Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Dasar Bumil


__ADS_3

Happy reading


Setelah sampai di tempat sate, Viola langsung turun dan berlari menuju tukang sate itu. Tukang sate sama seperti dulu, Viola sebenarnya hanya ingin mencium aroma asap itu saja.


"Bang satenya dua porsi ya," pesan Galaksi pada tukang sate itu dan langsung diangguki oleh tukang sate itu.


"Mas aku mau ikut kipasin satenya ya, please."


Melihat wajah melas dari istrinya membuat Galaksi tak tega, ia meminta pada pak tukang sate itu bolehkah istrinya ikut mengipasi sate itu. Dan syukurlah diperbolehkan oleh tukang sate itu.


"Wangi banget aromanya," gumam Viola seraya menikmati aroma sate itu.


"Neng teh hamil ya? Gak biasanya ada orang yang mau menginginkan asap sate?" tanya tukang sate itu.


"Iya bang, lagi pengen ngirup asap ini bang. Wangi banget deh, abang pake bumbu apa ya?" tanya Viola pada abang tukang sate.


"Biasa aja Neng, gak pakai yang aneh aneh."


Galaksi yang hanya mengamati sang istri dari kursi itu dengan senyum, istrinya itu selalu saja bisa bertanya seperti itu.


Setelah sate itu jadi, mereka menikmati sate itu dengan lahap tapi baru saja dua suapan tiba tiba Viola menghentikan makannya.


"Kenapa sayang?" tanya Galaksi saat istrinya berhenti makan.


"Pengen stroberi Mas, terus di kasih sini. Pasti enak," ujarnya seakan memberikan kode pada suaminya.


"Dasar bumil keinginannya ada ada aja," ucap Galaksi dalam hati.


"Huftt ya sudah Mas belikan dulu ya, kamu tunggu sini," ujar Galaksi mengelus rambut istrinya. Untung di depan sana ada supermarket jadi ia tak perlu jauh jauh.


"Mau ikut," rengek Viola dengan manja.


"Ya sudah kalau kamu mau ikut."


"Bang kami ke depan dulu ya, ini sepeda saya titip dulu. Kami gak lama kok," ujar Galaksi dan dianggukkan oleh tukang sate itu.


Galaksi dan Viola bangkit dari duduknya dan berjalan menuju supermarket. Viola berlari ke tempat buah dan mengambil buah stroberi yang harganya cukup wau tapi tak masalah bagi Galaksi.


Ternyata Viola bukan hanya menginginkan stroberi saja tapi juga buah lainnya, jangan lupakan snack itu kesukaannya. Sedangkan Galaksi hanya mengikuti sang istri dari belakang.


Setelah selesai belanja, Galaksi membayar belanjaan itu di kasir. Sedangkan Viola sudah keluar entah kemana.

__ADS_1


"Terima kasih atas kunjungan Anda, silahkan datang kembali," ucap kasir itu dengan ramah.


"Jarang jarang ada cowok ganteng mampir supermarket," batin mbak kasir itu menatap wajah tampan Galaksi.


"Hmmm."


Galaksi membawa kresek itu keluar dari mencari istrinya kesegala arah. Dan pandangannya kini terarah pada gerobak buah disana. Viola sedang memilih buah disana.


"Padahal sudah beli banyak buah, ini apa lagi astaga. Untung cinta," gumamnya menghampiri istrinya disana.


"Ngapain sayang?" tanya Galaksi pada istrinya.


"Milih buah Mas kamu gak lihat apa?" tanya Viola sewot karena suaminya itu tak peka akan apa yang ia lakukan.


"Bukan begitu sayang, tadi kamu udah beli banyak buah. Apa masih kurang?"


"Tapi aku mau buah ini Mas, boleh ya," ujarnya memegang kedondong yang masih berwarna hijau itu.


"Kamu makan apa enggak?" tanyanya dan dianggukkan oleh Viola.


Akhirnya Galaksi mau membelikan buah kedondong itu untuk istrinya. Setelah itu mereka kembali ke tempat sate tadi.


Mereka kembali melanjutkan makan mereka, Viola mencampur sate itu dengan stroberi berwarna putih itu. (Kek siska khol yak)


Setelah menyelesaikan makannya, Galaksi membayar sate pesanan mereka dan bersiap untuk pulang.


