Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
nikmat mana yang kau dustakan


__ADS_3

selesai sholat naya pun kembali ke kamar melanjutkan tidur siangnya.


tanpa menganggu naya ryan menuju dapur untuk memasak makan siang buat mereka.


selesai memasak ryan mengambilkan nasi dan lauk sepiring berdua untuk istrinya makan bersama didalam kamar.


"sayang bangun dulu yuk isi perut nanti lanjut lagi tidurnya."


ryan membangunkan istrinya penuh kelembutan.


"bentar lagi ya mas nanggung nih. masih ngantuk."


jawab naya masih memejamkan matanya


"makan dulu ya dari tadi kamu belum makan loh. nanti sakit"


ucap ryan lagi berusaha membangunkan istrinya agar makan.


"bentar lagi ya mas 10 menit lagi aja ya"


jawab naya


"sayang mas laper. makan yuk. mas suapin deh."


ryan merayu.


karna biasanya istrinya paling suka disuapin. naya langsung bangkit dari tidurnya mendengar akan disuapi.


"beneran mas disuapin ya"


tanya naya cengengesan. seperti anak kecil yang mendapat kesempatan disuapi orang tuanya.


ryan hanya mengangguk tersenyum puas. melihat istrinya akhirnya bangun.


"mas tapi makan sepiring berdua kan mas. biar romantis. hehehe"


tanya naya manja. masih cengengesan.


"iya sayang."


jawab ryan tersenyum bahagia.


"nih ahkkk dulu mulutnya."


ucap ryan


naya menggeleng gelengkan kepalanya.


ryan mengerutkan alis heran.


"kenapa sayang"


tanya ryan.


"mas duluan yang makan. mas kan seorang suami."


jawab naya manja pada suaminya.


ryan tersenyum mendengar penuturan istrinya. walaupun manja naya selalu mendahulukan suaminya ketimbang dirinya. bentuk kemanjaan naya hanya sekedar perhatian sederhana saja sudah membuat naya bahagia. tanpa harus mewah.


kata naya bahagia tidak harus mewah. kalau sederhana saja sudah membuat kita bahagia. kenapa harus mencari yang mewah. yang penting disyukuri apapun nikmat yang allah berikan.


"ya udah mas duluan ya"


ucap ryan lalu memasukkan nasi kedalam mulutnya.


naya mengangguk angguk manja.


"sekarang kamu sayang ahk ya??"


ucap ryan pada istrinya.


naya pun membuka mulutnya untuk disuapin suaminya.


"mas nikmat mana yang kau dustakan hehehe"


ucap naya setelah mengunyah nasi yang disuapkan suaminya.


"yang mana ya?? sepertinya mas selalu menikmati apapun nikmat yang allah berikan sayang"


jawab ryan tersenyum.


hehhehehehe


"harus dinikmati semuanya dong"


naya menimpali.


naya dan ryan makan bersama sepiring berdua sambil bercanda ria.


selesai makan ryan keluar kamar untuk mencuci piring. naya duduk bersandar diranjang tempat tidur karna baru makan.


selesai mencuci piring ryan pun menghampiri istrinya dan disebelah istrinya.


"sayang jangan tidur dulu kan habis makan tidak baik"


ryan menasehati


"iya mas ini aku duduk duduk dulu biar nasinya turun ke perut hehehehehe"


jawab naya cengengesan.


mereka berbincang bincang ringan bercanda bersama. setelah dirasa agak enakan naya pun membaringkan tubuhnya melanjutkan tidur yang tertunda.


"mas aku tidur lagi ya takut ngantuk nanti malam"


ucap naya


"iya sayang"


jawab ryan ikut berbaring disamping istrinya lalu membelai lembut rambut naya agar cepat terlelap. posisi tidur naya berbantalkan dada bidang suaminya yang paling nyaman. saat naya sudah terlelap ryan ingin ikut terlelap bersama istrinya. tiba tiba ponselnya berdering. yang tertulis atas nama bos kapalnya. ryan pun mengangkatnya


"halo apa kabar bos bagaimana kabarmu"


ucap ryan menggunakan bahasa amerika.


