Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Kamar Vio


__ADS_3

Happy reading


"Sayang," teriak Galaksi setelah masuk rumah itu.


Mereka yang mendengar itu langsung menatap kearah suara, dan benar saja Galaksi datang dengan pakaian kantornya. Reno yang melihat atasan sekaligus temannya ini hanya bisa menggelengkan kepalanya. Apalagi Biola yang malu akan apa yang dilakukan sang pacar.


Mereka yang ada disana hanya bisa menahan tawa, mereka bisa melihat cinta di mata Galaksi untuk Viola, begitupun sebaliknya.


Dengan cepat Viola menggiring Galaksi agar duduk di kursi dekatnya itu, bisa bisa ia bertambah malu saat melihat tingkah pacarnya ini. (Dah kayak kambing aja digiring.)


"Duduk! Jangan bikin malu deh," bisik Viola yang mendapat tatapan tak biasa dari Galaksi.


"Aku buat malu apa yang?" tanya Galaksi seolah polos.


Suara kerasnya membuat mereka menahan gelinya. Sedangkan Viola yang mendengar itu hanya bisa menutup matanya seraya menarik nafasnya dalam-dalam.


"Buat malu karena sudah meneriakinya sayang Nak Gala," jawab Ayah Sandi mengambilkan nasi untuk istrinya. Galaksi mengangguk.


"Kerjain ah," batin Galaksi menatap pacarnya yang masih memejamkan matanya itu.


"Lah kan emang bener kamu sayangnya aku, salahnya dimana coba?" tanyanya lagi dengan menatap pacarnya yang mulai membuka matanya.


"Salah! Dah nih makan, daripada kamu buat aku geram," ucapnya menuangkan nasi dan lauk serta sayur kedalam piring Galaksi.


Akhirnya mereka makan dengan tenang, walau masakan sederhana tapi cita rasanya tak kalah dengan masakan koki koki di rumah Galaksi.


"Ayah, Ibu... Galaksi menginap disini ya malam ini," izin Galaksi paan kedua orang tua itu.


"Iya Nak Gala boleh kok, di kamar biasa ya," ujarnya dan dianggukkan oleh Galaksi.


Walau nanti ia akan tidur dengan pacarnya di kamar Viola. Rasanya ia rindu pelukan dan elusan lembut pacarnya ini. Setelah bekerja seharian ini membuat dirinya ingin mendapatkan elusan manja dari pacarnya.


"Modus nih pasti," batin Reno menatap Galaksi dan Viola.


"Kenapa Ren?" tanya Aulia yang melihat pacarnya mengamati Viola dan Galaksi itu.


"Gak apa-apa sayang, aku cuma lihat mereka. Pasti Galaksi modus ingin tidur dengan Viola. Kamu juga nginep sini ya," bisik nya seraya menjawab pertanyaan Aulia.


"Emang kalau aku nginep kamu bakal kenapa?"


"Tidur bareng lah," jawabnya yang membuat Aulia mencubit paha Reno.


"Mau di gorok Ayah kamu?" tanyanya dengan ketus, wanita itu masih menggunakan nama pelan.


"Gak mau, takut."


"Kalau gak mau jangan macam macam," ucapnya dan dianggukkan oleh Reno. Teringat dulu saat ia membawa pulang Aulia terlalu malam tanpa izin. Jika mengingatnya ia ingin pergi saja.

__ADS_1


Akhirnya mereka makan dengan makan malam itu dengan tenang. Setelah beberapa menit akhirnya makan malam itu selesai. Aulia mulai pamit pada Ayah Sandi dan Ibu Lana. Reno yang sedia mengantar anak orang itu pamit pada orangtuanya ingin mengantar Aulia dan untungnya di izinkan, karena yang dibawa Reno itu masih anak orang belum istri atau keluarga mereka.


Viola dan Galaksi pamit pada orang tua untuk mandi, karena setelah memasak tadi Viola belum mandi. Sedangkan Galaksi, pria itu juga ikut ke kamar yang biasa ia tempati dengan alasan mandi.


Viola masuk kedalam kamar dan menuju kamar mandi, ia membawa handuk dan pakaian santainya.


"Eh tunggu dulu," gumamnya saat melihat pantulan dirinya di cermin itu.


"Kek ada yang beda ya!"


Viola menatap pantulan dirinya dan mulai memperhatikan pahatan tubuhnya yang sedikit berbeda.


"Dada gue gede bener ya? Apa ini efek karena gue susuin bayi gede atau gimana?" tanya Viola memegang dadanya sendiri.


"Bokong gue juga lebih gede, apa ini cuma penglihatan gue atau emang iya sih. Kok beda ya, tapi jujur lebih oke sih badan gue yang sekarang. Lebih aduhai gitu gak kalah lah sama artis artis luar negeri. Tanpa operasi lagi, ini tuh hal yang perlu dibanggakan."


"Eh tapi bentar, kalau Galaksi lihat. Bisa bisa tiap hari dia mau nen lagi. Gak ah, gak mau ih nanti tambah gede lagi," lanjutnya berlalu menuju bathtup yang sudah terisi air itu.


Setelah beberapa menit bergelut dengan air di kamar mandi, Viola keluar dengan segar. Rambutnya yang di ikat asal membuat penampilannya makin cantik.


