Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Belanja


__ADS_3

Happy reading


Akhirnya mereka berdua sampai di parkiran mall, disebelah mobil mereka juga sudah ada mobil Aulia dan Reno. Tampak keduanya juga belum keluar dari mobil.


"Itu Kak Reno dan Kak Aulia deh," ujar Viola melepas sabuk pengamannya dan membuka kaca mobil itu.


Tok! Tok! Tok!


Sontak saja ketukan itu membuat Aulia dan Reno yang sedang ber kiss kiss ria mulai menghentikan aktivitas mereka.


"Shial ganggu aja sih! Siapa lagi yang berani beraninya ganggu kesenangan kita?" tanya Reno mengumpat kesal karena ia hampir saja bisa membuat istrinya itu bertekuk lutut.


"Hahahaha sabar sabar, aku yang menang. Mana dompet kamu, biar aku yang bawa," ujar Aulia tersenyum puas.


Dengan paksa Reno memberikan dompetnya pada sang istri. Bukan apa apa ia kesal dengan Aulia tapi sebelum mereka keluar dari mobil mereka. Aulia meminta dompet Reno untuk belanja, sedangkan Reno yang melihat gelagat aneh dari sang istri itu hanya bisa menawarkan sebuah perjanjian.


Jika Reno bisa membuat bibir Aulia terbuka saat berciuman maka Aulia harus memberikan jatah malamnya 2 kali dalam sehari. Tapi jika Reno gagal membuka mulut Aulia dengan ciuman maka Reno harus memberikan dompetnya selama satu minggu penuh pada sang istri, dengan kata lain. Aulia yang akan memberi uang saku untuk Reno.


"Yang ikhlas sama istri," cibir Aulia pada Reno.


"Ikhlas kok, nih," Reno tersenyum dengan lebar.


Saat ingin menanggapi apa yang diucapkan Reno tiba tiba kaca mobil mereka lagi lagi di ketuk oleh Viola.


"Bukain Mas, Viola tuh lihat wajahnya udah cemberut gitu."


Reno mengangguk dan membuka kaca mobilnya, terlihat Viola yang sudah sangat kusut dengan wajahnya yang di tekuk.


"Eh cantik," ujar Reno yang langsung mendapat tatapan tajam dari Galaksi yang ada di samping Viola.


"Dia istri gue, jangan muji muji cantik," tegas Galaksi menarik pelan tangan Viola.


"Iya aku tahu kalau dia istri kamu, tapi ingat Viola juga adik aku. ADIK KANDUNG AKU," ujarnya dengan senyumnya. Seolah melempar ledekan kearah Galaksi.


"Kau.."


"Sudah Mas, yang Kak Reno bilang memang benar. Aku adik kandungnya," ujar Viola dengan lembut mengelus lengan suaminya.


"Udah, yuk dek kita belanja," ajak Aulia pada Viola yang masih ada di dalam mobil.


"Yuk kak."

__ADS_1


"Mas aku belanja sama Kak Aulia ya, nanti kamu sama Kak Reno bisa jalan jalan atau main ke timezone," pamit Viola pada sang suami.


"Tapi yank, kita kesini kan buat cari baju baby berdua. Emang aku anak kecil disuruh main ke timezone!" ujar Galaksi tak setuju dengan ucapan sang istri.


"Tapi aku mau belanja sama Kak Lia," jawabnya dengan sendu.


"Hufftt oke tapi aku dan Reno akan menjaga kalian dari belakang," ujar Galaksi yang dianggukkan oleh Viola walau nanti mereka tak akan puas karena terus diawasi.


Keempatnya turun dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk mall itu. Aulia dan Viola berjalan terlebih dahulu sedangkan Galaksi dan Reno berada di belakang mereka.


"Kok kita kayak bodyguard ya? Ngikutin para istri kita," ujar Reno pada Galaksi.


"Aku tak merasa begitu, karena aku sedang menjaga tiga orang berharga dalam hidupku," jawab Galaksi dengan santai.


Bahkan mereka di tatap oleh banyak pasang mata, tapi Galaksi tetap cuek bebek mengikuti sang istri yang sudah masuk ke dalam perlengkapan bayi itu.


"Dek, aku sama Mas Reno ke sana dulu ya," pamit Aulia menujuk rak baju yang ada disana.


"Iya kak," jawabnya dengan mengangguk.


Galaksi memeluk tubuh istrinya dari belakang, Viola yang sudah biasa dengan apa yang dilakukan suaminya itu hanya bisa menggeleng pelan.


"Menurut kamu bagus yang biru atau pink?" tanya Viola meminta pendapat tentang baju bayi yang terlihat unyu unyu imut itu.


"Belum, makanya aku tanya sama kamu pulih yang mana?" tanya Viola lagi dengan nada bimbang.


