
"gak usah dengerin omongan mereka sayang"
jawab Juna
"ahh kak Juna"
umpat Naya
"udah selesai belom makannya kak??"
tanya Naya kemudian
"udah"
jawab Juna bangkit dari duduknya menuju kamarnya lagi.
"kak untuk acara kita sudah semuakan??"
tanya Naya
"insyallah sudah, nanti kalau ada yang kurang kakak beli sendiri saja, yang penting penting sudah kebeli jadi aman sayang"
jawab Juna
"ya sudahlah, aku istirahat ya kak capek, jangan lupa besok jemput aku mau bantuin mas Bagas"
Naya mengingatkan
"siap nyonya"
jawab Juna tersenyum
lalu mematikan panggilannya setelah mengucap salam
***
"bu Naya ada??"
tanya Juna mencium punggung tangan ibu Naya setelah mengucap salam
"masih mandi Jun, tunggu bentar ya??"
pinta ibu Naya
"ya bu"
jawab Juna sopan
lalu ibu Naya pun memanggil anak perempuannya yang sedang bersenandung didalam kamar mandi sambil mengguyurkan air ketubuhnya
"Naya cepat mandinya ditungguin Juna itu"
teriak ibu Naya sambil tangannya menggedor gedor pintu kamar mandi
Naya tidak mengdengarkan teriakan ibunya karna ia sedang asik bernyanyi ria
"Naya"
teriak ibu Naya lagi
ceklek
"ada apa bu??"
tanya Naya tanpa dosa keluar dari kamar mandi
"ya allah nak, ibu sampai haus teriak teriak, kamu sudah ditungguin Juna itu dari tadi, dikamar mandi ngapain aja sih daritadi lama amat"
ibu Naya mengoceh
"hehehe maaf bu keramas jadi lama"
jawab Naya cengengesan langsung berlari kekamarnya sambil bernyanyi dan menari india ia berdandan Juna yang mendengar setia menunggunya
"Jun kamu samperin Naya gih biar cepet"
perintah ibu Naya
"tapi bu"
Juna ragu
"biar cepet Jun"
pinta ibu Naya lagi
Juna pun akhirnya bangkit dan menghampiri kekasih hatinya
Juna hendak mengetuk pintu kamar Naya tapi terhenti mendengar suara cempreng Naya yang sedang menyanyikan lagu india
"tum se mili tun yu laga khud se hui hoon rooberoo mere pyar ki har daastaan tujt pe khatam tujt se shuru, tum se mila tu yun lagakhudse hua hoon rooberoo mere pyar ki har daastaan tujt pe khatam tujt se shuru, dil ki sar zameen pe tera sadja mein karoo aaja mere mahi khud ko tujt se jod doom"
Juna cekikikan dengan suara Naya akhirnya ia pun menghentikan acara mengupingnya dan mengetuk pintunya
tok tok
Naya yang mendengar suara ketukan pintu pumbukanya
ceklek
pintu terbuka
"kak Juna"
ucap Naya cengengesan
"ayo cepetan"
perintah Juna Naya hanya mengangguk cengengesan dan menutup kembali pintu kamarnya
Juna hanya menggeleng tersenyum dan kembali ke ruang tamu duduk disana sendirian
setengah jam kemudian Naya pun keluar dan siap berangkat
"ayo kak"
ucap Naya cengengesan Juna hanya menggeleng dan bangkit menuju mobilnya yang berada dihalaman rumah orang tua Naya.
"kamu sudah bawa baju untuk dipakai nanti sayang??"
