
Happy reading
Sampailah mereka di rumah besar itu, mereka keluar dari mobil dan menyuruh bodyguard disana untuk mengambil koper dan juga mangga muda yang ada di bagasi mobil itu.
Di depan pintu sana sudah ada Mama Audi dan Papa Bara, tak lupa Clara yang memang sengaja tak sekolah karena ingin menyambut kedatangan kakak dan kakak iparnya lagi.
"Mas..."
"Gak apa-apa sayang, mereka gak akan gigit kok," jawabnya dengan senyum.
Galaksi tahu Violet sedikit gugup karena istrinya itu pernah merasakan sakitnya menjadi pelayan di kediaman ini bulan lalu.
"Pertama datang menjadi babu, sekarang jadi nyonya. Aku harus sedih apa senang ya Mas?" tanya Violet seraya mengelus perutnya dengan lembut. Seolah ingin anaknya ikut merasakan apa yang sedang ia rasakan.
Galaksi menggenggam tangan tangan istrinya dengan lembut seraya membantunya untuk naik ke tangga itu.
"Akhirnya kalian sampai. Kemana saja tadi hmmm?" tanya Mama Audi memeluk tubuh menantunya dengan lembut.
"Maaf Mah, tadi berhenti sebentar di jalan," jawab Viola dengan senyumnya.
"Kenapa di jalan?" tanya Mama Audi menatap putranya. Apa tak ada tempat lain selain jalan!
"Sudah dulu tanya jawabnya, ayo masuk gak enak ngobrol di luar gini," ajak Papa Bara pada mereka.
Mereka berlima masuk dengan Viola yang diapit oleh Mama dan Papa. Clara dan Galaksi yang merasa jadi anak tiri itu hanya bisa mendesah pelan karena orang tuanya kini malah sayang ke Viola. Tapi hal itu tak membuat mereka cemburu, Clara dan Galaksi malah senang karena orang tuanya bisa menerima Viola dengan baik.
"Berasa jadi anak tiri kita kak," ucap Clara dengan senyumnya. Galaksi yang mendengar itu langsung merangkul pundak sang adik.
"Tak apa, aku bahagia dengan ini. Semoga Mama benar benar menyayangi kakak iparmu dengan tulus," jawabnya seraya mengacak acak rambut sang adik dengan gemas.
"Ishh kakak, rambutku jadi rusak gara gara tangan kakak ih," kesal Clara melepas rangkulan tangan Galaksi di pundaknya.
"Maaf ya sayang, habis kamu ngangenin buat di usilin sih," ujarnya.
"Dih padahal kakak dulu gak peduli sama aku, kok sekarang beda?" tanyanya dengan curiga.
"Karena kakak baru sadar kalau kamu emang berharga buat kakak. Kamu itu adik satu satunya kakak jadi harus di usilin," jawabnya dengan tawa. Sedangkan Clara hanya mencebikkan bibirnya.
__ADS_1
"Kakak suaminya dikasih makan apa kok jadi jahil gitu?" tanya Clara pada kakak iparnya.
"Tadi pagi sarapan pasir dek, mungkin itu penyebabnya," jawab Viola yang membuat mereka tertawa kecuali Galaksi yang tak suka jawaban sang istri.
Viola tertawa puas melihat wajah suaminya, tapi ia juga takut dengan tatapan tajam Galaksi yang seolah ingin membunuhnya. Dengan cinta kali yak.
"Awas aja nanti malam," batin Galaksi.
"Tapi kami senang kalian tinggal disini, terima kasih ya nak kamu sudah mau membawa anak Mama kembali ke rumah ini," ucapnya dengan senyum tulus.
"Galaksi, suami aku Mah. Sudah sewajarnya aku membuatnya kembali ke Mama, ke rumah ini juga. Terima kasih juga sudah mau menerima Viola sebagai anggota baru di rumah ini," ucap Viola dengan senyumnya yang biasa ditunjukkan.
"Kamu anak yang baik, mulai saat itu kamu sudah menjadi anggota keluarga kami. Kamu keluarga kita, selamat datang ya," ucap Papa Bara dan diangguki oleh Viola.