"Yang biru yank, warnanya cocok buat cowok ataupun cewek. Kalau yang pink aku agak ragu, gimana kalau anak kita cowok semua. Siapa yang bakal pakai baju pink itu, gak nyambung. Gak lakik dong nanti," jawabnya dengan lembut.


Akhirnya Viola mengangguk dan memilih baju berwarna biru itu. Kemudian ia memilih baju bayi yang lain, masa mereka


hanya memiliki sepasang baju saja.


Sedangkan di sisi lain, Reno dan Aulia sedang disibukkan dengan banyaknya baju bayi yang menurut mereka lucu. Tapi Aulia yang dasarnya tak mau boros hanya memilih sedikit padahal isi ATM Reno milyaran tak akan habis walau dipakai untuk membeli semua baju bayi ini.


"Beli aja semuanya, uang yang ada di ATM itu juga gak akan habis kok. Daripada kamu bingung kayak gini," jawabnya dengan bosan. Reno bukan tipe orangtua belanja kalau tidak terpaksa.


"Bayi itu cepat besarnya Mas, aku gak mau beli bayak baju yang ujung ujungnya gak kepakai," jawabnya seraya memilih kain yang bagus untuk anak mereka nanti.


"Hufftt terserah kamu aja kalau gitu, aku gak mau kamu capek kalau cuma milih baju. Ingat kamu lagi hamil," ujarnya seraya mengecup kening istrinya.


Mereka memilih sedikit baju untuk bayi mereka mungkin hanya sekitar 20an pasang sudah termasuk jaket untuk baby dan juga banyak kaos kaki, kaos dalam, sarung tangan dan banyak lagi keperluan bayi yang lain. Mereka tahu jika anak mereka adalah perempuan, jadi mereka memilih baju yang bernuansa cewek.

__ADS_1


"Astaga Viola sayang, kamu mau borong isi toko ini atau apa kenapa banyak banget kamu beli?" tanya Aulia melihat banyaknya belanjaan adik iparnya.


"Hehehe gak tahu kak, aku suka semua baju bajunya. Nanti kita beli lagi ya."


"Aku udah cukup Viola, nanti aku temani kalau kamu mau belanja lagi," jawabnya dengan senyum manis.


"Makasih kakak baik, yuk makan siang aku laper dari pagi gak di kasih makan sama suami," ajak Viola menatap Galaksi.


"Kan kamu yang gak mau makan, katanya eneg. Lah kenapa sekarang kamu nyalahin aku?" tanya Galaksi sedikit tak setuju karena ia dianggap tak memberikan makan istrinya.


Viola hanya melengos dan mengajak kakak iparnya untuk pergi ke restoran dekat sini. Sedangkan para suami menyuruh para pegawai untuk menaruh belanjaan mereka di mobil.


"Dasar istri, untung sayang," gimana Galaksi yang mendapat tepukan ringan di pundaknya dari Reno.


"Terima kasih sudah menepati janjimu. Aku tahu kamu orang yang bisa diandalkan. Aku senang Vio bahagia denganmu."


"Sejak pertama aku melihat Viola aku merasa tak asing dengannya, bahkan saat itu aku berharap menjadi kakaknya tanpa dia tahu. Aku bahagia dia menemukan orang yang tepat sepertimu," lanjutnya dengan senyum tulus.


"Viola adalah hidupku saat ini, aku tak akan pernah mengingkari janjiku. Karena aku sangat mencintainya," ujarnya dengan cool.


"Hmmm."


Mereka berdua mengikuti istri mereka yang sudah memesan makanan terlebih dahulu. Hingga berbagai makanan datang membuat Galaksi menggeleng melihat tingkah istrinya yang sekarang banyak makan.


Ia masih ingat dulu saat kandungannya belum mencapai 4 bulan, Viola sengaja ingin diet ketat karena ingin menjaga berat badannya walau sedang hamil.


Tentu saja hal itu membuat Galaksi tak setuju, baginya tubuh istrinya sudah bagus tanpa harus diet. Bahkan Galaksi sempat mengancam akan pergi dari rumah saat itu.


Hal itu membuat Viola menangis dan menceritakan semuanya. Tentang apa yang ada dipikirnya saat itu. Sejak saat itu Galaksi tak pernah mengungkit soal berat badan, dan menguatkan istrinya jika Viola sudah bagus dengan berat badannya.


"Pelan pelan," ujarnya menatap istrinya dengan penuh cinta.


"Hmmm. Mas gak makan?"


"Lihat kamu makan udah bikin aku kenyang," jawabnya dengan senyum.


"Bohong. Kalau Mas gak makan, aku juga gak mau pulang!"


Dengan ancaman itu membuat Galaksi ikut menikmati makan siang mereka di restoran itu.


Bersambung

__ADS_1


Kok kek bucin gini yak😅


__ADS_2