Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
aku butuh perlindungan


__ADS_3

ryan semakin kaget. bagaimana bisa ibunya tidak memberitahunya. padahal mereka selalu berkomunikasi saat ryan berada didarat.


"kenapa ibu tidak memberitahuku nay. kenapa ibu tidak cerita padaku. yang dia ceritakan hanya perselingkuhanmu dengan pria lain. makanya aku memutuskan pulang untuk menghentikanmu. aku tau kamu kesepian karna kamu sering aku tinggal. makanya aku pulang agar kamu tidak kesepian nay" ryan menjelaskan


apaaaa


naya kaget mendengar penjelasan suaminya.


"bagaimana bisa orang tua kamu seperti itu mas. gimana bisa mereka tega menfitnah kak naya seperti itu. apa mereka tidak punya hati"


ucap tata emosi


tiba tiba bagas yang tidak bisa mengontrol emosinya hilang kendali


bukk bukkk bukkk


semua orang kaget tiba tiba ada pertengkaran. untung rombongan naya duduk dipojokan.


"mas hentikan mas. hentikan mas bagas. dia suamiku" ucap naya menghentikan bagas memukuli ryan sambil menangis.


ryan yang dipukuli hanya diam saja tak bergeming masih bingung dengan semuanya.


"sabar mas sabar" ucap tata dan rofik menahan tubuh bagas agar tidak menyerang ryan lagi.


"mas ryan tidak apa apa. ya allah boyok kayak gini. ayo pulang aja mas kita obati dirumah"


ucap naya menangis.


ryan masih membisu


"mbak naya pulang saja mbak aku takut mas bagas semakin membabi buta"


ucap rofik menyuruh naya pulang


"iya kak mas bagas masih emosi"


tata menimpali


"iya ta kakak permisi ya maaf bikin keributan" jawab naya masih dengan nada menangis.


naya pergi dari warung bakso dan pulang.


sepanjang perjalanan ryan hanya dia diam membisu. naya berusaha menghentikan tangisannya.


sampai dirumah naya membuka pintu rumah lalu masuk kedalam bersama suaminya untuk mengobati memar diwajah suaminya.


tiba tiba ryan menghentikan langkahnya.


"ayo masuk mas aku obatin"


ucap naya.


ryan masih tidak mau membuka suara


"mas ayo obatin dulu lukanya"


ucap naya lagi. ia hanya menghembuskan naya agar tidak terbawa emosi.


"nay apa aku tidak berarti lagi untukmu sampai sampai kamu tidak mau cerita penderitaanmu. kamu memilih untuk cerita dengan orang lain. mungkin aku memang salah nay menuduhmu selingkuh. tapi aku suamimu nay yang lebih berhak atas masalahmu atas segalanya."


ucap ryan frustasi


"mas aku obatin dulu ya lukanya nanti kita bicarakan lagi masalah itu"


ucap naya menahan tangis


lalu mereka masuk dan menutup pintu rumah mereka.


setelah selesai mengobati memar ryan naya memberikan teh hangat ke ryan.


"nay apa kamu gak nganggap mas suamimu??"


tanya ryan setelah minum teh hangat dari naya


huft


"aku harus gimana. aku harus cerita apa sama kamu mas. sedangkan kamu lebih percaya sama ibumu. aku tidak pernah selingkuh darimu. tidak pernah. bahkan aku sudah bilang berkali kali sama kamu tapi apa kamu percaya. kamu masih saja menuduhku selingkuh. terus apa yang harus aku ceritakan ke kamu mas. aku wanita mas yang punya rasa sakit hati. bila terus terusan dituduh sama kamu. aku memang bukan istri saleha yang kamu inginkan. aku memang bukan orang yang penyabar atau wanita tangguh dan kuat. aku hanya wanita yang lemah. rapuh mas. aku butuh perlindungan disaat ada orang yang menyakitiku. aku butuh suport saat aku lelah dan butuh dukungan. tapi kamuuu kamu hanya bisa menuduh dan menuduhku selingkuh. kamu tidak pernah mau mendengar penjelasanku. kamu hanya bisa membuat hatiku semakin sakit mas. terus aku harus menceritakan yang bagai mana. " naya bicara disela tangisannya.


ryan hanya bisa memeluk istrinya memberikan ketenangan.


