Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
aku digigit Arsyad


__ADS_3

"ayo kita kesana sekarang sayang pesawat oma bentar lagi menadarat"


ajak Juna pada akhirnya


"ayo om"


jawab Malik


"pak pilot Malik permisi dulu ya, terima kasih pak assalamualaikum"


lanjut Malik menyalimi pilot dan pramugari tersebut


lalu melanjutkan perjalanannya menyambut oma opa sambungnya


**


"bu kenapa kita gak ikut jemput mama papa?? aku kan juga mau ikut bu"


protes Stela kesal karna ibunya melarangnya untuk ikut bersama


"biarkan saja masmu dan Naya yang kesana biar dia juga dekat mama papamu dan yang lainnya Stel"


ibu Juna memberitahu


"gak susah kok bu buat mbak Naya dekat dengan siapapun, dia orangnya gampang bersosialasi dengan siapapun, jadi gak perlu pendekatan pendakatan segala"


Stela tidak mau kalah


"yang sekarang harus kamu pikirin gimana caranya kamu akrab dengan keluarga Adam Stel seperti Naya dekat dengan kita semua"


ibu Juna mengingatkan


"ok bu Stel akan berusaha"


jawab Stela pasrah ia sadar belum dekat dan tidak dekat dengan calon mertua dan keluarganya


**


dibandara Ahmad Yani Semarang keluarga Wijaya turun dari pesawat dan melangkahkan kakinya menuju Juna dan Naya yang sudah datang menjempuntnya


mama Juna dan Sukma melambaikan tangan pada Juna dan Naya


Naya membalas lambain tangannya


"sayang apa kabarmu??"


mama Juna memeluk Naya setelah Naya mencium punggung tangannya


"alhamdulillah sehat ma, mama juga sehatkan??"


ucap Naya setelah melepaskan pelukannya


"alhamdulillah sayang"


jawab mama Juna kemudian menyerahkan tangannya untuk dicium Juna dan Malik


"oma sehat kan ma?? oma makin syantik saja"


goda Malik setelah mencium punggung tangan oma sambungnya setelah menyalimi opanya tidak lain Wijaya papa Juna


"pinter gombal kamu ya Malik"


ucap mama Juna lalu memeluk calon cucunya


"halo Malik aku Sukma adiknya mas Juna, kamu bisa panggil aku aunty"


Sukma memperkenalkan diri pada Malik karna memang baru pertama kali melihatnya


Malik menyalami kembali Sukma


"baik aunty"


jawab Malik patuh Sukma pun menggandeng tangan Malik menuju mobil


"mbak udah pada nyalon ya??"


tanya Sukma pada Naya


"belum, nanti sore kata kak Juna, sekalian bareng bareng"


jawab Naya


"kenapa gak sekarang aja kita langsung menuju salonnya yang lain suruh nyusul aja"


keluh Sukma


"istirahat dulu nanti sore nyalonnya Sukma, mama papa perlu istirahat"


Juna yang menjawab


"nurut sajalah"


Naya mengingatkan


"iya deh, tapi nanti temenin aku istirahat ya mbak sama mbak Stela juga biar rame"


pinta Sukma yang dianggukin Naya semangat


"yang ada kalian ngrumpi bukannya istirahat"


tegur Juna sambil fokus menyetir


Naya dan Sukma hanya nyengir tidak bisa dipingkiri kalau sudah kumpul kumpul pasti akan ngerumpi jadinya


mama Juna hanya menggeleng dengan tingkah anak muda dibelakangnya ia mengajak Malik mengobrol seperti cucunya sendiri


tidak lama mobil Juna sampai dirumah orang tua semua penumpang pun turun dan masuk kedalam rumah dan makan bersama sebelum beristirahat tidak lupa Juna memberitahu akan acara para perempuan nyalon nanti sore selesai semuanya Juna dan bapaknya pamit berangkat kekantor untuk menyelesaian pekerjaannya Malik bermain degan anak anak lain dari saudara Juna


