Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
karaoke tujuh hari tujuh malam


__ADS_3

tak lama mobil sampai parkiran pabrik mobil Juna berhenti


Juna dan Naya pun turun dari mobil


"Nay nanti tunggu kakak jemput ya jangsn pulang sendiri atau nembeng orang lain ingat itu"


Juna mengingatkan


Naya hanya mengangguk dan masuk setelah mengucap salam pada Juna.


Juna pun melajukan mobilnya kembali setelah memastikan pujaan hatinya masuk ke dalam.


"kak tambah lengket aja sama mas Juna"


ledek Tata


"apaan sih, masa iddah Ta"


Naya mengingatkan


"kan gak papa cuma deket aja ntar masa iddah selesai langsung lamar"


ucap Tata


"hmm mungkin gak dulu kali ya Ta, kakak masih belum siap nikah lagi"


Naya mengungkapkan isi hatinya


"terus gimana dengan mas Juna kak??"


tanya Tata penasaran walaupun ia tau Juna orang sabar dan mau menunggu sahabatnya tapi kalau melihat raut wajahnya langsung Juna orang yang tidak mau kehilangan


"hmmm tanyanya sih mau nunggu aku sampai benar benar siap Ta tapi gak tau nantinya, lihat aja nanti lah Ta kalau memang jodoh gak akan kemana"


ucap Naya dengan santainya


"beneran kak?? kak Naya yakin dengan itu??"


tanya Tata lagi.


"gak tau kak Juna sendiri yang bilang mau menunggu sampai aku siap dan aku juga lagi berusaha membuka hatiku untukknya jadi ya kita sama sama belajar Ta, aku belajar mencintainya dia belajar sabar dan menungguku"


Naya menjelaskan.


"iya juga sih, semoga kalian berjodoh ya kak"


Tata mendoakan


"amin"


jawaban Naya.


lalu mereka pun mulai disibukkan dengan pekerjaannya


**


setelah Juna memarkirkan mobilnya dihalaman rumah orang tuanya Juna pun masuk kedalam rumah dan bersantai di ruang keluarga bersama sang ibundanya.


"sudah anterin Naya pulang Jun??"


tanya ibu Juna


"sudah bu"


jawab Juna singkat punggungnya ia sandarkan ke sofa besar diruang keluarga


"udah sarapan??"


tanya ibu Juna karna melihatnya masih lemas.


"sudah tadi sama Naya udah minum obat juga, kalau gak minum obat pasti Naya bakal ngomel ngomel"


jawab Juna nyengir membayangkan Naya mengoceh.


"kamu akan tepati janjimu kan untuk istirahat dirumah??"


tanya ibu Juna lagi


"iya bu jangan khawatir akukan selalu menepati janjiku, aku istirahat dirumah sampai benar benar sembuh"


jawab Juna


"ya sudah ibu cuma memastikan saja, kenapa kamu lemas gini udah turun kok panasnya"


ucap ibu Juna memeriksa kening anaknya dengan menempelkan tangannya dikening.


"gak ada Naya disisiku jadi lemas lah bu"


jawab Juna santai


"kamu ini ada ada saja, sana istirahat dikamar biar cepat sembuh"


ucap ibu Juna lagi


"baik ratu"


jawab Juna lalu bangkit dari duduknya menuju kamar untuk istirahat.


dikamar Juna membuka ponselnya melihat lihat dunia maya diakun sosial media Naya.


"jarang aktif disosmed nya lebih banyak aktif di whattsapp aja sih itu pun hanya lagu lagu bollywood dangdut dan pop jaman dulu palingan video video lucu dan kocak aja sih jarang story pribadinya, kamu lebih suka yang beginian ya Nay daripada seperti yang lain yang suka umbar pribadinya apalagi setiap ada masalah pasti mereka umbar disosmed biar semua orang tau, emang ya kamu"


Juna bergumam sendiri.


lalu ia mencoba memejamkan matanya untuk lelap ia sudah berjanji tetap istirahat agar cepat sembuh sesuai keinginan pujaan hatinya


