Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
ternyata kamu teman pesantrenku


__ADS_3

ibu tidak akan macam macam denganmu dan keluargamu nak.


"jadi jangan takut ya." ucap ibu juna.


naya hanya mengangguk.


"ayo kita masuk kedalam siapa tau juna sudah sadar." ajak ibu juna.


"iya bu. jawab naya.


saat naya dan ibu juna berdiri naya tiba tiba memanggil ibunya juna.


ibu?? ucap naya.


"iya nak." jawab ibu juna.


lalu naya memeluk ibu juna.


"maafkan aku bu gara gara aku pak juna jadi masuk rumah sakit. maaf bu. maafkan aku yang tidak peka selama ini. maafkan aku tidak bisa menerima lamaran pak juna bu .maafkan aku. maaf."


naya terisak.


ibu juna membelai kepala naya dengan lembut.


"iya nak tidak apa. mungkin ini takdir kalian berdua belum berjodoh. insyallah kalau kalian berjodoh suatu saat nanti kalian berdua akan bersatu. ibu hanya bisa berdoa semoga kamu bahagia dengan rumah tanggamu nak."


ibu juna berucap lalu mengecup kening naya seperti anak sendiri.


"aminn bu terima kasih atas doanya bu. semoga pak juna juga mendapatkan jodoh yang terbaik dan lebih baik dariku bu aminnn."


naya mendoakan juna.


"amin iya nak semoga."


ucap ibu juna lalu mereka masuk keruangan juna. sebelum masuk ruang naya dan ibu juna menghapus air matanya. ibu juna membuka pintu


"assalamualaikum."


ucap ibu juna yang diikuti naya.


"wa'alaikum salam"


jawab yang berada didalam ruangan.


"alhamdulillah nak kamu sudah sadar."


mata ibu juna berbinar melihat putranya sudah sadar.


"iya bu juna sudah sadar."


jawab juna lalu mata juna beralih ke arah naya yang bersama ibunya.


juna benar benar bahagia melihat dua orang yang sangat ia sayangi bergandengan tangan. ibu juna melepaskan gandengan tangan naya. lalu beralih menyentuh pipi juna.


"kamu baik baik saja kan nak?? anak ibu."


ibu juna bertanya.


"iya bu aku baik baik saja. anak ibu baik baik saja bu."


jawab juna.


ibu juna mengecup kening putranya. tangan ibu juna yang tadi menggenggam tangan naya dikecup oleh juna.


"anak ibu baik baik saja bu."


ucap juna tersenyum manis kepada ibunya.


naya yang melihat senyuman juna terpesona.


"astagfirullah naya ingat kamu istri mas ryan nay jangan macam macam. walaupun dia lebih ganteng dari suamimu."


batin naya dalam hati sambil mengusap usap dadanya sendiri.


"nay tolong temenin juna bentar ya nak ibu beli makanan buat kalian."


ucap ibu juna.


" gas ta ayo temenin ibu yuk ibu gak tau jalan kekantin. nanti kita makan dikantin biar enak daripada makan disini gak enak."


ibu juna mengajak bagas dan tata untuk keluar. "tapi bu."


ucap naya sambil memegangi lengan ibu juna seperti anak kecil yang takut ditinggal oleh ibunya. " gak papa bentar aja kok ibu titip juna ya."


jawab ibu juna.


"akhirnya naya pun mengangguk tanda mengiyakan ibunya juna. ibu juna bagas dan tata keluar dari ruangan juna menuju kantin.


tujuan ibu juna meninggalkan juna dengan naya untuk mengobrol satu sama lain. agar naya sadar betapa juna mencintainya agar naya tau perasaan anak laki lakinya. biar juna juga tau kalau naya sudah berkeluarga yang artinya juna harus berhenti mencintai istri orang agar juna bisa move on dari naya. kalau memang berjodoh suatu saat nanti akan disatukan oleh allah.


didalam ruangan naya dan juna salah tingkah satu sama lain.


juna salah tingkah karna berdekatan dengan orang yang sangat ia cintai dan sayangi.


naya salah tingkah bingung harus berbuat apa. apalagi naya mengetahui perasaan juna. naya benar benar bingung.


