Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Tak Ada yang Abadi


__ADS_3

Happy reading


Setelah menyelesaikan pekerjaanya, Galaksi tak langsung bangun dari duduknya tapi ia masih menatap wajah istrinya yang sedari tadi tak mau tidur. Tangan lentik wanitanya itu masih saja bermain di atas dadanya membuat pola abstrak hingga membuat Galaksi panas dingin.


"Mas," panggil Viola yang sudah tak bisa menahannya.


"Kenapa sayang?" tanya Galaksi dengan suara beratnya.


"Emm dadaku ngilu Mas," ucapnya dengan lirih.


"Terus kamu mau apa?" tanya Galaksi dengan polos atau pura-pura polos.


"Ihh gak peka kamu mah, kayak biasa Mas. Seharian kamu gak isap, mungkin karena udah terbiasa jadi gini."


"Ohh kamu mau aku nen gitu?" tanya Galaksi dengan senang.


"Heem, ngilu nih."


Tanpa menunggu perintah Viola membuka tali jubah mandi itu dan memperlihatkan linggerie berwarna merah itu lalu melepaskan tali nya. Dadanya memang sangat ngilu.


"Kamu sudah mempersiapkannya hmm?" tanya Galaksi menatap istrinya dengan penuh ga****.


"Enggak juga, mau apa enggak?" tanya Viola menatap suaminya yang mengangguk.


Galaksi menggendong tubuh sang istri ke kasur empuk mereka, meninggalkan jubah mandi yang terjatuh di ruang kerja Galaksi.


Galaksi merebahkan sang istri di sana kemudian ikut naik ke kasur itu. Pria mana yang tidak tergoda dengan body Viola yang bagaikan gitar spanyol itu, bahkan lebih.


Galaksi langsung memposisikan dirinya layaknya bayi yang haus akan air susu ibunya. Tangan satu pria itu memainkan sebelahnya sedangkan di dalam mulutnya penuh menghisap dada satunya.


Viola yang merasakan nyaman saat dadanya serasa disedot itu hanya bisa meleguh seraya memegang kepala suaminya.


Galaksi menikmati lebihan sang istri sebagai penyemangatnya, ia yang dulunya sangat pasif dalam hal intim seperti ini menjadi ketagihan sejak bersama Viola. Wajar dia pria normal.


Tangan Viola mengelus rambut suaminya dengan lembut. Galaksi rakus dengan dada besar itu, bagai tak minum satu abad.


Setelah puas dengan dada Viola, pria itu menatap mata istrinya seakan meminta persetujuan. Viola mengangguk dengan senyum, tak lupa juga tangan lentik yang sehari tadi ada di atas perut sang suami itu masuk ke dalam celana dan menyentuh sesuatu disana.


"Sayang..."

__ADS_1


Galaksi merem melek atas apa yang dilakukan istrinya di bawah sana. Galaksi menarik lembut tangan itu dan mulai mengecup bibir lembut itu.


Ciuman yang awalnya hanya di bibir kini semakin turun, turun, dan turun. Galaksi melepaskan kain tipis itu dan membuangnya kesembarang arah.


"Mas boleh aku yang di atas?" tanya Viola dengan malu. Ia belum pernah melakukan ini sebelumnya dan entah kenapa ia sangat ingin melakukannya.


Galaksi yang mendengar itu bagaikan mendapat undian langsung mengangguk dan memposisikan dirinya berbaring dan melihat apa yang akan dilakukan istrinya selanjutnya.


Wanita hamil itu mulai melepas linggerie yang masih di tubuhnya itu dan membuangnya ke lantai. Viola naik dan duduk di atas paha suaminya.


Viola mengecup bibir Galaksi dengan sen*al, tangannya tak berhenti untuk membelai dada bidang itu. Ciuman lembut itu makin turun dan turun bahkan Viola meninggalkan beberapa jejak di leher Galaksi.


Galaksi merasa istrinya beda malam ini, Viola yang biasanya hanya pasrah kini mencoba hal baru dengan memimpin permainan mereka.


Lihat saja wanitanya yang sedang merangsa**nya. Galaksi merasa bendanya sudah menegang sedari tadi itu seakan minta untuk di puaskan.


Ciuman Viola yang sudah berada diatas perut Galaksi itu menghentikan ciumannya dan menarik celana yang masih dipakai Galaksi.


"Emm kenapa mengembang seperti ini," gumamnya menatap benda yang tegak berdiri dengan gagahnya itu.


