
akhirnya datang bagas dan tata menolongnya.
"kak naya."
tata histeris saat melihat naya berlumaran darah dikepalanya dalam pelukan juna yang bergeletak diatas aspal tak sadarkan diri.
bagas dan orang orang sekitar membantu menolong juna yang tak sadarkan diri membawa kedalam mobil
sedangkan tata membangunkan dan memapah naya masuk kedalam mobil.
naya memangku juna sambil menangisi kebodohan juna. bagas fokus mengemudikan mobilnya agar sampai cepat dirumah sakit.
sedangkan tata berusaha menenangkan naya yang masih gemetaran menangis memangku juna.
"kak kakak tanang ya aku yakin mas juna akan baik baik saja mas juna orang yang kuat kok kak."
naya hanya mengangguk dalam isakan.
mobil sampai diruang IGD juna langsung masuk keruangan supaya menerima pertolongan.
bagas keruang administrasi untuk pendaftaran agar juna cepat diperiksa. naya dan tata menunggu diluar ruangan dengan hati gelisah.
naya masih menangis dalam pelukan tata.
"ta gimana dong aku takut terjadi sesuatu dengan orang itu ta."
setelah naya melepaskan pelukan tata.
"kakak tenang ya mas juna pasti baik baik saja kok dia orang yang kuat kak."
tata menenangkan.
setelah bagas selesai dari ruang administrasi bagas kembali keruang IGD menemani tata dan naya. ia duduk disebelah naya karna naya duduk ditengah. "gimana nanti ta dengan keluarganya. aku harus menjelaskan gimana."
ucap naya masih dalam isakan.
"kamu tenang aja nay biar nanti mas yang jelaskan ke ibu."
jawab bagas.
"kamu tenang ya jangan nangis lagi jelek tau kalo nangis."
bagas mencoba mengajak bercanda agar naya tersenyum.
"jahat kamu mas masak aku dibilang jelek. aku aduhin suamiku loh hehehe."
jawab naya masih terisak lalu tertawa mendengar candaan bagas.
"udah ya jangan nangis. mas yang akan mengurus semuanya."
bagas menenangkan.
naya dan tata memangguk kompak.
"nay nanti bersihin tubuhmu ya setelah baju kamu dan tata dateng. mas udah nyuruh orang untuk membeli baju buat kalian berdua."
ucap bagas.
naya dan tata baru sadar dan melihat diri sendiri masing masing lalu mereka tertawa bersama melihat menampilan masing masing.
kak sakit gak??
tanya tata.
apanya yang sakit??
naya mala balik bertanya.
"itu jidatnya banyak banget darahnya sampai mengering gitu."jawaban tata
hahh
naya kaget lalu bercermin dijendela rumah sakit. ia bingung kenapa banyak darah tapi yang pingsan mala orang lain setelah mengingat ingat kejadiannya naya baru ingat.
"ta ini darah orang itu yang netes dijidat ku."
naya memberitahu.
hahh
tata melongo.
"pantesan kakak gak pingsan yang pingsan mala mas juna."
tata tepuk jidat karna salah menafsirkan.
hehehe.
naya dan tata nyengir bersama. bagas hanya geleng geleng melihat tingkah konyol mereka berdua.
tak lama pintu ruangan pun terbuka. dokter dan suster perawat rumah sakit keluar.
jantung naya berdebar debar takut terjadi sesuatu yang berbahaya terhadap juna.
keluarga pasien mana??
tanya dokter.
"saya bagas teman pasien dok. keluarganya sebentar lagi datang beliau masih dalam perjalanan."
jawab bagas sebagai penanggung jawab.
"ok kondisi pasien untuk saat ini baik baik saja. benturan dikepala tidak parah insyallah pasien bisa dipindahkan diruangan biasa"
dokter menjelaskan.