tanya Juna
"bentar kak aku lupa"
jawab Naya setelah sadar ia cengengesan kemudian ia pun kembali masuk kedalam rumah mengambil baju yang akan dipakai nanti malam dikamar Naya
Ryan datang menghampiri Juna
tok tok tok
Ryan mengetuk kaca mobil Juna dan Juna pun membuka pintu mobilnya
"kalau kamu mau bicara besok saja, aku akan kasih tau lokasinya lewat sms, untuk sekarang aku minta tolong jangan ganggu Naya"
pinta Juna dingin
Ryan langsung merinding mendengar ucapan Juna tapi ia tetap memberanikan diri
"mas Juna"
ucapan Ryan dipotong oleh Juna
"besok aku kabari mas Ryan dan sekarang pergi"
ucap Juna dengan suara agak tinggi
Ryan pun hanya diam saja pergi dengan sendirinya
"kak ayo, maaf ya aku lama, lupa"
ucap Naya cengengesan
Juna langsung mengubah ekpresinya yang tadinya dingin langsung berubah lembut
__ADS_1
"gak papa, ayo sayang nanti Tata ngomel ngomel merindukanmu "
gurau Juna Naya tertawa dan langsung masuk kedalam mobil dan langsung melaju menuju kerumah orang tua Bagas
"assalamualaikum"
ucap Juna dan Naya setelah sampai dirumah ibu Bagas
"waalaikum mosalam, alhamdulillah kirain gak jadi datang Nay"
jawab ibu Bagas
"hehehe maaf bu tadi Naya nyariin baju dulu keselip"
jawab Naya cengengesan mencium ibu Bagas dan tamu tamu yang lain
"kirain lupa"
sindir Tata cemberut
"idihhh monyong jelek tau"
ledek Naya mencubit bibir monyong Tata
"kesel aku kak dari tadi ibu marah marah terus itu salah ini salah serba salah"
Tata ngengadu seperti anak kecil yang dimarahi guru disekolah dan mengadu pada ibunya
"sabar non hihihi"
ledek Naya cekikikan lalu ia dengan cekatan membantu bikin parsel buah dan lain lain sampai dhuhur mereka beristirahat untuk menunaikan sholat dhuhur dan makan siang kemudian melanjutkan lagi yang belum selesai hingga sore waktunya membungkus wajik gemblong dan jenang coklat tradisi orang jawa apa bila bertunangan dan nikahan sebagai serasahan wajib membawa makanan tradisional tersebut
selesai sholat isya' rombongan kelaurga Bagas sudah berkumpul dan siap siap berangkat menuju rumah orang tua Intan
dikediaman Intan
"aku gugup bu, padahal bukan pertama, tapi tetap saja aku gugup"
ocehan Intan pada ibunya
"tenang nak, sudah berangkat belum keluarga Bagas??"
tanya ibu Intan
"alhamdulillah sudah dijalan bu tadi udah sms mas Bagas"
jawab Intan memberitahu
"ya sudah, kamu siap siap gih"
perintah ibu Intan
Intan hanya mengangguk tersenyum
tidak lama mobil rombongan Bagas sampai dihalaman rumahnya semua keluarga Intan menyambutnya dengan ramah dan memulai serangkaian acara hingga penerimaan barang penting sepeeti Perhiasan pakaian dan buket sampai acara berlanjut makan makan hingga selesai lalu mereka semua berfoto ria
"Gas pulang ya, jangan lupa ntar gantian kamu yang kerumahku"
Juna mengingatkan
"siapp, biarkan Intan dan Tata yang dirumah Naya, aku bersamamu Jun"
ucap Bagas
"ok"
jawab Juna lalu pamit pulang bersama Naya setelah berpamitan dengan keluarga Intan
"capek sayang??"
tanya Juna mengusap kepala Naya dengan lembut
Naya hanya tersenyum nyengir menanggapinya
"tidur gihh nanti kakak bangunin kalau sudah sampai rumah"
ucap Juna lembut
"gak ah nanggung"
"ya sudah, besok kamu gak boleh masuk kerja ya?? dirumah saja istirahat jangan capek capek"
pinta Juna
Naya hanya mengangguk
"jangan manggut manggut doang tapi gak didengerin"
tegur Juna
"iya sayang aku patuh ok"
jawab Naya gemas karna Juna sangat cerewet menurutnya
Juna tersenyum
setelah sampai rumah Juna langsung pamit pulang karna sudah terlalu malam dan Naya pun langsung masuk rumah sudah terlalu mengantuk
***
keesokan harinya sesuai janji Juna menemui Ryan
"apa yang ingin kamu bicarakan??"
tanya Juna tanpa basa basi saat Ryan mendudukkan pantatnya dikursi bersama ibunya yang juga kebetulan ikut dengannya
" tolong biarkan aku kembali padanya mas?? aku janji akan membahagiakannya, aku mohon??"
