
"ok deh aku jemput langsung Intannya biar gak kelamaan"
jawab Bagas lalu menutup telponnya setelah mengucap salam pada Juna
Bagas langsung meluncur menuju rumah orang tua Intan untuk meminta izin mengajak anak perempuannya berlibur sederhana.
"assalamualaikum"
Bagas mengetuk pintu mengucap salam saat tiba dirumah orang tua Intan karna pintu rumahnya tertutup
tidak lama ibu Intan pun membukakan pintunya
"waalaikum salam, ehh Bagas mari masuk nak"
ibu Intan membalas salam dan mempersilahkan Bagas
Bagas mencium punggung ibu Intan dan duduk diruang tamu
"maaf menganggu bu Intannya ada bu??"
tanya Bagas sopan
"ada lagi mandi, ada apa ya nak??"
ibu Intan balik bertanya.
"gini bu saya mau minta izin ingin mengajak Intan jalan jalan ke Semarang beramai ramai bersama adik dan teman teman saja juga bu, insyallah menginap bu, apa ibu menginzinkan??"
Bagas meminta izin
"bentar ya nak ibu panggil Intannya dulu mau apa tidaknya dia"
ucap ibu Intan bangkit dari duduknya untuk menemui anak gadisnya
"iya bu"
jawab Bagas sopan ia menunggu diruang tamu dan tidak lama ibu Intan keluar menghampirinya membawakan teh dan cemilan untuknya.
"bentar ya nak Intannya lagi sholat, gak papakan Gas??"
tanya ibu Intan duduk kembali menemani Bagas
"iya bu gak papa, ini juga mendadak bu, maaf ya bu ngrepotin"
jawab Bagas meminum teh yang dusuguhkan ibu Intan
tidak lama Intan pun keluar menghampiri Bagas dan ibunya yang sedang mengobrol
"maaf ya mas lama"
ucap Intan duduk di sebelah ibunya
"gak papa Tan, ini Juna dan Naya mau ke Semarang jalan jalan dia mengajak aku Tata dan kamu, insyallah nginep kamu ikut tidak??"
tanya Bagas
"rame rame??"
tanya Intan Bagas mengangguk
"boleh mas aku ikut"
jawab Intan senang.
"bu aku boleh ikut mas Bagas tidak??"
Intan meminta izin ke sang ibu
ibu Intan mengangguk tersenyum
"iya sana pergi, bersenang senanglah nak bersama temanmu ibu mengizinkan"
ucap ibu Intan.
"terima kasih bu"
jawab Intan bahagia
"mas terima kasih ya mau ngajak aku?? aku ambil baju ganti dan tas dulu ya"
ucap Intan bahagia
"iya sana gih nanti Tata ngomel ngomel kalau terlalu lama"
jawab Bagas tersenyum
Intan pun menuju kamarnya untuk mengemas barang yang akan dibawanya.
tak lama ia keluar lalu berpamitan dengan ibu Intan
"mas mendadak ya kok gak ngabarin dulu"
tanya Intan saat masih diperjalanan.
"ya tadi Tata merengek ingin ikut Naya dan Juna dan suruh jemput kamu, akhirnya langsung jemput kamu tanpa menunggu lama tapi sudah bilang kok sama Juna kalau kita ikut"
Bagas memberitahu.
"terus gimana tanggapan mas Juna??" boleh ikut??"
tanya Intan
"iya mau gimana lagi Juna pasti setuju, kalau gak takutnya Naya batalin karna Juna tau persis Naya seperti apa yang penting Naya bahagia itu yang diinginkan Juna"
jawab Bagas.
"tapi beneran gak papa aku ikut mas??"
tanya Intan memastikan karna ia senang akhirnya Bagas mengajaknya keluar lagi ternyata karna suruhan orang lain bukan kehendaknya sendiri
"gak papa tenang aja Tan Juna bukan orang yang sulit kok, sebenarnya dia sangat baik hanya saja memang sifatnya dingin dan cuek terhadap orang lain"
Bagas memberitahu.