"baik dok saya akan menunggu diruangan biasa." jawab bagas.
lalu bagas pergi menuju ruangan yang akan ditempati juna. naya dan tata mengekor dibelakang bagas.
sampai diruangan yang akan ditempati juna naya bagas dan tata menunggu diluar.
__ADS_1
tak lama kemudian dua suster perawat dan juna datang lalu masuk keruangan tersebut. naya bagas dan tata ikut masuk mengekori suster perawat.
akhirnya naya buka suara setelah dari tadi gelisah. "gimana dengan keadaan pasien sus.
kondisi pasien baik baik saja kan sus ??"
"iya mbak pak juna baik baik saja insyallah bentar lagi siuman."
jawab perawat rumah sakit.
naya tarik nafas lega karna juna baik baik saja. "terima kasih sus."
ucap naya.
"sama sama." jawab suster rumah sakit ramah.
mereka bertiga memandangi juna yang belum siuman.
"orang ini namanya siapa ta kok kayak pernah lihat."
naya penasaran dan bingung. ia berusaha mengingat ingat pernah bertemu juna dimana. sontak saja mata bagas dan tata melotot melihat ke arah naya.
"kamu gak kenal sama juna tanya bagas sambil tanganya menunjuk ke arah juna."
jadi namanya juna ya mas??
naya bertanya balik.
hahhh
tata terkesiap kamu benar benar gak kenal sama mas juna kak??
tanya tata yang heran dengan naya.
"bentar deh kayaknya aku pernah lihat orang ini eh maksudnya siapa tadi namanya lupa hehe."
ucap naya nyengir.
bagas geleng geleng melihat tingkah konyol naya. iya bagas tau naya orangnya pelupa apalagi dengan lawan jenis kalau gak sering bertemu ia akan lupa seperti dirinya waktu baru kenal naya beberakali lupa dengan bagas. jadi bagas maklum kalau naya masih belum ingat juna. bagas menarik nafas karna gemas dengan naya.
huft
namanya juna naya.
namanya mas juna kak. jawab bagas dan tata bersamaan.
naya hanya nyengir kuda.
"astagfirllah ucap naya.
bagas dan tata kaget dengan ucapan istigfarnya naya.
kenapa nay ada apa??? tanya bagas.
iya kak kenapa.?? tata ikut menimpali.
"iya aku ingat sekarang orang ini yang ada dicafe waktu itu orang yang meluk aku dari belakang iya orang ini aku ingat wajahnya."
"nay jangan bikin mas tambah parah sakit jantungnya nay."
ucap bagas.
ia sudah diberi beberapa kejutan untuk setengah hari ini dari kedatangan mendadak juna sampai masuk rumah sakit. ia takut gak kuat menerima kejutan berikutnya.
mas bagas punya penyakit jantung???
tanya naya polosnya.
"kak naya." tata gemas karna naya tidak bisa membandingkan mana serius mana enggak.
naya hanya menoleh ke arah tata.
" kalo kamu dan juna bikin kejutan lagi buat mas pasti mas langsung difonis penyakit jantung nay." ucap bagas dengan wajah memelas.
serius mas tanya naya tanpa dosa.???
naya benar benar khawatir mendengar kata kata penyakit jantung.
"udah deh serius dikit napa."
jawab tata ketus. tata gemes disituasi seperti ini kakaknya bagas masih bisa bercanda bodohnya naya mala menanggapinya dengan serius.
kakak pernah bertemu mas juna dimana kak??tanya tata kepada naya.
"iya ta aku ketemu pak juna ini waktu dicafe. aku gak sengaja menyenggol pak juna. dan gak tau kenapa waktu aku pulang dia meluk aku dari belakang seperti tadi dia meluk aku lagi. naya bercerita pertemuan yang naya anggap pertama dengan juna."
terus terus tata dan bagas mendengarkan.