"maafkan aku nay maaf"


ryan hanya bisa meminta maaf pada istrinya. ryan sendiri tidak menyangka keluarganya begitu tega padanya. ryan juga menyesal sudah terlalu percaya dengan ibunya.


ryan menyesali perbuatannya. dengan tuduhan yang ia torehkan ke istrinya membuat hati istrinya begitu terluka.


"maafkan mas nay. mas bukan suami yang baik untukmu. mas hanya bisa membuatmu terluka sayang maaf"


ucap ryan masih memeluk istrinya.


"apa yang bisa mas lakukan untuk menebus kesalahan mas sayang hem."


ucap ryan melepas pelukannya.


naya hanya terdiam dengan tatapan kosong


"sayang mas harus bagaimana menebus kesalahan mas nay. tolong bilang jangan diam saja. agar mas tau harus berbuat apa"


ucap ryan lagi.


naya masih terdiam tanpa mengatakan apapun.


ia bangkit dari duduknya. berlalu meninggalkan ryan yang masih duduk diruang keluarga.


ryan menyusul naya yang meninggalkannya.


"nay tolong katakan sesuatu nay jangan diam saja"


ucap ryan lagi


naya masih mengunci bibirnya. ia menuju kamarnya untuk istirahat.


"sayang tolong jangan seperti ini nay??"


ucap ryan lagi


naya tidak menghiraukan ucapan ryan. naya membaringkan tubuhnya menutup matanya agar cepat terlelap.


ryan menyusul naya yang sudah berbaring ditempat tidur dan ikut membaringkan tubuhnya.


"nay tolong maafkan aku nay??"


ucap ryan lagi


naya masih bergeming

__ADS_1


"ya sudah besok kita bicarakan lagi"


ucap ryan


diwarung bakso bagas melihat kepergian naya bersama ryan dengan rasa cemburu


"bagaimana kamu bisa tega sama aku nay. kamu tau aku sayang padamu. tapi kamu masih tetap memilih suamimu yang sudah menyakitimu."


ucap bagas parau


"ayo mas pulang biarkan kak naya menyelesaikan masalahnya dengan suaminya. mas jangan seperti ini kasian kak naya dia sudah banyak masalah mas" naya menasehati bagas.


bagas pun menurut diajak pulang.


sampai diperjalanan


"kenapa mas gak bisa mengontrol emosi sih mas kan kasian kak naya pasti berantem lagi sama suaminya."


cerocos tata


"gimana mas gak emosi ta suami sendiri gak tau kalau istrinya masuk rumah sakit. dan apa tadi keluarganya sama sekali tidak pernah memberitahu anaknya kalau menantunya masuk rumah sakit. keluarga macam apa mereka."


bagas tidak terima


"ya sudah mas mau bagaimana lagi. udah nasib mbak naya sepeeti itu. sama sekali kita tidak berhak ikut campur urusan rumah tangganya"


rofik menimpali.


"yang sabar ya mas. aku tau mas bagas sayang kak naya. kalau memang kalian berjodoh insyallah suatu saat nanti pasti akan dipersatukan mas." jawab tata.


disudut kantor malam yang sunyi hanya suara ketikan komputer kantor yang menemani juna yang sedang kesepian.


tiba tiba ponsel juna berdering yang tertulis nama bayu dilayar ponselnya.


"halo assalamualaikum bay".


ucap juna


"waalaikum salam tuan."


jawab bayu


"ada kabar apa??"


tanya juna


"maaf tuan sebelumnya. tadi saya melihat suami yonya naya dipukulin sama pak bagas tuan"


jawab bayu


"apaa kok bisa"


juna kaget. walaupun juna tau bagas mempunyai perasaan terhadap naya tapi bagas selalu bisa mengontrol perasaannya. tapi apa yang terjadi padanya sampai berani memukul naya apa lagi didepan mata naya.


