Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Stay at Home


__ADS_3

Happy reading


"Jangan yang susah susah biar kamu gak capek," ucap Galaksi memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Gak susah kok, cuma tumis aja," jawabnya seraya mengecup pipi Galaksi kemudian kembali melanjutkan masaknya.


"Itu pake potong daging buat apa?" tanya Galaksi yang tak mau diam.


"Buat campuran aja, aku bosen tumisnya itu itu terus," jawab Viola kembali memotong daging yang sudah ia goreng tadi.


"Tapi.."


"Diam deh kalau gak mau bantu," jawabnya dengan ketus.


Galaksi yang sudah mendengar nada ketus dari bumi yang sedang ia peluk ini hanya bisa diam. Ia lupa jika istrinya ini sedang hamil, jadi wajar jika tiba-tiba berubah jadi ketus seperti ini.


"Aku bantu apa?" tanya Galaksi dengan semangat. Jarang jarang istrinya ini menyuruhnya untuk membantu.


"Masukin bumbu halus itu dulu, jangan sampai gosong," perintahnya.


Galaksi mengangguk dan mengerjakan apa yang di katakan sang istri. Mereka masak tumis itu dengan candaan dan godaan yang terlontar dari Galaksi untuk Viola. Hal itu cukup membuat suasana dapur apartemen itu terdengar hidup.


Setelah selesai memasak mereka membawanya ke meja makan.


"Mas kayaknya kita bakal punya adik ipar deh," ucap Viola seraya menyuapkan makanan itu ke mulut suaminya.


"Siapa? Emang Clara mau nikah?" tanya Galaksi seraya mengunyah makanan yang ada di mulutnya.


"Tadi aku chating sama dia, katanya dia suka sama salah satu cowok di kantor. Jadi kita bakal punya adik ipar deh," jawabnya dengan senyumnya.


"Karyawan? Apa gak salah?" tanyanya.


"Kenapa? Kamu gak suka kalau adik kamu punya pacar cuma karyawan biasa? Yang kastanya jauh di bawah kalian?" tanya Viola dengan nada yang tak biasa.


"Bukan begitu yank."


"Apa!! Kamu tak ingat kalau aku juga salah satu karyawanmu! Aku juga bukan wanita yang mempunyai segalanya. Aku cuma anak dari keluarga sederhana!"

__ADS_1


Air mata Viola turun begitu saja dengan tangan menggenggam sendok yang ia pegang.


Galaksi yang melihat itu menggeleng, ia mengusap air mata Viola dengan lembut. Viola meletakkan sendok yang ia genggam dan menepis tangan Galaksi.


"Apa kamu menikahiku juga karena kasihan! Karena kau bukanlah orang berada jadi kamu menjadikanku istrimu agar kamu bisa dengan mudah menjadikan aku pembantu kamu," ujarnya dengan air mata yang mengalir deras.


Pemikiran itu melintas saja di benak Viola hingga membuatnya mengutarakan pada Galaksi dan meneteskan air matanya. Apa ini efek dari kehamilannya?


"Bukan gitu sayang, aku hanya memastikan saja. Apakah pria itu benar benar mencintai Clara atau hanya memanfaatkannya saja," ucapnya.


"Dengar ya. Aku mencintaimu dengan tulus, tanpa memandang kasta ataupun ingin menjadikan kamu pembantu. Memang sejak 2 tahun lalu apa aku pernah menyuruhmu bekerja berat? Yahh jika iya mungkin itu hanya memasak, karena jujur aku ketagihan dengan masakan kamu," lanjut Galaksi dengan tangan yang mengusap air mata istrinya hingga membuat wajah wanita itu memerah karena tangis.


"Kamu kaya sedangkan aku hiks."


"Kamu bahkan lebih kaya dari aku sayang, kamu memiliki hati yang tulus. Kamu membuatku nyaman setiap ada kamu. Dan satu lagi kamu mampu membuat hatiku yang dingin ini menghangat," balas Galaksi yang mampu membuat senyum di bibir Viola terbit dengan lembut.


"Udah senyum nih ye, yang tadi nangis nangis," ucapnya membawa tubuh Viola ke pelukannya.


