Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
obat nyamuk


__ADS_3

Naya pun langsung masuk kedalam rumah bersama ibunya saat mobil Juna dan motor adiknya sudah berlalu dari pandangannya.


"Nay kamu gak ngapa ngapain kan sama Juna saat di Dieng??"


tanya ibu Naya penasaran saat ibunya mendatangi kamar anak perempuannya.


"whattt ibu gak percaya sama aku, bu aku masih waras ya masak ibu nuduh aku sih"


jawab Naya kaget ia memasang wajah manyun


"ya kali aja Nay namanya juga orang apalagi kamu pernah merasakan yang namanya surga dunia jadi ya gitu deh"


ucap ibu Naya


"bu dengerin aku ya bu, Nay tau ibu khawatir denganku tapi sumpah bu demi allah aku tidak pernah melakukan hal hal diluar batas bu, yang perlu ibu curigai Ridwan tu selama disana aku jarang banget lihat dia, dia selalu ngilang gak tau kemana gemes aku ditambah lagi kak Juna nemplok aja kerjaannya jadi aku jarang ngobrol sama Tata Stela dan mb Intan"


keluh Naya masih merasa kesal dengan Juna


"apa hubungannya Juna nemplok kamu sama ngobrol dengan yang lainnya??"


tanya ibu Naya penasaran


"hubungannya itu bu kak Juna ngelarang yang lain ngobrol denganku hanya aku dan kak Juna yang ngobrol bareng, pantesan tiap kali kak Juna bersama ku yang lain gak tau pada kemana walaupun dekat mereka sibuk sendiri ternyata kak Juna sudah merencanakan semuanya dan ibu tau pergi kesana hanya alasan agar aku mau jalan bareng kak Juna bu, aku salah juga sih selalu nolak kalau diajak jalan berdua"


curhat Naya.


ibu Naya hanya menjadi pendengar setia anaknya


"aku gak salah kan bu kalau aku nolak jalan berdua dengan kak Juna karna kami tidak ada hubungan apapun, aku juga tidak mau memberi harapan ke siapapun karna takut mengecewakan semuanya, aku benar kan bu??"


Naya meminta pendapat sang ibu ia sering curhat masalah apapun dan ibunya selalu mendengarkan keluh kesah anak perempuannya itu.


"kamu sudah benar Nay menjaga jarak dengan siapapun dan tidak memberi harapan ke siapapun tapi boleh ibu jujur nak??"


tanya ibu Naya dengan lembut membelai rambut Naya


Naya pun menoleh dan memandang wajah sang bundanya yang sudah mulai keriput karna usia menunggu apa yang akan ibunya katakan.


"ibu dan bapak setuju dengan Juna nak makanya ibu dan bapak tidak pernah melarangnya kesini ibu yakin nak Juna insyallah bisa membahagiakanmu Nay membuatmu tersenyum dan bisa menyembuhkan lukamu ini, dia orang yang baik Nay sorot matanya menunjukkan cinta dan kasih sayang yang tulus untukmu tapi semua terserah padamu karna kamu yang lebih berhak atas kebahagianmu sendiri, ibu dan bapak hanya bisa mendoakan kebahagianmu nak"


tutur ibu Naya


"ya bu Nay tau ibu doakan saja ya, kalau allah mengizinkan kami berjodoh insyallah seuatu saat nanti pasti akan dipersatukan bu"


jawab Naya tersenyum


"iya sayang, udah gih istirahat pasti capek habis perjalanan jauh"


ucap ibu bangkit dari ranjang untuk keluar dari kamar sang anak


"iya bu"


jawab Naya membaringkan tubuhnya diatas kasur dan mencoba memejamkan matanya


tidak lama posel Naya berbunyi menandakan pesan masuk ia pun langsung membuka pesannya