"apa kabar'


ucap mereka bersamaan. naya dan juna nyengir kikuk.


"maafkan aku pak."


naya mencairkan kecanggungan antara mereka berdua.


"maaf karna saya bapak jadi terluka."


juna mengernyitkan alis.


" bapak"


gumam juna dalam hati.


iya gak papa. apakah ada yang luka???


tanya juna.


"ti tidak ada pak alhamdulillah gak ada yang luka sedikitpun."


jawab naya.


secuilpun??.


tanya juna sambil mengatupkan jarinya.


" iya secuilpun"


jawab naya mengikuti jari juna.


"alhamdulillah"


juna lega karna naya tidak terluka.


jadi bapak teman pesantren saya ya pak??

__ADS_1


tanya naya ragu ragu takut salah ucap.


juna hanya mengangguk.


"jangan panggil aku bapak ya aku belum tua dan belum menikah." juna menawar sebuah panggilan. terus aku harus panggil apa?? tanya naya.


"mas boleh kang boleh kak juga boleh." juna menawarkan panggilan untuk dirinya.


"bentar deh kak juna."


naya mengingat ingat sesuatu dengan sebutan kak juna.


"apakah kak juna yang dimaksud kak juna yang sering aku dengar dari mbak umaroh mbak maysaroh mbak ika."


tanya naya minta penjelasan.


juna mengangguk tanda membenarkan ucapan naya.


"jadi yang sering diceritakan para embak embak dulu waktu dipesantren itu, naya berhenti berucap tapi yang melanjutkan ucapannya jari yang menunjuk ke arah juna."


juna pun mengangguk angukan kepala mengiyakan.


" yang namanya arjuna dipesantren cuma satu aku tidak ada yang lain."


juna memberitahu.


" sama seperti nama abdul dipesantren hanya satu abdul yang melayanimu beli es teh tidak ada abdul lain sambil tersenyum juna bicara dan teringat tingkah konyol naya.


hahahaha


naya tertawa kala teringat kekonyolan dan kebar baran dirinya sendiri.


upsssss


naya menutup mulutnya dengan tangan saat sadar ia keceplosan tertawa terlalu keras.


"maaf hehehe"


ucap naya.


tapi juna mala tertawa semakin lepas. juna benar benar bahagia melihat naya tertawa keras dan lepas seperti barusan. muka naya ditekuk karna naya tau juna menertawakan kekonyolannya dulu. juna yang mengetahui muka naya cemberut akhirnya berusaha berhenti tertawa.


"sudah sudah perut ku sakit tertawa terus." hehehehehe


tapi kenapa tak bisa berhenti tertawa. juna menahan tawa supaya tidak terlalu keras. hahahhahahhahahaha


naya mala tertawa begitu keras untung ruangan juna kedap suara. jadi tidak akan menganggu pasien lain. dan mereka berdua tertawa bersama. naya dan juna tidak menyadari kalau diluar ada yang jadi cctv.


ibu juna bagas dan tata sedang menguping pembicaraan mereka berdua. apalagi ibu juna sangat kepo dengan putranya itu. setelah puas tertawa juna membuka obrolan.


gimana kabar kamu selama ini nay??


tanya juna.


"alhamdulillah kak kabarku baik baik saja."


" kabar kakak gimana baik baik saja kan."


tanya naya balik.


seperti yang kamu lihat ini."


jawab juna.


"maaf ya gara gara aku kak juna jadi yang masuk rumah sakit."


naya menyesali perbuatannya.


"bukan salah kamu nay. aku yang seharusnya minta maaf kalo aku gak sembarangan meluk istri orang pasti tidak akan seperti ini. maaf ya."


hahh


ibu juna syok mendengar juna berani memeluk naya yang masih berstatus istri orang.


