
Alur aku cepatkan ya gaes, jangan pada komplen yak.
Happy reading
Hari demi hari terlewati begitu saja, tak ada lagi air mata Nana yang membasahi bantal dan guling. Nana sudah bisa melupakan Arka dan saat ini ia sudah menjalin hubungan dengan Ilham, dosennya di kampus.
Sebulan yang lalu, Satya juga sudah melamar Clara kepala orang tua dan keluarga mereka. Dan mulai saat itu, Clara dan Satya adalah tunangan.
Usia twins juga sudah masuk 6 bulan, dimana mereka semakin aktif dan kadang membuat Viola cemas sendiri.
"Abang, Adik... kalian dimana?" teriak Viola saat menyadari putra putranya sudah tak ada setelah ia selesai mandi.
Baby sister yang mendengar teriakan Nyonya mereka, langsung menghampiri Viola.
"Mbak kalian lihat Abang dan Adik??" tanya Viola dengan cemas. Ia takut terjadi apa apa pada kedua putranya.
"Tuan kecil sama Tuan Galaksi, Nyonya," jawab salah satu suster itu.
"Galaksi? Suamiku sudah pulang?" tanya Viola pada mereka yang mengangguk.
Tumben sekali jam 3 sore sudah pulang, padahal akhir akhir ini suaminya selalu pulang malam kalau gak jam 7 ya jam 8.
"Dimana mereka sekarang?" tanya Viola dengan cepat.
"Di kolam ikan belakang, Nyonya. Tuan membawa mereka," jawabnya.
Tanpa basa basi, Viola langsung berlari menuju kolam ikan yang ada di belakang mansion itu. Ingat ya kolam ikan bukan empang.
"Mas!!"
Mendengar pekikan Viola membuat pria beranak dua itu menolehkan kepalanya dan menatap sang istri yang sudah mendekat.
"Kenapa gak bilang kalau mau pulang awal?" tanya Viola pada suaminya.
"Sengaja sayang, aku pengen jalan jalan sore sama kamu dan anak anak," jawabnya mengecup kening Viola sebentar.
"Anak anaknya mana?" tanya Viola saat tak mendapati anak anaknya disana.
"Tuh," Galaksi menujuk gazebo yang biasa mereka gunakan untuk bersantai.
"Mas kenapa di biarin sih?" tanya Viola tak habis pikir dengan suaminya.
"Lihat apa yang mereka lakukan, bunga yang udah aku tata jatuh semua."
__ADS_1
"Yang penting mereka senang sayang," jawab Galaksi memeluk perut sang istri dari belakang.
Kemudian berjalan menuju tempat anak anaknya yang tampak senang bermain dengan apa yang ada disana.
"Dyy... nh..." tujuk Bisma menujuk rumput yang penuh dengan tanah bekas pot pot bunga.
"Iya, Dek. Nanti dibersihkan ya," jawab Galaksi masih betah memeluk tubuh istrinya yang selalu menjadi penawar lelahnya.
"Mas, lepas dulu. Anak anak nanti jatuh," ujar Viola dengan lembut.
Akhirnya Galaksi melepaskan pelukan itu, kemudian Viola naik keatas ikut anak anaknya.
Galaksi yang melihat istrinya duduk itu ikut naik dan tiduran di paha Viola.
"Kebiasaan deh," ujarnya saat kepala suaminya sudah berada di pahanya.
"Capek yank," jawabnya dengan lirih.
"Kalau capek kenapa ngajak jalan jalan? Kita disini aja menikmati sore," ucap Viola dengan lembut mengelus rambut tebal suaminya.
Galaksi mengangguk pelan, tampa mereka sadar Bima dan Bisma sudah merangkak dan duduk di atas perut Daddy mereka.
"Oke kita gak jadi jalan jalan ya sayang, Mommy maunya di rumah aja," ucap Galaksi menatap anak anaknya yang hanya tertawa karena bermain di atas perut Daddynya.
Semakin haripun Viola dan Galaksi dapat mengetahui sifat dari bayi bayi mereka. Bisma cenderung cerewet dan suka berceloteh sedangkan Bima irit bicara tapi selalu ia lakukan dengan tindakan.