Malik seperti Naya ibunya gampang akrab dengan orang lain jadi Naya pun tidak terlalu memusingkan anaknya tapi Naya tidak lupa menasehari anak laki lakinya


sedang Naya Sukma dan Stela sedang asik ngerumpi dikamar Stela sambil nyemil rebahan dilantai yang sudah dialaskan kasur lantai


"nanti jadikan mbak nyalonnya??"


tanya Sukma takut tidak diajak


"kamu tu takut banget si Ma"


ledek Stela cekikikan


"ya abisnya aku tu gak pernah diajak, aku kan pengen"


keluh Sukma


"gimana mau diajak kamu jauh dijakarta"


celetuk Naya ikut cekikikan


"aku minta pindah kuliah disini tapi gak boleh sama papa"


keluh Sukma manyun


"ngapain kamu pindah kuliah kesini?? kuranf kerjaan aja"


protes Stela


"aku kan pengen deket sama kalian, gimana sih, gak mau ya aku temenan sama kalian??"


tanya Sukma sewot

__ADS_1


"mau lah mala enak ada temen tambahan buat ngeroyok mas Juna kalau kesal, ya gak mbak??"


Stela minta persetujuan Naya


"setuju sih, tapi sebenarnya aku takut kalau kak Juna marah"


ucap Naya mengungkapkan isi hatinya


"kamu juga tau takut ternyata mbak?? kirain kamu berani sama mas Juna yang kaku itu, ternyata sama saja kayak kita mbak Stel"


cibir Sukma yang dianggukan Stela


"ya namanya juga manusia pasti ada takutnya lah segalak galaknya aku"


kilah Naya


"ya sih"


jawab Sukma dan Stela setuju dengan ucapan Naya


mereka mengobrol bersama sampai ketiduran dilantai kamar Stela


begitupun dengan Malik setelah lelah bermain bersama teman sebayanya yang akan menjadi saudaranya setelah ibunya menikah dengan Juna akhirnya pun tumbang dengan lelap dikamar tamu yang sudah disediakan ibu Juna untuk cucu cucunya


**


diseberang Intan dan Bagas sedang melakukan panggilan video


"mas Nanti aku dijemput apa gimana??"


tanya Intan belum tau nantinya bagaimana


"mas jemput ajalah Tan gak enak minta dijemput Juna walaupun gak keberatan sih orangnya"


jawab Bagas


"apa gak kejauhan mas, muter dong kamunya"


ucap Intan


"gak papa sayang"


jawab Bagas lembut


"aku naik ojol aja deh mas kepabrikmu, nanti rombongan Naya biar jemput dari pabrik biar gak terlalu jauh"


Intan memberitahu


"mas aja yang jemput ya??"


ucap Bagas


"naik ojol aja mas, mas kan sibuk,cepet selesain kerjaannya, aku gak mau ya pas pernikahab kita kamu masih gelur dengan berkasmu"


Intan merajuk


"ok deh, memang kerjaanku masih banyak, tapi kamu hati hati ya dijalan sayang telepon gak boleh mati harus terus tersambung jangan lupa pake heandset"


pinta Bagas posesif


"ok deh demi cintaku padamu mas, aku rela dianggap orang gila dijalanan berbicara sendiri"


rayu Intan cekikikan


Bagas terkekeh


akhirnya Intan pesan ojol sambil telepon masih menyala dan pamit pada bapak ibunya sampai tempat lokasi


"Ta assalamualaikum??"


panggil Intan mengucap salam keruangan Tata calon adik iparnya


tanya Tata


"sendiri, naik ojol"


jawab Intan duduk disofa ruangan Tata


"kirain jemput mas Bagas, dia barusan kesini ngasih laporan yang perlu diperbaiki"


Tata memberitahu sambil menyodorkan minuman mineral kedepan Intan


"iya, soalnya masmu sibuk banget Ta, makanya mbak kesini sendiri, sengaja gak keruangan mas mu takut ganggu"


Intan menjelaskan lalu menyeruput minuman yang ia terima dari Tata


"haus banget ya mbak??"


tanya Tata melihat botol minuman tinggal setengahnya


"he'em"


jawab Intan


"kata masmu nyalonnya sore Ta nanti bareng bareng"


tanya Intan memastikan


"iya mbak soalnya adik dan mamanya mas Juna juga mau ikut udah merengek dari kemarin sengaja datang awal sebelum lamaran Stela lusa"