"apa yang sebenarny terjadi bay"


tanya juna


" pak bagas marah karna saat nyonya naya masuk rumah sakit suaminya tidak tau. bahkan keluarga pak ryan pun tidak ada yang memberitahunya tuan. dan yang membuat pak bagas marah karna suami nyonya hanya selalu menyduhnya tanpa mendengarkan penjelasan dari istrinya. akhirnya pak bagas tidak bisa mengontrol emosinya"


jawab bayu.


juna hanya mengangguk menyimak penjelasan bayu.


"apakah naya baik baik saja bay??"


"setelah nyonya menjelaskan seperti biasa nyonya naya hanya menangis dalam diam tuan."


jawab bayu


huft


juna menghembuskan nafas untuk menenangkan diri


"apa ada lagi??"


tanya juna lagi


"untuk sementara belum ada lagi tuan. mohon maaf tuan"


jawab bayu


"ok terima kasih infonya. tolong pantau terus naya pastikan dia baik baik saja"


juna memerintah


"siap tuan"


jawab bayu.


" kalau begitu saya undur diri tuan assalamualaikum"


ucap bayu yang dijawab salamnya pada juna lalu mematikan ponselnya.


lalu juna mengirim pesan ke naya


{apakah kamu baik baik saja nay}


tapi naya tidak membukanya karna sudah terlelap dan ryan pun tidak mengetahui keberadaan ponsel naya


keesokan harinya


naya sudah bangun subuh subuh dan membangunkan suaminya untuk melaksanakan sholat subuh. walaupun keadaan naya sedang bertengkar tapi naya tidak akan lupa untuk mengingatkan suaminya untuk melaksanakan ibadahnya.


saat naya selesai membersihkan rumah naya tidak melihat keberadaan suaminya.


"kemana mas ryan kok gak ada. gak biasanya dia gak pamit"


gumam naya


"tau ah mending aku nyiapin sarapan buat mas ryan" gumam naya lalu berlalu menuju dapur untuk memasak.


setelah selesai memasak naya menyiapkan makanannya dimeja makan tak lama ryan pulang kerumah.


"assalamualaikum"


ucap ryan lunglai


"waalaikum salam"


jawab naya. saat melihat wajah suaminya yang seperti muka prustasi naya mengerutkan alis dan menghampiri suaminya


"mas sarapan dulu yuk"


naya mengajak suaminya sarapan pagi.

__ADS_1


ryan hanya mengangguk tidak menjawab ucapan istriya.


setelah suaminya duduk naya pun melayani suaminya mengambilkan nasi dan lauk.


"ayo mas sarapan dulu"


ajak naya


ryan hanya diam saja tidak menyentuh makanan yang disuguhkan istrinya.


"nay bagaimana kamu tidak sakit hati dengan aku. aku terlalu banyak membuatmu terluka. aku salah nay selalu menuduhmu selingkuh. maafkan aku nay maaf."


ucap ryan dengan suara parau


"kamu dari mana"


bukanya naya menjawab ucapan ryan naya mala menanyakan keberadaan suaminya yang baru pulang.


"aku dari ibu nay. aku aku bertanya sama ibu kenapa ibu tidak memberitahuku semuanya pas kamu sedang sakit. bahkan keluargaku tidak penjengukmu sama sekali. bahkan ibu mala mengatakan kamu selingkuh. disaat aku menanyakannya ibu hanya menangis. dan aku hanya disalahkan sama yang lain nay. apa aku salah mencari kebenaran siapa yang salah. aku sangat mencintaimu nay. tapi aku juga sayang sama ibu. kalian berdua sangat berarti bagiku nay." ucap ryan menangis


naya hanya diam menyimak ucapan suaminya. entah naya harus bagaimana menanggapi sikap suaminya. sudah sering seperti ini hingga naya bingung harus menyikapinya seperti apalagi.


"makan dulu mas. nanti kita bicarakan itu. yang penting isi perut dulu." jawab naya.


"aku tidak selera makan nay" ucap ryan lagi.


