Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Insecure Dengan Tubuh


__ADS_3

Happy reading


Keesokan paginya, Galaksi terbangun terlebih dahulu. Hal pertama yang ia lihat adalah sang istri yang tidur dengan memeluk tubuhnya.


"Cantik banget walau belum nyentuh air," gumam Galaksi menatap sang istri dengan senyum mengembang. Ia masih ingat tadi malam saat istrinya bangun, sungguh hal itu membuatnya sangat bahagia.


Cups


Tanpa ditahan Galaksi mulai mengecup bibir Viola yang belum ia sentuh dari kemarin.


"Gila kali ya, ciuman gini saat dia belum bangun. Tapi aku suka," gumam nya kembali mengecup bibir itu berulang kali hingga membuat Viola membuka mulutnya sedikit.


"Kesempatan," batin Galaksi.


Pria berotak mesum itu mulai mencium bibir Viola lebih dalam hingga membuat Viola perlahan tersadar akan apa yang terjadi. Suaminya itu bisa saja membuatnya seperti ini, disaat tidur Galaksi mencuri kesempatan dengan mencium bibirnya.


"Mass."


"Apa sayang?" tanya Galaksi menghentikan aktivitasnya.


"Ngapain?"


"Cium kamu sayang," jawabnya.


Galaksi kembali mencium bibir Viola hingga membuat wanita itu terbuai dan mulai membalas setiap kecupan dan ciuman Galaksi dengan panasnya. Hingga membuat kamar itu penuh akan decapan yang membuat suasana lebih hidup.


Tangan Galaksi yang dasarnya nakal itu mulai masuk kedalam baju pasien Viola dengan lembut. Viola yang mulai terangsang itu hanya pasrah hingga mereka tersadar jika ada bayi di kamar mereka.


"Abang... sama Adik?"


Galaksi yang mendengar ucapan istrinya itu langsung menghentikan ciumannya dan mulai menatap box bayi itu. Apa anak anaknya sudah bangun?


"Aman yank, mereka belum bangun," ujar Galaksi kembali memeluk Viola tapi ditahan oleh wanita itu.


"Tahan ya Mas, cuma 40 hari kok," jawab Viola mengelus punggung sang istri.


"40 hari aku gak boleh nyentuh kamu?" tanya Galaksi dengan nada lemas.

__ADS_1


Ia tak bisa selama itu, tak masuk dalam sangkar sang istri yang sangat menggigit miliknya dengan lembut.


"Tapi aku masih dalam masa nifas Mas, kamu pikir setelah aku melahirkan. Mas bisa langsung tanam benih lagi?" tanya Viola mengelus dada suaminya dengan lembut.


"Ya siapa tahu bisa gitu, biar anak kita makin banyak sayang. Dan umur mereka gak jauh dari bayi kembar kita," ujarnya dengan senyum mesum menatap dada istrinya yang memang besar.


"Haiss memangnya mudah apa melahirkan? Mas tahu aku bertaruh nyawa buat anak anak kita, tapi aku tak menyesali semua itu. Karena dengan itu aku bisa memiliki dua putra yang sangat tampan dan juga imut."


Dalam hati Viola tersenyum dengan lega karena yang ia lahirkan bukan anak perempuan. Ia belum bisa menghadapi kenyataan jika nanti anak perempuannya mengetahui dia ada sebelum orang tuanya menikah.


"Terima kasih," gumamnya.


Sedangkan Galaksi kini kembali membayangkan kejadian kemarin pagi dimana ia melihat dua anak mereka yang memiliki bobot hampir 3 kilo itu lahir. Saat dimana darah itu keluar dari jalan lahir itu membuatnya kembali berfikir ngeri.


Kini Galaksi berfikir, apakah dia yakin ingin menambah anak lagi atau tidak ya. Melihat Viola yang sampai tak sadar hingga malam membuatnya was was.


"Terima kasih juga sudah berjuang untuk aku dan anak anak," ujarnya dengan senyum manisnya tak lupa kecupan di kening Viola.


Setelah puas berpelukan di ranjang itu, Galaksi membantu Viola untuk mandi. Sedangkan anak anak dititipkan oleh suster yang ikut senang akan kondisi Viola saat ini.


"Mas keluar deh, aku mau mandi. Gerah banget loh," ujarnya dengan malu.


"Gak mau sayang, jahitan kamu belum kering tahu. Gimana nanti kalau kamu kenapa napa. Kamu mandi aja seperti biasa, Mas akan jaga kamu dari dalam sini," ujar Galaksi duduk di washtafel dengan tenang.