**


diruangan kantor Juna Rangga disibukkan pekerjaan karna Juna berada di Semarang ditambah sedang demam membuat Rangga kelimpungan.


tok tok tok


pintu ruangan Rangga diketuk


"masuk"


perintah Rangga


dan pintu pun dibuka dari luar dan masuk seseorang wanita bawahan Rangga


"maaf pak ini laporan yang bapak minta"


ucap Lina personalia keuangan


"ok taruh meja dan silahkan keluar"


perintah Rangga


"baik pak"


jawab Lina lalu keluar ruangan Rangga


"gila bos dan kacung sama sama dinginnya heran aku gimana mau gaet kalau orangnya begitu, padahal aku rela jadi istri keduanya, gak dapat bosnya dapat kacungnya juga gak masalah sama sama cakep"


gerutu Lina


"kenapa Lin komat kamit kayak mbah dukun baca mantra aja"


ledek Risma cengengesan teman satu ruangannya.


"apaan sih"


jawab Lina ketus.


"pak bos gak masuk kerja ya jadi galau??"


tebak Risma


"sok tau loe"


jawab Lina


"lah terus apaan dongg kan jadi kepo"


tanya Risma penasaran.


"kepo mulu loe hidupnya, itu kacung hidupnya lurus mulu belem aku bereaksi udah ditolak duluan gimana aku gak sebel"


Lina menjelaskan


"loe tu ya udah tau tu orang emang begitu masih aja diganggu dan ditambah lagi emang lie mau jafi yang kedua?? pak Rangga kan udah punya istri beda sama pak Juna kalau dia masih single kalau mau loe goda gak masalah"


jawab Risma cekikikan.


"ya abisnya si bos susah naklukinnya ditambah lagi kacungnya susah juga kesel lah gue nya"


ucap Lina kesal


"udah mending loe cari yang lain aja daripada nanti sakit hati jadi penyakit yang ada loe gila, masih banyak kok yang lain ganteng kayak pak Juna dan pak Rangga, udah gak usah khawatir"


nasehat Risma


"iya sih tapi yang bibitnya unggul kayak mereka berdua kan langka Ris seribu satu orang, ya sudah lah kerja kerja kerja biar gak kenak semprot nantinya"

__ADS_1


menyudahi obrolannya lalu mereka menyibukkan dengan pekerjaannya.


**


dikantor Bagas ia sedang istirahat sehabis sholat dhuhur


"Nay Ta udah makan belum??"


tanya Bagas


"belum mas ki mau kesana"


jawab Tata


"mas Bagas udah makan?? bareng yuk biar rame"


ajak Naya


"ok jawab Bagas singkat lalu mereka berjalan bersama menuju kantin pabrik dan memesan makanan


"Nay tadi kamu diantar Juna??"


tanya Bagas pada Naya.


Naya mengangguk mengiyakan


"iya mas kemarin malam kak Juna demam tinggi aku disuruh kesana sama ibu teruslah aku disana"


jawab Naya lalu menceritakan kejadian tadi malam dan sampai tadi pagi diantar berangkat kerja


hahaha


"kak kamu konyol banget masak mas Juna berubah cewek mana ada kebanyakan nonton kartun kamu kak"


ucap Tata tertawa mendengar sahabatnya bercerita.


"iya Nay ada ada saja kamu, bikin sakit perut aja"


Bagas menimpali.


"iya kan aku gak tau mas kalau tau ya gak bakalan aku kayak gitu kan malu"


keluh Naya


"terus selanjutnya mau gimana Nay?? sepertinya kamu sekarang sudah mau menerimanya"


tanya Bagas penasaran dengan tanggapan Naya


"lebih tepatnya aku masih mencoba mas, aku masih berusaha mendekatkan hatiku untuknya doakan semoga aku tidak mengecewakan kak Juna ya mas"


jawab Naya tersenyum.


"insyallah, mas selalu mendoakan kalian semua"


Bagas tersenyum


"terus mas Bagas dekat sama siapa sekarang?? kata Tata mas deket sama cewek kenalin dong biar jadi temen semua"


pinta Naya


"kamu ember amat sih Ta"


protes Bagas pada Tata adiknya.