"Kenapa sayang, apa selama ini kamu gak pernah melihat milik suamimu ini?" tanya Galaksi dengan suara beratnya.


"Kenapa gak dicoba, Mas mau lihat seberapa ahli istri cantik Mas ini," ucapnya dengan senyum menggoda.


Dengan insting seorang wanita, Viola mulai mengurut benda besar itu dengan tangannya hingga membuat Galaksi mendessah nikmat dibuatnya.


"Ouhhh ayolah sayang, kamu terlalu lama menyiksa suamimu ini," ujar Galaksi dengan nada pasrahnya.


Viola mengangguk dan mulai memposisikan dirinya diatas benda besar itu, hingga akhirnya benda itu tertanam sempurna di intinya.


"Kenapa rasanya lebih nikmat seperti ini daripada aku yang di bawah," batin Viola masih mendiamkan milik suaminya itu.


Dengan perlahan Viola mulai bergerak dengan pelan, tangannya juga bergerak di atas dada suaminya dengan lembut.


Sedangkan Galaksi yang tersiksa dengan gerakan pelan sang istri itu, mulai mengangkat bokong Viola dan memajukan sedikit cepat. Viola yang merasakan hal itu malah terpekik yang tadinya mendessah halus kini malah terpekik nikmat akan apa yang dilakukan suaminya itu.


"Mass.."


"Ya sayang.."

__ADS_1


Viola mulai bisa menyeimbangkan apa yang dilakukan suaminya. Hingga tangan Galaksi berhenti, dan meraih dada yang bergerak bebas itu.


Mereka melakukan penyatuan itu hingga Viola ambruk di atas Galaksi. Galaksi yang merasa bendanya di jepit itu hanya bisa merasakannya dengan nikmat.


"Mas capek," liriknya dengan lemah.


"Tapi sepertinya kamu gak mau lepas yank," ujarnya dengan senyumnya.


Viola yang mendengar itu langsung turun dari tubuh sang suami tapi hal itu langsung ditahan Galaksi. Ia masih belum puas memandangi wajah malu malu Viola.


"Mas kenapa?"


"Aku masih mau begini yank," ucapnya dengan tangan yang meremas bokong bulat sang istri.


"Tapi dadaku jadi sakit terhimpit dada kamu," ucapnya.


"Maafkan aku sayang, aku tak tahu," ujarnya dengan lembut. Ia melepaskan pelukan sang istri dan melepas penyatuan itu.


Galaksi memiringkan badannya dan memeluk tubuh istrinya dari samping.


"Baby gak nakal kan yank di dalam?" tanya Galaksi mengelus perut sang istri dengan lembut.


"Sejauh ini enggak Mas, bahkan aku sendiri heran kenapa aku kayak gak hamil. Mungkin cuma keinginan keinginan kecil aja," jawab Viola menatap perutnya.


"Udah mulai kelihatan ya yank, aku gak sabar menunggu perutmu besar."


"Maaf jika nanti aku tak lagi cantik dan se*si lagi, aku pernah lihat banyak ibu hamil yang badannya tak terawat setelah melahirkan. Bahkan ada suami yang dengan terang terangan selingkuh dengan istrinya. Aku gak mau itu terjadi pada hubungan kita," ucapnya dengan nada bergetar.


"Mulai lagi kan kamu, berapa kali aku bilang jika aku sangat sangat mencintai kamu. Apa adanya kamu bukan ada apanya kamu. Kalaupun nanti kamu sudah tak cantik dan seksi lagi aku akan tetap mencintai kamu. Kamu tahu kan aku juga akan jelek dan keriput, nanti kamu juga akan tua. Karena tak ada yang abadi kedua ini," ujar Galaksi dengan senyumnya.


Viola terharu mendengar ucapan suaminya yang sangat menyentuh hatinya. Ia bahagia bersama suaminya.


Galaksi yang merasa hari sudah mulai malam, Galaksi menarik selimut tebal itu dan menutupi tubuh mereka.


Sebenarnya Galaksi masih mau bermain dengan istrinya tapi mengingat istrinya itu sedang mengandung membuatnya tak tega akan melakukannya lagi. Ia juga memikirkan anak yang sedang di kandung istrinya.


Bersambung


Hai hai semuanya, Tya punya rekomendasi novel nih. Judulnya Suamiku Daun Muda, karya kak Sichuz.

__ADS_1



__ADS_2