Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Apa ini rasanya sakit hati?


__ADS_3

Happy reading


Sejak Kakaknya ke sekolahan saat itu sudah tak ada siapapun yang berani membullynya walau ada satu dua orang yang tak suka tapi Cara bisa mengatasi semua itu atas nasihat kakak iparnya saat itu.


Entah ada angin apa, Clara hari ini ingin sekali ikut sang Papa ke kantor. Papa Bara tentu sangat senang jika ada teman ngobrol di kantor nanti apalagi anak gadisnya ini sangatlah humble.


"Adek mana Mah? Katanya mau ikut Papa ke kantor!" tanya Papa Bara menatap istrinya.


"Mungkin masih bersiap Pa, kayak gak tahu anak perempuan kamu aja," jawab Mama Audio mengambilkan nasi dan lauk untuk suaminya.


Tak berapa lama akhirnya Clara keluar dari lift dengan senyum manisnya. Gadis itu menghampiri Mama dan Papanya di sana.


Salah mengambil makan, mereka menikmati sarapan pagi mereka. Ada yang hilang saat Galaksi tak ada, bahkan Galaksi sangat jarang makan bersama di rumah ini.


"Kapan ya Pah kita bisa makan bareng bareng lagi kayak dulu?" tanya Mama Audi pada suaminya.


"Kalau ada kesempatan kita pasti sama-sama," jawab Papa Bara pada suaminya. Papa Bara tak menyalahkan istrinya atas sikap Galaksi yang berubah tapi ia hanya menyayangkan saja.


"Kak Vio pasti bawa Kak Galaksi kembali seperti dulu," timpal Clara dengan menyuapkan nasi yang ada di sendoknya.


"Apa seperti itu?" tanyanya tak percaya.


Walau ia sudah merestui pernikahan Galaksi dengan Viola tapi bisa saja kan Viola menguasai Galaksi hingga membuatnya tak bisa lagi bertemu dengan sang putra.


"Kak Vio tak seperti yang Mama bayangkan kok, Mama saja yang belum kenal jauh dengan Kak Viola," jawab Clara.


Mama Audi yang mendengar itu hanya mengangguk, apa iya dia kurang mengenal Viola selama ini.


Setelah menyelesaikan sarapan mereka, Clara dan Papa Bara pamit pada Mama Audi yang memang hari ini ada arisan di rumahnya jadi ia juga tak bisa jalan jalan ke mall bersama putrinya.


Dalam perjalanan Clara tampak tenang sesekali tersenyum menatap ponselnya, dirinya sedang berbalas pesan dengan Viola. Biasalah cewek curhatnya juga sama cewek.


Kak Vio


Jadi kamu suka sama salah satu karyawan di kantor hmmm?


^^^Anda^^^


^^^Ih kakak jangan godain aku!!^^^


Kak Vio


Jika kamu suka, kenapa gak terus terang?


^^^Anda^^^


^^^Malu kak, aku kan cewek masa nembak dulu.^^^


Kak Vio


Gak ada istilah cewek gak boleh nembak cowok yang kita cintai kan?


^^^Anda^^^


^^^Tapi aku malu.^^^


Kak Vio


Haiss punya adik satu aja malu malu gitu.


^^^Anda^^^


^^^Wajar dong aku malu karena aku juga manusia.^^^


Kak Vio


Iya deh terserah kamu.

__ADS_1


^^^Anda^^^


^^^Kak kapan pulang ke rumah?^^^


Kak Vio


Mungkin kalau Kakak kamu mau cepet pulang. Dia lagi manja banget.


^^^Anda^^^


^^^Kalian gak bulan madu? Padahal Mama sama Papa udah siapin^^^


****Kak Vio****


Kakak gak bisa bulan madu dek, palingan deket sini aja.


^^^Anda^^^


^^^Kenapa?^^^


Kak Vio


Rahasia dong.


^^^Anda^^^


^^^Kakak Vio gak asik deh^^^


Kak Vio


Hahahaha maaf ya.


^^^Anda^^^


^^^Ya sudah tak apa, nanti juga tahu sendiri.^^^


Kak Vio


^^^Anda^^^


^^^Lah kalau udah bangun kenapa?^^^


Kak Vio


Kayak gak tahu kakak kamu aja sih!


^^^Anda^^^


^^^Gak tahu.^^^


Kak Vio


Manja


^^^Anda^^^


^^^Masa iya sedih, kakak sebucin itu?^^^


Kak Vio


Buktinya.


