Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
ku merindukanmu


__ADS_3

drr drr


ponsel juna bergetar ia pun langsung mengangkatnya


"halo assalamualaikum"


"wa'alaikum"


salam jawab doni diseberang telepon.


"bro tunggu bentar ya, aku masih dijalan bentar lagi nyampe kalo kamu dah nyampe masuk duluan aja ok". cerocos doni.


"ok "


jawab juna singkat dan langsung memasukkan ponselnya kembali disaku celana.


tiba tiba seorang wanita tak sengaja menyenggol bahu juna.


brukk


paper bag yang juna bawa terjatuh


"maaf pak"


ucap wanita yang menyenggol.


degg


juna terkejut mendengar suara yang mirip dengan orang yang sangat ia cintai selama ini sangking terkejutnya juna masih tak bergeming dari tempat ia berdiri.


"maaf pak"


sang wanita berucap kembali sambil mengambilkan paper bag yang ia jatuhkan dan menyerahkan kempemiliknya.


juna semakin terkejut melihat wajah wanita tersebut.


inayah


gumam juna hampir tak terdengar suaranya.


"pak maaf ya pak saya tidak sengaja"


naya ngulangi ucapan permintaan maafnya.


"pak pak"


naya berulang kali memanggil manggil orang yang ia senggol tapi tak ada respon akhirnya naya pun menepuk lengan pria tersebut.


"pak"


suara naya agak tinggi suara orangnya sadar.


juna pun tersadar setelah tepukan lengan naya.


"eh i iya maaf gak papa" jawab juna gugup.


apalagi ini kali pertama kalinya juna sedekat ini dengan pujaan hatinya.


kalau dulu juna hanya bisa menerhatikan naya dari jauh.selain peraturan pondok yang tidak boleh bersentuhan dengan lawan jenis,naya juga tipe orang yang susah didekati oleh lawan jenis.


juna juga pernah ditolak kala dulu saat ingin berkenalan dengannya.


bapak gak papa kan pak?? tanya naya


tapi sebelum juna akan menjawab pertanyaan naya teman naya mira sudah memotong duluan


nay ayo masuk cepet??


"iya mir" jawab naya.


"ma'af ya pak saya duluan."


akhirnya naya berpamitan.


juna masih mematung ditempat memandangi naya yang sudah berlalu.


"nay apakah kamu gak ingat aku. aku sangat merindukanmu nay gimana kabarmu gimana kabar malik pasti dia sekarang sudah besar dan gantengkan."


juna berbicara sendiri seperti orang gila.


tiba tiba teman juna doni sudah sampe dan menepuk pundak juna.


bro kok gak masuk?? tanya doni.


"ah ini mau masuk kok ayo." jawab juna lalu mengajak doni masuk kedalam.


juna memilih duduk dipojokan agar bisa leluasa memandang naya. matanya masih tertujuh ke naya yang sedang asik mengobrol dengan teman temannya. sesekali juna ikut tersenyum kala juna melihat naya tertawa.


doni menyadari temannya yang sedang memerhatikan seorang wanita yang berada diseberang sana agak kaget juga. setau doni juna orang yang cuek dan dingin terhadap lawan jenis. ia selalu menghindari perempuan manapun yang selalu berusaha mengejarnya. bahkan ia dicap sebagai cowok gay. karna selalu menolak perempuan.


bahkan sepupunya yang cantik dan seksi aja selalu ditolak. tapi kali ini juna memperlihatkan perhatiannya terhadap wanita lain walaupun dari jauh. sangatlah moment langkah bagi teman juna


karna sangkin penasarannya doni akhirnya ia bertanya kepada temannya itu.


kamu kenal dengan cewek itu bro kok dari tadi mratiin dia teros?? tanya doni.


kalo naksir kejar aja bro doni menyemangati.


"kenal sangat kenal mala." juna menjawab.


"tapi apakah dia masih mengenali aku. tadi saja sepertinya dia gak kenal sama aku." juna melanjutkan ucapannya.


hahh


tadi kamu bertemu ama tu cewek?? tanya doni kaget.


berati kalian dah saling kenal dong?? doni semakin syok.