"baik baik yan tolong kamu cepat berangkat kesini karna temanmu yadi pulang kampung mertuanya meninggal. kami kekurangan orang. kamu secepatnya kesini"


perintah bos kapal pada ryan menggunakan bahasa amerika.


"baik saya akan usahan secepatnya kesana."


jawab ryan. lalu menutup telepon kembali setelah selesai ber cakap cakap.


huft

__ADS_1


ryan menghembuskan nafas kasar


"baru aja seminggu dirumah sudah ditelepon suruh kesana. aku masih kangen lagi. gimana aku harus ngomong sama kamu. pasti kamu kecewa lagi. selalu seperti ini. walaupun kamu selalu mengerti pekerjaanku. pasti kamu juga punya rasa kesal karna sering aku tinggalkan. aku tau nay kamu ingin seperti yang lain selalu ditemani suaminya kemanapun ingin pergi. maafkan mas ya sayang "


gumam ryan membelai kepala istrinya dengan penuh kasih sayang. ryan pun ikut terlelap ia tidak mau melewatkan kesempatan sedikitpun untuk memeluk istrinya sebelum berangkat berlayar.


jam 4 sore naya terbangun. lalu membangunkan suaminya untuk mandi dan sholat ashar.


"mas bangun udah jam 4 mas ayo mandi dan sholat asar mas. nanti waktunya keburu habis"


naya menggoyang goyangkan tubuh suaminya.


"ayo mandi bareng ya sayang"


ucap ryan setelah bangun.


"ya udah yang cepet ya jangan main main takut gak keburu sholatnya mas".


naya memperingatkan.


"iya deh"


jawab ryan pasrah.


akhirnya mereka mandi bersama tanpa embel embel. selesai mandi naya dan ryan sholat berjamaah dirumah. selesai sholat.


ryan dan naya duduk diruang tivi menonton serial televisi. ryan pun mengutarakan keberangkatannya pada sang istri.


"sayang"


panggil ryan


"hmmm"


jawab naya masih sibuk dengan ponselnya.


"sayang mas harus berangkat lagi ke amerika."


ucap ryan


naya menoleh ke arah suaminya.


"kenapa cepet banget mas. mas kan baru pulang masak udah berangkat lagi. apa mas gak kangen sama aku."


tanya naya.


"mas kangen sama kamu sayang. tapi bagaimana salah satu teman mas ada yang pulang karna mertuanya meninggal. jadi kapal kekurangan orang sayang. mas harus pulang secepatnya kesana sayang.


ryan menjelaskan dengan sangat hati hati. takut istrinya tambah jecewa.


huft


naya menghembuskan nafas mencoba untuk tenang dan mengerti keadaan suaminya.


"ya sudah mau bagaimana lagi. kapan mas akan berangkat??"


tanya naya


"mungkin dalam beberapa hari ini mas akan berangkat sayang"


jawab ryan pada istrinya.


naya hanya mengangguk angguk mengiyakan.


malam tiba naya berangkat bekerja diantar suaminya.


naya menasehati suaminya. mencium punggung tangab ryan


"iya sayang. baik baik ya kerjanya. mas pulang dulu"


jawab ryan. kemudian pulang kerumahnya


paginya ryan seperti biasa menunggu istrinya didepan gerbang pabrik menjemput istrinya pulang. saat naya mengetahui keberadaan suaminya seperti biasa naya melambaikan tangan pada suaminya. dan mereka berlalu dari pabrik menuju rumah.


" sayang nanti mas ijin kesemarang beli tiket ya"


ijin ryan pada istrinya.


" kenapa gak sekalian mas mas. kan jadinya mas bolak balik."


protes naya.


"kamu kan capek pulang kerja sayang. mendingan mas anterin kamu dulu baru berangkat beli tiket sayang" ryan mejelaskan


"tapikan nanti mas capek bolak balik ngurusin aku. aku juga gak mau mas capek hanya karna aku mas."


ucap naya parau.