"ya gitu aku nangis seperti tadi."
jawab naya.
gitu doang ceritanya kak??
tanya tata.
naya hanya mengangguk anggukan kepala.
ada nyeri dihati bagas mendengar cerita naya ternyata naya dan juna sudah bertemu sebelum ia bertemu naya.
apalagi dengan keberanian juna yang memeluk naya dua kali. bagas penasaran dengan hubungan antara naya dan juna seperti apa.
karna menurut pemikiran bagas naya tidak kenal juna tapi kenapa dengan sikap juna yang cuek dan dingin berani memeluk naya yang orang asing bahkan juna berani memeluk naya sampai dua kali. apa mungkin sebenarnya juna dan naya saling kenal tapi naya lupa. tidak mungkin juna gila karna cintanya tak sampai dengan seorang wanita misterius itu dan naya jadi sasarannya.
bagas pusing memikirkan semuanya.
iya bagas memang jatuh cinta pada naya walaupun bagas tau status naya milik orang lain. tapi bagas menyanyangi naya dengan tulus. tiba tiba pintu diketuk dari luar
tok tok tok
degg
__ADS_1
jantung naya deg degan. ia yakin bukan dokter atau suster yang mengetok pintu. karna mereka keluar setengah jam yang lalu.
lalu masuk seorang wanita baru baya. ia langsung memeluk juna.
"juna kamu kenapa nak apa yang sebenarnya terjadi denganmu nak. juna bangun ini ibu nak." wanita itu berucap sambil manangis sesugukan. naya mendengar nama ibu langsung gemetar ia takut dimaki bahkan disalahkan.
"bu juna gak papa bu juna baik baik saja."
bagas menenangkan ibunya juna.
apa yang yang terjadi dengan juna gas.?? tanya ibu juna.
"juna ingin melonong naya bu tapi juna tidak hati hati mala kena sendiri."
mendengar nama naya disebut ibu juna langsung menoleh ke arah naya dan memperhatikan wajah naya.
naya yang diperhatikan ibunya takut tambah gemetaran ia bersembunyi dibelakang tubuh bagas.
naya apakah bisa kita bicara diluar nak??
tanya ibu juna dengan lembut.
degg
jantung naya seperti mau copot. naya kaget dengan nada lembut ibunya juna. karna pemikiran naya seharusnya naya kenak semprot ini mala seperti baik. tidak menyalahkan naya. naya yang bersembunyi dibelakang bagas hanya menampakkan kepalanya mengangguk. tanda iya setuju.
akhirnya ibu juna menggandeng naya keluar ruangan.
mas kak naya gak akan diapa apain kan sama ibunya mas juna??
tanya tata penasaran.
sepertinya tidak ta kamu dengarkan nada bicara ibu lembut bukan seperti orang marah??
tanya balik bagas.
"i iya sih aku cuma khawatir aja mas." jawab tata.
diluar ruangan ibu juna mengajak naya duduk diruang tunggu ruangan juna.
naya kamu apa kabar selama ini??
tanya ibu juna dengan kembut.
tangannya membelai kerudung naya yang penuh darah juna yang sudah mengering.
"ba baik bu"
jawab naya masih takut.
"kamu jangan takut sama ibu ya ibu tidak akan menyalahkanmu nak. ibu tau kenapa juna seperti itu."
ibu juna memberitahu.
"apa ibu kenal dengan saya bu kenapa ibu?? sepertinya sudah kenal denganku bu sedangkan aku gak ingat apapun maaf bu."
jawab naya jujur.
ibu juna hanya tersenyum tangannya masih membelai lembut kepala naya.
huft
ibu naya menarik nafas sebelum bercerita.
"nay dulu kamu satu pesantren sama juna nak ibu tau setiap berkunjung ibu selalu melihatmu. ibu juga tau kalau juna sering memperhatikanmu nak." naya terbelalak mendengar cerita ibunya juna.
a apa. ???
naya terkejut.