"kalo dah kenal kenapa gak samperin aja kan lebh enak."


doni heran sama temannya gak nyamperin mala memandangnya dari jauh.


juna hanya diam tak menanggapi ocehan doni.

__ADS_1


lalu ia cuma mengambil ponsel yang ada disaku celana lalu mebghubungi seseorang. panggilan terhubung


"halo assalamualaikum tuan"


jawab seseorang yang ada diseberang sana.


"wa'alaikum salam tolong cari info dari perempuan yang bernama inayah maharani saya akan kirimkan ftonya dalam 10menit saya harus mendapatkan infonya. juna to the point.


"siap tuan." jawab orang diseberang sana lalu mengucap salam dan mengakhiri panggilan.


juna memasukkan kemabli ponselnya kedalam saku celana.


yang mana yang namanya inayah maharani bro??tanya doni penasaran sambil melihat ke arah naya dan teman temannya.


"gak usah kepo. ni aku balikin barangnya dan terima kasih tolong sampaikan ke selly aku gak butuh semua ini dan tolong jangan pernah ganggu aku." ucap juna agak kesal.


"yee kenapa sewotnya ke aku. sewotnya tu ke selly tu yang tempel mulu sama kamu." jawab doni tak kala kesal.


"tau ah pokoknya ini kembaliin selly kan sepupu kamu itu aku malas ngembaliinnya kedia." ucapan juna tak terbantahkan.


tiba tiba ponsel juna berdering ia langsung mengangkat telponnya.


"assalamualaikum bay gimana?"


tanya juna antusias. juna berharap inayah berstatus janda agar ia bisa mengejarnya kembali


"waalaikum salam tuan" jawab bayu lalu ia menjelaskan infomasinya.


nyonya inayah sudah bersuami tuan. suaminya bernama muhammad afryanto dan mereka sudah dikaruniahi seorang anak laki laki yang bernama artur almalik.


suami nyonya inayah merantau diamerika ia bekerja dikapal pesiar tuan. suaminya selalu menghubungi nyonya kala kapalnya sedang berlabuh tuan. dan kali ini kapalnya sedang berlabuh dipelabuhan amerika anaknya tinggal dipesantren al munawwir jogja tempat yang dulu tuan dan nyonya naya mondok menjelasan bayu. juna menyimaknya dengan sungguh sungguh.


tapii


ucapan bayu berhenti ia menarik nafas sejenak supaya bisa melanjutkan ceritanya.


tapi kenapa bay?? apakah naya tidak bahagia bersama keluarga kecilnya atau mereka dalam masalah?? juna langsung berucap kala mendengar ucapan bayu berhenti dan tarik nafas.


"tidak tuan, nyonya naya bahagia walaupun hidup sederhana cuma emh." bayu agak ragu untuk menjelaskannya ke juna


"mertuanya su suka ikut campur tuan."


bayu tergagap lalu tarik nafas kembali untuk melancarkan ucapannya. lalu bayu melanjutkan kembali infomasinya karna juna hanya mendengarkan saja tanpa menanggapi.


"mertuanya suka menuduh dan menyudutkan nyonya naya karna mertuanya kurang setuju dengan pernikahan mereka tuan."


"nyonya sering bertengkar dengan suaminya ditelepon. mertuanya ingin nyonya dan suamianya berpisah."


degg


jantung juna berhenti berdetak kala mendengar perpisahan


"sialan kamu ryan."maki juna dalam hati.


terus apa ada informasi lain lagi?? tanya juna.


"untuk saat ini nyonya masih ingin mempertahankan rumah tangganya tuan demi anaknya malik. tapi menurut informasi yang saya dapatkan nyonya naya mulai jenuh dan ingin memberontak tapi beliau masih bisa bersabar dan masih bertahan."


apa ada lagi?? tanya juna lagi.


gimana infonya?? tanya doni tiba tiba.


juna kaget tiba tiba doni mendekatkan wajahnya ke juna.