"ya allah nak nak pantesan aja kamu sampai kayak gini.ini namanya karma. istri orang sembarang main peluk. juna juna."


gumam ibu juna. ibu juna prustasi dengan kelakuan anaknya


kamu sekarang sudah menikah dan punya anak kan?? tanya juna.


" iya kak aku sudah menikah sama mas ryan dan aku punya anak satu laki laki namanya malik sekarang dia tinggal dipesantren jogja. malik yang minta sendiri. katanya malik ingin mandiri seperti kakaknya. anak kakak tertua ku kak dia mondok dari kecil. dan malik ingin sepertinya yang mondok dan madiri dari kecil. setiap kali aku berkunjung kesana dan mengajaknya pulang malik gak mau kak katanya umi aku betah disini. gitu katanya kak."


naya bercerita dengan penuh semangat.


" pasti malik jadi anak yang sholeh pintar dan sangat menyayangi kamu nay. "


ucap juna.


"h'em aminn alhamdulillah kak malik sayang banget sama aku kak. hehehe"


jawab naya.


mereka terdiam ingin cerita apa lagi. naya bingung tidak mempunyai percakapan lagi. tiba tiba juna buka suara.


nay ??


panggil juna.


"iya kak."


jawab naya.


" apakah kamu bahagia menikah dengan mas ryan. naya apakah kamu bahagia menikah dengan mas ryan."


tanya juna mengulangi.


naya tercekat dengan pertanyaan juna. naya berusaha tersenyum agar tidak terlihat lagi ada masalah dengan suaminya.


tapi yang namanya orang cinta dan sayang pasti dapat merasakannya apa bila perasaan orang yang ia cintai sedang tidak bahagia atau baik baik saja. "aku bahagia kok kak. aku sangat bahagia menikah dengan mas ryan. mas ryan sangat menyayangiku kak. mas ryan sangat mencintaiku. "


jawab naya lirih.


tiba tiba bagas membuka pintu dan mengucapkan salam.


assalamualaikum.


bagas masuk yang diikuti ibu juna dan tata.


"sudah kembali mas"


tanya naya canggung. naya sengaja mengalihkan pembicaan dengan bertanya ke bagas agar juna tak membahasnya.


" gak tertarik makan dikantin nay jadi balik lagi" bagas mencari alasan.


sebenarnya bagas tidak tahan dengan kedekatan juna dan naya. apalagi juna menanyakan rumah tangga naya yang sedang bertengkar dengan suaminya. pasti juna akan mengejar kembali naya. bagas tau dari sorot mata juna kalau juna sangat mencintai naya.


" jadi gadis yang kamu ceritain ke aku itu naya jun." gumam bagas dalam hati.


ibu juna dan tata tersenyum kikuk masuk keruangan juna seperti ketangkap basah. padahal naya tidak tau kalau mereka bertiga tadi sedang menguping. beda dengan juna yang orangnya sangat peka dan jeli.


ia tau kalau ada seseorang yang sedang menguping pembicaraannya dengan naya. juna tau kalau bagas tadi sengaja masuk agar dirinya tidak mempertanyakan lagi rumah tangganya.


tapi juna juga berterima kasih dengan kedatangan bagas juna tidak jadi bertanya lebih dalam rumah tangga naya karna ini baru pertama kali dekat dengan naya. dan naya baru ingat juna teman pesantrennya. ini adalah moment yang sangat membahagiakan buat juna.

__ADS_1


bisa memandang naya lebih dekat lagi.


"aku ingin mendekatimu pelan pelan saja nay." batin juna dalam hati.


"maaf ya nay mas gak bawa apa apa soalnya gak ada yang menarik dikantin jadi gak apa apa deh." kilah bagas.


" gak papa mas lagian gak enak makanan rumah sakit. hambar semua jadi aku juga gak terlalu tertarik mas. "


jawab naya tersenyum.


tiba tiba pintu kamar juna diketuk oleh seseorang


tok tok tok.


masuk


bagas mempersilahkan.