Sedangkan Galaksi yang sudah duduk bersandar di headboard dengan telanjang dada itu menatap kearah pintu kamar mandi yang baru saja terbuka.


"Kamu mandi apa bertapa sih yang, lama banget!!"


"Ya mandilah emang kenapa?"


"Uluh uluh bayi gedenya ngambek yahh. Hahaha sini sini onty Vio peluk sini."


Viola berjalan kearah ranjang dan memeluk tubuh kekar pacarnya yang berganti menjadi bayi besar itu.


Galaksi meletakkan kepalanya di dada sinyal dan empuk Viola dengan nyaman, Galaksi tahu dirinya selalu manja dengan Viola. Tapi ia tak peduli itu, baginya Viola adalah obat dari segala obat pemenangnya sekarang.


"Wangi," gumam Galaksi mencium aroma tubuh Viola yang masih beraroma sabun.


"Haa biasanya juga gini kan bau aku, kamu gak pernah bilang wangi tuh," ucap Viola yang sedikit terkekeh aoan ucapan Galaksi.


"Iya kamu wangi sayang, wangi banget malah. Aku suka," jawabnya tetap memeluk tubuh Viola dengan erat.


Setelah beberapa menit berpelukan, Viola mendorong pelan tubuh Galaksi dan ia naik ke atas ranjang.


"Kok gak pulang ke rumah?" tanya Viola mengelus rambut Galaksi yang tidur berantakan pahanya itu.


"Kangen kamu."


"Kan masih ada hari esok," ujarnya.


"Maunya sekarang," jawabnya dengan manja memeluk pinggang Viola.

__ADS_1


"Oh ya, kata kamu Clara dibully dan kamu mau ajak Cara kesini tapi gak ada tuh," ucap Viola sedikit kecewa karena Cara tak juga ke rumah ini.


"Cara banyak tugas yank, dia sebenarnya mau kesini tapi dia ingat sama tugasnya. Kan dia mau ujian kelulusan," jawabnya.


"Iya juga sih, tapi aku kangen sama dia By. Kamu tahu gak dulu saat aku masih kerja jadi pelayan di rumah kamu. Dia yang selalu ada buat aku, dia juga yang setiap malam nemenin aku tidur. Aku tak tahu jika dia sering dapat bullyan di sekolah," ucapnya mengingat dulu saat ia masih di rumah besar itu.


"Dia juga kangen sama kakak iparnya, tapi mau gimana lagi."


"Besok sore kita ke rumah ya, aku jemput. Aku juga gak mau kalah sama Reno yang udah bawa Aulia ke rumah. Aku juga mau kenalin kamu lagi ke Mama dan papa sebagai calon istriku bukan pelayan," ujarnya yang membuat Viola tersenyum tipis. Ia bingung dan rasa takut itu masih ada dalam hatinya.


"Gimana kamu mau kan?" tanyanya dan dianggukkan pelan oleh Viola.


"Aku minta tolong buat Clara berani dengan orang yang sudah membullynya. Sebagai seorang kakak aku juga tak mau adikku di bullyan lagi karena kelemahannya itu," ujar Galaksi dan dianggukkan lagi oleh Viola.


"Apa Papa dan Mama kamu merestui kita, apalagi aku pernah bekerja di rumah kamu," ujarnya menatap langit langit kamar itu.


Walau ia dengar sendiri jika Mama Audi sudah memberi restunya, tapi bisa saja itu cuma sandiwara. Semua hal bisa terjadi.


"Mama dan Papa pasti merestui kok yank, apalagi kamu anak baik baik. Kamu juga berpendidikan, kan kamu jadi pelayan juga mau rawat aku," ujarnya dengan senyum manis berusaha meyakinkan Viola.


"Udah pokoknya kamu tinggal iya aja, aku janji semua akan baik baik aja," jawabnya memeluk tubuh Viola.


"Hmmm."


Tok! Tok! Tok!


"Tiara, Ibu boleh masuk Nak?" tanya Ibu dari luar.


Keduanya saling tatap saat mendengar suara ketukan itu. Galaksi takut jika ketahuan menyelinap di kamar Viola.


Viola menyuruh Galaksi untuk bersembunyi di kamar mandi, sedangkan ia membuka pintu kamarnya.


"Ada apa ya Bu?" tanya Viola setelah membuka pintunya.


"Kamu gak mau nonton televisi dulu nak?" tanya Bu Lana.


"Maaf Bu, Viola ngantuk mau bobo. Kan masih ada Ayah yang selalu nemenin Ibu. Biar bisa lebih lengket bu," jawabnya.


"Kak Reno kan juga udah antar Kak Aulia pulang, nanti Vio jadi obat nyamuk lagi."


"Oh gitu, ya sudah. Ibu memang mau manja manja sama Ayah dah kalau gitu. Kamu tidur ya yang nyenyak ya," ucapnya mengecup kening Viola.


"Ibu juga."


Akhirnya Viola bisa bernafas lega saat Ibunya sudah turun ke lantai bawah. Ia segera mengunci pintu dan menyuruh Galaksi keluar dari kamar mandi.


Di malam yang dingin ini mereka akan saling memeluk karena melakukan yang lebih pun mereka belum sah. Mungkin jika khilaf Galaksi akan meminta nen pada Viola.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2