Viola hingga membuat Viola yang berada di bawah itu mencengkeram seprai itu.
Hingga sampailah Galaksi di bawah sana, tangannya melepas segitiga milik sang istri dan ia kembali melihat wajah sang istri yang sangat cantik menurutnya.
"Boleh yank, aku masuk untuk yang ke tiga kalinya?" tanya Galaksi dengan suara seraknya hingga membuat Viola terpana berkali-kali dengan sang suami ini.
"Boleh, Vio milik Mas Galaksi sekarang. Mau kapanpun asal pelan ya. Ada bayi kita," jawabnya tanpa malu.
Galaksi yang mendapat persetujuan dari Viola itu mulai mengobrak abrik bagian bawah Viola dengan lidahnya untung saja tadi mereka sempat ke kamar mandi walau tak mandi.
"Shitt kenapa bisa senikmat ini, sungguh sayang jika di lewatkan," batin Galaksi.
Galaksi yang sudah tak kuat itu memasukkan dua jarinya sebelum memulai permainan. Galaksi akan membuat istrinya itu mengeluarkan pelumas dulu sebelum ia masukkan.
"Mass ahh," dessahnya di barengi dengan cairan hangat itu.
"Gimana sayang?" tanyanya seraya menggoda istrinya.
"Gak tahu!!"
Galaksi tertawa mendengar suara istrinya itu, Viola yang biasanya jarang malu kini malah malu malu.
Galaksi pun mulai membuka boxer yang sudah mulai sesak itu dan memperlihatkan batangnya yang sudah tegak dan sepertinya ingin dimanjakan.
"Mas kenapa jadi besar gini? Padahal satu tahun yang lalu gak sebesar ini," ucap Viola menujuk milik sang suami yang cukup membuat miliknya cenat cenut.
"Mau coba pegang?" tanya Galaksi mengelus batangnya dengan sensual.
Tanpa Galaksi tahu jika Viola sudah siap memainkan batang itu dengan tangannya.
"Sayang."
"Kamu nawarin aku Mas," jawab Viola memaju mundurkan batang itu dengan lembut hingga membuat Galaksi benar benar tak tahan.
__ADS_1
"Sudah puas bermain hmmm? Sekarang kita pada intinya ya sayang," ucap Galaksi menarik tangan Viola dan mulai membuka paha Viola dengan lebar.
"Pelan pelan ya Mas," peringatnya dan diangguki oleh Galaksi.
Galaksi mulai mengarahkan batangnya kearah gua yang sudah siap untuk dimasuki itu.
Dengan sekali hentakan, batangnya masuk sempurna ke dalam gua sempit nan lembut Viola.
Keduanya saling memejamkan matanya, sekarang menikmati apa yang sedang berlangsung beberapa menit ini. Viola yang dasarnya sudah tak suci lagi itu merasa ngilu saat batang itu masuk ke gua miliknya. Sedangkan Galaksi menikmati batangnya yang di jepit dinding lembut itu, ia merasakan kembali rasanya masuk ke gua sang istri.
Keduanya membuka matanya dan mulai melaksanakan sunah rasul untuk pertama kalinya setelah menikah.
"Nikmat ini berbeda dari yang sebelumnya," batin Galaksi melajukan badannya dengan pelan dan lembut agar tak melukai sang buah hati yang ada di perut sang istri.
"Ahhh rasanya aku tak mau menyudahinya, kenapa dia semakin gagah saja jika seperti ini?" tanya Viola dalam hati.
Pandangannya menatap dada dan perut sang suami yang sudah berbentuk kotak kotak. Padahal Galaksi selalu makan banyak tapi kenapa perutnya tak buncit.
Tangan Viola mulai melepas seprai yang tadi ia cengkram dan mulai mengalungkan Tangannya di leher sang suami.
"Ahh Mass aku mau sampai," ucapnya semakin memeluk leher suaminya.
Mendengar hal itu Galaksi memacu tubuhnya lebih cepat agar ia bisa ikut sampai bersama sma istri. Tapi tiba tiba ia teringat ucapan dokter kemarin.
