
Naya juga menulis surat agar semuanya tidak menghawatirkannya
saat adzan subuh berkumandang Juna terbangun dan terkejut mendapati Naya tidak ada diranjangnya lalu ia pun memeriksa dikamar mandi juga tidak ada keberadaan Naya dan melihat selang infus yang terputus
"ya allah kamu dimana sayang"
gumam Juna khawatir
"Wan bangun Naya gak ada, Naya kabur"
Juna membangunkan Ridwan
mendengar kakaknya kabur Ridwan pun langsung bangkit dan syok
"kabur gimana mas"
ucap Ridwan matanya langsung menatap ranjang yang ditempati kakaknya tersebut
"lah kantong infusnya??"
ia melihat kantong infus yang masih menggantung ditempatnya
"kenapa Wan Jun??"
tanya bapak Naya pun terbangun
"mbak Naya kabur pak dari rumah sakit"
Ridwan memberitahu
"apaa?? bagaimana bisa??"
tanya bapak Naya bingung plus khawatir dengan anak perempuannya
"ada kertas Wan coba aku lihat"
ucap Juna saat menoleh dimeja sebelah ranjang Naya
"coba buka mas??"
pinta Ridwan yang dianggukan Juna dan mengambil kertas tersebut dan membacanya
assalamualaikum wr wb
kak Juna maafkan aku membuatmu kecewa kak maafkan aku selalu menjadi beban untukmu biarkan aku pergi
semoga kau bahagia tanpaku
aku akan selalu menjaga cintamu dimanapun aku berada
terima kasih atas semua cinta dan kasih sayangmu yang begitu tulus untukku
maafkan aku belum bisa membahagiakanmu dan membanggakanmu
oh ya kak tolong antarkan Malik kembali kepesantren ya
terima kasih
Naya
isi kertas tulisan dari Naya Juna pun meremasnya karna kesal dan melemparkan kesembarang arah
Ridwan yang penasaran pun memungutnya dan membaca surat dari kakaknya tersebut
"ya allah seenak jidat kamu ya mbak, bener bener deh heran aku sama kamu"
gerutu Ridwan geleng geleng kepala
Juna memutuskan untuk sholat subuh agar lebih tenang selesai sholat Juna dan Ridwan memutuskan untuk melihat cctv rumah sakit yang ia minta dari keamanan
Juna Ridwan dan bapaknya melihat seksama dan teliti kejadian Naya meninggalkan rumah sakit tersebut
"dia naik ojol mas"
ucap Ridwan yang dianggukan Juna
"ya allah Naya apa yang kamu pikirkan nak sampai nekat begitu"
bapak Naya mengusap wajahnya frustasi
Juna hanya diam saja melihat rekaman cctv ia langsung menghubungi orang suruhannnya untuk mencari tau kemana arah Naya melangkah dan keberadaannya saat ini
10 menit kemudian Juna pun mendapat panggilan dari orang suruhannya tersebut
"halo"
Juna mengangkat teleponnya
"maaf tuan lama ini nyonya menuju pelabuhan Semarang pada dini hari ia naik kapal yang yang bertujuan ke Batam tuan"
orang suruhan Juna memberitahu
"kemana dia akan pergi??"
tanya Juna
"dari info yang saya dapatkan nyonya pergi ke Batam"
jawab orang tersebut
"ok terima kasih"
ucap Juna mengakhiri panggilannya
ia langsung menghubungi orang suruhannya yang berada disana untuk menemukan Naya
"gimana mas apa mbak Naya sudah ketemu??"
