Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Hamil?


__ADS_3

Happy reading


"Eughh," leguh Viola saat ia sadar dari pingsannya.


Galaksi yang sempat tertidur itu langsung bangun dan tersenyum saat melihat istrinya sudah bangun itu. Pria itu mengambil gelas yang ada di nakas dan memberikannya pada Viola.


"Bilang sama aku apanya yang sakit?" tanya Galaksi mengambil kembali gelas yang sudah kosong itu.


"Lemes," jawabnya dengan lirih. Viola kembali memejamkan matanya setelah itu.


"Makan dulu ya, kata dokter kamu harus banyak makan," ucap Galaksi dengan lembut. Ia mengambil makanan yang ada di nakas itu dan mengangkat tubuh istrinya agar bersandar di head board.


"Gak laper," jawabnya lagi.


"Gak laper apanya hmmm? Kamu dari siang belum makan lagi loh yank. Aku gak mau istriku yang cantikku ini sakit cuma gara gara asam lambungnya naik. Sekarang kamu gak sendiri yank," paksa Galaksi.


"Iya gak sendiri kan ada kamu," jawab Viola lagi.


"Dalam tubuh kamu juga ada anak aku jadi tolong makan ya," ucapnya.


Deg


"Anak? Hamil? Aku hamil?" tanya Viola memegang perutnya dengan lembut.


"Kata dokter tadi kamu lagi mengandung sayang, tapi kita cek lebih pastinya besok ya."


"Sekarang kamu makan, aku suapin."


Akhirnya dengan terpaksa Viola mau makan dengan Galaksi yang menyuapinya. Tangannya masih ada di perutnya, ia tak menyangka jika selama ini ia hamil, pantas saja ia merasa ada hal yang aneh dalam dirinya selama ini.

__ADS_1


Dengan pelan Viola mengelus perutnya yang belum terlihat membuncit, Galaksi yang melihat itu tersenyum tak biasa dipungkiri jika ia juga bahagia jika sang istri benar benar mengandung.


"Gimana kalau aku hamil?" tanya Viola menatap suaminya.


"Ya gak gimana gimana, ini anak aku bukan anak pria lain. Emang kamu mau ngapain kalau bener hamil?" tanya Galaksi ikut naik ke kasur itu dan menghadap istrinya.


"Ya aku jaga sampai lahir, tapi apa aku bisa menjadi ibu yang baik untuk anakku?" tanah Viola menghadap suaminya juga.


Tangan kekar pria itu mulai mengelus perut Viola dengan lembut, Viola yang merasakan itu jadi tenang.


"Kamu adalah ibu yang baik sayang. Aku tak menyalahkan siapapun atas hadirnya anak ini, walau ia hadir dari sebuah kesalahan. Aku dan kamu akan menjadi orang tua yang sangat menyayangi anak-anak kita nanti," jawabnya dengan senyumnya.


Viola yang mendengar itu bahagia, setidaknya ia tahu ada anak di rahimnya setelah ia menikah. Viola memeluk dada bidang suaminya yang sedari dulu menjadi tempat ternyaman untuknya tidur.


"Mau buah? Dari tadi kamu belum makan buah loh," ucapnya dengan meraih buah yang ada di piring.


"Gak mau maunya peluk kamu," jawabnya.


Dengan lembut Galaksi memeluk tubuh istrinya dengan menjadikan lengannya sebagai bantal tak lupa juga satu tangan yang memeluk erat perut Viola agar mendekat ke arahnya.


Tak ada malam pertama seperti yang diinginkan Galaksi malam ini, Viola yang sakit membuatnya tak tega meminta haknya. Pria itu sabar menunggu sampai istrinya itu siap lahir dan batin tanpa menyakiti anak mereka.


"Happy nice dream my wife," bisiknya.


Viola yang mendengar itu hanya bisa menjawab dalam hati dan semakin memeluk tubuh suaminya dengan erat.


Berbeda lagi dengan kamar sebelah yang sudah terjadi pergulatan panas antara Reno dan Aulia yang senantiasa mende*** di bawah Reno.


Sesuai janjinya tadi siang, Aulia malam ini dibuat pasrah dengan suaminya yang terus menggempurnya seperti ini.

__ADS_1


"Sayang sakit pelan pelan ahh geraknya," rengek Aulia saat Reno bergerak


Mendengar rengek anda dari sang istri membuat Reno memelankan pacuannya, tapi tetap saja membuat Aulia yang pada dasarnya masih pertama melakukan hubungan ba*an itu sangat pasif tapi ia menikmatinya.


Reno yang melihat buah dad* Aulia bergoyang seiring dengan hentakan nya itu mulai meraihnya dan meny*s* dengan lahap.


Aulia yang belum pernah merasakan hal ini itu semakin mencengkeram seprai yang sudah tak berbentuk itu dengan erat. Bagaikan menyalurkan rasa sakit dan nikmat yang tak bisa dijabarkan oleh kata kata.


"Ahhh."


Akhirnya keduanya sampai di puncak masing masing. Reno yang menyemburkan pasukan cebongnya ke rahim Aulia hingga membuat keduanya terkulai lemas di kasur.


"Terima kasih sudah menjaganya untukku," bisik Reno mengecup bibir sang istri.


"Kamu suami aku sayang, jadi sudah sepantasnya aku memberikan kehormatanku padamu," jawabnya dengan lirih.


"Tapi sepertinya aku ingin lagi, tubuhmu sangat nikmat sayang," bisik Reno kembali melancarkan aksinya dengan lembut hingga kembali lagi membuat Aulia mendessah nikmat di bawah Reno.


Gadis yang sudah resmi menjadi wanita itu tak tahu terbuat dari apa kekuatan suaminya. Tadi saat resepsi ia banyak duduk tapi Reno tetap menyalami para tamu. Dan malam ini suaminya itu menggempurnya hingga pukul 12 lebih.


"Astaga apalagi besok bisa berjalan?" tanya Aulia dalam hati.


Mereka terus melakukan adegan maju mundur cantik hingga keduanya sama sama sampai puncaknya. Reno yang sudah meledakkan kembali pasukan cebongnya itu berguling ke sebelah sang istri dan memeluknya.


Aulia yang lelah itu langsung terlelap di pelukan Reno yang masih sama sama polos. Reno yang masih terjaga saja, pria 27 tahun itu masih mengamati wajah lelah sang istri dengan senyum.


Ia kembali mengingat moment saat ia membuka gawang kesucian sang istri dengan keperkasaannya. Sebenarnya ia belum puas menikmati milik Aulia yang sangat sempit saat dimasukinya. Tapi saat melihat wajah lelah ditambah keringat yang membasahi tubuh putih sang istri, ia menjadi tak tega.


"Masih ada hari esok untuk memulai lagi hmmm, selamat tidur sayang. Aku mencintaimu," bisiknya mengecup kening sang istri kemudian memeluknya dengan erat tak lupa ia menarik selimut tebal itu untuk menutupi tubuh mereka.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2