"Kenapa di cabut?" tanya Viola dengan nada sedih.
Galaksi yang mendengar itu kembali naik ke atas kasur dan memeluk istrinya dari samping.
"Ingat kaya dokter sayang, aku gak boleh buang bibit unggul aku di rahim kamu. Kan bisa bahaya," jawabnya mengecup bibir sang istri.
"Aku tak mau egois ya, aku juga ingin tapi belum sekarang," lanjutnya yang membuat Viola tersenyum karena sikap suaminya yang memikirkan sang anak yang masih ada di perut.
"Nak, Daddy pengertian gitu ya. Kamu harus bangga punya Ayah kayak Daddy ya," ucap Viola mengelus perutnya yang tertutup selimut itu.
Galaksi yang mendengar itu ikut mengelus perut sang istri dengan lembut.
"Baby juga harus bangga punya Mommy seperti Mommy ya. Walau Mommy mu ini sangat galak jika marah, tapi dia orangnya baik apalagi hatinya," timpal Galaksi dengan senyum manis.
"Aku galak? Kata siapa?" tanya Viola tak terima.
"Kataku tadi. Kamu itu galak tapi ngangenin kalau marah. Ntah kenapa tapi aku suka," ucapnya dengan senyum manisnya.
Viola dan Galaksi masih saja mengelus perut rata itu. Calon orang tua itu seakan tak mau lepas dari perut Viola.
__ADS_1
Setelah beberapa saat Galaksi yang merasa tubuhnya lengket itu menggendong tubuh istrinya menuju kamar mandi. Sekilas ia melihat kamar yang sudah tak seperti kamar itu apalagi cairan yang ada di lantai itu.
Galaksi menurunkan tubuh sang istri di bathtup dan mengisinya dengan air hangat tak lupa cairan dengan aroma terapi yang mampu menenangkan Viola.
Galaksi pun ikut masuk kedalam sana, dan memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"Apa sakit?" tanya Galaksi pada sang istri.
"Enggak kok cuma ngilu, mungkin belum terbiasa aja," jawab Viola menyadarkan kepalanya di dada Galaksi.
Yang namanya lelaki pasti tak akan ada puasnya tapi Galaksi harus menahan semua itu. 30 menit lebih mereka di sana. Galaksi mengangkat tubuh sang istri untuk membilas bisa sabun yang ada di tubuh keduanya.
Setelah selesai berpakaian Viola kembali di gendong Galaksi ke luar kamar mandi dan mendudukkan di sofa. Sementara Galaksi berlalu untuk mengganti seprai, selimut dan tak lupa membersihkan lantai itu.
Viola yang melihat suaminya terlihat kelelahan itu tak tega, tapi sekuat apapun ia ingin membantu Galaksi pasti bilang tak usah.
"Mas" panggil Viola.
"Ada apa?"
"Kita pulang ke rumah kamu atau rumah Kak Reno?" tanya Viola.
"Kalau kamu?"
"Hais, kamu kan suamiku jadi aku ikut apa kata suami," cemberut Viola saat tak mendapat jawaban dari sang suami.
Galaksi tak menjawab tapi ia menyelesaikan pekerjaanya itu, setelah selesai Galaksi berjalan kearah Viola dan mendudukkan tubuhnya di samping sang istri.
"Untuk sementara waktu kita tinggal di rumah aku, karena di rumah orang tua kamu udah ada Aulia kan," ujarnya dan diangguki oleh sang istri.
"Kapan kita pindah?" tanya Viola dengan semangat.
"Dua minggu lagi," jawabnya santai.
Viola mengangguk, waktu 2 minggu adalah masa cuti Galaksi hingga ia tak kaget kenapa Galaksi tak langsung mengajaknya pindah.
Bersambung
Tya gak siapin kipas loh kalau panas.
Hai hai, jangan lupa mampir ke novel temen tya ya judulnya Hasrat Sepupu, karya Mom Al.
__ADS_1