{Nay kakak dan Stela sudah sampai rumah, kalau kangen hubungi kakak ya kakak akan langsung meluncur kesana}


isi pesan dari Juna


{alhamdulillah kakak istirahat gih jangan capek capek dulu aku takut nanti otak kakak konslet selamat istirahat}


balasan dari Naya


{siap nyonya, kamu juga istirahat ya sayang}


Juna membalas pesan dari Naya


{ok}


balasan singkat dari Naya tidak lama Naya pun terlelap dari tidurnya tidak lain dengan Juna ia pun langsung tidur dengan sangat nyenyak


**


dikediaman Intan sudah sampai rumahnya diantar Bagas beserta rombongannya


"mas makasih ya udah dianterin mari masuk dulu mas"


pinta Intan


"kami langsung pulang saj Tan biar bisa istirahat"


tolak Bagas halus


"kenapa buru buru nak masuk dulu sebentar ya"


pinta ibu Intan


"terima kasih bu lain kali saja saya mampir masih ada teman yang harus saya antar juga bu maaf ya bu"


tolak Bagas dengan sopan Tata hanya ikut mengangguk dengan senyuman yang masih mengembang


"ya sudah tapi lain kali mampir ya nak??"


pinta ibu Intan lagi.


"insyallah bu saya akan mampir"


jawab Bagas lembut lalu mereka berpamitan dan tidak menyalimi kedua orang tua Intan


"mas itu rumah mbak Intan??"


tanya Tata saat diperjalanan.


"iya kenapa??"


Bagas bertanya penuh dengan selidik


"sudah berapa kali mas kesini??"


tanya Tata lagi


"dua kali"


jawab Bagas santai


"udah dua kali kesini kenapa gak pernah dikenalin ke ibu mas pasti ibu akan senang sekali kamu pulang membawa calon istri"


celetuk Tata


"Ta Intan bukan calon istri mas Ta kami kenal belum lama mas tidak mau grusa grusu lagi seperti dulu biar kami menjalani seperti apa dulu kalau cocok mas akan membawanya kerumah ibu mungkin bahkan mas akan langsung melamarnya bila perlu tapi tunggu dulu sampai kami benar benar cocok ya"


Bagas memberi pengertian pada adiknya


"mas??"


panggil Tata


"ya"


jawab Bagas sambil fokus mengemudi


"mas tidak mengharapkan kak Naya kan mas??"

__ADS_1


tanya Tata penasaran.


"Ta mas tidak mengaharapkannya lagi kamu tenang saja"


jawab Bagas meyakinkan adiknya


"tapi pernah tidak mas mengharapkannya??"


tanya Tata semakin penasaran.


"pernah saat Naya masih baru bercerai tapi setelah melihat kegigihan Juna mengejar Naya kembali mas menyerah Ta mas sadar mereka dipertemukan lebih awal dari mas dan mas lihat Juna begitu tulus dengannya, ya walaupun mas juga tulus tapi ya kami sepakat akan bersaing dengan sehat tanpa ada perdebatan, kalau nanti pada akhirnya Naya lebih memilih Juna mas iklhas dan sebaliknya kalau Naya lebih memilih mas Juna akan iklhas tapi kalau Naya tidak memilih diantara kami berdua dia lebih memilih orang lain kami juga akan iklhas melepasnya"


Bagas mejelaskannya panjang kali lebar


"komplit banget jelasinnya mas"


Tata cengengesan


"kalau kamu tidak dijelasin dengan jelas dan detail kamu akan bertanya terus yang bikin mas pusing tau tidak"


jawab Bagas tersenyum


"ya maaf soalnya aku penasaran banget"


Tata nyengir


tidak lama mereka sampai dirumah Tata setelah mengantarkan Roni Amran dan Lily kerumahnya Bagas memutuskan istirahat dirumah ibundanya


***


beberapa bulan telah berlalu masa iddah Naya pun telah usai membuat hati Juna berbunga bunga ingin segera mempersunting pujaan hatinya walapun ia belum tau apakah sang My sunshine akan menerimanya akankah mala justru akan menolaknya tapi ia senang Naya sudah mendapat gelar jandanya dan selesai masa iddah


Juna mencoba menghubungi Naya untuk mengajaknya berkencan


panggilan terhubung


"halo kak Juna ada apa??"


ucap Naya setelah mengucap salam dalam panggilannya.