"harus dipaksa mas aku gak mau nanti kamu sakit hanya karna kamu gak makan. aku juga gak mau disalahin keluargamu karna kamu tidak makan."


ucap naya.


ryan tercekat mendengar ucapan naya.


"apa begitu sakit hatinya kamu dengan keluargaku nay sampai tidak makan saja kamu akan disalahin." gumam ryan dalam hati.


akhirnya ryan pun memakan sarapannya dengan terpaksa dan hati terluka.


setelah selesai makan naya mencuci piring yang kotor. ryan masih duduk termenung diruang makan.


naya tidak menghiraukan suaminya. ia berlalu menuju kamar untuk mengambil ponselnya.


naya ingin menelepon tata menanyakan keadaan bagas tapi melihat pesan juna akhirnya naya memilih membuka pesan dari juna terlebih dahulu.


{apakah kamu baik baik saja nay}


isi pesan dari juna. naya pun membalas pesannya.


{aku baik baik saja kak. kak juna jangan khawatir}


lalu mengirimkannya ke nomer juna. naya beralih memenjet nomer ponsel tata. setelah terhubung tata pun menjawab panggilan naya.


"assalamualaikum kak"


"wa alaikum salam ta kakak mau tanya"


naya menjawab salam.


"mau tanya apa kak"


tanya tata


"gimana keadaan mas bagas ta. mas bagas baik baik saja kan ta. maaf ta suamiku membuat keributan."


jawab naya.


" mas bagas baik baik saja kak. cuma ya agak termenung aja kak mungkin lagi menyadari kesalahnnya karna bikin keributan kak. maaf ya kak yang bikin keributan mas bagas"


ucap tata


"gimana keadaan mas ryan kak. apakah baik baik saja. aku lihat tadi malam mas ryan babak belur kak"


tanya tata.


"suamiku baik baik saja ta hanya memar kok udah kakak obati. kamu jangan khawatir ya"


jawab naya.


"iya kak. syukurlah kalau baik baik saja kak. kak naya kalau kamu lagi gak enak gak usah masuk kerja dulu aja kak kasian suamimu. dia masih butuh kamu pasti kak"


tata memberitahu.


"iya ta. maaf ya tadi malam kakak bolos lagi."


ucap naya.


" iya gak papa. yang penting kak naya baik baik saja. urusin suami dulu aja ya kak. jangan masuk kerja dulu takutnya nanti kakak kena masalah lagi."


tata menasehati naya


"iya ta maaf ya"


jawab naya.


"udah dulu ya ta kakak mau ngurusin mas ryan dulu. assalamualakum."


ucap naya lalu menutup teleponnya setelah mendapatkan salam dari tata.


"telpon siapa sayang??"


tanya ryan tiba tiba masuk kamar.


"ini telpon tata mas nanyain keadaan mas bagas"


jawab naya.


"kenapa kamu mala nanyain keadaan bagas. bukan suamimu yang kamu tanyain keadaannya nay??"


protes ryan ketus


"aku cuma nanyain doang kok mas. gak enak sama tata dan mas bagas karna tadi malam ada keributan karna kita"


jawab naya dengan nada lembut


"tapi kenapa kamu mala nanyain keadaan bagas nay. kamu tau keadaanku sedang kayak gini nay" protes ryan masih dengan nada ketus


" mas udah lah aku sekarang sama kamu. aku cuma nanyain keadaannya aja kok. jadi gak usah diperpanjang ya??"


jawab naya


"kamu bener bener ya nay. kamu tidak menghargaiku"


ucap ryan tambah kesal. akhirnya ryab pergi kerumah ibunya meninggalkan naya seorang diri dirumah


huft


naya menarik nafas mencoba menenangkan diri agar tidak emosi

__ADS_1


"aku gak tau harus gimana lagi mas. aku harus gimana dengan sikapmu yang seperti ini. aku cuma gak enak karna keributan semalam. dan kamu ngambek hanya karna itu. mereka orang orang baik mas. apa aku salah baik sama teman teman aku. kenapa kamu gak mau ngerti"


gumam naya melamun


__ADS_2