Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Pernikahan Dokter Dina dan Dokter Andre


__ADS_3

Happy reading


Setelah kejadian saat itu, hubungan Viola dengan orang tua kandung serta kakak kandungnya sudah membaik. Viola juga sudah diterima baik disini. Tak ada kata yang lebih membahagiakan selain berkumpul dengan orang yang kita sayangi.


Pagi-pagi buta Aulia sudah ada di rumah Reno, rencananya ia ingin mengajak Viola untuk ke salon. Mereka yang sebentar lagi akan menjadi saudara itu tampak sangat akrab saat ini.


Viola sudah memberitahu Galaksi jika ia ada di salon, dan menyuruh untuk datang bareng Reno saja.


"Kak," panggil Viola yang sudah selesai make up itu.


"Hmmm."


"Kenapa gak make up di rumah aja sih! Buang duit aja sih," cemberut Viola. Wanita itu tak suka dandang terlalu menor, nanti malah dikira dirinya yang menjadi pengantin.


"Lah emang kamu udah beli gaun buat nanti hmmm? Reno sana Galaksi yang menyuruhku dek. Katanya dress kamu gak muat semua, iya kan?"


Viola tertawa dan mengangguk, ia memang tak menyiapkan apapun. Hadiah untuk Dokter Dina dan Dokter Andre saja Galaksi yang menyiapkannya.


"Setelah make up kita ke ruang ganti, Galaksi udah siapin semuanya buat kamu."


"Kok Gala? "


"Calon suami kamu. Kalau Reno khusus buat aku," jawabnya dengan santai. Akhirnya Viola mengangguk.


Setelah selesai make up, keduanya berlalu menuju ruang ganti yang ada di salon itu. Yang kebetulan adalah milik sepupu jauh Galaksi yang rancangan bajunya tak perlu diragukan lagi.


Mereka memakai dress yang sudah terlebih dahulu disiapkan oleh pihak salon atas rekomendasi Reno dan Galaksi.


"Ya ampun kalian sangat cantik, kenapa tidak kalian saja yang menikah?" tanya Karina, wanita berkepala 3 itu sangat antusias saat di telepon oleh Galaksi kemarin untuk mendandani pacarnya dan pacar sekretarisnya.


"Belum waktunya kak," jawabnya dengan senyum tipis.


"Oke oke, tapi jangan lupa diundang kalau nikah ya!"


"Siap kak."


Setelah berterima kasih pada Karima, mereka ternyata sudah dijemput oleh pasangan masing masing menuju tempat pernikahan Dokter Dina dan Dokter Andre.


"Jadi pengen cepet nikah gue," gurami Reno menatap pujaan hati yang tampak cantik dengan dress panjang yang sangat serasi dengan jasnya.


"Tunggu kerjaan kelar, kita nikah bareng!"


"Oke lah, 2 minggu gak akan lama."


"Gimana by penampilan aku? Cantik kan?" tanya Viola pada Galaksi.


"Cantik banget, lebih cantik lagi kalau nanti udah nikah terus gak pake baju!"


"Diah mesum," Viola menonyor kepala kekasihnya dengan pelan.


Mereka berdua masuk kedalam mobil dan meninggalkan pasangan yang masih saja mengagumi penampilan masing masing.


"Fiks, calon ibu dari anak-anak gue sangatlah cantik," batin Reno dengan menatap Aulia.


"Ni cowok gue bukan sih, walau tiap hari pake jas kenapa yang ini makin ganteng aja," batin Aulia masih mengagumi Reno.


Setelah tersadar, keduanyapun saling canggung. Reno mengajak Aulia untuk masuk kedalam mobil.

__ADS_1


"Lia, kamu cantik banget," ucapnya masih menatap Aulia.


"Makasih, ini kan juga berkat kamu Ren," jawabnya.


Malu rasanya di puji seperti itu oleh Reno, walau ia sering di puji oleh pria ini tapi tetap saja ia wanita yang memiliki rasa malu.


Sedangkan di mobil Galaksi, wanita yang notabene adalah calon istri dari Galaksi itu malah menggoda kekasihnya dengan tubuh indahnya. Viola juga kesal karena sedari tadi ia digoda terus oleh Galaksi. Sekarang waktunya pembalasan.


"Jangan mulai gitu yang, serem!!"


"Mashhh.... Adekhh cantik kan mashhh...."


"Iya sayang cantik sudah!!"


"Masshh.... Adekhhh inginn dibelai masshhh.."


Sebenarnya Viola sangat geli mendesah seperti ini, tapi demi kelancaran misinya ia tak boleh gagal.


"Udah yank, nanti aku khilaf loh."


Hahahaha


"Salah sendiri mulai dulu, aku gak mau ya mas goda aku kayak tadi. Gak baik tahu gak, kita mau ke kondangan masa aku harus mandi lagi."


"Ya maaf, aku cuma mau godain kamu doang."


Sampainya di tempat acara, mereka masuk dan memberi selamat pada pengantin baru yang ada di atas pelaminan itu. Sontak saja kedatangan Galaksi membuat para wartawan yang ada disana memusatkan tatapan dan potret itu pada mereka.