"owchh, mas sudah berapa lama kenal mas Juna mas juga deket banget sama dia"
tanya Intan lagi
"sejak kuliah kami satu jurusan tapi tidak lama dia pimdah ke luar negeri sambil merintis usaha kecil kecilannya, tapi kami masih sering komunikasi, alhamdulillah kami dipertemukan lagi saat ia pulang ke indo alhamdulillah sampai sekarang kami masih dekat bahkan orang tua kami sudah saling mengenal satu sama lain"
ucap Bagas tersenyum
"hebat ya kalian walaupun mencintai wanita yang sama tapi tidak merusak persahabatan kalian, mala menjaga orang yang kalian cintai satu sama lain aku salut sama kamu mas"
Intan mengagumi persahabatan Juna dan Bagas
tidak lama mobil sampai diparkiran pabrik Bagas dan Intan turun menuju ruangan adik tersayangnya.
"assalamualaikum"
pintu dibuka oleh Bagas dan mengucap salam
"waalaikum salam"
jawab Tata dan Naya bersamaan
"mana mbak Intannya mas"
tanya Tata langsung
Bagas masih menyembunyikan Intan dibelakangnya sebelumnya Bagas sudah kasih tau agar Intan jangan menampakkan dirinya karna Bagas ingin mengerjai adik dan temannya dan Intan pun menetujuinya.
"he'em kata Tata mas mau ajak mbak Intan udah jemput belum kalau belum biar kami yang jemput mumpung kak Juna belum datang"
Naya ikut menanggapi
"betul itu"
Tata setuju dengan Naya
"apaan sih kalian itu ya kompak banget heran aku"
Bagas pura pura sewot ia masih berdiri diambang pintu untuk menutupi Intan
"masss"
teriak Naya
"apa sih Nay kuping mas budek denger teriakan kamu yang cempreng itu"
jawab Bagas pura pura cuek
"ayok Ta kita jemput aja kerumahnya mbak Intan mas mu terlalu lembek jadi cowok"
ucap Naya kesal
"kerumah siapa kak?? emang kak Naya tau rumahnya mbak Intan?? aku lupa jalannya kak"
Tata linglung karna pas mengantarkan Intan pulang dari Dieng saat membuka mata mereka sampai didepan rumah Intan.
__ADS_1
"hahh gimana sih terus kita jemputnya gimana kalau tidak tau rumahnya Ta"
keluh Naya bingung
"hehehe maaf kak aku benar benar lupa"
Tata cengengesan
Bagas dan Intan menahan tawa dengan tingkah dua orang wanita didepannya
"udah gak usah bingung ini orangnya udah disini"
ucap Bagas mempersilahkan Intan masuk
dan Intan pun masuk menyapa Tata dan Naya
hahhhhh
Tata dan Naya menganga dan melotot melihat Intan ada didepannya
"hay"
Intan terharu dengan teman barunya yang begitu baik
" mas Bagas"
teriak Naya dan Tata bersamaan
"hehehe maaf mas sengaja ngerjain kalian karna terlalu bawel"
Bagas cengengesan
Tata dan Naya menghampiri Intan untuk duduk disofa dan mendorong Bagas agar menyingkir darinya
"aku dilupakan, kalian itu benar benar deh"
gerutu Bagas
"mbak apa kabar?? sehatkan mbak??"
tanya Naya rempong
"mbak gak kenapa napa kan selama diperjalan dengan mas Bagas, gak dijahilin atau diganggu kan"
tanya Tata ikutan rempong
"nanya satu satu dong kasian anaknya bingung mau jawab yang mana dulu gimana sih"
cerocos Bagas berdiri disamping mereka
"berisik"
ucap Naya sewot
"sana pergi ganggu aja"
Tata menimpali sama sewotnya dengan Naya
Intan hanya melirik kearah Bagas ingin mengetahui reaksinya diusir oleh dua perempuan didepannya
"ya allah dosa apa aku punya adik kayak kalian berdua galak galak lagi maunya dimengerti"
gerutu Bagas
"mas Bagas"
teriak Naya dan Tata
Bagas pun langsung kabur keruangannya karna takut dikeroyok adik dan temannya
"hahaha ya allah gemes aku dengan mereka berdua ada ya heboh kayak dia ada ada saja"
gerutu Bagas tertawa puas udah bikin kesal Naya dan Tata
hahahaha
"kalian itu lucu ya dan tadi mas Bagas langsung kabur takut sama kalian berdua"
Intan tertawa melihat tingkah teman barunya dengan kakaknya.
