
Happy reading
Galaksi dan Viola masuk kedalam ruang rapat, tadi Viola merengek ingin ikut melihat meeting kali ini. Ia juga rindu saat dulu masih menjadi sekretaris Galaksi.
Viola janji tak akan mengganggu saat di dalam ruangan nanti. Hingga akhirnya mau tak mau Galaksi memperbolehkan istrinya ikut bersamanya.
"Oke bisa dimulai meeting pagi ini," ucap Galaksi dengan wibawanya seorang presdir.
Meeting itu dimulai, Viola dengan anteng melihat sang suami dari sifat tempatnya duduk. Ia yang sudah lama tak menikmati suasana seperti ini menjadi rindu.
Ia membayangkan ketika dulu ia masih mendampingi Galaksi di setiap meeting dengan klien ataupun rapat seperti ini.
Galaksi selalu bersikap profesional saat meeting berlangsung, walau dulu ia adalah pacarnya tapi Galaksi selalu memperlakukan Viola layaknya karyawan biasa. Tapi beda lagi saat di luar kantor, pria itu selalu seenaknya dan bersikap manja padanya.
Hubungan mereka memang jarang terekspos, bahkan Galaksi tak banyak memosting foto Viola di media sosialnya. Tapi tak ayal ada yang tahu hubungan mereka, karena Galaksi selalu perhatian dengan Viola saat itu.
"Daddy sangat keren, semoga kalian bisa seperti Daddy ya? Tapi kalau gak sama juga gak apa-apa," ucapnya dengan lirih tak lupa tangannya mengelus perut buncitnya.
Tapi kini tatapan wanita hamil itu tertuju pada seorang wanita dengan pakaian kemeja putih ketat dan rok span diatas lulut,yang menatap suaminya dengan lekat. Viola tak bodoh hingga tak bisa mengartikan arti tatapan dari wanita itu.
"Apa ada usulan lain tentang rapat kali ini?" tanya Galaksi dengan tegas.
Sesekali ia menatap istrinya yang menatapnya tajam entah apa yang ada dipikirin bumil cantik itu.
Wanita tadi mulai memaparkan apa yang ada diotaknya dengan nada lembut dan gemulai seolah ingin menggoda Galaksi dengan suaranya itu.
Dan parahnya lagi, Galaksi ikut menikmati suara wanita itu padahal Galaksi bukan menikmati suaranya melainkan poin poin yang disampaikan wanita itu.
Dengan kecemburuan yang ada di dadanya, Viola mulai bangkit dari sodara empuk itu menuju tempat suaminya. Tanpa ragu wanita itu duduk di paha suaminya dan melingkarkan tangannya di leher Galaksi.
Orang-orang yang ada di sana cukup terkejut dengan apa yang dilakukan Viola yang terkesan tak sopan. Tapi mereka juga tak bisa banyak komentar karena Viola adalah istri Galaksi.
"Aku gak suka cewek itu," bisiknya menatap wanita tadi kemudian menyandarkan kepalanya di dada suaminya.
__ADS_1
Galaksi yang mendengar itu hanya bisa mengulas senyum tipisnya, ia bisa mendengar nada cemburu Viola. Sungguh mengemaskan, karena Viola langsung bersikap seperti ini.
"Maaf karena istri saya memang seperti ini, maunya dimanja. Maklumlah dia sedang hamil," ucap Galaksi pada mereka tapi satu tangannya tetap memeluk pinggang Viola dengan lembut.
"Tapi bukannya terkesan tak sopan Pak," ucap wanita itu dengan beraninya.
"Lebih sopan mana, dengan wanita yang memamerkan lekuk tubuhnya. Situ mau kerja atau jualan?" tanya Viola dengan pedas walau ia masih menyembunyikan wajahnya.
Galaksi yang mendengar itu hanya bisa tersenyum bangga, istrinya memang tak berubah selalu saja ada kejutan dibalik diamnya. Ia mengelus punggung Viola dengan lembut seolah menenangkan sang istri.
Wanita itu memerah padam karena ucapan Viola yang sangat menohok hatinya yang lembut selembut kapas.
Wanita ini memang memiliki postur tubuh yang bagus tapi ia terlalu melebihkan lihat saja bulu mata dan bibir yang sengaja dibuat merah itu membuat penampilannya melebihi usianya.