Kadang mereka bingung dari mana sifat mereka berdua ini. Apa iya mereka menurun Viola dan Galaksi?
"Yang penting kamu dan aku selalu ada buat mereka, aku bahkan sudah berencana untuk menambah anak lagi dari kamu. Kamu gimana?" tanya Galaksi mengecup perut istrinya.
"Ha..."
Viola menatap suaminya yang tampak mengecupi perutnya yang belum ada apa apanya karena ia masih teratur meminum pil KB sejak anak anak mereka lahir.
"Anak anak masih kecil. Kamu udah mau nambah saja. Aku takut suatu saat nanti Abang dan Adik akan cemburu saat kasih sayang mereka terbagi dengan adanya adik kecil mereka. Aku takut jika Bima dan Bisma tak bisa menerima keadaan adiknya, Mas."
"Tunggu sampai mereka mengerti ya, lagipula Bima dan Bisma masih membutuhkan ASIku kan? Kalau aku mengandung otomatis aku juga gak akan seluasa mungkin untuk menyusui mereka," tambah Viola dengan lembut.
Bukan ia tak mau memiliki anak lagi tapi Viola hanya takut kasih sayang mereka tak bisa adil. Tunggulah sampai anak anak dewasa sedikit.
"Ya sudah. Kita tunggu anak anak kita umur 2 tahun dan kita buat anak lagi."
"Kalau buat anak mah tiap hari Mas. Aku siap memiliki anak itu kalau si kembar sudah 2 tahun. Mereka pasti sudah paham apa yang akan terjadi nanti," ujar Viola dengan senyum manisnya.
__ADS_1
"Aku akan tunggu sampai waktu itu tiba," balas Galaksi mengecup perut rata itu.
Galaksi tak sabar untuk menantikan anak kembar mereka dua tahun. Dan mereka bisa memiliki anak lagi. Sungguh Galaksi ingin merasakan kembali masa masa dimana istrinya hamil dan ngidam. Disaat perut istrinya kembali besar dan ia bisa merasakan kembali tendangan anaknya di dalam perut sang istri.
Anak anak yang sudah lelah itu membaringkan badan mereka di atas perut Galaksi dengan lembut. Jangan lupa Bima yang tidur berbantalkan lengan sang Daddy.
Jika di lihat mereka adalah keluarga bahagia, dan harmonis yang membuatv orang orang di sekitarnya iri akan kebersamaan mereka. Bahkan para pelayan yang melihat kebersamaan keluarga kecil itu.
"Gue berharap suami gue kayak Tuan Galaksi."
"Gue juga, lihat mereka membuat gue iri."
"Anak anak mereka juga sangat menggemaskan."
"Semoga salah satu dari Tuan kecil jodoh anakku.
"Mimpi."
Mungkin seperti itulah sekiranya ucapan pelayan disana saat melihat kebersamaan Galaksi dan keluarganya itu.
Sedangkan yang di omongkan terus menikmati pemandangan alami dari sang istri. Sedangkan Viola meminta salah satu pelayan untuk mengambilkan bantal untuk mereka.
"Jangan biarkan orang lain masuk kedalam gazebo!!" titah Galaksi setelah mereka sudah mendapat bantal itu.
"Siap Tuan."
Kini hanya tinggal mereka ber empat saja di gazebo dekat kolam ikan mereka.
Dengan telaten Viola menata bantal itu, tak lupa ia melapisi kayu itu dengan selimut empuk untuk anak anaknya.
"Sayang aku juga mau tidur, tapi peluk ya," manja Galaksi saat anak anak mereka sudah aman disana.
"Sini."
Viola sadar, ia juga harus memanjakan suaminya yang saat ini sebagai bayi besarnya itu.
Dengan cepat Galaksi membaringkan badannya di sana dan menjadikan dada Viola sebagai bantal ternyaman. Viola yang merasa itu langsung tersenyum dan mengelus punggung suaminya agar cepat terlelap.
"Jam setengah lima harus udah bangun loh ya," ucap Viola mengecup kening suaminya.
"Heem."
Akhirnya Galaksi terlelap dalam elusan Viola yang sangat lembut di punggungnya. Tak lupa dada Viola yang empuk sangat pas dijadikan bantal.
__ADS_1
Bersambung