"hehehe ya gitu dehh abisnya mas Bagas kadang ngeselin"
ucap Naya cengengesan.
"ho'o ho'o"
Tata menimpali
tanya Naya lagi
"alhamdulillah sehat mbak Nay"
jawab Intan tersenyum
"panggilnya Naya ajalah mbak biar enak"
pinta Naya
Intan mengangguk
"mbak Intan ikut kita gak papa kan mbak?? mas Bagas udah izinin keorang tua mbak??"
tanya Tata
Intan mengangguk
"alhamdulillah kita tinggal nunggu mas Juna dan Stela lagi kerumah kak Naya untuk minta izin ke orang tuanya"
Tata memberitahu.
"ya gak papa kita tunggu saja"
jawab Intan tersenyum
"mbak Intan diminum dulu"
ucap Naya menaruh air mineral dimeja
"ya terima kasih ya Nay"
jawab Intan dan meneguknya karna haus kebetulan dari tadi ia belum sempat minuman apapun karna takut membuat orang lain menunggu
"assalamualaikum"
ucap Juna Bagas dan Stela bersamaan masuk keruangan Tata
"waalaikum salam"
jawab Tata Naya dan Intan
Naya merentangkan tangan untuk memeluk Stela tapi mala Juna yang ikut merentangkan tangannya ingin memeluk Naya
Naya melewati dan mengabaikan Juna yang sudah siap ia peluk
"Stel mbak kangen"
ucap Naya memeluk Stela dan Stela pun membalas pelukannya
hahhh
Juna melongo ia pikir Naya akan memeluknya ternyata ia gagal paham karna ia sangat merindukannya.
Bagas Tata dan Intan cekikikan menahan tawa melihat adegan Juna yang diabaikan oleh Naya
huft
Juna menghela nafas
"mana mungkin Naya akan seperti itu Jun kamu terlalu berharap"
gumam Juna dalam hati tersenyum merutuki kebodohannya
"sabar Jun"
ledek Bagas menepuk pundak temannya
Juna hanya tersenyum kecut
"aku juga kangen mbak sama kamu, akhirnya kita bisa bareng bareng lagi"
jawab Stela senang setelah melepaskan pelukannya.
Naya mengangguk senang
"mau sampai kapan kangen kangenan gak berangkat berangkat nih"
protes Juna cemberut
"idihhh ngambek nih ceritanya??"
__ADS_1
ledek Naya mencubit dagu Juna dengan gemas
"tau ahh"
Juna pura pura ngambek
"ayo ahh berangkat kita mau kemana kak??"
tanya Naya menarik legan Juna bergelayut manja dilengan kekar Juna
mereka pun ikut berjalan dibelakang Juna dan Naya kemobil Juna mereka berencana menggunakan 1 mobil memakai mobil Juna yang besar agar muat enam orang
"hmm kalau gini inget ya tadi gak ingat sama kakak, padahal kakak yang kangen kamu, kamu mala peluk Stela padahal kamu baru ketemu dia setengah bulan yang lalu sedangkan kakak gak ketemu kamu dua bulan"
protes Juna berjalan masih dengan mode Naya memegang lengannya
"iya iya maaf, abisnya kak Juna sibuk terus"
kilah Naya manja
"kamu itu ya benar benar deh Nay"
gemes Juna mengusap kepala Naya yang tertutup hijab
Naya hanya nyengir kuda menampakkan giginya
sampai diparkiran mereka langsung masuk ke mobil Juna dan langsung berangkat ke lokasi tujuan
"kita mau kemana Jun??"