"iya nak"
jawab ibunya juna lalu beliau menjutkan ceritanya. "juna pernah cerita ke ibu kalau juna jatuh cinta sama kamu. tapi sayang kamu susah didekati. juna selalu memperhatikanmu nak ibu tau karna ibu juga ikut ikutan memperhatikan kamu kalau ibu berkunjung kesana. juna juga cerita kalau setelah pulang dari luar negeri juna akan langsung meminangmu."
mata naya semakin membulat sempurna seperti bulan sabit mendengar juna akan melamarnya.
"tapi sudah lama berlalu juna tak kunjung melamarmu cincin yang akan dijadikan untuk melamarmu pun masih tersimpan rapi dikamar juna sampai sekarang. ibu bertanya juna tapi juna hanya diam saja dia hanya berkata tidak boleh mencari informasi apaun tentang kamu nak akhirnya ibu pun hanya diam saja menunggu juna membawamu kerumah."
naya hanya diam menyimak cerita ibunya juna. "setelah ibu melihatmu lagi dikesempatan ini. ibu ingin melamarmu untuk juna nak."
naya kaget dengan ucapan ibu juna bagaimana bisa ia yang sudah berumah tangga terus menerima lamaran ibunya juna.
naya bingung menjelaskannya ibunya juna bahwa ia sudah berumah tangga. apa lagi setelah mendengan bahwa juna teman pesantrennya dan jatuh cinta sejak saat masih dipesantren. tapi naya tak tega berkata jujur.
"menjadikanmu pendamping hidup juna nak. kamu mau kan menikah dengan juna anak ibu. juna sangat mencintaimu nak. juna selalu memandangi fotomu disaat dia bersantai. tapi tiap kali ibu tanya tentangmu dia hanya diam saja. dia selalu berkata jangan pernah mencari informasi apapun tentang naya bu. ibu jadi tidak berani berbuat apapun nak. ibu cuma bisa menunggu dan menunggu juna membawamu kerumah."
naya hampir lemas mendengarkan cerita ibunya juna. tapi ia berusaha kuat agar bisa menjawab dengan jujur.
"ibu mohon nak menikahlah dengan juna nak ibu yakin juna pasti membahagiakanmu nak."
"i ibu"
naya tergagap.
ibu juna hanya menyimakny menunggu jawaban apa yang akan diberikan naya.
huft
akhirnya naya menarik nafas agar lebih tenang lalu melanjutkan ucapannya.
"i ibu ma maafkan aku bu. maaf aku sudah menikah bu aku sudah berumah tangga ja jadi aku tidak bisa me menerima lamaran ibu bu. dengan nafas lega naya menjelaskan statusnya."
ibu juna hanya tersenyum pada naya. ternyata pemikirannya selama ini benar kalau gadis yang dicintai anak laki lakinya sudah menikah dengan orang lain. maka dari itu juna jadi pendiam seribu bahasa. ia semakin dingin dan datar. walaupun karakter juna memang dingin dan datar tapi tidak sedingin sekarang. walaupun sikapnya dulu dingin tapi juna masih tetap mau terbuka dengan keluarganya. tapi setelah kehancuran hatinya. juna semakin dingin dan datar. ibu juna juga tau kalau juna masih menyimpan perasaan ke perempuan yang sudah menyandang status istri orang itu. ibu juna juga tau kalau juna tidak bisa move on dari perempuan itu. ibu juna juga tau apa penyebab putranya masuk rumah sakit. karna ingin menyelamatkan pujaan hatinya.
"jadi kamu sudah menikah tow. sejak kapan nak?? cara bicara ibu juna masih dengan nada lembut. "sudah delapan tahun bu anak saya sekarang sudah kelas satu sd dan dia tinggal dipesantren yang dulu aku mondok bu."
jawab naya agak takut menyinggung perasaan ibu juna.
siapa namanya nak ?? ibu juna menayakan nama anak naya.
"ma malik bu." jawab naya gugup.
__ADS_1
"jangan gugup nak ibu tidak akan macam macam denganmu dan keluargamu. jadi jangan takut ya." ibu juna berucap