Tata menjelaskan


"ohh, gak mau kalah ya ternyata Ta??"


ucap Intan cengengesan


"he'em, kaluarga mas Juna emang gitu mbak, apalagi ini momen langka mas Juna, jadi gak mau ketinggalan"


jawab Tata cekikikan


"ohhh, pantes, istimewah banget ya mas Juna itu atau Naya nya??"


tanya Intan penasaran


"ya gitu deh secara mas Juna susah dengan semua perempuan bahkan bisa dikatakan ia gak mau sama sekali dengan perempuan, sekarang dia sudah menemukan cintanya yang selama ini hilang dan pihak keluarga yang sudah lama menantinya ditambah kak Naya orangnya supel enakan diajak apa apa, nyambung lah jadi ya gitu deh rempong semuanya, tambahan lagi Stela ngompor ngomporin ke Sukma ya sudah deh satu salon diboking mas Juna untuk keluarganya dan kita sudah termasuk, tadi ibu dan ibunya kak Naya sudah ditawarin dan diajak tapi yang namanya orang kampung gak mau, ya sudah kita kita aja yang mudah"


ucap Tata panjang kali lebar lalu menyeruput minuman karna sudah bercerita tanpa jeda jadi kehausan


Intan yang mendengarkan hanya mengangguk angguk mengerti


menjelang sore Stela dan yang lainnya masih belum bergerak dari tidurnya


walaupun Malik sudah mengetuk pintu karna disuruh neneknya tidak lain ibu Juna


"nek gak dibuka pintunya"


Malik memberitahu


"buka aja langsung bangunin kalau masih gak bangun siram air kayak dipondok"


ucap ibu Juna mengingatkan karna Malik pernah bercerita saat dipondok susah dibangunin disiram air dengan cara dicipratkan diwajah yang sedang tidur anteng


"gak berani nek, mereka kan orang tua apalagi umi, bisa naik pitang kepalanya muncul tanduk iblisnya, nyeramahin aku lebih dari kang fajar dipondok "


jawab Malik dengan polosnya yang membuat ibu dan mama Juna terkekeh bersama


"ya sudah ayo kita bangunin mbak daripada kelamaan, ayo sayang kita bangunin"


ajak mama Juna

__ADS_1


akhirnya mereka menuju kamar Stela


"masyallah heran aku, Ris pada molor gini dibawah kayak gak ada kasur aja"


keluh ibu Juna


"iya mbak, tumben tumbenan si Sukma mau ndolosor dibawah kayak gini unyel unyelan lagi, biasanya juga gak mau"


mama Juna mengoceh Malik hanya jadi pendengar orang paru baya tersebut


"hey Stel bangun udah sore nih katanya mau nyalon"


ucap ibu Juna menggoyang goyangkan tapi Stela masih tidak berkutik begitupun dengan Sukma yang sama, mala Naya yang menggerak gerakkan tubuhnya tanda ia mulai bagun


"astagfurullahaldzim"


teriak Naya reflek menggeser tubuhnya karna buah dada mama Juna yang besar terpampang didepan wajahnya walaupun tertutup baju


reflek Stela dan Sukma jadi ikut kaget dan terbangun karna teriakan Naya menggema ditelinga keduanya karna Naya berada ditengah keduanya


mama dan ibu Juna pun ikut kaget dan lompat dari jongkoknya


"kamu kenapa sih Nay teriak keras banget, bikin jantungan aja"


keluh mama Juna menhelus elus telinganya karna ia berada diatas Naya


"maaf ma kirain wewe gombel itunya besar banget didepan wajahku"


ucap Naya apa adanya ia bersandar dipunggung ranjang tempat tidur


"ngawur kamu, wewe gombel wewe gombel, kualat kamu ya sama mama ngatain wewe gombel, tapi iya sih punya mama besar melebihi kapasitas jadi ya kalau jongkok kayak wewe gombel yang kayak difilm film"


ucap mama Juna cengengesan mengakui gunung kembarnya besar


"hus kamu itu ada Malik kok yo ngomongnya kayak gitu"


terus ibu Juna


"gak ingat ada Malik mbak yu"


kilah mama Juna cengengesan


"iya emang punyamu gede Ris, mantep makanya mas Jaya kedanan kamu"


lanjut ibu Juna cekikikan


"hus Malik mbak"


mama Juna mengingatkan


ibu Juna menutup mulutnya yang asal bicara Malik hanya cengengesan tanpa tau apa yang sedang dibahas para orang tua


