Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Apartemen Galaksi


__ADS_3

Happy reading


Sejak mengetahui ada dua nyawa di perut istrinya, Galaksi tak bisa menyembunyikan senyumnya. Tangannya juga tak bisa berhenti untuk tidak mengelus perut sang istri.


"Mas geli ih, tangan kamu kemana mana," cemberut Viola saat tangan kekar Galaksi mulai merayap ke atas.


"Lagi seneng yank, bentar lagi aku punya dua anak," ujarnya kembali mengelus perut Viola.


"Tapi aku heran, kita tak mempunyai kembaran tapi kenapa ada dua janin di perutku?" tanya Viola yang masih heran dengan apa yang terjadi. Pasalnya setahu dia orang hamil kembar karena di keluarganya ada yang kembar tapi ini tak ada.


"Emm aku juga tak tahu sayang, tapi mungkin ini rezeki kita karena akan memiliki dua anak sekaligus," jawabnya dengan senyum.


Biola mengangguk dan tiba tiba ia teringat buah naga pesanannya tadi. Ia langsung mengambil buah naga yang ada di kursi belakang dan membukanya.


"Ada pisau gak Mas?" tanya Viola.


"Sayang kita ini di mobil, ngapain aku bawa pisau. Nanti di rumah aja ya makannya," jawab Galaksi dengan lembut.


"Tapi aku maunya sekarang," jawabnya dengan mata berkaca entah kenapa saat mendapat penolakan rasanya sakit dan ingin menangis.


"Ya sudah sini aku kupasin," ujarnya seraya menghentikan mobil itu dipinggir jalan.


"Emang bisa?" tanya Viola tak yakin.


"Bisa," jawabnya dengan santai. Perkara membuka buah naga tanpa pisau saja kecil baginya.


Galaksi mulai mengambil satu buah naga itu dan mengupasnya dari atas. Sedangkan wanita itu menunggu buah naga yang siap untuk dimakan.


"Di makan ya sayang," ucapnya memberikan buah naga itu dan dianggukkan oleh Viola.


Tapi bukannya langsung dimakan wanita itu malah mengamati bentuk buah naga yang sudah dikupas suaminya itu.


Wanita hamil itu mengambil biji buah naga itu dan memakannya.


"Rasanya aneh," ujarnya tetap menelan biji buah naga itu.

__ADS_1


"Jangan cuma bijinya sayang, tapi juga buahnya," ujar Galaksi kembali melanjutkan perjalanan dengan Viola yang memakan buah naga itu dengan pelan tampaknya wanita hamil itu masih merasakan rasa aneh buah naga itu.


"Kenapa rasanya begini? Aneh tapi aku suka, airnya banyak."


"Kamu pertama kali makan buah naga, jadi wajar jika kamu merasa rasanya aneh."


"Tapi enak kok," ujarnya dengan lahap memakan buah naga itu. Lama kelamaan Viola juga menikmati buah naga itu dengan lahap, rasanya memang aneh tapi ia menyukainya.


"Mas mau?" tawar Viola menyodorkan buah naga yang tinggal setengah itu.


"Enggak buat kamu aja sayang, kan kamu yang ngidam," ujarnya seraya mengambil tisu di mobil itu.


Dengan pelan, ia mengusap bibir merah Viola karena buah naga itu.


Sampailah mereka di sebuah bangunan bertingkat yang membuat Viola bingung. Pasalnya ia belum pernah kesini, ini juga bukan apartemennya.


"Ini apartemen siapa Mas?" tanya Viola pada suaminya.


"Kamu ingin lihat apartemen aku kan sayang? Ini apartemen aku, dan sekarang juga apartemen kamu," jawabnya dengan senyumnya.


Galaksi memeluk perut Viola dengan posesif, sedangkan Viola hanya bisa nurut. Hingga sampailah mereka di lantai 8.


"Ini apartemen kamu?" tanya Viola menatap pintu kayu di depannya itu.


"Heemm."


Galaksi membuka pintu apartemen itu dan menyuruh Viola masuk terlebih dahulu. Viola masuk dan memandangi seisi apartemen itu.


Galaksi menutup pintu dan memeluk Viola dari belakang, pria itu membawa sang istri menuju kamar.


Lampu kamar dibuka.


Deg


"Apa ini?" tanya Viola syok melihat kamar yang penuh dengan foto foto mereka.

__ADS_1


"Hehehe mungkin ini akan menjadi museum foto kita," ujar Galaksi mengecup pipi Viola kemudian berjalan menuju kasur berwarna abu abu itu.


Sedangkan Viola berjalan mengelilingi kamar itu, kenapa bisa kamar seluas ini hampir ketutup dengan foto mereka bahkan foto Viola masih kecil juga ada.


Viola menatap suaminya dengan bingung. Ia tak merasa memberikan foto pada suaminya itu tapi kenapa bisa ada foto foto ini.


"Kenapa bisa ada foto-foto ini?" tanya Viola pada suaminya yang dengan santai bersandar di head board itu.


"Bisa sayang, kenapa juga gak bisa?" tanyanya dengan senyum manis tanpa mau menjawab pertanyaan Viola.


"Ish ini juga kenapa ada fotoku yang cuma pakai bikini?" tanyanya mengambil foto itu.


"Sengaja biar ada kenang kenangan saat kamu goda aku," jawabnya santai.


"Astaga kenapa dia sefulgar ini, lihat saja fotoku hanya memakai handuk. Apa selama ini suamiku menjadikan poseku sebagai halunya saat begituan?" tanya Viola dalam hati. Membayangkan saja sudah membuat ia malu bukan main.


"Sayang sini, aku mau dipeluk," ucap Galaksi merentangkan tangannya.


Viola yang sudah selesai mengamati seluruh foto di kamar itu hanya mengangguk dan berjalan menuju suaminya.


Wanita hamil itu masuk kedalam pelukan hangat sang suami yang selalu menjadi pemenangnya.


"Kita nginep disini?" tanya Viola seraya membuka kancing kemeja suaminya.


"Kalau kamu mau nginep disini aku iya aja," jawabnya seraya mengelus lembut rambut sang istri.


"Mau nginep disini."


"Ya sudah malam ini kita nginep di apartemen, lagipula kita belum pernah kan cobain kamar ini?" tanyanya dan dianggukkan oleh Viola.


"Nanti malam aku mau yang diatas," jawabnya dan dianggukkan oleh Galaksi dengan senang hati. Karena sejak Viola berada diatas itu membuat wanita hamil itu ketagihan untuk berada diatas. Karena benda suaminya itu semakin dalam pada intinya.


Setelah selesai melepas semua kancing kemeja suaminya dan memeluknya dengan erat. Mereka menikmati siang mereka dengan berpelukan. Cahaya kamar itu hanya dari lampu karena tirai dan gorden kamar itu belum dibuka.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2