Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Benzodiazepin


__ADS_3

Happy reading


Sore harinya Viola menghubungi Reno untuk mengantarkannya ke rumah sakit, karena ia tahu jika sekretaris pacarnya itu sudah pulang kerja. Merepotkan sedikit tak apakan.


"Maaf menunggu lama Nona, tadi jalanan macet," ucap Reno pada Viola yang tersenyum dan mengangguk.


"Gak apa-apa kak, lagian Mas Gala sudah mengizinkanku pergi kok."


"Memangnya kamu mau apa ke rumah sakit? Kamu gak sakit kan?" tanya Reno yang terlihat khawatir dengan keadaan Viola.


Jika sampai Nona nya ini sakit bisa habis jika Tuan Mudanya tahu ia tak menjaga kekasihnya dengan benar.


"Aku cuma mau beli vitamin kak," jawabnya dengan jujur. Karena selain untuk mengecek obat aneh tadi ia juga ingin membeli vitamin Galaksi dan juga dirinya.


"Baiklah tapi aku tak bisa menemanimu karena aku ingin menjenguk ibuku yang tak jauh dari rumah sakit itu," ujar Reno dan diangguki oleh Viola.


Menurut Vio lebih enak berbicara santai daripada formal seperti itu karena ia bukan majikan Reno juga.


Sampainya di rumah sakit, Viola langsung masuk kedalam sedangkan Reno melajukan mobilnya menuju rumah sakit jiwa yang jaraknya tak jauh dari rumah sakit itu.


"Ternyata Ayah juga ada disini," gumamnya melihat mobil Papanya yang terpikir disana.


Kembali ke Viola setelah mendapat giliran, Viola langsung masuk dan menerangkan apa tujuannya ke sini.


Viola menyerahkan obat yang ada di tisu itu dan dokter berjenis kelamin wanita itu mengecek sebenarnya obat apa disana.


Setelah berberapa saat mengecek obat itu, dokter itu kembali ke tempatnya.


"Ini golongan obat Benzodiazepin, Nona mendapatkan ini dimana? Maaf apa Nona memiliki penyakit tertentu?" tanya Dokter itu pada Viola yang tampak bingung.


"Enggak dok. Saya hanya disuruh untuk menyelidiki itu obat apa, pasalnya saya rasa obatnya aneh," jawabnya.


"Ini obat anti kegelisahan Nona, obat ini dapat menyebabkan kehilangan memori karena efek sedatif yang mereka miliki di bagian-bagian tertentu dari otak. Efek samping obat ini bisa mempengaruhi memori jangka pendek maupun panjang. Obat Benzodiazepin diyakini bisa menimbulkan amnesia yang parah jika terus mengonsumsinya," terang dokter itu yang membuat Viola syok bukan main.


"Sebaiknya jangan mengonsumsi obat ini jika tak ingin amnesia secara permanen," tambah dokter itu.

__ADS_1


Berarti Sania mempunyai rencana buruk agar Galaksi tak bisa kembali mengingat masa lalunya? Sungguh licik perempuan itu.


"Terima kasih dok," ucap Viola dan dianggukkan oleh dokter tadi.


Dokter itu memberikan salinan tentang obat apa itu dan juga keterangan yang resmi.


Setelah keluar dari ruangan dokter itu, Viola terduduk di kursi tunggu seraya memegang kertas itu.


Untung saja Galaksi tak jadi meminum obat itu, jika iya mungkin ingatan yang sudah beberapa hari Galaksi ingat itu bisa sia-sia dan bisa saja Viola tersingkir dari rumah itu.


"Ya Tuhan kenapa semakin rumit saja, andai semua yang terjadi bisa diulang aku akan menyuruh Galaksi untuk tidak datang bahkan tak memberi tahunya jika aku wisuda," batin Viola dengan sesal.


Setelah termenung di kursi itu cukup lama Viola berlalu menuju apotik dan membeli vitamin.


Sedangkan disisi lain, Reno melihat sang ayah tengah menenangkan ibunya yang kembali memberontak.