pinta Ryan memohon
"kamu lupa dulu kamu juga berjanji akan membahagiakannya kan mas?? tapi apa?? Naya selalu menangis karnamu, dia selalu bersedih karna kelakuanmu dan keluargamu, dan ditambah orang tuamu yang memintanya untuk berpisah darimu, sekarang kalian minta kembali bersamanya disaat dia sudah hampir sembuh??"
tanya Juna menekankan perkataannya
"ya gimana sudah terlanjur"
jawab ibu Ryan canggung
"terlanjur ibu bilang?? saat ibu mengatakannya tidak terlanjur bu??"
tanya Juna dengan suara tinggi menahan emosi yang membuat ibu Ryan gemetaran
"maafkan aku bu kalau aku bicara kasar padamu tapi sikap ibu benar benar keterlaluan, Naya bukan mainan yang seenaknya ibu suruh pisah dan kembali lagi, dia punya perasaan bu, dia berhak bahagia, jadi tolong jangan pernah ganggu Naya lagi atau aku akan menghancurkan kalian semuanya"
ancam Juna membuat Ryan dan ibunya menelan ludah
lalu Juna pergi meninggalkan Ryan dan orang tuannya yang masih duduk terpaku karna ancamannya
Juna langsung kembali ke kantor dan menyibukkan diri dengan pekerjaannya tapi pikirannya masih kesal dengan Ryan dan ibunya akhirnya ia memutuskan untu menghubungi kekasih hatinya
panggilan terhubung
"halo kak, ada apa??"
ucap Naya tersenyum setelah mengucap salam dan dibala Juna wajahnya memenuhi layar laptop Juna
"gak papa sayang cuma kangen"
jawab Juna mengedip ngedipkan satu matanya
membuat Naya tertawa
"aduduhh gombalnya"
ledek Naya cekikikan Juna Tersenyum
"apa kakak gak sibuk?? sempet sempetnya telpon aku"
tanya Naya manja
"sibuk sih tapi gimana kakak kangen"
jawab Juna
__ADS_1
"tau ahh kangen kok mulu"
protes Naya manja sambil berguling guling dikasurnya
"kakak juga gak tau kenapa selalu kangen kamu, kakak ingin cepat cepat halalin kamu, tapi sayang karna ikut orang tua dulu jadi harus nunggu, lama lagi"
keluh Juna
"ya mau gimana lagi kak namanya juga orang tua yang masih mengikuti zaman dulu pasti lah, kita nurut aja lagian cuma tiga bulan doang ini sudah berkurang hampir dua minggu, jadi ya sabar aja, orang sabar disayang istri"
Naya memberitahu ia cekikikan dengan perkataannya sendiri
"iya sayang, kakak akan selalu sabar menunggumu"
jawab Juna tersenyum
"kamu lagi apa?? gak capek capekan kan??"
tanya Juna penasaran karna Naya yang biasanya bandel dibilangin
"rebahan kak, emang mau apa lagi kalau dirumah kerjaannya cuma makan tidur makan tidur muter aja gitu terus kadang capek sendiri"
jawab Naya cemberut
"gak papa kakak gak mau kamu kenapa napa sayang, kakak cuma mau kamu baik baik saja dan selalu baik baik saya kamu mengerti??"
Juna mengingatkan
"ya bawel, lama lama kakak mirip aku ya cerewet"
ucap Naya meledek
Juna tertawa karna dikatai cerewet bahwasannya ia selalu cuek dengan yang lain
"gak papa, kakak cerewetnya sama kamu kok gak sama yang lain"
jawab Juna santai
"udah ahh sana kakak kerja, aku gak mau disaat acara pertunangan kita kakak hadirnya sebentar doang atau gak hadir sama sekali karna kerjaan kakak yang numpuk seperti drakor yang aku tonton itu, pasti aku bakal kecewa banget punya cowok kayak gitu, walaupun ganteng"
Naya mengoceh
Juna tertawa mendengar ocehan Naya
"tidak akan sayang, kamu itu ya kebanyakan nonton drakor, kurangi nonton yang seperti itu ok??"