"astagfirallah"


juna mengusap wajah doni sangking gemesnya.


"lu apaan sich bikin kaget aja tau gak." juna kesel. "ya abisnya lu serius amat bro. kan jadi kepo." jawab doni cengengesan.


"kepo lu."


lalu juna mengalihkan penghilatannya kembali ke naya matanya melotot melihat naya tak ada ditempat.


nay kamu dimana??


sambil bangkit juna mencari keberadaan naya. juna seperti kehilangan seseorang yang sangat ia cintai seperti orang gila.


nay??


ucapannya terhenti dikala matanya melihat kembali naya


juna berlari mengejar naya dan tanpa sadar ia memeluk naya dari belakang. naya yang sudah keluar menuju parkiran


naya kaget dan syok dikala ada seseorang yang memeluknya dari belakang.


ia mematung sesaat setelah tersadar naya langsung memberontak minta dilepaskan.


lepas lepasss.


naya takut ada yang melaporkan ke mertuanya. takut ada kesalahpahaman dengan apa yang terjadi. ia terlalu lelah untuk bertengkar dengan suaminya. maka dari itu naya selalu berhati hati dengan siapapun terutama dengan seorang laki laki.


tapi tenaga naya kalah kuat dari pelukan juna dan pada akhirnya naya menangis sesugukan. mendengar naya menangis juna tersadar dan melepaskan pelukannya.


maaf


kata juna tapi tak dihiraukan oleh naya ia masih menangis sesugukan tanpa berkata apapun naya langsung pergi meninggalkan juna yang masih mematung ditempat.


beruntung naya yang membonceng dibelakang jadi tak perlu fokus dijalan.


teman naya laela yang didepan mengemudi sepeda motor hanya diam memandangnya dari kaca spion.


sampai didepan rumah naya. naya pun turun dari sepeda motor temennya dan tangisannya pun sudah usai.


akhirnya pun laela bertanya tentang kejadian tadi.


"nay tadi tuh siapa kok meluk meluk kamu gitu teros kok kamu mala menangis." laela panasaran. "aku juga gak tau la aku gak kenal orang itu aku juga bingung kenapa tiba tiba orang itu memelukku." jawab naya


kamu yakin gak kenal orang itu?? tanya mira menimpali.


"enggak" jawab naya sambil menggeleng gelengkan kepalanya tanda tidak tau.


tapi kok kayak kenal kamu ya nay???? gak "mungkin dong tu orang gak kenal main peluk peluk segala kecuali telunjuk tangan laela membentuk miring dikeningnya."

__ADS_1


"masak dia kenal aku sich. tapi kenapa aku kok gak merasa kenal dia ya masak aku amnesia" jawab naya bingung.


lah kamu tanya aku terus aku tanya siapa dong??? laela bertanya kembali yang disetujui mira yang ditunjukan anggukan kepala.


apa mungkin mantan kamu ya nay?? mira menerawang.


hahhh


naya dan laela melotot.


mantan kamu nay?? tanya laela penasaran.


masak sich aku punya mantan kayak gitu??


naya semakin bingung karna ia tak yakin dan mungkin pernah pacaran sama orang yang memeluknya (juna).


hahh


serius kamu gak ingat nay?? tanya mira penasaran. "kalo aku pasti gak akan bisa ngeluapain mantan seganteng itu nay??


mira gemes naya masih bisa mengabaikan cowok seganteng juna.


"tau ah aku mala semakin pusing mir mikirin tu orang siapa." ucap naya.


"ehh nay gimana nanti dengan mertua kamu yang comel tu kayak porong masjid . bisa berabe urusannya kalo sampe ditelinganya nay."


tanya laela.


"itu dia la yang membuatku semakin pusing. aku benar benar capek harus bertengkar dan bertengkar terus dengan mas ryan apalagi ini ada buktinya tu orang meluk aku. terkadang aku bener benar lelah la mir dengan keadaan ini tapi gimana ini hanya cobaan rumah tangga aku itu yang aku pikirin." naya mengeluh.