"gak papa sayang. mas gak capek kok. mas kan gak ngapa ngapain dirumah cuma antar jemput kamu doang. jadi gak papa mas bolak balik."


jawab ryan lembut.


"aku ikut mas beli tiket ya mas."


ucap naya


"gak usah sayang. mas sendiri aja. kamu kan capek."


ryan menimpali.


"jangan sendirian mas. ajak teman ya. aku gak mau kamu pergi sendirian. aku khawatir mas."


naya memberi saran.


"iya deh nanti mas ajak mas agung gak papa sayang"


ryan menetujui.


begitulah naya ia selalu khawatir kalau suaminya pergi sendirian tanpa ada yang menemani.


sampai dirumah naya mandi dan langsung istirahat. ryan menemani istrinya sebentar memastikan istrinya istirahat dengan tenang sebelum ia pergi membeli tiket. ryan memeluk tubuh istrinya dan membelai rambut naya dengan lembut. seperti menina bobokan anak perempuannya.


"mas beneran ya jangan pergi sendirian ajak mas agung atau siapa gitu biar ada temannya."


ucap naya sebelum terlelap


"iya sayang jangan khawatir ya. mas akan kerumah mas agung mengajak dia untuk menemani mas"


jawab ryan lembut memberitahu istrinya.


hmmm.


jawab naya mengangguk lalu ia pun terlelap dalam tidurnya.


setelah memastikan istrinya anteng ryan pun bersiap siap kerumah kakaknya untuk dimintai tolong menemaninya kesemarang membeli tiket pesawat untuknya berangkat ke amerika.

__ADS_1


tok tok tok


"assalamualaikum mas"


ryan mengucap salam saat sudah sampai dirumah kakaknya agung.


"waalaikum salam. ehh ryan tumben kesini yan ada apa masuk dulu yuk."


jawab mbak siska istri agung.


"mas agungnya ada mbak"


tanya ryan masuk kerumah.


"ada lagi molor mau mbak bangunin yan.??"


ucap mbak siska.


"iya mbak. tapi maaf mbak sebelumnya. saya mau minta tolong mau ngajak mas agung ke semarang untuk beli tiket mbak"


ijin ryan pada mbak siska.


"ohh ya sudah bentar ya yan mbak bangunin dulu masmu."


jawab mbak siska. kemudian berlalu menuju agung berada.


"mas bangun tu ada ryan adikmu. katanya mau minta tolong ngajak kamu kesemarang beli tiket katanya."


siska memberitahu.


"tumben biasanya sama naya perginya. kok ngajak aku"


tanya agung saat sudah bangun


"gak tau mas. naya kan kerja. mas tau kan kalau ryan tu sayang banget sama istrinya. mungkin dia gak mau istrinya capek. lagian kan lumayan nanti kamu dapet duit dari adikmu. makan gratis. ketimbang kamu nganggur dirumah doang. bikin empet aku aja. sana cepetan bangun temenin tu adikmu. awas kamu ya gak temenin adikmu."


ucap siska.


agung memang sering menganggur daripada kerja. tiap kali diterima kerja. agung selalu tidak betah dengan alasan. jauh lah kerjaan banyak lah. berat lah capek lah. jadi agung sering berhenti kerja dan nganggur dirumah. siska istri agung sering marah marah dengan suaminya karna duit pas pasan. siska sering menyuruh suaminya meminta uang pada mertuanya saat mereka tidak punya uang. mertuanya walaupun janda ia banyak uang karna mertuanya seorang rentening uang. ditambah lagimertuanya sering mendapatkan jatah tiap bulan dari ryan adiknya. siska sering iri dengan naya yang mempunyai suami pengertian penyayang dan pekerja keras. apalagi siska sering melihat naya dimanja manja oleh suaminya. membuatnya semakin iri. tak jarang siska pun ghibahin naya. bukan berarti siska membenci naya seperti mertuanya. siska hanya iri dengan naya yang mendapatkan suami berbeda dengan dirinya.


"cepet bangun gak mas aku siram air nih kalau gak bangun bangun"


siska mengancam.