"maaf pak bagas ini baju punya mbak naya dan bu tata pak."


ucap ridho sambil menyerahkan barang yang diminta bagas.


"ok terima kasih pak ridho."


jawab bagas sambil menerima barang yang ia minta.


"sama sama pak."


jawab pak ridho lalu pamit meninggalkan rumah sakit.


"nay ta sana mandi ganti baju ini bajunya sudah datang."


bagas menyerahkan baju ke naya dan tata. "makasih mas. "


jawab naya dan tata bersamaan.


"aku duluan ya kak yang dikamar mandi udah gak betah soalnya."


tata meminta duluan membersihkan tubuhnya.


" iya ta santai aja."


jawab naya.


dan tata berlalu masuk kekamar mandi. naya menunggu diruangan sambil ngobrol dengan ibu juna.


bu ibu juga gak beli apa apa bu??


. tanya naya basa basi.


"iya nay gak ada yang tertarik pada gak enak gak jadi deh"


kilah ibu naya.


owchhh


naya mengangguk.


"mau naya temenin nanti bu kalau mau beli sesuatu."


naya menawarkan.


" boleh boleh boleh. nanti ibu hubungin ya kalau ada waktu."


ibu juna menyetujui.


nay kamu kerja dimana nak?? tanya ibu juna.


"saya bekerja dipabrik mas bagas bu."


jawab naya tersenyum.


"ohhhh kapan kapan ibu boleh mampir ke pabrik kamu gak gas"


tanya ibu juna ke bagas.


"boleh bu kapan pun ibu pengen berkunjung dengan senang hati bagas menemani bu. lagian pabrik itu masih ada hak juna bu jadi ibu gak perlu khawatir ya"


bagas menjelaskan.


naya yang paham dengan pembicaraan bagas dan ibunya juna mengangguk angguk. tak lama tata kuar dari kamar mandi dan sudah bersih. giliran naya yang masuk kamar mandi.


"duluan ta naya pamit ke tata."


juna angkat bicara setelah dari tadi diam saja.


"ibu gak sopan nguping pembicaraan orang bu." juna menasehati ibunya dengan nada pelan dan penuh hati hati. takut naya dengar juga.


" ya maaf nak ibu penasaran dengan kalain berdua jadi terpaksa nguping deh."


ibu juna agak sewot memonyonkan bibirnya.


"kamu juga gas ta mau aja diajak nguping sama ibu. gak sopan"


juna juga menasehati bagas dan tata.


" tapi terimah sih ya tadi kamu masuk duluan aku gak jadi bertanya tanya tentang rumah tangga naya. aku ingin dekat dengannya pelan pelan aja. aku gak mau ceroboh dengan menanyakan lebih dalam rumah tangganya.


"makasih bro "


ucap juna.


" santai aja bro." jawab bagas.


tak lama naya keluar dari kamar mandi ia sudah bersih dan memakai baju baru yang dibelikan bagas.


" pas mas bajunya."


ucap naya kepada bagas.


"alhamdulillah dong kalau pas. tadi takut gak muat lah karna kamu gendutan."


mata naya melotot ke arah bagas. bagas yang dipelototin oleh naya pura pura tidak lihat.


"dasar awas kamu ya mas. hemm."


gumam naya sewot. ibu juna hanya geleng geleng kepala melihat tingkah naya dan bagas.


"nay ta ayo mas anterin pulang disini udah ada ibu jadi gak perlu khawatir."


ucap bagas mengajak naya dan tata pulang.


"gak papa bu naya tinggal pulang.???"


tanya naya ke ibu juna.


"iya gak papa nak sana pulang istirahat dirumah gampang besok kesini lagi."


ucap ibu juna.


"iya bu."


jawab naya dan tata lalu mereka pamit pulang. assalamualaikum.

__ADS_1


naya tata bagas mengucap salam lalu pergi meninggalkan rumah sakit


__ADS_2