tanya Bagas mewaliki orang orang yang belum tau tujuannya ia duduk disebelah pengemudi
"mungkin semilir kalau malam pemandangannya bagus cocok untuk berfoto foto"
Juna memberitahu
"sipp"
jawab para cewek dibelakang pengemudi
"cocok itu"
jawab Bagas
Juna tersenyum dan fokus kembali menyetir
para wanita yang berada dibelakang satu persatu tertidur
setelah menempuh kurang lebih satu jam akhirnya mobil Juna sampai tujuan
Juna dan Bagas membangunkan para wanita yang tertidur
"udah sampai ya kak??"
tanya Naya mengucek matanya dengan suara paraunya khas bangun tidur
"iya sayang ayo turun bangunin Stela dan yang lainnya ya??"
ucap Juna lembut
Naya mengangguk dan membangunkan teman temannya dan turun dari mobil
"i'm coming Semilir"
ucap Tata senang yang lainnya tersenyum dengan tingkah Tata
mereka pun langsung menuju resto untuk makan bersama dengan penuh canda tawa ria
selesai makan mereka ke hotel untuk membersihkan dirinya dan tampil cantik untuk persiapan berfoto ria dan menikmati pemandangan dimalam hari
"kita tunggu magrib ya sambil jalan kemushola"
ucap Juna sambil berjalan bersama
"ok"
jawab mereka kompak membuat Juna dan Bagas geleng geleng kepala
"kak sambil foto yuk kita"
cetelut Tata mengambil ponselnya dari saku celananya
"ok ok"
jawab Naya mengajak yang lainnya dan mulai berpose lalu berjalan kembali berpose lagi berjalan kembali sampai ke mushola wisata
Juna Bagas menggeleng dengan tingkah perempuan perempuan yang sedang mereka kawal
"allahhu akbar allahu akbar allahu akbar allahu akbar"
Juna mengumandangan adzan ia sengaja berjalan duluan ke mushola karna ingin melafadkan adzan magrib
"masyallah merdunya adzan ini"
Naya terenyuh dengan suara adzan
"h'em siapa ya yang adzan dengan merdu kayak gini"
ucap Intan
"meleleh deh aku mbak jadi ingat saat dipesantren dulu ada yang suaranya merdu kayak gini"
ucap Naya lebay
yang lain hanya cengengesan dengan tingkah Naya
"tapi tunggu deh kayaknya aku familiar banget sama suara ini"
ungkap Stela yang merasa tidak asing dengan suara Juna kakaknya
"masak sih Stel?? emang suara siapa??"
tanya Tata penasaran
"bentar deh tunggu"
jawab Stela sambil berfikir
Naya Tata dan Intan menunggu jawaban Stela
"nahh kan dugaanku benar"
ungkap Stela lagi sudah sampai dimushola dan melihat Juna hampir selesai
"allahhu akbar allahu akbar lailahaillah"
Juna menyelesaikan adzannya
mereka tercengang mengetahui siapa yang sedang adzan
kecuali Stela dan Bagas karna mereka sudah pernah mendengarnya
"mbak calon imammu itu yang merdu suaranya tambah melelehkan kamu"
Stela menyikut tangan Naya yang sedang mematung memandangi punggung Juna
Juna yang selesai adzan dan membaca doa setelah adzan pun berbalik kebelakang ia melihat pujaan hatinya yang sedang berdiri didepan pintu yang terbuka lebar dan tersenyum sangat manis membuat hati Naya berdesir tak karuan hingga Naya salah tingkah sendiri
"ya allah ternyata ini suara kak Juna jadi waktu dipondok dulu itu suaranya dia"
gumam Naya dalam hati
"a aku wudhu dulu ya"
pamit Naya gelabakan
"kak tempat wudhunya sebelah sana kalau kesana kamu jalan jalan"
Tata memberitahu
"ohh iya maaf aku lupa"
jawab Naya canggung ia berjalan ketempat wudhu pria
"kak kesana"
Tata memberitahu kembali karna Naya melangkah kearah yang salah
"i iya maaf"
jawab Naya lagi akhirnya ia menuju tempat wudhu yang benar
Juna tersenyum melihat salah tingkah Naya
"ada apa dengannya aneh"
ucap Tata heran dengan sikap temannya itu
"mungkin makin meleleh kali dengan masku itu"
__ADS_1
celetuk Stela cekikikan