"Aku juga senang kak Viola tinggal di sini, bareng sama kita lagi. Clara jadi punya temen ngobrol deh," ucap Clara dengan senyum.
Merekapun mengangguk, bukan hanya Galaksi saja yang kembali ke rumah ini tapi juga anggota baru keluarga ini yang tak lain adalah Viola.
Saat mereka berbincang santai tiba-tiba salah satu bodyguard bertanya ingin ditaruh mana koper dan mangga yang di bawa tadi.
"Mangga?"
"Dimana?" tanya Papa Bara.
"Di pemakaman depan itu loh, bayangkan Galaksi yang manjat dan ambil itu mangga."
"Kenapa kamu ambil mangga disana? Bukannya banyak toko buah atau enggak supermarket," ucap Mama Audi yang tak habis fikir dengan sang putra.
"Karena yang ingin si bumil, dan anak Galaksi maunya disana. Jadi mau gak mau Galaksi harus ambil mangga itu, untungnya ada yang jaga disana," jawabnya yang membuat mereka terkejut tapi tak bisa untuk menyembunyikan senyumnya.
"Kamu hamil sayang? Bener?" tanya Mama Audi dengan senyum bahkan hampir mengeluarkan air matanya.
"Kakak hamil? Beneran?" tanya Clara dengan senang.
"Iya Mah, Ra. Aku hamil, udah jalan satu bulan sejak saat itu," jawabnya dengan sendu.
Ia senang tapi juga sedih bagaimana jika anaknya nanti perempuan pasti akan malu karena ia lahir sebelum orang tuanya menikah. Dan jika nanti menikah, Galaksi tak bisa menjadi wali nikahnya.
__ADS_1
"Jadi saat kalian menikah, kamu sudah hamil nak?" tanya Papa Bara dan diangguki oleh Viola.
"Pah, kita akan mempunyai cucu Pah. Aku tak sabar menantikannya," ucap Mama Audi mengelus perut Viola.
"Bagus boy, baru satu kali langsung jadi," ucap Papa Bara.
"Sebenarnya saat itu yang kedua," jawab Galaksi dengan malu. Ia tak mau menutupi apapun lagi dari orang tuanya.
"Apa! Jadi kalian sudah pernah melakukan itu?" tanya mama Audi menatap putranya horor.
Walau dulu ia sangat membenci Viola, tapi Mama Audi dan papa Bara tak pernah mengajarkan anaknya untuk berbuat lebih.
"Kenapa saat itu kamu tak langsung bilang pada kami? Apa kamu rencana ingin lepas tangan hah?" tanya Mama Audi pada putranya.
"Enggak Mah."
"Bukan salah Galaksi kok Mah, Pah. Saat itu Viola masih kuliah, apalagi Viola masih menjadi mahasiswi magang di kantor. Viola tak mau membuat citra Galaksi buruk di mata karyawan. Lagian saat itu bukan waktu subur Viola kok jadi aman," sela Viola yang tak mau mertuanya menyalahkan suaminya.
"Tapi anak Mama itu sudah melakukan hal yang salah. Harusnya kalian sudah menikah dari dulu!"
"Galaksi maunya juga giti tapi Viola juga masih menunggu umur 23 Mah."
"Kenapa begitu sayang?"
Clara yang tak mudeng itu hanya bisa menyimak. Dalam hatinya ia hanya senang karena sebentar lagi akan memiliki keponakan.
"Viola masih mau kerja Mah, Pah. Setidaknya untuk bersanding dengan Galaksi Viola harus memiliki karier yang bagus. Tapi setelah wisuda malah Viola mendapat kabar jika Galaksi kecelakaan."
"Pantas saja kami susah menemukan identitasmu, ternyata anak ini yang menyembunyikannya?" tanya Mama Audi menatap putranya tajam. Sedangkan Galaksi hanya bisa tersenyum tipis.
"Semua sudah berlalu kok Mah, jadi gak usah di perpanjang," ucap Viola dengan senyum.
Baginya masa lalu itu hanya untuk pembelajaran saja. Tak perlu diungkit lagi.
Bersambung
Mampir ke novel senior aku yuk, judulnya Cinta Dalam Balas Dendam, karya kak Anggraeni.arp
__ADS_1