"Ibu sayang, sudah ya Ayah yakin jika Tiara masih hidup. Ayah Sandi berjanji akan menemukannya Bu," bisik Ayah Sandi pada istrinya yang menangis pilu.


"Aku ingin putriku huu huu, apa salahku kenapa Tuhan mengambilnya dariku kenapa!"


Ayah Sandi memeluk Ibu Lana dengan lembut, ia menenangkan tubuh istrinya yang rapuh. Reno salut melihat ayahnya yang mampu membuat ibunya kembali tenang.


Yah selama bertahun-tahun Ibu Lana sakit jiwa karena putrinya hilang, walau begitu Ayah Sandi tak pernah mencari wanita lain. Ia membesarkan Reno dengan keringatnya dan mencari putri mereka semoga masih ada harapan.


Setiap hari Ayah Sandi akan datang ke rumah sakit untuk menjenguk dan membawakan makanan kesukaan Ibunya.


Intinya Ayah Sandi tak malu walau memiliki istri yang berada di rumah sakit jiwa. Berawal dari putri mereka hilang, Ibu Lana stress dan depresi hingga berakhir disini.


"Cari putriku ku mohon cari dia hikss hiks cari dia ku mohon."


"Iya aku akan mencari putri kita sayang, aku janji!"


Ayah Sandi mengelus punggung istrinya yang mulai tenang itu dan terlelap dipelukan suaminya.


Cups

__ADS_1


"Aku yakin Putri kita masih hidup," bisiknya seraya mengecup kening istrinya.


Ayah membaringkan Ibu Lana di ranjang, sebenarnya sedih melihat keadaan istrinya tapi mau gimana lagi semua ini sudah terjadi tak ada yang bisa di rubah kecuali saat putrinya kembali.


"Tiara... Dimanapun kamu berada tolong pulang Nak, kasihan Ibumu," batin Ayah Sandi menyelimuti Ibu dengan lembut.


Tanpa sengaja tatapannya mengarah pada seorang laki-laki yang sangat gagah diusianya. Siapa lagi jika bukan putranya.


Ayah dan Reno masih sama sama menggunakan jasa kantor hingga membuat dua orang ini tampak sangat berwibawa.


Ayah Sandi menghampiri putranya yang sedang menangis itu.


"Anak laki itu tidak boleh cengeng, Ibumu sudah tidur sebaiknya kita pulang," ledek Ayah Sandi pada Reno.


"Aku kangen Ibu, ayah," lirihnya seraya mengusap air matanya dengan lembut.


"Ayah juga merindukan ibumu Nak tapi sepertinya Ibu lebih merindukan Tiara," jawabnya mengajak putranya duduk.


"Sebenarnya dimana dia Yah? Aku tak pernah mendapatkan informasi apapun tentangnya. Semuanya hilang begitu saja," ujarnya menatap sang ayah.


"Ayah juga tak tahu Ren, tapi ayah yakin adikmu masih hidup!"


"Darimana ayah tahu?"


"Insting seorang Bapak!"


"Sudah ayo pulang, Ayah sudah lapar ingin makan."


"Ayah duluan saja, aku tadi kesini sekalian mengantar Nona Viola untuk membeli vitamin," jawabnya.


"Oh ya bagaimana kabar Tuan Galaksi itu sekarang?" tanya Ayah Sandi pada putranya.


"Kata Nona, Tuan Galaksi sudah bisa berjalan walau pelan. Bukankah itu suatu kemajuan yang bagus, aku yakin perlahan ingatan Tuan muda juga akan kembali," jawab Reno.


"Syukurlah jika begitu, aku hanya bisa berdoa agar Tuan Galaksi bisa cepat sembuh dan Nona Viola bisa seperti biasanya," ujar Ayah Sandi dan diangguki oleh Reno.

__ADS_1


Setelah itu mereka keluar dari area rumah sakit jiwa dan kembali kejalan masing-masing. Ayah Sandi menuju rumahnya sedangkan Reno menuju rumah sakit untuk menjemput Viola.


Bersambung


__ADS_2