"Kamu bisa bawa belanjaan ini yank?" tanya Galaksi pada istrinya.


"Bisa Mas, lagian mansion kan sudah deket dari sini," jawabnya dengan senyum.


Mereka pulang dengan Viola yang membawa belanjaannya tapi satu tangannya tetap memeluk perut suaminya.


Sampainya di mansion, Viola dan Galaksi langsung masuk dan membersihkan diri. Viola juga sudah meletakkan belanjaan itu di dapur rencananya ia ingin makan nanti malam.


"Gak usah mandi ya sayang, udah malam aku takut kamu masuk angin," ucap Galaksi melepaskan jaket yang melekat di tubuh Viola.


"Oke."


Mereka hanya mencuci wajah, tangan, kaki, dan menggosok gigi saja.


Setelah selesai mereka keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian.

__ADS_1


"Mas tank top warna putih dimana ya?" tanya Viola mencari tank top di lemari. Galaksi yang menatap istrinya itu hanya menggeleng. Mungkin kebiasaannya tak bisa dihilangkan.


Grep


"Kamu gak kasihan sama baby kalau pakai kain ketat itu hmmm? Nanti kalau baby gak bisa nafas gimana yank?" tanya Galaksi tak masuk akal. Mana bisa janin yang masih di dalam perut itu tak bernafas karena pakaian ibunya.


Dan bodohnya Viola langsung meraih dress tidur berwarna putih itu. Tapi Galaksi tak mau melepaskan pelukan itu dari perut Viola apakah aroma tubuh istrinya yang khas itu sangat menenangkan.


Galaksi membawa istrinya ke kasur, Galaksi yang hanya memakai boxer dan Viola yang hanya memakai bera saja itu membuat menempel seakan tak mau lepas.


"Aku mau pakai dress Mas, lepasin dulu ya," ucapnya dengan lembut. Menghadapi suaminya ini ia tak bisa dengan kata kasar.


"Aku gak mau!"


"Oke kalau gak mau, jangan harap aku kasih kamu jatah untuk seminggu ini," ancam viola tapi masih dengan nada lembut.


Galaksi yang mendengar ancaman sang istri itu langsung melepas pelukannya dengan cemberut. Biola langsung memakai dress itu dan naik kelas paha suaminya bukan maksud menggoda tapi ia suka duduk disana.


"Gitu aja ngambek , kayak cewek aja," ucap Viola mengacak rambut sang suaminya.


"Aku masih mau peluk tahu, kamu mah ancamannya gak ada yang bagus. Sekali kali kalau ngancem itu gak pakai jatah. Atau gini 'Awas aja sampai kamu gini, jatah malam kamu aku double'. Itu baru ancaman yang iya," ujar galaksi meletakkan kepalanya di dada Galaksi.


"Kalau gitu keenakan kamu dong," ujarnya dengan tangan yang kembali merapikan rambut Galaksi.


Sesaat mereka dalam posisi inti* itu sebelum Clara memanggil keduanya untuk makan malam.


"Romantisannya nanti aja ya kak, Mama dan Papa udah nunggu itu," ucap Clara menutup matanya saat melihat posisi intim itu. Tapi sepertinya kedua anak manusia itu enggan sadar.


"Lagi nyaman dek, kamu duluan aja. Nanti kakak nyusul," ucap Galaksi dalam pelukan sang istri.


"Ohh jangan lama lama ya, kasihan Mama dan Papa," ucapnya berlari menuju dapur.


Setelah puas berpelukan mereka memakai baju dan ikut turun ke ruang makan, Galaksi juga sudah memakai kaos berwarna putih itu.


"Maaf ya nunggu lama Ma, Pa, " ucap Viola sedikit tak enak.


"Gak apa-apa yuk makan," ajak mereka.


Mereka berlima menikmati makan malam itu dengan tenang, walau tadi Viola dan Galaksi sudah makan sate.


Bersambung

__ADS_1


Hai hai, Tya punya rekomendasi novel nih buat kakak kakak, judulnya Falling Into Your Trap, karya kak Chocooya



__ADS_2