pinta Juna
"ok, tapi gak janji"
jawab Naya cekikikan
"kamu itu benar benar deh ya bikin gemes aja"
ucap Juna lagi
"udah ah sana kerja"
usir Naya lalu mematikan ponselnya setelah memgucap salam dan dijawab Juna
Juna geleng geleng kepala tersenyum dengan tingkah Naya
akhirnya Juna melanjutkan pekerjaannya setelah mood nya kembali sudah menelepon Naya
Naya yang dirumah melanjutkan nonton drakor kesukaannya di canel aplikasi merahnya sampai ketiduran
selang beberapa hari kemudian semua orang disibukkan dengan acara pertunangan Juna dan Naya yang diadakan dirumah Naya nanti malam gaun kebaya tradisional jawa sederhana yang dipesan sudah diantar kurir dan Naya sudah memastikannya muat dibadannya dan tidak cacat sedikitpun
ia pun ikut membantu yang lain menyiapkannya sambil mengasuh keponakannya karna ibunya juga ikut membantu didapur
"Nay Malik gak diajak pulang??"
tanya Lukman kakak pertama Naya
"gak mas nanti saja kalau pas acara nikahan baru ajak Malik pulang"
Naya memberitahu
"ohhh"
jawab Lukman lalu pergi ikut bantu yang lain
menjelang malam rombongan keluarga Juna berangkat tidak lupa ia mengabari kekasih hatinya memberitahukannya
{sayang OTW}
pesan dari Juna
{ok}
balasan dari Naya
ia semakin deg degan mengetahui rombongan keluarga Juna sudah menuju kerumahnya
"jangan gugup kak, kamu pasti bisa"
Tata menyemangati
"iya Ta, bismillah"
jawab Naya
"aku juga begitu kok Nay kemarin, jadi wajar walaupun bukan yang pertama"
Intan menimpali
"ya mbak, gak tau kenapa masih aja grogi kayak gini"
jawab Naya bingung dengan dirinya sendiri
tidak lama rombongan keluarga Juna pun sampau dan disambut ramah dengan keluarga Naya
jantung Naya semakin berdebar
"mala disco"
umpat Naya pada jantungnya
Tata dan Intan terkekeh mendengar umpatan Naya
setelah bait demi bait sambutan dan acara akhirnya Naya disuruh keluar untuk serah terima pertunangannya
saat Naya keluar mata Juna tidak bisa berkedip ia terpukau dengan kecantikan kekasih hatinya betapa cantik nan mempesonanya Naya dimata Juna dengan riasan tipis natural karya Naya sendiri tanpa tukang make up
Naya menyalimi semua tamu yang hadir sampai selesai dan diminta menerima pemberian dari keluarga Juna sampai sesi acara selesai dan berlanjut makan bersama
"alhamdulillah happy engagement ya mbak akhirnya sudah sampai tahap ini semoga sampai hari H nya nanti diberi kelancaran ya"
Stela memberi selamat
"aminnn"
jawab Naya Tata Intan dan Sukma
"terima kasih doanya Stel"
lanjut Naya
"ini yang namanya Sukma Stel??"
tanya Tata
"ya kenalin ini Sukma adiknya mas Juna adikku juga, dari papa, Sukma kenalin ini Tata dan mbak Intan tunangan mas Bagas kemarin kita gak ikut karna gak diajak mas Juna"
ucap Stela manyun Sukam pun menjabat tangan berkenalan dengan Tata dan Intan begitun sebaliknya
Naya terkekeh melihat wajah manyun Stela
"maafkan masmu Stel dia itu emang bener bener ngeselin kadang, padahal aku udah ingetin untuk ngajak kalian berlian berdua tapi katanya gak usah nanti ganggu gitu katanya, padahal kita juga gak ngapa ngapain, kadang aku heran sama masmu itu, kenapa begitu modelnya"
Naya cekikikan
"ngeselin ngeselin tapi cinta kan mbak?? habisnya kalau kita kumpul kamu lupa sama dia mbak jadi masku cemburu, makanya masku nglarang aku deket kamu biar kamunya gak lupa, namanya juga cinta mati maklumin ajalah"
__ADS_1
ucap Stela
maaf ya bestie baru up dari kemarin sibuk ngurusin pesta laut/ sedekah laut tradisi kampungku