Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Perjalanan Pulang


__ADS_3

Happy reading


"Mas udah semua barangnya?" tanya Viola dengan lembut.


Yah, hari ini mereka akan pulang. Viola juga sangat senang saat di perolehan pulang oleh dokter. Karena di rumah sakit ini sangat engap dengan bau obat obatan.


"Sudah sayang, tinggal ambil barang barang ini aja. Kita langsung pulang saja," jawabnya mengelus rambut sang istri yang sedang menggendong putra pertamanya itu.


Entah kenapa sejak pagi si Abang Bima jadi manja seperti ini, tadi ingin lepas dari gendongan Viola. Sedangkan adiknya si Bisma anteng ayem aja di dalam box itu.


"Ya sudah yuk Mas, pulang. aku gak sabar mau sampai rumah," ajak Viola menyuruh sang suami untuk menggendong adik yang antengnya luar biasa.


"Anak Daddy anteng banget tidurnya, beda sama Abang ya yang udah kuasai Mommy. Nanti kita balas ke Abang ya dek," ucapnya menggendong tubuh kecil putranya mengikuti sang istri.


"Jangan ajari anak aku jadi sesat ya Mas. Aku gak mau anak anak kita saling memusuhi, jika sampai itu terjadi Mas yang harus disalahkan!!"


"Bercanda sayang, aku gak mungkinlah serius dengan omongan aku. Lagipula mereka sudah tidur dengan nyaman kok."


"Walaupun tidur tapi otak Mereka merespon Mas!"


"Maafin Daddy ya sayang, Maafin Daddy ya Abang," ucap Gallaksi mengecup kening Bisma dan Bima.


"Yes Daddy!!"


Akhirnya mereka sampai di dekat mobil, Viola masuk dulu bersama Bima kemudian Galaksi masuk dengan Bisma.


"Jalan Pak," ucap Viola dengan sopan pada supir itu.


"Iya Non," jawab sopir itu.


Dalam perjalanan, yang memenuhi mobil itu adalah suara si kembar yang menangis. Membuat Viola dan Galaksi ikut panik. Apalagi mereka menangis di waktu yang sama.


Viola mengambil perlengkapan kembar yang tadi di bawakan suster dan mengambil sesuatu dari dalam sana.


"Habis Mas," ujarnya dengan sendu.


"Apanya yang habis yank?" tanya Galaksi dengan menggelus punggung sang putra dengan lembut agar bisa berhenti menangisnya.


"Stok susu Abang sama Adik," jawab Viola menatap anak anaknya yang menangis.


Galaksi yang seakan tahu apa yang ada di pikiran Viola itu menarik tirai yang menutup depan dan belakang.


"Udah sayang, kamu bisa susuin Abang dulu."

__ADS_1


"Tapi adik juga nangis Mas," ujar Viola mulai membuka kancing atas bajunya dan mulai menyusui Abang Bima.


"Nanti kan bisa gantian," jawabnya dengan nada lembut.


Sebenarnya ia Galaksi juga kasihan dengan Adik yang menangis sampai segukan begitupun dengan Viola. Biola mengambil bantal dan meletakkannya diatas pahanya.


Dan kini berakhir Viola harus menyusui dua bayi sekaligus, untung ia sudah bisa jadi tak repot. Galaksi yang melihat istrinya itu tersenyum haru, ternyata istrinya sangat menyayangi putra putra mereka. Sempat dulu Galaksi berfikir Viola akan berubah karena anak-anak mereka hadir sebelum mereka menikah.


"Makasih buat semuanya Mom."


"Iya Dad, lagipula ini sudah kewajiban aku," jawabnya dengan lembut.


Galaksi tersenyum dan mengelus rambut istrinya yang berantakan.


"Mas bangga sama kamu," bisiknya memeluk tubuh sang istri dengan lembut dari belakang.


"Viola juga bangga punya suami kayak Mas Galaksi," jawab Viola menatap suaminya.


Galaksi hanya tersenyum manis menatap sang istri. Ia merasa bangga memiliki wanita yang juga banyak ingin dimiliki pria lain.


"Yang kemarin ada yang nyariin kamu," ucap Galaksi mengambil ponsel yang ada di dalam saku itu.


"Siapa Mas?" tanya Viola bingung.