"Emmm. Tapi katanya Clara yang suka cowok itu bukan kebalik," ucapnya lagi.


Setelah Viola tak terisak lagi, Galaksi melepaskan pelukan itu dan mengecup kening sang istri.


Kalaupun laki laki itu juga benar benar tulus dan menyayangi adiknya sepenuh hati ia juga tak apa. Baginya kebahagiaan adiknya juga segalanya untuknya. Tapi beda lagi jika ada maksud terselubung dalam hubungan keduanya. Jangan lupakan jika Galaksi tak suka dengan orang yang hanya bermain main dengan cinta.


"Habisin sarapannya dulu ya," ucapnya menyendokkan nasi dan lauk itu pada Viola yang tiba tiba menggeleng.


"Udah kenyang!!"


"Ya sudah habiskan susunya kalau begitu, jangan sampai kamu gak minum karena kenyang," ucapnya memberikan susu rasa vanila itu pada sang istri.


"Tapi beneran kenyang loh Mas," ucapnya dengan menggeleng.


"Minum sayang!"


Akhirnya mau tak mau Viola harus meminum susu hamil itu sedangkan Galaksi masih menghabiskan makanan di piringnya tadi. Ia juga melihat reaksi lucu sang istri saat minum susu itu.


"Setelah ini kamu mau kemana yank?" tanya Galaksi setelah selesai mencuci piring dan gelasnya.

__ADS_1


"Kamu mau kemana?" tanya balik Viola.


"Di apartemen aja! Manja manja sama kamu," jawabnya saya mengambil buah dan di letakkan di piring.


"Ya sudah kita nonton film aja kalau gitu," ajak Viola pada suaminya.


Mereka berjalan menuju ruang tengah, dimana disana terdapat televisi yang biasa mereka gunakan untuk menonton sambil bersantai.


Hari ini yang mereka akan tonton adalah salah satu drakor kesukaan Viola, karena memiliki tingkat kebaperan dan juga kesedihan yang tinggi.


Mereka duduk di karpet bulu itu, dengan Galaksi yang menjadikan paha Viola sebagai bantal.


"Kamu niat nonton apa enggak hmmm?"


"Aku ngobrol aja sama anak kita," jawab Galaksi dengan telinga yang di tempelkan di perut Viola.


"Emang Baby udah bisa bicara? Udah bisa denger?" tanya Viola dengan tawanya.


"Walau belum bisa berbicara dan mendengar tapi Baby bisa merasakan kehadiran Daddynya disini," ucapnya dengan senyum manisnya ia menyingkap sedikit baju itu dan mengecup perut rata Viola.


"Kita belum kasih tahu orang rumah kalau aku hamil loh Mas," ucapnya yang seketika ingat akan hal itu.


"Nanti bakal aku kasih tahu yank, Ibu sama Ayah gak tahu kan masa lalu kita. Bisa bisa beliau syok jika mendengar kamu hamil padahal kita belum ada seminggu menikah. Kalau Mama dan Papa udah tahu, bahkan ngebut banget penentuan cucu," jawabnya dan diangguki oleh Viola. Perempuan itu membenarkan apa yang di katakan suaminya.


"Gimana reaksi mereka kalau tahu aku hamil?" tanyanya seraya mengelus rambut Galaksi dengan lembut.


"Pasti bahagia sayang," jawabnya.


Galaksi meraih tangan sang istri dan mengecupnya. Tak lupa tatapan mesra itu menuju kearah Viola yang sedang menatap layar televisi itu.


Galaksi yang melihat wajah damai sang istri itu tersenyum, wanita dengan kepribadian lembut tapi juga galak ini adalah wanita yang paling ia cintai. Kadang ia takut jika nanti ia dulu yang tiada apa istrinya ini akan mencari laki laki lain? Atau akan setia dengannya.


"Oh so sweet kalo dah mereka," gumamnya. Tangan wanita itu mengambil buah yang ada di piring dan memakannya. Kemudian mengambil lagi dan memberikannya pada sang suami.


Bersambung


Hai hai kakak kakak Tya ada rekomendasi baru nih, judulnya Jerat Hasrat Sang Calon Duda, karya kak Alya Aziz.

__ADS_1



__ADS_2