"Sudah, aku tak akan tergoda dengan wanita seperti itu," bisik Galaksi mengecup pucuk kepala sang istri.
"Hmmm."
"Bisa dilanjutkan saja rapatnya," ucap Galaksi dengan tegas tanpa mau menjawab pertanyaan wanita tadi.
Akhirnya setelah beberapa menit rapat selesai, mereka semua keluar dari ruang meeting itu. Kini hanya tinggal Galaksi, Reno, dan Viola yang ada disana.
"Kamu bisa keluar Ren," ucap Galaksi pada kakak iparnya.
Reno mengangguk dan keluar dari ruangan itu tak lupa ia menutup rapat ruangan itu.
"Kenapa manja kayak gini?" tanya Galaksi pada sang istri.
"Gak suka sama cewek tadi, kamu dilihatnya kayak mau dimakan kamu tahu."
"Kan akunya gak mau dimakan sayang, kalau dimakan kamu aku mau mau aja," ujarnya dengan senyum menggoda.
"Mesum."
__ADS_1
Viola bangkit dari duduknya dan berlalu meninggalkan Galaksi di ruangan itu sendiri.
"Dasar bumil, cemburunya membuat kepala bawah cenat cenut aja," gumamnya menatap bawahnya.
Galaksi menutup laptopnya dan mengikuti sang istri yang sudah keluar terlebih dahulu menuju ruangan pribadinya. Agaknya sang istri mulai kesal dan marah karena wanita tadi.
Galaksi masuk ke dalam ruangannya disana sudah ada sang istri dengan wajah tak bersahabatnya.
"Sayang kenapa tinggalin Mas?" tanya Galaksi menghampiri sang istri dan memeluk perut Viola dari belakang.
"Masnya gak peka sih, harusnya Mas tuh tadi bela aku saat dikatain gak sopan. Mas malah diam aja kayak gak respon gitu. Buat aku kesel aja sih," ujarnya dengan cemberut. Tatapannya masih mengarah ke luar ruangan itu, menatap bangunan tinggi di depannya itu
"Kapan kamu sudah menjawab sayang, jadi apa perlu aku jawab lagi?" tanya Galaksi dengan senyumnya.
Tangannya mengelus perut buncit itu dengan lembut tak lupa kecupan di pundak Viola dengan lembut.
"Ya perlu dong, aku pikir tadi setelah aku jawab gitu kamu bakal menimpali. Tapi apa? Kamu mah cuek, apa emang kamu memberi harapan pada wanita itu hah? Biar dia bisa dengan mudah mendekati kamu?" tanya Viola membalikkan badannya hingga posisi mereka saling berhadapan.
"Enggak saya, aku gak pernah respon apapun tentang dia kok ataupun wanita lain karena aku cuma cinta kamu. Gak ada wanita lain," jawabnya.
Galaksi menatap mata istrinya dan mulai berjongkok di depan perut buncit istrinya itu dengan lembut.
Cups
"Nak, Mommy ngambek sama Daddy nih. Daddy harus gimana? Apa perlu Daddy teriak teriak kalau cuma Mommy yang ada di hati Daddy? Kalian bantu Daddy dong nak biar Mommy gak marah lagi," ucap Galaksi mengelus perut sang istri.
Viola yang melihat itu hanya tersenyum tipis, suaminya selalu begini jika ia marah atau kesal. Curhatnya selalu pada anak anaknya.
"Mommy kesel sama Daddy, peka dikit dong Dad," jawab Viola dengan kesal. Bahkan wanita itu menjambak rambut Galaksi dari atas.
"Tuh Nak, Mommy sekarang jahat sama Daddy. Iya Daddy akui, Daddy kurang peka sama Mommy tapi Daddy kan cuma cinta sama Mommy. Bujuk Mommy biar jangan marah sama Daddy," ucap Galaksi lagi dengan melas.
Viola yang tak tahan dengan sang suami, mulai menyuruh suaminya untuk bangun dan memeluknya. Seketika kesannya hilang entah kemana. Apa karena tadi suaminya bersikap lembut seperti itu pada anak anaknya.
__ADS_1
"Thank's boy," gumamnya yang membuat Viola bingung.
Bersambung