"Ohh Pak Andrian itu ya. Manajer pemasaran kan ya," ujar Viola yang baru ingat akan siapa Andrian.


Yang katanya ganteng kayak oppa oppa korea. Padahal bagi Viola gak ada oppa oppanya, karena pak Andrian itu kepalanya botak, dan juga memiliki kumis yang selalu di pelintir. Tapi tenang pak Andrian masih perjaka umurnya aja masih 37 tahun. Siapa yang minat boleh chat Tya.


"Hmmm."


"Ditanyain gimana?" tanya Viola yang seketika memiliki ide jahil untuk mengerjai suaminya.


"Kamu udah menikah belum. Dia kayaknya gak tahu deh kalau kita sudah menikah. Karena saat itu dia sedang berada di luar untuk memasarkan produk kita yang baru," jawab Galaksi dengan nada kesal.


"Emm bagus dong ya, aku jadi terkenal. Apalagi pak Andrian selaku manajer saja menanyakan hal itu pada kamu."


"Tiba tiba pengen ketemu Pak Andrian deh Mas," ujarnya dengan nada centil.


"Ohh kalau kamu sampai ketemu botak itu, siap siap aja kamu gak akan bisa keluar dari kamar. Bahkan kamu tak bisa melihat anak anak," ujarnya dengan tegas.


Galaksi tak suka Viola membahas tentang laki laki lain saat bersamanya. Lah tapikan Galaksi yang mulai, reader pun tahu.


"Mas yang mulai," ujarnya dengan cemberut seakan akan keinginannya tak terpenuhi.

__ADS_1


"Tapi Mas gak suka kamu ingin ketemu sama dia," jawabnya dengan kesalnya.


Viola yang melihat itu hanya bisa mengulum senyumnya geli. Suaminya itu jika cemburu kadang seram kadang juga lucu seperti saat ini.


"Abang, Adik, kalau besar nanti jangan kayak Daddy ya kalau marah atau cemburu. Cukup bilang aja, lihat muka Daddy tu. Tak mencerminkan seorang pemimpin perusahaan."


Galaksi yang mendengar itu tambah kesal, apalagi istrinya itu seperti menghasut anak-anaknya untuk tak menirukan dirinya.


"Udah Mas, jangan ngambek aku cuma bercanda," ujarnya dengan merayu suaminya yang tampaknya sedang merajuk.


"Hmmm."


"Nak, Daddy marah tuh lihat."


"Gak pantes banget kan, Nak?" tanyanya pada anak-anaknya yang masih sibuk menyusu.


Hanya rengekan yang terdengar dari mereka, Viola juga sangat gemas dengan putra putranya yang seakan mengiyakan apa yang telah dia ucapkan.


"Bagus, ikuti apa yang bagus aja dari ayah kalian ya."


"Sayang anak anak jangan di hasut gitu," ujar Galaksi menatap istrinya tak suka.


"Hei aku benar kan, aku gak mau sampai anak-anak menuruni sifatmu yang buruk itu," jawabnya dengan nada lembutnya.


Galaksi yang mendengar itu hanya bisa menggeleng, bukannya ia tak suka dengan ucapan istrinya tapi ia hanya sedikit kesal akan ucapan Viola walaupun itu benar.


"Nanti malam Mas boleh nen juga kalau Mas gak marah lagi," ujar Viola berbisik di samping telinga Galaksi.


Galaksi yang mendengar itu langsung menatap sang istri dengan rasa tak percaya akan apa yang diucapkan Viola.


"Serius?"


"Iya Mas."


"Oke aku udah gak marah lagi," jawabnya memeluk tubuh istrinya dari samping kemudian menatap putranya yang tengah menatapnya tak suka.


"Kamu mah kalau masalah itu aja, langsung cepat," jawabnya dengan nada ledekan untuk suaminya.


"Namanya juga laki, ya kan twins?"


"Jangan ajari anak-anakku untuk menjadi mesum seperti kamu," ujarnya dengan nada ketus.


Viola mengelus rambut sang putra yang masih sangat tipis itu. Perjalanan pulang itu terasa sangat cepat bagi mereka berdua yang asik bercerita di dalam mobil. Bahkan sopir pun ikut tertawa mendengar ucapan yang terlontar dari majikannya itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2