"ya ya galak amat sih. kayak naya kenapa penurut gak pernah marah marah. gak kayak kamu cerewetnya minta ampun."


agung menggerutu.


"apa kamu bilang. aku disuruh seperti naya penurut. gak marah marah. kamu sadar gak. kamu gak seperti ryan adikmu yang pekerja keras uangnya banyak. terus selalu menuruti keinginan istrinya. lah kamu. pengangguran sosial. makan sehari saja susah suka minta orang tuamu. aku dirusuh jadi istri saleha. sadar dong. makanya jangan tidur makan tidur makan doang kerjaannya. kerja sana biardapet duit banyak bisa menuhin keinginanku. biar aku jadi nurut sama kamu. cepet sana bangun temenin adikmu."


cerocos siska seperti radio rusak.


akhirnya agung pun bangkit dari tidurnya belalu meninggalkan istrinya yang sedang kesal dan menuju ruang tamu menemui adiknya.


"ada apa yan. tumben ngajak aku biasanya juga ngajak istrimu."


tanya agung kesal.


"iya mas maaf naya baru pulang kerja kasian pasti capek. naya juga gak ngijinin aku jalan sendirian takut kenapa napa mas. dari pada membuatnya khawatir aku ngajak mas aja buat nemenin aku beli tiket. soalnya aku disuruh berangkat cepet cepet mas. nanti aku kasih bensin deh ya ya."


ucap ryan membujuk.


"ok deh. daripada dengerin radio bodol bending ikut kamu. bentar ya aku mandi dulu yan"


ucap agung sambil berlalu menuju kamar mandi.


ryan hanya geleng geleng kepala mendengar ucapan kakaknya menyebut istrinya radio bodol.


tak lama mbak siska membawakan air putih untuk ryan yang duduk diruang tamu dan menemani adik iparnya.


"di minum yan. maaf ya adanya air putih doang"


ucap mbak siska.


"iya mbak gak papa. terima kasih mbak."


jawab ryan mengambil gelas diatas meja yang berisikan air putih dari kakak iparnya.


"naya lagi apa yan"


tanya mbak siska basa basi.


"naya lagi tidur mbak baru pulang kerja. soalnya sift nya masih malem. jadi jam segini istirahat."


jawab ryan senyum.


"owchhh kamu kapan berangkatnya yan. sudah mau beli tiket."


tanya mbak siska lagi


" secepatnya mbak."


jawab ryan singkat.


"kok cepet cepet kamu kan baru seminggu dirumah yan"


tanya mbak siska heran.


"iya mbak soalnya sudah ditelpon atasan suruh berangkat cepet cepet. ada teman juga pulang kampung katanya mertuanya meninggal jadi gak ada yang gantiin mbak. sebenernya sih masih pengen dirumah mbak nemenin naya. tapi ya bagaimana lagi. uang juna sudah ditranfer. dikasih dua kali lipat lagi. kan jadi gak enak mbak kalau kelamaan. takut kena marah juga. hehehe"


jawab ryan cengengesan.


"iya juga sih."


mbak siska menimpali.


"enak ya jadi sih naya suaminya pekerja keras penyayang. bayak duitnya lagi. ditambah bos si ryan baik banget. cuma beli tiket aja sampai dikasih dua kali lipat lagi. tiket kesana kan puluhan juna. enak banget ya hidupnya. kapan aku punya banyak duit kayak si naya itu. bisa beli apapun yang dia mau. uhhh gara gara suami pemalas ku itu sih aku jadi iri kan sama si naya."


gerutu siska dalam hati.


tak lama agung pun selesai siap siap dan keluar


"ayo yan mas sudah siap nih"


ucap agung semangat.


"iya ayo mas. mbak tinggal dulu ya."


pamit ryan pada mbak siska.


"iya yan hati hati"


ucap siska. tidak menghiraukan suaminya.


lalu ryan dan agung pun berlalu meninggalkan rumahnya dan menuju kesemarang.

__ADS_1


selesai membeli tiket ryan dan agung pulang. sebelum pulang ryan mengajak agung untuk makan dipinggir jalan.


__ADS_2