" yang sabar ya nay insyallah kamu kuat'. mira dan laela menyemangati.


naya hanya mengangguk anggukan kepalanya.


"ok dech aku pamit ya. jelaskan dengan kepala dingin nay jangan emosi biar cepet selesai."


mira menasehati.


"iya" jawab naya.


"hati hati ya kalian makasih." ucap naya sambil melambaikan tangan.


lalu ia masuk kedalam rumah dan mengunci pintu.


didalam kamar naya termenung mengingat kejadian tadi siang.


"apa aku kenal orang itu. apa mungkin mantan aku. seperti yang dikatakan laela. tapi masak sich kok aku gak ingat ya."


naya berusaha mengingat masa lalunya.


"nanti gimana ya aku menjelaskannya ke mas ryan kalo mas ryan tau pasti mas ryan ngamuk ngamuk"


huft


naya tarik nafas memikirkan semuanya. naya menangis kembali meratapi nasibnya yang harus selalu bertengkar dengan ryan suaminya.


naya benar benar lelah dengan semuanya. naya menangis sampai ketiduran dikamarnya.


diluar cafe juna masih berdiri mematung melihat kepergian naya.


"maafkan aku nay, aku khilaf. aku tidak bermaksud membuatmu menangis nay. aku sangat merindukanmu nay aku sangat merindukanmu." ucap juna lirih.matanya berkaca kaca mengingat naya menangis sesunggukan karna ulahnya.


juna benar benar hilang kendali melihat pujaan hatinya apalagi sudah sekian lama tak pernah bertemu membuat hati juna menggebu gebu ingin melepas kerinduannya yang sekian lama terpendam walaupun hanya memeluknya.


doni teman juna menepuk pundak juna ia menyaksikan kejadian juna memeluk naya.


"udah bro sabar kalo jodoh gak akan kemana."


doni menyemangati temannya. lalu ia pamit pulang


"aku pulang dulu ya bro takut bini ngambek kelaan ditinggal."


" iya hati hati dijalan."


jawab juna.lalu juna pun berlalu menuju kantornya.


sampe dikantor juna termenung memikirkan langkah apa yang harus ia tempuh kali ini untuk bertemu dengan ryan suami naya.


"nay apa benar informasi yang disampaikan bayu nay. kalo memang benar apakah boleh aku membantumu. apa saja asal kamu bahagia nay" juna bergumam.lalu jari juna memenjet tombol telepon genggam kantornya.


rrr


halo?? jawab seseorang disebelah ruangan.


"van tolong keruangan saya sekarang." juna memerintah.


"siap mas." jawab evan diseberang ruangan.


tok tok tok. .


pintu diketuk oleh evan.


"masuk"


juna mempersilahkan evan yang masih diluar ruangan juna. evan pun masuk setelah dipersilahkan oleh sang atasan ia pun duduk dikursi yang ada didepan meja kerja juna.


apakah saya masih ada jadwal diruang kantor setelah ini?? tanya juna.


"sudah selesai mas hanya tinggal dokumen dokumen yang ada diatas meja mas juna saja." jawab evan.


"ok besok tolong siapkan pesawat untuk saya berangkat ke amerika." juna memerintah.


"apakah mas mau bertemu dengan klien yang ada diamerika?? tapi tidak ada jadwal anda untuk bertemu klien disana mas." jawab evan sambil memeriksa jadwal juna selama dikantor semarang. "saya ada urusan pribadi disana bukan urusan kantor siapkan saja pesawatnya karna saya butuh." ucap juna memerintah


"siap mas." evan menyetujui.


"tumben ada urusan pribadi biasanya juga kerja kerja kerja dan kerja" batin evan dalam hati.


terus mas mau pulang kejakarta hari apa??tanya evan kemudian.


"setelah urusan saya selesai diamerika.saya langsung kembali kejakarta." jawab juna.


"ok siap mas."

__ADS_1


lalu evan pamit dan berlalu dari ruangan juna


__ADS_2