^^^Anda^^^


^^^Hmmm.^^^


Kak Vio

__ADS_1


Ya sudah kalau begitu, aku off. Ingat pesan kakak, kalau kamu suka lebih baik kamu katakan. Daripada nanti diambil orang kamu yang nyesek kan.


^^^Anda^^^


^^^Oke siap!!^^^


^^^"Kenapa senyum-senyum gitu sayang?" tanya sang Papa seraya mengelus rambut putrinya.^^^


"Gak apa-apa nih pah, chating an sama kak Vio," jawabnya dan dianggukkan oleh Papa Bara.


"Oh ya Pah, kakak sama Kak Vio gak jadi bulan madu," ucap Clara yang membuat Papa Bara menatap putrinya seketika.


"Kenapa gak bulan madu? Padahal Papa sama Mama udah pilih tempat yang bagus loh."


"Katanya gak bisa Pah, mungkin ada apa-apa sama mereka sampai gak bisa bulan madu. Atau enggak Papa gak izinin Kak Galaksi cuti lagi," tuduhnya.


"Papa izizin kok dek, 2 minggu malah," jawabnya dengan nada tak terima saat anaknya menyalahkannya.


"Terus kenapa?"


"Gak tahu!"


Clara yang melihat raut wajah papanya berubah itu mulai memeluk lengan sang Papa. Itulah cara agar Papanya ini tak lagi marah padanya.


Sampailah mereka di perusahaan itu, mereka turun dari mobil dan masuk kedalam kantor. Belum juga lima langkah Clara melangkahkan kakinya, ia melihat seorang yang selama ini mengusik kepalanya sedang berjalan dengan seorang wanita cantik dengan pakaian seksi.


"Yah apa ini yang namanya sakit hati?" batin Clara bertanya.


"Ini namanya mah kalah sebelum perang, kakak adikmu sakit hati," lanjutnya berlari mengikuti Papanya dengan air mata yang akan keluar.


Setelah sampai di ruangan besar papanya, Clara pamit pada papanya ia ingin istirahat dan berlalu menuju kamar sang Papa tak lupa menghidupkan kedap suara kamar itu.


Di kamar itu, Clara menumpahkan air mata yang sedari tadi ia tahan. Rasa sakit yang belum pernah ia rasakan selama ini menggerogoti hatinya yang baru saja mengenal namanya jatuh cinta.


Karena kelelahan menangis, akhirnya Clara terlelap dengan posisi tengkurap menyembunyikan wajahnya di atas bantal.


Di tempat lain, Viola dan Galaksi yang sama-sama enggan turun dari kasur itu malah asik pelukan dan bercumbu di sana.


Rasanya malas itu mereka rasakan, apalagi Galaksi yang dasarnya selalu bekerja hingga membuat ia selalu menikmati waktu liburnya yang lumayan panjang.


Plup


"Makin pintar aja sih istri aku," ucap Galaksi mengusap bibir basah sang istri.


"Gimana gak pintar kalau tiap hari diajari ayank," jawabnya mengelus dada Galaksi yang mulai ditumbuhi bulu.


"Oke kalau di kiss udah pintar, nanti aku ajarin yang bawah," ucapnya dengan senyum manisnya.


"Ish mesum kamu mah!"


"Normal yank, lagian cuma sama istriku doang kok aku mesum," jawabnya dengan lembut menyentuh dua buah yang sangat menantang itu.


"Mau nen boleh?" tanya Galaksi dan dianggukkan oleh Viola. Kalau pun Galaksi ingin meminta lebih ia pun siap siap saja selagi tidak menyakiti buah hati kami.


"Kenapa gak dari dulu aku buat kamu hamil kalau dada kamu bisa sebesar ini," bisikan langsung menyu*u satu buah dada Viola dengan lembut.


Viola tak menjawab tapi tangan wanita itu mengelus rambut Galaksi. Suara dari bibir cantiknya itu juga tak bisa lagi dia tahan. Lagian kenapa mereka sudah halal.


"Akhh sakit kenapa kamu gigit," pekik Viola saat pu*ingnya di gigit gemas oleh Galaksi.


"Kepleset yank," jawabnya kembali melakukan aktivitasnya dengan lembut tak lupa satu tangannya yang biasanya berada di dada istrinya kini malah turun dan masuk ke dalam segitiga istrinya yang sangat uhh untuk Galaksi.


Bersambung


Tahan! Ini masih pembuka....


Ok ya sorry kemarin cuma 1 bab aja, Tya gak konsen ngetik karena lagi simulasi OSN. Sorenya gak tahu kenapa susah banget buat dapat 200 kata aja. Sekarang dah oke😊😊

__ADS_1


__ADS_2