Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Itu Kita


__ADS_3

Happy reading


Hari demi hari Viola dan Galaksi melewatinya dengan tenang. Tanpa memikirkan beban kantor yang harus di embannya. Sedangkan Viola seperti biasa ia selalu dengan aktivitasnya.


Mereka juga sempat berbulan madu ke suatu tempat yang membuat Viola tak bisa jalan dengan baik setelah pulang. Yah selama seminggu lebih Galaksi dan Viola ke sebuah Vila yang sangat indah tak terlalu jauh dari apartemen. Tapi suasana tenang dan cuaca yang sejuk disana yang membuat Galaksi tak mau menganggurkan sang istri.


Hari ini mereka akan kembali ke apartemen, dan besoknya mereka akan pindah ke kediaman Bara. Karena di rumah Reno juga sudah ada Aulia. Tapi sebelumnya mereka juga sudah meminta izin pada orang tuanya dan hal itu diizinkan oleh mereka.


Saat ingin mengemasi barang barangnya, Viola menatap suaminya yang fokus pada ponselnya itu. Viola menangkap gelagat aneh dari sang suami, apalagi Galaksi memakai earphone hingga membuat Viola tak bisa mendengar apa yang di lihat Galaksi. Tak biasanya suaminya fokus seperti itu.


"Mas..."


"Mas Galaksi," panggil Viola lagi.


"Apa yank?" tanya Galaksi dengan senyumnya.


"Ngapain?" tanya Viola pada suaminya.


"Nonton video, kenapa? Mau ikut nonton?" tanya Galaksi yang dijawab gelengan oleh Viola.


Viola lebih memutuskan untuk keluar dari kamar dan memasak makan malam, ia percaya begitu saja dengan suaminya itu.


Sedangkan di dapur entah kenapa ia tak percaya jika suaminya itu menonton video biasa. Dan juga kenapa tadi tatapannya seperti sayu dan berga*ira* seperti itu.


"Kenapa ya?" tanyanya seraya mencuci ceker ayam yang ia keluarkan dari kulkas.


"Dia aneh hari ini, masa nonton aja harus pake earphone?" tanyanya.


Viola berusaha tenang, biasanya suaminya memeluknya dari belakang jika ia masak tapi malam ini tidak. Viola berusaha untuk menyelesaikan masaknya baru menemui sang suami.


Saat ingin memasukkan ceker itu tak sengaja tangannya kecipratan minyak panas hingga membuat Viola meringis sakit.


"Ssttt sakit."

__ADS_1


Walau ini bukan pertama kalinya ia terciprat minta panas tapi tetap saja ia sedikit takut jika infeksi dan menimbulkan bekas.


Setelah tangannya mendingan Viola kembali melanjutkan tugasnya untuk memasak. Wanita 21 tampak santai walau dalam hati ia ingin cepat selesai dan melihat apa yang di tonton oleh suaminya itu.


Setelah selesai memasak Viola berjalan menuju kamar dan ia masih melihat suaminya tak menyadari jika ia masuk. Viola melihat senyum suaminya itu tak pudar dari bibir tebal itu hingga benar benar membuat Viola kesal.


Ia berjalan kearah Galaksi dan menarik earphone di telinga Galaksi dan betapa terkejutnya saat ia mendengar suara yang begitu entahlah.


(Suara ehem ehem yak)


Viola yang mendengar suara itu langsung melepas earphone itu dan merebut ponsel suaminya.


"Mas kamu nontonin kayak gini? Kenapa? Apa selama ini aku kurang melayani kamu?" tanya Viola dengan marah bahkan air matanya sudah keluar akan apa yang dilihat suaminya ini.


"Sayang dengerin aku dulu," ucap Galaksi yang melihat sang istri sudah membanting ponselnya di kasur. Untungnya di kasur coba kalau di lantai bisa bisa beli lagi.