tanya Ridwan penasaran
"mbakmu sudah pergi naik kapal menuju Batam Wan"
Juna memberitahu
"apa Batam?? mau ngapain dia kesana?? dia gak pernah merantau sekalipun mas"
Ridwan memberitahu Juna
"iya Jun Naya tidak pernah merantau kemana mana bagaimana nasib dia nanti disana disana pergaulannya terlalu bebas Jun bapak takut Naya kenapa napa"
bapak Naya khawatir dengan anak perempuannya
"bapak jangan khawatir pak orang orangku akan memantau disana dilaut dan didarat bapak jangan khawatir ya biar Juna yang mengirus semuanya"
Juna menenangkan
"yang penting kita cari alasan untuk Malik pak agar dia tidak sedih dan cepat mengembalikannya ke pesantren agar mencari cari ibunya "
saran Juna
Ridwan dan bapaknya hanya bisa mengehela nafas pasrah
"ayo kita pulang sekarang pak biar Juna antar"
ucap Juna kemudian
Ridwan dan bapaknya kembali keruangan Naya dirawat untuk mengambil barang yang masih tertinggal Juna menunggu diparkiran mobil sambil menenangkan pikirannya
"NAYAAAA"
teriak Juna dihalaman parkiran ia tidak peduli semua mata menatapnya dengan tatapan bingung
"kenapa kamu tega Nay?? aku hanya ingin bersama bersamamu aku tidak peduli dengan semua itu Nay aku hanya mau kamu sayang kembalilah sayang"
guma Juna frustasi mengacak rambutnya hingga berantakan tidak lama Ridwan dan bapaknya tiba diparkiran mobil dimana Juna berada
"kamu gak papa kan Jun?? maafkan Naya ya nak"
ucap bapak Naya tidak enak hati
"gak papa pak ayo pulang sekarang"
jawab Juna sopan mereka pun meninggalkan rumah sakit tersebut
__ADS_1
Naya yang sudah berada didalam kamar kapal terbangun seperti mendengar suara Juna memanggilnya
ia celingukan kekanan kekiri takut benar benar Juna menyusul dan mengetahui semuanya
ia pun menangis ata semua tindakannya
"maafkan aku kak, aku memang harus pergi meninggalkanmu agar tidak lagi jadi bebanmu lagi"
gumam Naya disela isakan tangisnya
"kenapa nangis kak??"
tanya perempuan disebelahnya yang memperhatikannya ia memakai pakaian hitam dan bercadar hingga Naya tidak akan bisa melihat seperti apa wajahnya
"gak papa kok kak cuma kangen rumah aja kok"
jawab Naya asal
"ohh, kamu mau kemana??"
tanya perempuan tersebut
"gak tau tiketnya sih ke Batam"
jawab Naya menunjukkan tiket
"kakak sendiri mau kemana??"
tanya Naya
"Batam"
jawabnya singkat
Naya hanya mengangguk
"kamu juga mau merantai kesana??"
tanya perempuan tersebut
"eh maaf kita belum kenalan, namaku Shifa namamu siapa??"
tanya wanita bercadar yang tidak lain bernama Shifa
"aku Naya umurku jalan 28tahun"
jawab Naya cengengesan
"lebih muda aku 25tahun"
Shifa ikut cengengesan
mereka pun berbincang bersama
"apa tunjuan kamu keBatam kak??"
tanya Shifa
"gak tau masih bingung sih tapi kalau ada kerjaan aku mau kerja apa aja yang penting halal"
jawab Naya
"ya sudah kalau begitu ikut aku saja dikos kosan nanti aku cariin kerjaan mau??"
saran Shifa
"boleh boleh tapi ya gitu aku gak bawa apapun"
ucap Naya
"nanti aku pinjamin baju aku tapi ya gini pakai penutup mau gak kak??"
Shifa menawarkan
"ok gak masalah biar gak ketahuan juga kan aku takut calon suamiku nemuin aku"
curhat Naya
"ya aku ngerti kok kak aku tau perasaanmu gimana, jadi dil ya?? kita bersama??"
"dill"
Naya menjabat tangan tanda setuju
Tata yang gelisah dari semalam pun akhirnya menghubungi Naya berkali kali tapi tidak aktif ahirnya ia pun menghubungi Juna
panggilan terhubung
"assalamuaikum mas Jun apa ada terjadi sesuatu dengan kak Naya aku gelisah dari semalam mikirin kak Naya, kak Naya baik baik saja kan mas??"
