
Happy reading
Clara yang baru pulang sekolah itu mendapat pesan dari Mamanya suruh ke kantor ambil kalungnya yang tertinggal kemarin, nomor Papanya sedari tadi tak aktif entah ada dimana pria tua itu.
Sebenarnya ia juga sangat bosan di rumah sendiri, tak ada teman. Kalau di kantor ia bisa jalan jalan juga siapa tahu nemu cogan.
Sampainya di kantor, Clara masuk ke dalam kantor. Resepsionis yang sudah tahu siapa gadis yang ada di depannya itu mempersilahkannya masuk.
"Papa ada di ruangannya kan?" tanya Clara dengan sopan.
"Ada Nona," jawab resepsionis itu tak kalah ramah.
Clara tersenyum dan berlalu menuju ruang sang papa, ia memasuki lift. Sampai di lantai dua, lift itu kembali terbuka dan memperlihatkan laki laki yang membawa banyak kertas yang Clara yakini adalah fotocopy an.
"Mau Ara bantu kak?" tanya Clara pada pria itu.
Satya yang mendengar itu langsung menatap Clara, Satya sempat terpesona dengan gadis mungil di sampingnya ini.
"Maka nikmat mana yang engkau dustakan. Ya Tuhan, bidadari dari mana ini kok nyasar sampai sini?" tanya Satya dalam hati.
Yah, pria itu adalah Aditama Satya yang disuruh Reno untuk mem fotocopy berkas yang nanti akan mereka kerjakan.
"Kakak lama deh," ucapnya mengambil setengah fotocopy itu.
"Eh dek gak usah, kakak bisa sendiri kok."
"Tapi aku mau bantu," jawabnya.
Akhirnya Satya pasrah, sebenarnya ia juga berat membawa setumpuk kertas itu. Sampainya di lantai 14 mereka keluar dari lift menuju ruangan Reno.
__ADS_1
"Kakak siapanya kak Reno?" tanya Clara.
"Asisten dek. Ok ya nama adek siapa?" tanya Satya yang mulai tertarik dengan gadis yang masih berseragam SMA ini.
"Clara. Kalau kakak?" tanya Clara.
"Aditama Satya, panggil aja Satya," jawab Satya dengan senyum hingga memperlihatkan lesung pipinya.
"Ya Tuhan, ganteng banget ni cowok. Masih pula, kek ya Clara betah disini deh kalau gini caranya!" batin Clara berteriak dalam hati.
Sampainya di depan ruangan Reno, Clara tak masuk tapi ia memberikan kembali kertas itu bersama teman temanya.
"Maaf ya kak gak bisa anterin sampai dalam," ucapnya tak enak.
"Gak apa apa dek, makasih ya udah bantuin bawa."
"Sama-sama!"
Clara masih saja tersenyum mengingat senyum Satya yang sangat manis tadi. Sebagai seorang wanita yang beru saja besar tentu Clara tak tahu arti dari rasa dag dig dug di hatinya saat ini.
Tak jauh beda dengan Clara, Satya juga tampak senyum senyum sendiri hingga membuat Reno yang melihat itu bergidik pulang dari lantai bawah kenapa anak ini.
"Apa benar di lantai foto copy itu ada hantunya?" tanya Reno dalam hati.
"Kenapa lu? Kesambet apa sampai senyum senyum gitu? Gue gak mau tanggung jawab sama Lia kalau lu kenapa napa sumpah," ucapnya dengan takut.
"Hehehehe kak mau tanya dong," ujarnya duduk di depan Reno.
"Apa?"
__ADS_1
"Jatuh cinta itu gimana sih?" tanya Satya.
Walau usianya sudah 22 tahun tapi ia sangat minus dalam urusan asmara. Jangankan hal asmara, waktunya aja hanya digunakan untuk bekerja dan bekerja.
"Hah, kenapa tiba-tiba lu tanya gitu?" tanya Reno.
"Ya elah jawab aja napa sih," ujarnya kesal menatap calon suami kakak sepupunya itu.
"Perasaan nyaman, dan perasaan yang belum pernah lu rasain sebelumnya. Kayak gue sama Lia dulu, awalnya cuma teman biasa karena sering ketemu di rumah sakit tapi lama kelamaan rasa itu muncul dalam diri kakak. Kita tak pacaran, tapi kita saling tahu hingga saat ini kita akan menikah."
"Kakak gak pernah nembak kak Lia gitu?" tanyanya dan dianggukkan oleh Reno.
"Pekerjaanku banyak Sat, aku tak ada waktu untuk pacaran. Tapi untungnya Lia mau bertahan setelah kita ungkapan perasaan masing-masing. Kamu tahu Lia adalah wanita paling sabar yang pernah aku tahu selain Viola. Kita tak banyak bertemu mungkin 1 minggu sekali atau dua kali saja."
"Wah hebat deh, Satya juga mau kayak gitu deh."
"Tapi kalau cewek yang kami pilih tak setia mungkin sudah berpaling dari kamu," jawabnya meledak Satya.
Sedikit banyak Reno tahu siapa Satya, latar belakang dan pendidikan pria itu juga ia tahu. Dari siapa lagi kalau bukan Aulia.
"Cari uang dulu yang banyak, kalau sudah kamu bisa pilih wanita manapun yang mau kamu pilih."
"Aku dulu juga seperti itu Sat, aku tak mau berhubungan dengan cewek sebelum aku sukses dengan karirku. Dan lihat sekarang jodoh datang tanpa kita susah mencarinya. Dan jika kamu memiliki seseorang untuk di perjuangkan doa saja supaya dia tak tertarik dengan cowok lain," jelas Reno yang dianggukkan oleh Satya. Dalam hatinya Satya meng-Aamiinkan ucapan Reno.
Bersambung
Besok Nikah, jangan lupa dateng bawa hadiah juga buat pengantin uyy, undangannya via online. Semua datang ya!!!!!. Apalagi Uthornya yang juga butuh hadiah buat bulan depan.
Curhat ya, belum akhir bulan duit di kantong dah menipis aja. Nasib dah anak kos😓😓
__ADS_1
JADI SEBAGAI WARGA YANG BAIK, BERILAH TYA SEDIKIT BANTUAN DENGAN LIKE DAN KOMEN YANG MEMBANGUN. Syukur syukur kalau ada yang kasih hadiah bunga, lope, kopi, apalagi pisau.