"ayo pada bangun, telat nanti kita nyalonnya"


perintah ibu Juna dan mereka pun bergegas untuk siap siap dan langsung melajukan mobilnya masing masing menuju salon Juna sudah memberitahu Bagas untuk ketemuan dilokasi


"lah mas gak jadi jemput mas Juna mas??"


tanya Tata


"iya Ta soalnya pada sibuk semua kita disuruh langsung kelokasi aja, mas disuruh bawa laptop untuk melanjutkan pekerjaan biar cepat selesai"


Bagas memberitahu


"lah berati mas gak anter aja gitu, nungguin dong disana??"


tanya Tata


Bagas mengangguk


"ya udah ayo berangkat nanti telat"


ucap Bagas


Bagas pun melajukan mobilnya menuju salon yang sudah dikirim alamatnya melalui pesan


"masyallah Ta rame banget, itu keluarganya mas Juna??"


tanya Intan sambil melambaikan tangan pada rombongan Juna


"he'em mbak, makanya salonnya diboking sama mas Juna"


Tata memberitahu sambil berjalan ke arah Naya Stela dan Sukma yang menunggunya diluar


"maaf ya gak jadi jemput kak Juan tadi udah kasih tau"


ucap Naya


"ya gak papa kak, ayo ah masuk"


ajak Tata dan mereka pun masuk kedalam salon sambil menunggu giliran Naya dan Tata ikut membantu pekerjaan Juna dan Bagas karna saudara Juna yang lain pun ikut ikutan nyalon Intan yang tidak mengerti pekerjaan Bagas hanya diam duduk manis disebelah Bagas


"sayang kamu gak usah bantuin gak papa kok"


ucap Juna


"gak papa biar cepet selesai"


jawab Naya fokus diberkas dan menata rapi agar Juna tidak kesulitan


"kamu itu ya emang bener bener susah"


gemas Juna


"gak dikerjain aku yang kerjain nih biar cepet selesainya, aku gak mau ya dihari pernikahan kita kakak sibuk dengan kerjaan"


celetuk Naya


"asiap nyonya"


jawab Juna gemas


Sukma dan Stela menjadi baby sister dadakan untuk mengurus semua keponakannya termasuk Malik yang ditinggal para ibunya sedang perawatan


"hey Arsyad kamu itu ya nakalnya minta ampun, kenapa sih kamu gak bisa anteng kayak Malik aja biar gak susah akunya, tinggal disini maen bareng sama yang lain apa susahnya sih"


Stela mengoceh kesal dengan salah satu keponakan yang sangat aktif


"iya nih gak bisa diem, ini apa lagi nih jailin yang lain, Arsyad jangan gitu dong, kasian Angginya nanti nangis, aku tabok kamu ya biar tau rasa, gemes aku sama kamu, gak kayak Malik pinter cari ide main biar gak bosen, lah kamu bikin aku cepet tua aja"


Sukma ikutan mengoceh kesal


Juna dan Naya yang mebdengar hanya tersenyum melihat kekesalan Sukma dan Stela yang jadi baby sister dadakan


aaaaa


"mama aku digigit Arsyad ma"


teriak Sukma pada mamanya karna kenalan keponakannya


mamanya yang sedang dikeramas rambutnya pun terlonjak mendengar teriakan anak gadisnya yang menggema diseluruh ruangan salon


"Sukma ada apa sayang??"


tanya mama Juna rambutnya masih banyak busa shampo


huhuhuhu


"mama sakit, aku digigit ma"

__ADS_1


keluh Sukma Stela dan yang lainnya terkekeh melihat Sukma mengadu


__ADS_2