Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku

Menjadi Pelayan Pribadi Kekasihku
Clara di Bully


__ADS_3

Happy reading


Teriakan Galaksi membuat mereka berhenti, empat orang wanita itu menatap ke arah Galaksi dengan takut. Mereka pikir Galaksi adalah guru baru di sekolah mereka.


Satu wanita yang hendak mengguyur Clara dengan air kotor itu meletakkan kembali embernya.


Galaksi kembali dibuat marah dengan keadaan adiknya yang sangat mengenaskan. Rok Clara sudah sobek karena digunting dengan acak sedangkan kancing baju seragam Clara sudah terlepas dari tempatnya hingga memperlihatkan tank top yang di pakai adiknya.


Degan cepat Galaksi melepas jasnya dan memakaikan nya ke tubuh mungil Clara yang sudah menangis.


"Gak apa-apa dek ada kakak disini," bisiknya memeluk tubuh Clara dengan lembut.


Galaksi bisa merasakan getaran dari tubuh Clara. Kakak mana yang tega melihat adiknya di bully seperti ini.


"Siapa kalian hingga membully adikku seperti ini?" tanya Galaksi degan tegas dan suara datarnya.


"Adik?" batin mereka bertiga.


"Aku adalah salah satu anak donatur di sekolahan ini. Kenapa? Aku hanya tak suka dengan cewek sok cantik ini, bisa bisanya dia ingin merebut cowok yang aku idamkan. Dasar cewek miskin, kenapa lada cewek kayak lu di sekolahan ini."


Cewek berambut pirang itu dengan berani menatap Galaksi. Walau ia sedikit menciut karena tatapan tajam pria yang ada di depannya ini.


"Owh hanya karena itu kalian membully adikku? Apa ini yang diajarkan orang tua kalian. Apa tidak bisa menghormati orang sedikit saja!!"


Ucapan Galaksi membuat dua wanita di belakang itu tertotok, memang benar mereka tak ada hubungannya dengan ini. Hanya mengikuti wanita berambut pirang itu saja.


Keluarga mereka juga terpandang tapi tak pernah mengajarkan kereka untuk membully.


"Asal kalian tahu, Clara. Cewek yang kalian bully ini adalah ADIKKU. Putri satu satunya keluarga RYANO. Kalian pasti tahu siapa keluarga Ryano kan?"


Jantung mereka kembali berdetak dengan kencang, siapa yang tidak tahu Keluarga Ryano. Keluarga terkaya dan terpandang di kota ini. Dengan segala aset yang tersebar di mana mana. Bahkan sekolah yang mereka pijak sekarang adalah aset milik Ryano.


[Halu dikit gak apa kan? Hahaha bayangin deh kekayaan Ryano yang melebihi kekayaan Sisca Kohl. ~Selamat Menghalu~]


"Anda pasti bohongkan! Saya tahu siapa itu keluarga Ryano, Nyonya Audi adalah sahabat Mama saya. Dan beliau gak pernah bawa anak-anaknya. Saya yakin kalau kalian itu berbohong," ujar wanita itu dengan angkuhnya.


"Terserah apa kata kalian tapi yang pasti aku tak akan membiarkan ada seorangpun yang menghina keluarga kami. Tunggu saja kehancuran keluarga kalian," ucap Galaksi dengan dingin hingga membuat mereka menelan ludahnya kasar.


"Tuan... Tuan... Kami minta maaf jangan hancurkan keluarga kami," ucap salah satu teman wanita itu dengan cepat.


Tapi Galaksi sudah terlanjur membawa Clara pergi dari tempat itu. Galaksi sungguh tak terima adiknya diperlakukan seperti itu.

__ADS_1


Clara masih menangis dalam perjalanannya menuju mobil sang kakak, Galaksi yang mendengar itu bisa merasakan kemejanya basah.


Galaksi membuka pintu mobilnya san Clara masuk. Ia memutari mobilnya dan masuk juga ke dalam mobil.


Galaksi memeluk tubuh adiknya dengan erat, Clara yang belum menghentikan tangisnya itu semakin kencang.


"Hiks hiks mereka jahat..."


Galaksi mengelus rambut acak acakan Clara dengan lembut. Pria itu menenangkan adiknya dengan mengecup pucuk kepala Clara tak lupa bisikan lembut agar adiknya itu tenang.


"Hiks hiks....."


"Sudah sayang jangan nangis lagi, kakak akan buat perhitungan dengan mereka. Kamu tak akan di bully lagi ya, sudah jangan nangis."


Perlahan Clara menghentikan tangisnya dengan isakan yang masih terdengar di telinga Galaksi.


"Sejak kapan kamu di bully hmm?" tanya Galaksi dengan lembut. Galaksi merapikan rambut Clara yang menghalangi pandangan gadis itu.