"Mas malu, kamu keluar ya nanti kalau aku sudah selesai pasti aku panggil," ujar Viola dengan melas.


"Tapi aku gak mau, udah deh sayang kamu mandi aja. Lagian Mas juga mau mandi," ujarnya mengambil sikat gigi yang ada disana.


"Gak usah pakai acara malu segala, udah punya dua anak juga masih malu malu," ujarnya dengan nada meledek.


Viola yang mendengar itu hanya menggeleng, suaminya itu masih saja fokus dengan sikat giginya. Tak lupa godaan yang selalu dilayangkan untuk Viola.


"Aku hanya takut Mas Galaksi akan tergoda saat lihat tubuhku. Mas kan yang di otaknya cuma ************," ujar Viola membuka baju pasien atasnya dengan pelan.


"Mas juga tahu milikmu masih sakit setelah melahirkan buah hati kita yang sudah ada selama 9 bulan di perut kamu."


Viola hanya terdiam seraya membuka celana pasien itu. Dengan pelan Viola mulai membuka shower dan membasahi tubuhnya.

__ADS_1


Galaksi yang melihat tubuh istrinya yang sudah basah itu menelan ludahnya kasar. Istrinya tampak lebih seksi walau setelah melahirkan. Memang bekas bekas perut yang terlipat itu ada tapi hal itu tak mengurangi kecantikan dan keindahan tubuh istrinya.


Apalagi da** dan bo**** yang semakin berisi setiap harinya.


Galaksi yang memang sudah selesai gosok gigi itu mulai melepaskan pakaiannya dan berjalan menuju sang istri lalu memeluk tubuh itu dari belakang.


"Yah, Mas tergoda dengan tubuh kamu yank," ujar Galaksi mengecup pundak Viola dengan lembut.


"Kan aku sudah bilang. Tapi Mas, badanku kok jadi melar gini ya. Apalagi di bagian perut, jadi kendur gitu," ujar Viola menyentuh perutnya.


"Apa perlu aku diet ya Mas?"


"Jangan sampai kami diet yang enggak enggak, kamu itu lagi menyusui sayang. Gak baik kalau sampai gizi yang masuk dalam tubuh kamu itu kurang dan akan berdampak pada anak anak kita," jawabnya lembut.


Yah, Galaksi memang selalu berucap lembut pada Viola walau ia sedang marah. Tapi hal itu kadang membuat Viola sering merasa bersalah.


"Tapi tubuhku gak akan sebagus yang dulu Mas. Suatu saat kamu juga akan bosan dengan tubuhku ini," balas Viola membalikkan tubuhnya menghadap ke suami.


Galaksi menggeleng tak ada yang berubah dari sang istri, memang hanya perut saja yang sedikit beda tapi yang lainnya masih oke. Bahkan bertambah seksi menurut Galaksi.


"Aku gak akan pernah bosan dengan tubuh kamu. Memangnya aku menikah hanya untuk menikmati tubuhmu saja hmm, saat aku menikahi kamu aku juga menerima semua yang ada dalam diri kamu. Kan kamu seperti ini juga gara gara aku yank, jangan insecure gini dong ya," ujarnya.


Galaksi mengambil sabun cair dan mulai menyabuni tubuh Viola dengan lembut. Sedangkan Viola hanya pasrah dengan apa yang dilakukan sang suami.


"Mass sakit," ringisnya saat jahitan nya tak sengaja di gosok pelan.


"Maaf sayang, kamu tahan sedikit. Mas nanti akan langsung cari dokter," ujar Galaksi panik.


"Gak apa-apa kok Mas, cuma kaget aja," ucap Viola mengelus pipi suaminya yang sedang menyabuni tubuh Galaksi sendiri.


Akhirnya mandi mereka selesai, Galaksi dan Viola sudah memakai pakaiannya dengan rapi. Viola pun juga malah menggunakan daster yang mudah untuk di lepas nanti.


"Mau pakai apapun kamu tetap cantik sayang," ucap Galaksi mengecup kening sang istri.


"Makasih Mas. Mas juga kok!"


Mereka keluar dari kamar mandi menuju ranjang mereka yang hanya tersisa suster dan anak anak mereka yang sudah dimandikan oleh para suster.

__ADS_1


Bersambung


Stop nama bayi kembarnya dipending dulu ya.


__ADS_2