"ya abisnya susah amat kenalin ke aku atau minimal bawa kerumah gitu biar aku tau"


jawab Tata sewot


"itu namanya pemaksaan Ta biarkan saja mas Bagas dan cewek itu saling kenal dulu kalau cocok pasti dibawa pulang bertemu kamu dan ibu"


ucap Naya


"tu dengerin"


Bagas menimpali


"iya iya"


jawab Tata cemberut


"Ridwan aja susah sekali suruh bawa pacarnya kerumah mungkin mas Bagas sama kayak Ridwan Ta"


Naya memberitahu


"betul itu lagian hubungan mas juga hanya temenan doang belum tau nantinya gimana diner aja belum ketemu aja cuma dua kali pas sama kakaknya dan nganterin dia pulang belanja karna belanjaannya banyak gak bisa bawa smsan aja hanya beberapa kali"


Bagas menjelaskan


"tu Ta dengarkan masmu"


ucap Naya


tanya Naya cekikikan


mata Bagas membulat


"kamu itu ya benar benar deh tadi aja belain sekarang sama aja dengan Tata"


cibir Bagas gemas


hahhahahhaha


Tata dan Naya tertawa mendengar cibiran Bagas


selesai makan mereka berlalu dari kantin dan kembali keruangan masing masing.


"kak nanti kamu pulang sama siapa?? apa mau bareng kita??"


tanya Tata


"maaf Ta nanti kakak dijemput sama kak Juna"


jawab Naya malu


"cieeee yang lagi PDKT sampai dijemput segala ngiri deh aku"


ledek Tata cekikikan.


"jangan ngiri berat Ta"


Naya tertawa.


"Ta kamu belum lihat ceweknya mas Bagas??"


tanya Naya penasaran.


"belum lah kak makanya aku penaran pengen dikenalin"


jawab Tata


"gimana caranya ya Ta biar masmu mau ngenalin??"


tanya Naya minta saran


"aku juga gak tau kak aku dan ibu sudah maksa terus sampai capek tapi belum ada hasilnya"


jawab Tata putus asa


"yang sabar ya Ta secepatnya insyallah mas Bagas bakal ngenalin ke kita"


Naya menghibur


Tata mengangguk mengiyakan.


drr drr drr


**


diruangan Bagas ia sedang patah hati dengan kedekatan Naya dengan sahabatnya Juna tapi Bagas sebaik dan sebisa mungkin menyembunyikan patah hatinya didepan mereka semua.


"Nay semoga kamu bahagia bersama Juna dan kamu Jun bahagiakanlah Naya semoga kalian berjodoh"


gumam Bagas dalam hatinya


"mungkin ini saatnya aku membuka hatiku untuk yang lain agar tidak terlalu kecewa nantinya"


gumamnya lagi


lalu Bagas pun menyibukkan diri dengan pekerjaannya


menjelang sore Naya Tata dan Bagas mulai merapikan pekerjaannya karna sudah waktunya pulang


tok tok tok


pintu ruangan Bagas diketuk dari luar


"masuk"


perintah Bagas


akhirnya orang yang mengetuk pun masuk keruangannya


"Gas sibuk banget ya??"

__ADS_1


tanya Juna setelah duduk disofa ruangan Bagas


"mayan kamu mau jemput Naya Jun??"


tanya balik Bagas


"yepp tau aja"


jawab Juna malu


"tadi Naya cerita katanya kamu yang antar berangkat aku nebak pasti kamu juga yang akan menjemputnya"


tebakan Bagas yang tepat sasaran


"ya hehehe Gas jum'at sore besok ke Dieng yuk rame rame"


ajak Juna


"boleh kamu tanya Naya aja dulu mau tidak anaknya soalnya tiap kali pergi hanya Naya yang tidak pernah mau ikut"


jawab Bagas


"nanti aku tanyain, statusnya kan sekarang beda Gas mungkin mau aku coba nanti"


ucap Juna


"Jun??"


panggil Bagas serius masih dengan posisi duduk dikursi kekuasaanya.