"6 bulan yang lalu hiks. Sejak ada cowok yang nembak Clara tapi Clara gak terima karena Clara gak cinta," jawabnya terjebak saat ia kembali mengingat bullyan pertama yang ia dapatkan.


"Cowok itu gak terima dan sejak saat itu hiks, Clara di bully. Hiks bahkan pernah Clara ingin do lecehkan karena gak hal itu. Hiks untung ada cowok baik yang nolong Clara hiks, kalau enggak. Clara..."


Tangis Clara semakin menjadi hingga membuat Galaksi yang mendengar itu marah tapi ia tak akan menampakkan ini pada adiknya.


Galaksi kembali berfikir, pantas saja jika setiap minggu adiknya itu selalu mengeluarkan uang yang nominalnya hampir sama. Ternyata adiknya ini membeli seragam baru.


"Mulai besok kamu akan mendapat bodyguard sendiri. Kakak gak mau kamu sampai kenapa napa. Kakak juga gak mau kamu pasrah aja akan apa yang kamu alami," ujar Galaksi yang mrmmbat Clara mengangguk pasrah.


"Tapi Clara takut kak, Clara gak bisa lawan mereka," jawab Clara dengan sedih. Air matanya masih mengalir walau sudah berberapa kali ia tahan.


"Siapa yang bisa membuat Clara kebal akan semua ini? Aku tak akan membiarkan siapa pun menyakiti adikku lagi!"


"Viola, yah Viola bisa menumbuhkan keberanian dalam diri Clara."


Galaksi tersenyum, dengan adanya Clara bersama Viola ia akan lebih sering bertemu kekasihnya itu.


"Besok pulang sekolah langsung ke rumah kak Reno ya," ucap Galaksi.


"Kenapa kesana?" tanya Clara.


"Ada Kak Vio disana," jawabnya dan langsung diangguki oleh Clara yang memang sangat rindu dengan kakak cantiknya itu.

__ADS_1


"Tapi Mama."


"Kamu tenang saja, Mama itu menjadi urusan Kakak."


''Oke."


Mobil itu berjalan pelan menuju rumah utama keluarga Ryano, dalam perjalanan juga ia mengirim pesan pada salah satu orang kepercayaannya untuk menyelidiki apa yang terjadi oleh adiknya 1 tahun belakangan ini di sekolah. Dan siapa saja yang terlibat di dalamnya. Tentu Galaksi tak akan membiarkan siapapun mengusik adiknya lagi.


Sampainya di rumah, Clara takut jika Mamanya marah karena ini. Clara menatap Kakaknya dan menyembunyikan badannya di balik tubuh sang kakak.


"Clara kenapa sembunyi di balik tubuh kakakmu, Nak?" tanya Mama Audi yang melihat putrinya orang dengan memakai kemeja kakaknya.


"Clara kena bully Mah," jawab Galaksi pada sang Ibu.


"APA!! Siapa yang berani dengan keluarga Ryano apalagi dengan putriku?" tanya Mama Audi menarik tangan Clara lembut hingga terlihatlah rok robek dengan baju seragam yang sudah hilang semua kancingnya.


"Clara tak memakai identitasnya di sekolah jadi ia mendapat perlakuan seperti ini."


"Kenapa kamu gak bilang sama mama, sayang? Mama akan membuat hidup orang yang melakukan ini padamu menderita. Bilang sama Mama siapa yang melakukannya?" tanya Mama Audi memeluk tubuh snag putri.


"Kakak sudah urus mah," jawab Clara dengan erat memeluk tubuh Mamanya.


Mama Audi menatap putranya yang sudah seminggu tak pulang itu dengan sendu. Ia bisa melihat tatapan tak bersahabat dari sang putra.


"Gal..."


"Hmm."


"Maafkan Mama yang sudah menuduh Viola yang tidak tidak," ujar Mama Audi menatap sendu putranya.


"Apa dengan maaf Mama bisa membuat Viola kembali?" tanya Galaksi dengan nada dingin.


"Maaf Mama cuma gak mau Viola membuat kamu celaka."


"Mah, Viola itu pacar aku. Dia gak ada hubungannya sama kecelakaan Gala waktu itu, dia juga yang rawat Galaksi selama sakit. Kalian dimana? Bahkan Mama sewa pelayan buat Gala. Disaat Gala gak ingat apapun, kalian juga gak bantu Gala untuk mengingat. Cuma Viola yang selaku ada buat Gala."


Galaksi berlalu menuju kamarnya tanpa menunggu jawaban dari Mamanya. Clara yang masih berada di pelukan ibunya itu mulai berhenti.


"Kak Vio hiks orangnya baik Mah. Bahkan Kak Sania gak mau akrab sama Clara," ucapnya dengan terisak.


"Mama salah, Nak. Maafin Mama," ucapnya dengan sedih.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2