tanya Tata khawatir
Juna menghela nafas beruntung Juna sudah selesai mengantar Ridwan dan ayahnya kini ia menuju rumah orang tuanya
"waalaikum salam Ta, Naya hampir diperkosa oleh Ryan tadi malam dan dia dirawat dirumah sakit tapi ditengah malam dia kabur meninggalkanku Ta"
Juna memberitahu dan menceritakan kronologinya dari awal sampai memutuskan untuk pergi
"apa?? jadi perasaanku tadi malam benar mas, ya allah kak Naya gak pernah pergi jauh mas terus gimana nanti dia di Batam mas Juna harus cari dia sampai ketemu mas pokoknya kak Naya harus kembali"
ucap Tata menangis
"kamu tenang saja ya Ta mas akan membawa kakakmu kembali jangan khawatir"
Juna menenangkan
"terus gimana dengan pernikahan kalian mas?? batal??"
tanya Tata
"iya kemungkinan besar batal Ta karna Naya tidak ada"
jawab Juna lemas
"yang sabar mas ya sudah kalau begitu aku berangkat kerja dulu mas"
pamit Tata
"ya hati hati Ta"
jawab Juna lalu mematikan teleponnya
Juna menghela nafas berkali kali
" Nay apa kamu gak lihat temamu sangat mengkhawatirkanmu kenapa kamu setega ini sayang"
gumam Juna dengan tatapan nanar
tidak lama mobilnya pun sampai dihalaman rumah ibunya
"loh Jun kok pulang?? baru aja ibu mau kesana Naya baik baik saja kan nak??"
tanya ibu Juna khawatir melihat wajah anaknya yang entah susah digambarkan
Juna langsung memeluk sang ibu dan menangis dipelukannya ibunya hanya bisa membiarkan air mata sang anak mengalir dan menenangkannya
"apa yang terjadi nak?? hmm ?? ada apa??"
tanya ibu Juna setelah melepaskan pelukannya
semua keluarganya hanya bisa memandangnya dengan iba melihat Juna yang menangis dipelukan sang ibu
"bu Naya kabur dari rumah sakit dia pergi ninggalin aku lagi bu"
Juna mengadu
"apa??"
ibu Juna terkejut mendengarnya yang lain pun ikut terkejut
"apa yang terjadi nak?? kenapa Naya nekat seperti itu??"
tanya ibu Juna lagi akhirnya Juna menceritakan semuanya
__ADS_1
"apa kamu sudah menelepon orangmu disana Jun??"
tanya papa Juna
"sudah pa, semuanya sudah Juna hubungi dan melacak kapal yang Naya tumpangi setelah Juna mengantar Malik kepesantren Juna akan langsung ke Batam pa"
Juna memberitahu
"ya sudah hati hati nak?? kamu yang sabar ya Jun mungkin ini ujian untukmu"
ucap papa Juna
Juna hanya mengangguk dan semuanya masuk kedalam rumah kecuali bapak dan papanya yang akan berangkat kekantor
Juna berjalan dengan lunglai seperti tidak punya tujuan hidup
"seperti ini lagi hal yang dulu terjadi dengan orang yang sama"
ucap ibu Juna sedih menatap anak laki lakinya
"dulu mas Juna pernah seperti ini bu??"
tanya Sukma yang tidak tau masalah lalu Juna
ia tidak menyangka bahwa kakaknya pernah ada dititik seperti sekarang
sang ibu pun menceritakan masa lalu Juna yang seperti ini sambil berderai air mata
"ya allah segitunya masku, semoga diberi kesabaran dan ketabahan ya allah"
Sukma mendoakan ikut menitikkan air matanya
***
perjalanan yang memakan waktu kurang lebih seminggu akhirnya Naya dan juga Shifa sampai dipelabuhan Batam beruntung Naya langsung memakai pakaian yang diberikan Shifa sejak pertama bertemu ia ikut memakai cadar agar tidak ketahuan dan orang orang suruhan Juna pun tidak berhasil menemukan Naya
Juna yang berada dihotel Batam miliknya pun marah dan membanting barang barang yang ada disekitarnya
"bagaimana kerjaan kalian tidak becus begini hahh"
geram Juna menarik kerah baju orang suruhannya
"ampun tuan maafkan kami"
ucap orang tersebut takut gemetaran karna Juna terkenal kejam didunia bisnis dan gelapnya
aaaaa
teriak Juna frustasi
"pergi kalian semua"
usir Juna mereka pun pergi meninggalkan Juna seorang diri diruangannya
"kamu dimana sayang?? kenapa kamu hilang semua orang khawatir denganmu Nay kamu dimana"
ucap Juna memandangi foto Naya
**
"mas apa ada kabar dari mas Juna soal kak Naya mas??"