"sayang kamu ada waktu tidak??"


tanya Juna tanpa rasa malu memanggilnya dengan sebutan sayang padahal Naya sudah sering melarangnya memanggil sebutan itu hingga ia pun capek dan pasrah akan panggilan tersebut


"ada kenapa kak??"


tanya Naya lagi


"kakak ingin ngajak kamu keluar jalan jalan ini kakak baru saja tiba dibandara"


Juna memberitahu


"siapa aja??"


tanya Naya lagi ia sudah biasa dengan Juna yang sering bepergian kemana mana dengan urusan bisnisnya


"berdua saja"


jawab Juna


"kenapa harus berdua kenapa gak bareng bareng saja kak kan lebih seru"


protes Naya


"kakak ingin pergi berdua sama kamu yang"


keluh Juna


"kak aku takut kita pergi berduaan saja apa tidak lebih baik ajak siapa gitu kak"


"selalu seperti ini kalau diajak pergi berdua, apa aku ajak Stela aja ya"


Juna bergumam sendiri dalam hatinya


"kak?? kakak denger aku ngomong gak sih??"


ucap Naya yang melihat dilayar ponselnya Juna terdiam


"dengar kok, kakak ajak Stela ya boleh??"


tanya Juna meminta persetujuan dengan Naya


"oleh mala lebih bagus itu"


Naya menyetujuinya


"ok kakak kasih tau Stela dulu ya nanti kakak jemput kamu"


ucap Juna dan langsung mematikan ponselnya setelah mengucapkan salam


sampai dikantor Juna langsung menghampiri ruangan sang adik untuk mengajaknya jalan jalan bersama Naya


tok tok tok


pintu diketuk oleh Juna


dan dipersilahkan oleh adik tersayangnya


"ada apa mas??"


tanya Stela herang tidak biasanya ia seperti ini biasanya kalau masalah pekerjaannya sang kakak akan memanggilnya keruangannya


"Stel nanti mas mau jalan jalan sama Naya rencananya berdua saja tapi Naya menolaknya kalau hanya pergi berdua jadi mas minta kamu ikut ya juga "


pinta Juna


"jadi mas rencananya mau jadiin aku obat nyamuk gitu maksudnya??"


tanya Stela memastikan


"ya bukannya gitu Stel kamu kan tau Naya seperti apa ya mengertilah Stel pleasee"


Juna memohon


Stela mengerjai kakaknya dengan cara pura pura berfikir


sangat lama Juna menunggu jawaban sang adik tapi ia dengan sabar menunggunya hingga berkata iya atau ok


"ok deh aku ikut"


Stela nyengir menampakkan gigi putihnya.


seketika Juna mengela nafas lega karna adiknya mau diajak bersama


"ok deh nanti kamu pulang bareng mas ya jemput Naya"


ucap Juna memberitahu lalu pergi dari ruangan adiknya menuju ruangannya setelah mendapatkan anggukan dari adiknya


sampai diruangan Juna pun melakukan panggilan video lagi menggunakan laptopnya


panggilan terhubung


Naya langsung tersenyum manis menampakkan giginya membuat Juna semakin tidak sabar ingin bertemu

__ADS_1


"assalamualaikum gimana kak??"


tanya Naya


"waalaikum salam alhamdulillah Stelah mau Nay jadi nanti kakak dan Stela jemput kamu dari pabrik ya"


jawab Juna


"lah terus motornya gimana aku juga belum mandi kak"


tanya Naya lagi


"nanti kakak siapin baju jangan khawatir mungkin nginep besok kan sabtu jadi gak kerja kakak juga akan meminta izin ke ibu bapak kamu jangan khawatir ya"


Juna menenangkan agar Naya tidak mengkhawatirkannya


"kak kenapa kakak selalu mempersiapkan semuanya sih aku kan jadi gak bisa ngeles "


Naya nyengir kuda


Juna cekikikan mendengar ucapan Naya


"iya dong harus siap menghadapi kamu Nay"


ucap Juna tersenyum


"ihh curang deh kak Juna"


jawab Naya manja


"sibuk banget gak??"


tanya Juna


"gak terlalu, apa kakak sibuk??"