"Apa!! Dengerin apa? Dengerin kalau kamu suka seperti ini. Aku gak nyangka kamu akan melihat milik orang lain daripada istrimu sendiri," ucapnya dengan tangisan yang makin keras.


"Enggak sayang, aku gak lihat punya siapa siapa! Itu cuma video..."


Galaksi yang mulai kewalahan itu mulai menarik tangan istrinya ke kasur dan mendekapnya. Tak lupa ia mengambil ponselnya dan memutar kembali video itu.


"Lihat itu kita sayang," ucapnya memperlihatkan apa yang ada di ponselnya.


Viola yang mendengar itu mulai mengusap air matanya lalu menatap video itu hingga wajahnya tiba-tiba memerah melihat siapa yang ada di video itu. Viola meraih ponsel itu dengan kasar tapi tenaga Galaksi lebih kuat hingga tak terlepas dari tangannya.


"Mas..."


"Kenapa sayang? Aku tadi mau jelaskan sama kamu tapi kamu malah nuduh yang enggak enggak," ucapnya dengan lembut. Ia meletakkan ponsel itu di sisi kasur dengan tetap menyala.


"Aku kok gak tahu!"


"Kenapa aku harus kasih tahu? Nanti kamu malah marah dan nyuruh aku buat hapus. Padahal ini buat kenang kenangan saat kita di vila kemarin," jawabnya memeluk perut Viola dengan lembut.

__ADS_1


"Ihh tapi kalau ada yang lihat gimana?" tanya Viola dengan nada kesalnya. Air mata yang tadi mengalir di pipi cubbynya kini sudah surut.


"Gak akan ada yang bisa lihat, karena ponsel ini hanya ada jejak jariku dan jarimu saja. Aku bahkan tak akan membiarkan ponsel ini jatuh ke tangan orang lain selain kamu," jawabnya dengan senyumnya mengecup tengkuk leher istrinya.


"Mau nonton bareng yank?" tanya Galaksi pada istrinya.


"Nanti dulu deh ya, aku udah masak makan malam buat kita," jawabnya seraya mengelus tangan suaminya yang ada di perutnya.


"Kok gak bilang?" tanya Galaksi.


"Kamu masih nonton itu, jadi aku masak sendiri."


Viola pun berlalu menuju dapur sedangkan Galaksi ke kmaren mandi sebentar hanya ingin menuntaskan sesuatu.


Setelah selesai Galaksi berlalu menuju ruang makan tempat dimana istrinya sedang menyiapkan makanan.


"Tahu aja aku juga lagi pingin ceker dari kemarin," ucap Galaksi mencuci tangannya dan mulai memakan makanannya dengan lahap.


Viola yang melihat suaminya itu hanya menggeleng, tak ada kata puas jika makanan itu ia yang buat. Tapi ia juga heran kenapa Galaksi tak pernah memiliki perut bulat. Bahkan walau makan banyak tubuh Galaksi sangatlah seksih dan kekar tak ada lemak yang tertimbun di badannya.


"Mas," panggil Viola.


"Apa yank?" tanya Galaksi dengan mulutnya yang penuh.


"Kamu makan banyak tapi gak pernah nimbun lemak, kenapa?" Galaksi menghabiskan makanan dalam mulutnya.


"Karena aku olah raga sayang, emang kamu mau punya suami yang punya perut bulat. Aku sih gak mau ya, apalagi tubuhku nanti lempeng gitu. Bagusan juga dada bidang dengan delapan kotak yang sangat seksih."


"Kamu juga suka kan?" tanyanya dengan nada menggoda.


Viola tak menjawab ia malah menambah ceker pedas manis itu ke piring suaminya. Jika di ladeni mungkin sampai besok sore juga gak akan selesai jika membahas tentang ke aduhai an suaminya itu.


Bersambung

__ADS_1


Hai hai, Tya punya rekomen novel buat kakak kakak nih. Judulnya Kembali Cantik Si Gadis Cacat, karya Kak Emy.



__ADS_2