tanya Tata menghampiri kakaknya diruangannya
Bagas sudah selesai cuti karna pernikahan Juna dibatalkan Bagas pun tidak jadi memperpanjang masa cutinya
padahal mereka sebelumnya sudah merencanakan bulan madu bersama dipulau Bali
karna Naya yang kabur akhirnya semuanya batal total
"belum ada kabar dari Juna Ta"
Bagas memberitahu
"untung Malik sudah dikembalikan ke pesantren kalau Malik tau emaknya ngilang entah jadi apa nantinya kak Naya juga kenapa tega banget kayak gini"
Tata menggerutu
"mas ayo kita samperin mas Ryan bunuh dia saja mas gara gara dia kak Naya jadi gak mau sama mas Juna"
Tata kesal dengan mantan suami sahabatnya tersebut
"dia koma Ta biarkan saja"
jawab Bagas malas membahas mantan suami Naya tersebut
Ryan koma setelah dihajar habis habisan oleh Juna waktu dirumahnya sendiri
"justru dia koma gampang bunuhnya dendam aku sama dia mas"
keluh Tata
"sudah biarkan saja dia mati sendiri mas malas bahas dia sekarang yang mas pusingin Intan juga ikut sedih kehilangan Naya kenapa Naya setega itu padahal Juna bisa menerimanya tapi tetap saja tetap ditinggalkan dengan alasan tidak mau nama baik rusak bikin malu beban"
Bagas tidak habis pikir dengan sahabat adiknya itu ia menghela nafas
"tapi kalau Naya berpikir begitu wajar karna Juna orang besar terpandang dengan peristiwa itu pasti mencoreng nama baik dan reputasinya ditambah bisa mengakibatkan menurunnya saham perusahaannya mungkin Juna bisa cuek tapi tidak dengan Naya ia pasti merasa bersalah dan serba salah walaupun Juna tetap mempertahankannya karna sangking cintanya dia padanya sudahlah mungkin ini jalan takdirnya yang harus mereka hadapi kita doakan saja Ta semoga mereka berdua bisa melewatinya"
ucap Bagas panjang lebar
"iya mas"
jawab Tata pasrah
***
setelah turun dari kapal Naya dan Shifa naik taksi yang sudah dipesan oleh Shifa menuju kos kosannya
"akhirnya sampai juga capek"
ucap Shifa meregangkan ototnya dikasur lesehannya
"jadi kota Batam kayak gini ya Fa?? baru pertama kali jadi gak tau"
Naya cengengesan
"iya kak disini kota lepas kak Naya harus hati hati"
Shifa mengingatkan yang dianggukan Naya
"mbak mau kerja apa disini??"
tanya Shifa
"gak tau Fa aku gak bawa ijazah cuma bawa KTP doang enaknya kerja apa ya yang gak ribet pake ijazah??"
Naya bertanya balik
"nanti aku cari info deh kak, kakak maunya kerja apa?? jadi aku gampang nyari infonya"
tanya Shifa lagi
Naya pun berfikir untuk pekerjaannya kedepan
"ART kali ya Fa gak butuh ijazah atau ***** bengek"
ucap Naya setelah berfikir
"apa?? ART kak Naya yakin?? masak ART??"
ptotes Shifa
"kan gak ribet Fa tinggal modal tenaga aja sama KTP selain itu juga ijazah ku cuma SMA"
jawab Naya jujur
"SMA??"
tanya Shifa Naya mengangguk
"kerja di mall mau kak?? daripada ART??"
tanya Shifa
__ADS_1
"ART aja Fa biar gak ketahuan aku takut kalau dimall terus ketemu calon suamiku itu atau mungkin orang suruhannya kan bahaya dia kan orang kaya Fa pasti akan bergerak cepat kayak difilm film drakor itu loh cari amannya saja lah"
jawab Naya cengengesan