Galaksi berjalan dengan tegasnya menuju tempat pengantin baru itu. Tangan Galaksi membelit perut Viola dengan posesif. Galaksi tahu tatapan para buaya yang ada di sana tatapan yang seolah ingin menelan*angi pacarnya saja.


Siapa yang tidak tahu Galaksi Ryano, pewaris perusahaan Ryano Grup. Perusahaan terbesar di Indonesia yang bergerak di berbagai bidang dengan cabang dimana mana itu.


"Selamat ya dokter udah halal nih."


"Terima kasih Nona Viola, sudah berkenan hadir dalam pernikahan kami."


"Sama sama jangan lupa aku pesen keponakan yang lucu lucu ya," bisiknya memeluk Dina.


"Nona bisa saja!!"


"Selamat bro, udah gak jadi perjaka tua ya sebentar lagi," ucap Galaksi memeluk jantan Andre. Mereka teman lama, Andre 5 tahun diatasnya.


"Thanks, cepet nyusul ya."


"Pasti!!"


Keduanya turun dari sana dan mengambil kursi yang ada di pojok, kursi yang palung jarang digunakan para tamu. Mereka melihat Reno dan Aulia juga sedang memberi selamat untuk Dina dan Andre.


"By, pengen makan itu," ucap Viola menujukan makanan yang ada disana.


"Bentar aku ambilin," jawabnya seraya mengelus pucuk kepala Violet hal itu tak luput dari tatapan wartawan yang sudah diamankan oleh bodyguard galaksi.


Galaksi mengambilkan makanan yang diminta oleh kekasihnya itu. Setelah mendapat makanan itu ia kembali ke mejanya dan mulai menyuapi Viola dengan rendang yang sangat empuk saat di makan itu.


"Enak deh, nanti beliin ya," ucapnya dengan senyum manis.


"Iya sayang kalau perlu kok rumah biar buat banyak," jawabnya mengusap sisa bumbu di sudut bibir Viola.

__ADS_1


"Gak perlu banyak, aku maunya dikit kok."


Lagi dan lagi interaksi keduanya menjadi daya tarik tersendiri disana, sekuat tamu menatap keduanya dengan takut. Karena tak mau terkena amukan dari Galaksi.


Tiba-tiba ada seorang laki laki yang usianya kira kira 40 tahunan mendekati meja mereka, dia adalah Tuan Ronal salah satu rekan bisnis Galaksi.


"Selamat siang Tuan Galaksi," sapa Tuan Ronal dengan sopan.


"Selamat siang Tuan Ronal."


Mereka saling berjabat tangan, begitupun dengan Viola yang menjabat tangan Ronal.


"Nona ini?"


"Calon istri saya," jawabnya dengan singkat.


"Owhh lana tak terdengar ternyata Tuan Galaksi mau menikah saja. Jangan lupa nanti undang saya," ucapnya dengan tawa renyah.


Beliau memang sangat mudah bergaul apalagi sikap Galaksi yang tak mudah tersentuh menjadi tantangan tersendiri untuk menjadikannya teman beda umur.


"Sendiri saja?" tanya Galaksi.


"Tidak, saya sama istri. Anaknya rewel tadi minta keluar," jawabnya.


Tak lama datanglah seorang wanita yang usianya tampak muda itu membawa seorang putri cantik yang masih kecil.


"Sudah selesai?" tanya Ronal dan dianggukkan oleh istrinya. Ia ikut duduk di meja yang cukup untuk empat orang itu.


"By, kok beda?" bisik Viola.


"Apanya yang beda?" tanya Galaksi seolah tak tahu.


"Hahaha pasti Nona bertanya kenapa saya dan istri saya berbeda, saya tua dan istri saya masih muda?" tanyanya dengan tawa.


Tuan Ronal sama sekali tak tersinggung karena memang itu kenyataannya. Ia yang berusia 43 tahun sedangkan istrinya masih berusia 29 tahun membuat mereka berbeda tapi hal itu tak membuat cinta mereka surut.


"Maaf Tuan, Nyonya."


"Kami tak masalah, karena suami saya memang sudah tua. Oh ya perkenalkan saya Angel. Kisah cinta kaminsefikit rumit tapi sekarang sudah tidak. Berkat putri kecilnya kami ini."


"Maaa."


Putri kecil yang ada dipangkuan istri Ronal itu merengek turun dan mendekati Viola. Viola yang gemas dengan pipi cubby gadis kecil itu mengangkatnya dan meletakkannya di paha.


"Namanya siapa dek?" tanyanya seraya bermain dengan gadis itu.


"Tania tante," jawab Angel pada Viola.


"Kalian sudah pantas menjadi suami istri, segera saja di sah kan," ucap Angel pada keduanya.


"Doakan saja."


"Tania cantik banget sih.... Gemes deh tante jadinya," ucapnya mencium pipi Tania dengan lembut.


Tania yang tak terganggu itu malah menatap bertepuk tangan hingga membuat mereka berlima menjadi sorotan tamu disana tak terkecuali pengantin baru.


Bersambung

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN


__ADS_2