Naya balik bertanya


"gak terlalu sih, kakak hanya mengecek saja jadi punya waktu untuk godain kamu"


Juna mengedipkan matanya


"aku yang gak ada waktu kak, aku disini untuk bekerja bukan untuk mendengarkan gombalan kamu bisa bisa nanti aku tidak digaji karna banyak nganggurnya"


canda Naya


"kalau kamu tidak digaji gak usah kerja nanti akan kakak nafkahi dan kucupi semua keinginan kamu sayang, cukup kamu berada disisi kakak itu sudah lebih dari cukup"


ucap Juna dengan santainya


"akunya yang ogah kak, aku masih ingin bekerja cari uang"


jawab Naya jujur


"ya begitulah kamu"


Juna pasrah


"udah ahh aku mau lanjut kerja lagi kak"


Naya menutup teleponnya tidak lupa mengucap salam sebelum menutup teleponnya dan dijawab salam oleh Juna.


"kamu itu ya selalu melarikan diri awas aja kamu Nay"


gumam Juna tersenyum gemas didalam ruangnnya


**


mejelang sore Juna sudah berada dirumah orang tua Naya untuk meminta izin mengajak jalan jalan ke Semarang tidak lupa ia membawa Stela untuk meyakinkan orang tua sang pujaan hatinya


setelah mendapatkan izin Juna dan Stela pun pamit untuk menjemput Nay dan langsung berangkat ketujuan


**


dikantor Naya memberitahu Tata kalau dirinya akan jalan jalan bersama Juna dan Stela yang membuat Tata tertarik dan merengek ingin ikut


"kak beneran kamu mau bergi??"


tanya Tata memastikan


"iya tadi kak Juna sms aku katanya mau kerumah ibu untuk meminta izin"


jawab Naya menjelaskan


"aku mau ikut kak, Stela diajak kok aku gak diajak??"


rengek Tata


"nanti aku tanya sama kak Juna ya Ta sekalian kamu bilang sama mas Bagas biar rame rame gimana??"


rencana Naya


"ok aku langsung ke mas Bagas kak mau bilang"


Tata menyetujui nya dan ia langsung bergegas keruangan sang kakak


Tata masuk tanpa ketuk dan salam


"mas ayo ikut kak Naya dan mas Juna ke Semarang yuk mumpung besok libur"


rengek Tata tanpa basa basi


"siapa yang mau liburan??"


tanya Bagas heran


"mas Juna nganjak kak Naya dan Stela aku juga mau mas ajak mbak Intan sekalian ya"


rengek Tata lagi


Bagas mengehela nafas


"hahh pasti seperti ini kenapa harus ajak Intan segala sih kalau gak diturutin pasti ngambek bisa berabe ini,"


keluh Bagas dalam hati


"mas??"


panggil Tata lagi


"iya iya mas telpon Juna dulu ya untuk memastikan kamu balik dulu gih nanti mas kesana ya"


jawab Bagas lalu langsung menghubungi Juna sahabatnya


Tata pun menurut kembali keruangannya dan menunggu Bagas kakaknya memberi kabar berikutnya


telepon terhubung


"halo Jun katanya mau ke Semarang ya?? ini Tata merengek ingin ikut, gimana dong sisuruh ngajak Intan segala lagi pusing aku Jun"


keluh Bagas yang berhasil membuat Juna cekikikan


"kenapa pusimh mala bagus dong bisa rame rame Naya juga tidak mau pergi berduaan maunya ada yang temenin yang lain akhirnya kau ngajak Stela dan Naya ngajak Tata dan kamu lalu kamu ngajak Intan hahahha ya allah emang ya Naya itu bisa bikin kita gila aja ya udah lah diturutin aja Gas aku juga gak mau kalau Naya batalin karna kamu gak mau nurutin keinginan mereka"

__ADS_1


ucap Juna


__ADS_2