"apa??"


tanya Juna penasaran


"tolong jaga Naya ya mungkin setelah ini dia akan benar benar jatuh cinta padamu, tolong bahagiakan dia Jun"


pinta Bagas serius


"insyallah Gas doakan semoga kami berjodoh"


ucap Juna tersenyum


Bagas hanya mengangguk membalas senyuman Juna.


"udah selesai kerjaannya??"


tanya Juna


"udah, ayo samperin ciwik ciwik rempong itu"


canda Bagas yang membuat tawa Juna


"hahaha aku aduin kamu Gas biar dikeroyok, ayo"


jawab Juna tertawa meledek.


lalu mereka pun menghampiri Naya dan Tata.


"assalamualaikum"


ucap Juna dan Bagas masuk kedalam ruangan Naya dan Tata


"waalaikum salam"


jawab Tata dan Naya bersamaan.


"kompak benar jawabnya"


ledek Bagas


Naya dan Tata tertawa menanggapinya.


"belum selesai sayang??"


tanya Juna lembut menghampiri Naya.


"apaan sih pake sayang sayangan segala geli tau"


protes Naya cekikikan yang dibalas cengengesan Juna


lalu Juna duduk disofa bersama Bagas


"Nay Ta jum'at sore besok habis pulang kerja ke Dieng yuk kita daki ke sikunir mau tidak??"


ajak Juna


"mau banget mas, gimana kak ayo lah kita gak pernah pergi healing bareng kak yaaa plaesee??"


Tata memohon


"hmmm nanti aku izin bapak dulu ya kak takut gak dibolehin"


ucap Naya pada Juna


"nanti biar kakak yang minta izin bapak Nay"


jawab Juna


"tapi kak"


Naya bingung


"kamu gak usah khawatir ya"


Juna menenangkan


"kalau perlu aku juga kak yang minta izin ke bapak biar bapak yakin kak"


Tata menimpali


"bagus itu"


Bagas setuju.


"iya mas, mas Bagas juga diajak sekalian pacarnya mas"


ucap Naya dengan santainya yang membuat Juna terkejut


"aku setuju itu kak"


jawab Tata mengangkat tangannya tos dengan Naya


"sialan kalian sama aja ujung ujungnya"


keluh Bagas.


yang ditertawakan Naya dan Tata.


"ngomong ngomong sejak kapan kamu punya pacar Gas gak dikenalin ke kita kita, diajak aja sekalian nanti aku juga akan ajak Stela biar tambah rame kalau tau aku pergi sama calon kakak iparnya gak diajak bisa karaoke dia tujuh hari tujuh malam"


Juna cekikikan mengikuti bahasa nyeleneh Naya


"bagus itu kak biar tambah rame"


jawab Naya


"tapi tidak boleh banyak ngrumpi sama Stela tambah konslet nanti kamunya"


Juna mengingatkan sambil cekikikan yang diikuti Bagas.


"emang aku listrik apa sampai konslet segala"


protes Naya manyun.


Tata cengengesan


"Gas siapa cewekmu nanti jangan lupa diajak ya jangan lupa"


Juna mengingatkan


"iya iya bawel kamu lama lama sama kayak Naya ya Jun cerewet, Tata aja yang dulunya agak diam ikut ikutan cerewet kayak Naya tapi jadi gak sepi sih suasana rumah karna udah punya radio"


ledek Bagas cekikikan


"beraninya kamu ya mas samain kita sama radio udah bosen hidup ya"


ancam Naya dan Tata bersamaan


"tuh kan Jun ngancem aja sampai bersamaan kayak irama musik"


Bagas mengadu


Juna cekikikan mendengar pengaduan Bagas seperti anak kecil yang dinakalin temannya


"awas aja mas nanti kalau temu sama pacarmu aku ajarin dia jadi cerewet kayak aku biar kamu tambah pusing"


ancam Naya


"h'em aku korekin dia mas biar tau kamu kayak apa nyebelinnya"


Tata menimpali.


"awas aja kalian ya, mas gak mau ajak dia nanti ke Dieng"

__ADS_1


ancam Bagas


"berani tidak diajak aku coret kamu dari kaka ibu mas"


__ADS_2